Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 146 - Setelah Dungeon Break


Anna kembali ke Bumi dengan memilih membuka gerbang menuju apartemen Gina alih-alih pergi ke laboratorium seperti yang belakangan sering dilakukannya.


Hanya untuk tempat persinggahan saja, Anna berteleportasi lagi ke area dimana gerbang Dungeon sebelumnya berada.


Di tempat itu, ular-ular hitam yang dikiranya masih ada disana, nyatanya sudah tidak berada di tempat itu lagi.


"Anna!"


Gina langsung berlari kecil menghampiri Anna saat Anna tiba-tiba muncul di tempat kemunculan yang sama saat ia pertama kali ke tempat ini bersama Bimo.


Anna tersenyum dan bertatapan dengan Gina sebentar lalu ia menatap wajah orang-orang yang masih berada disitu yang semuanya tampak menunjukan wajah linglung mereka.


"Kemana ular-ularnya pergi?" tanya Anna langsung, setelah Gina tiba di dekatnya.


"I-itu... Ada seseorang yang tiba-tiba datang dan membunuh semua monster." Sahut Gina.


"Siapa?"


Gina menggelengkan kepalanya, "Tidak satupun dari kami yang mengenalinya. Dia menggunakan topeng dan jubah panjang. Dan... dia sangat kuat. Tadinya, dia sepertinya ingin masuk ke dalam gerbang. Tapi gerbangnya tiba-tiba menghilang. Apa kau yang menutupnya?"


"Ya. Maaf kalau aku terlambat kembali."


"Apa kau baik-baik saja? Aku sangat khawatir pada mu setelah ular-ular itu keluar dari gerbang. Ku pikir ada monster lain yang kembali muncul di Dungeon."


Anna menatap Gina seraya tersenyum lembut padanya. Dia yakin, mungkin hanya Gina satu-satunya orang yang masih mengkhawatirkannya walaupun Gina tahu sekuat apa dirinya.


"Tentu. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku."


Sambil berbicara beberapa hal lagi dengan Gina, Anna mengingat informasi mengenai orang asing yang telah membantu 'membersihkan' monster-monster di depan gerbang. Tidak peduli siapapun orang itu, selama ia membantu umat manusia, Anna pikir ia tidak perlu merasa penasaran lebih jauh mengenai identitas orang tak dikenal.


'Mungkin karena kekuatan orang itu mereka semua berekspresi seperti ini.'


Anna kemudian menoleh pada Kevin Jung yang juga memiliki ekspresi wajah yang sama dengan Hunter lainnya.


"Sepertinya memang karena itu." Pikir Anna.


"Ada berita lain lagi yang ayah ku dapatkan dari petugas penjaga gerbang di tempat tim ketiga melakukan raid." Gina melanjutkan.


"Tim ketiga?"


"Ya. Disana juga muncul makhluk berambut pirang yang ciri-cirinya juga sama seperti yang muncul di Dungeon kami."


"Apa?! Bagaimana dengan tim ketiga?"


"Mereka baik-baik saja. Ada orang tak di kenal juga yang membantu mereka mengalahkan makhluk itu dan membunuhnya. Orang itu juga telah membantu menutup gerbang."


Kali ini, Anna benar-benar terkejut.


Jika yang dimaksud adalah makhluk yang berwujud manusia yang telah mengusirnya dari dalam goa, berarti ia adalah makhluk yang berasal dari bangsa yang sama dengan Damballa. Anna tahu makhluk itu benar-benar sangat kuat.


Informasi kedua yang baru saja ia terima dari Gina, membuatnya menjadi sangat penasaran. Jika orang itu sanggup membunuh lawan sekuat Damballa, berarti dia memiliki kekuatan yang mungkin setara dengan dirinya.


Jika ada orang seperti itu selain dirinya, Anna berpikir, mungkin akan lebih baik jika dia bisa bertemu dengan orang tersebut dan mengajaknya untuk bekerjasama.


'Masih ada puluhan makhluk seperti Damballa, kan? Lebih baik kalau aku memiliki sekutu yang sangat kuat sambil melatih dan memperkuat energi Mana teman-teman ku.'


Anna berbicara pada Gina lagi, "Apakah dia orang yang sama dengan orang yang membunuh monster-monster disini?"


"Menurut informasi yang ayah ku terima, sepertinya mereka orang yang berbeda. Orang yang membantu tim ketiga agak banyak bicara. Sementara yang membantu kami membunuh semua ular, bahkan tidak berbicara sepatah kata pun."


"A-apa?"


Anna kemudian terdiam. Berarti ada dua orang kuat berbeda yang ia belum tahu siapa orangnya.


"Aku sudah berusaha mencegahnya pergi, tapi dia sepertinya jauh lebih kuat dari ku. Jadi aku bahkan tidak bisa melihat bayangannya saat ia tiba-tiba menghilang." Ucap Kevin Jung yang sudah berdiri di samping Gina.


"Kalau begitu, aku harus menemukan mereka berdua." Pikir Anna.


"Ngomong-ngomong, di mana avatar Miyu dan Bimo?"


"Miyu meminta Bimo untuk membawa avatar ke laboratorium." sahut Gina.


'Ah, benar juga. Aku tinggal minta Miyu untuk menunjukan rekaman CCTV nya saja dan mencari tahu jejak kedua orang itu.'


"Yah, sepertinya aku memang harus ke laboratorium." Ucap Anna dengan wajah kurang bersemangat. Ia berhutang cerita pada Miyuki, karena itulah dia sebenarnya agak malas untuk pergi ke laboratorium dalam waktu dekat.


Tak lama kemudian, banyak Hunter mulai berkumpul di dekat Anna, Gina dan Kevin untuk sekedar mengucapkan rasa terima kasih dan juga untuk bertanya informasi yang Anna tahu mengenai monster-monster Dungeon.


Anna tidak terlalu keberatan dengan tujuan Hunter-hunter mengerubunginya untuk alasan pertama. Namun, ia sangat malas untuk membahas alasan kedua.


Masih banyak hal yang harus Anna kerjakan dan selidiki. Karena itu ia langsung pamit undur diri dan membawa Gina dan Kevin menghilang bersamanya tanpa banyak memberikan informasi pada para Hunter dan pihak Asosiasi.


•••


Berita mengenai keberhasilan Kota C dalam mengatasi dua dungeon break menyebar secara cepat dan menjadi topik hangat yang diperbincangkan di Asia Tenggara.


Bukan hanya dua. Sudah ada tiga dungeon break yang terjadi dalam jangka waktu di bawah dua bulan yang berhasil Kota C atasi sendiri tanpa bantuan dari pihak luar.


Salah satu hal yang menjadi bahan perbincangan adalah Dungeon yang belakangan tiba-tiba memiliki monster tambahan yang sangat kuat setelah monster-monster awal telah di taklukkan.


Monster-monster purba yang sebelumnya belum pernah ada di dalam sebuah Dungeon yang masing-masing setara dengan level seorang Hunter peringkat A dan S, bahkan beberapa dari mereka setingkat Hunter peringkat SS, tentu saja menjadi bahan pembicaraan yang paling sering di bahas.


Dengan kehadiran monster peringkat tinggi, Asosiasi Dunia mendapat banyak tuntutan jawaban mengenai tindak lanjut yang akan Asosiasi Dunia lakukan jika dungeon break seperti di Kota C terjadi di negara-negara lain.


Bagaimana cara Asosiasi Dunia mengatasinya lah yang dipertanyakan.


Kota C yang tiba-tiba saja memiliki beberapa Hunter kuat benar- benar membuat banyak kota, bahkan sebuah negara, menjadi iri.


"Seandainya ada Hunter sekuat mereka di negara kita..."


Orang-orang bahkan tidak mengingat Wang Zhu Ming sama sekali. Keberadaannya di Kota C hampir tidak dibutuhkan saat monster-monster dari dungeon break memiliki kemampuan yang jauh di atasnya.


Namun, ada beberapa negara yang melihat sebuah peluang untuk memiliki Hunter kuat dari kejadian itu. Mereka menilai satu-satunya cara untuk bisa memiliki 'pelindung' terbaik bagi negara adalah dengan memiliki avatar hunter yang telah mereka sendiri bagaimana kekuatan avatar tersebut dalam membantu menyelesaikan dungeon break.


Mereka berpikir, bahkan jika avatar dihancurkan monster, hal itu tidak terlalu merugikan. Karena paling tidak, tidak ada seseorang yang mati. Mereka akan kehilangan investasi, namun tidak kehilangan nyawa seseorang yang sangat berharga.


Selain itu, biaya untuk meningkatkan level avatar hunter juga jauh lebih murah dibandingkan biaya yang diperlukan untuk meningkatkan level seorang Hunter manusia.


Perusahaan 9 AM langsung merilis rincian biaya yang dibutuhkan avatar Miyuki untuk meningkatkan experience point ke peringkat SS yang jumlahnya 5 kali lebih murah dibandingkan jika harus meningkatkan level seorang Hunter manusia.


Karena pemikiran tersebut, banyak negara langsung mengkalkulasi ulang proyek mereka untuk mencetak Hunter-hunter handal dan memilih untuk memesan avatar hunter dari perusahaan 9 AM.


Hasilnya, hanya berselang 1 hari setelah dungeon break, perusahaan 9 AM banyak mendapatkan panggilan luar negri untuk pemesanan avatar.


•••


"Mereka bahkan tidak memperhitungkan mu." ucap Anna pada Kevin, saat mereka menyaksikan berita setelah makan malam bersama.


Kevin Jung meneguk dan mengosongkan kaleng bir nya seraya melirik ke layar televisi, di sebuah ruangan baru di komplek bawah tanah yang baru di buat untuk tempat kelima Hunter berkumpul.


Tak...


Kevin meletakkan kembali kaleng kosong ke atas meja dengan agak kasar.


"Manusia memang selalu melihat hal yang lebih menguntungkan bagi mereka." sahut Kevin.


"Jangan terlalu merasa kesal. Kau juga akan mendapatkan banyak keuntungan sebagai CEO." ucap Miyuki, sambil mengutak atik laptop di pangkuannya.


"Keuntungan? Aku masih harus membayar biaya ke Asosiasi Australia karena kalian memaksa ku bergabung."


"Nah, kau bisa pergi jika kau keberatan. Bimo bisa menggantikan mu." sahut Miyuki dengan ekspresi wajah datar bahkan tanpa menoleh pada Kevin.


"Kau...," Kevin menudingkan telunjuknya pada Miyuki, namun ia juga melirik pada Anna yang sedang tersenyum, sebelum melanjutkan kalimatnya. "Kalian berdua memang gadis-gadis jahat."


Pada saat itu, Gina yang sejak tadi berada di dapur untuk menyiapkan camilan, masuk ke dalam ruangan dengan membawa keranjang rotan besar yang berisi kentang dan sosis panggang.


"Ada apa dengan wajah mu?" tanya Gina saat melihat wajah Kevin yang tampak kesal.


"Jangan khawatirkan dia. Orang berumur memang memiliki banyak masalah yang perlu mereka khawatirkan hingga wajah mereka kadang kurang enak di pandang." sahut Miyuki.


Mendengar itu, Anna, Gina dan Bimo tertawa, sementara Kevin langsung berdiri, hendak pergi meninggalkan ruangan.


"Oh, kau mau ke mana?" tanya Anna, saat Kevin berjalan melewatinya.


"Ke perusahaan, ok. Mengurus surat-surat kontrak pemesanan avatar untuk memperkaya kalian berdua."


"Tsk..., itu bagus. Kau bisa melunasi utang mu dengan lebih cepat," Miyuki berkomentar.


Kevin berbalik untuk menatap Miyuki, "Tingkatkan kemampuan avatar mu sampai menyamai peringkat ku. Ayo kita berkelahi!"


Miyuki mengalihkan pandangannya dari laptop pada Kevin dan menatapnya dengan tatapan malas.


"Aku tidak membutuhkan avatar untuk berkelahi dengan mu," sahut Miyuki dengan nada datar.


Mendengar itu, wajah Kevin bertambah merah. Namun ia akhirnya pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.


"Kau benar-benar hanya membutuhkan lidah mu untuk mengalahkannya." ucap Gina yang kemudian tertawa.


°°°


"Bagaimana? Sudah kau temukan rekaman CCTV nya?" tanya Anna pada Miyuki yang sejak tadi sedang berusaha meretas satelit untuk mengambil rekaman CCTV di depan gerbang tim raid pertama dan tim raid ketiga.


"Mereka sepertinya memiliki peretas handal. Semua rekaman sudah di hapus."


"Apa?!"


"Kita tidak bisa mendapatkannya."


Anna terdiam.


'Rupanya ada orang lain yang juga memiliki tim tersembunyi seperti kami.'


"Ngomong-ngomong, aku mau pergi dulu. Aku akan kembali besok. Kalian, pesanlah makanan untuk sarapan dan makan siang. Aku akan kembali sebelum makan malam." Ucap Gina, setelah melihat pembicaraan Anna dan Miyuki terhenti.


"Kau pergi untuk urusan guild?" tanya Anna.


"Tidak. Gus akan mengurus guild kita untuk beberapa hari kedepan. Aku di panggil ayah ku karena masalah..., adik ku."


"Ah..., ya."


Gina mendesah pelan dan akhirnya berdiri dari tempat duduknya.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang."


"Apa kau pergi ke Asosiasi?" tanya Anna lagi.


"Ya. Luke ada di tahanan Asosiasi."


"Aku akan pergi bersama mu. Ada seseorang yang ingin ku kunjungi."


"Ayah mu?"


"Tsk... Aku sudah tidak memiliki urusan dengannya. Aku ingin mengunjungi ibu tiri ku."


Gina diam sebentar untuk memikirkan hal apa yang sebenarnya ingin Anna bicarakan dengan ibu tirinya. Namun, karena ia tidak ingin terlalu mengetahui urusan keluarga seseorang, dia akhirnya menyimpan rasa penasarannya. "Baiklah."


"Ayo kita pergi," ucap Anna, seraya menjulurkan tangannya untuk meraih pergelangan tangan Gina.


"Bisakah kita pergi menggunakan mobil saja?"


"..."


•••••••