Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 101 - Akhir Ujian Penerimaan


《”Kalau begitu, aku akan melepaskan kacamata virtualnya. Aku perlu pergi ke ruang kerja ku lagi untuk meretas sistem Dungeon virtual ini.”》


“Baiklah.”


Miyuki mengaktifkan lagi sistem virtual di kacamatanya, lalu berbicara pada Bimo.


《”Bisa kau lindungi sebentar avatar ini? Aku akan memutuskan koneksi dari avatar ku dan pergi ke ruang kerja ku untuk memutuskan koneksi avatar dari Dungeon virtual.”》


Bimo menatap Miyuki dengan wajah bingung. Dia tidak mengerti maksud perkataannya.


《”Lakukan saja, lindungi avatar ini, atau dia akan hancur.”》


“B-baik nona Miyu…”


Miyuki akhirnya mematikan kacamata virtual dan memutuskan koneksinya pada avatar untuk pergi ke ruang kerjanya dan meretas sistem penghubung avatar dari Dungeon virtual.


Walaupun kacamatanya telah dinonaktifkan, hal itu hanya untuk mengembalikan pengelihatan orang yang menggunakannya dari dunia virtual ke dunia nyata. Namun, tubuh orang yang telah terkoneksi masih terhubung dengan Dungeon virtual sampai boss nya berhasil dikalahkan, atau jangka waktu Dungeon virtual aktif telah habis.


Karena itulah Miyuki dengan cepat berlari ke ruang kerjanya untuk meretas dan memutuskan koneksi tersebut.


°°°


Para penonton tentu saja terkejut dengan kejadian itu. Mereka mengira ada kesalahan sistem pada Dungeon virtualnya. Namun, saat melihat tim teknisi tampak panik, mereka dapat menduga bahwa itu bukanlah sebuah kesalahan teknis.


Mereka tahu, hanya ada 1 orang yang bertanggung jawab atas sistem Dungeon virtual dan memegang akses utamanya. Chris Meyers.


°°°


“Dia tahu kejahatan korupsinya akan ku bongkar setelah kehilangan kepala keluarga Williams sebagai pendukung utamanya dan melakukan ini pada ku?!" Umpat Jo Fizer setelah kepala teknisi memberitahukan bahwa Chris Meyers telah mengendalikan sistem Dungeon virtual dari jauh.


Jo Fizer segera mengambil kacamata virtual untuk membantu peserta ujian mengatasi masalah yang ditimbulkan Chris Meyers.


Dia tahu Hunter berperingkat S yang berada disana mungkin bisa mengatasinya, namun sebagai kepala Akademi, ia harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh orang-orangnya.


Liu Gong dan Gina Stewart yang sudah memahami adanya masalah pada sistem koneksi saat melihat respawn berulang dengan jeda waktu tak sampai satu menit, akhirnya turun tangan untuk membantu. Hanya dalam sekejap, mereka sudah berada di dekat Jo Fizer.


Ada 3.000 lebih monster virtual yang saat ini sudah mengepung Bimo dan avatar hunter.


Sama seperti Jo Fizer. Gina dan Liu Gong memutuskan untuk membantu bukannya karena tidak yakin pada kekuatan seorang Hunter berperingkat S, namun karena rasa tanggung jawab sebagai Hunter Asosiasi dan instruktur di Akademi itu.


"Kami juga akan membantu." ucap Liu Gong pada kepala Akademi.


Jo Fizer mengangguk dan meminta dua kacamata virtual lagi pada tim teknisi.


Namun, seseorang yang tiba-tiba berada di antara mereka, menyambar salah satu kacamata dari tangan ketua tim teknisi saat ia hendak menyerahkan kacamata virtual pada Jo Fizer.


"Tolong kunci saja akses masuk ke gedung olahraga dan matikan sistem perekamnya. Biar saya yang menangani."


Jo Fizer, Wang Liu Gong dan Gina Stewart menatap gadis cantik yang tiba-tiba saja muncul di antara mereka.


"Siswi Anna?!"


Yang biasanya akan mereka lakukan adalah melarang seorang siswa untuk membantu menangani masalah darurat seperti yang sedang terjadi saat ini.


Namun, ketiga Hunter profesional itu sudah mengetahui bahwa siswi mereka yang satu ini memiliki semacam kekuatan misterius yang tidak bisa di anggap remeh.


Terutama Gina.


Gina sudah melihat dengan kedua matanya sendiri bagaimana Anna mengalahkan pasukan High Orc yang rata-rata memiliki kekuatan yang sama dengan Hunter berperingkat A dengan mudah, apalagi hanya monster simulasi dari Dungeon peringkat C.


“Kalau begitu akan kami serahkan pada mu,” ucap Gina pelan. Dia tidak jadi mengambil kacamata virtual dan akan memercayakan semua pada Anna.


“Tentu,” Anna tersenyum pada Gina, lalu berpaling pada Jo Fizer. “Tolong urus saja permintaan saya tadi, tuan Fizer.”


Setelah mengatakan kalimat itu, Anna menghilang dari hadapan mereka dan muncul kembali di tengah arena.


Anna langsung mengenakan kacamata virtualnya. Bersamaan dengan itu, Bimo Gandri yang sudah siap menahan serangan Lizardman, terkejut hingga hampir saja menyerang Anna.


"Nona Anna?"


"Aku akan mengurus semua monster virtual. Kau jaga saja avatar Miyu."


"Apa?"


"Turuti saja."


Bimo tidak nyaman untuk menentang perintah Anna, jadi dia mundur beberapa langkah dan bersiaga di sekitar avatar.


°°°


Anna merentangkan kedua tangannya lalu melepaskan sedikit energi Mana, bermaksud untuk meledakkan semua monster virtual sekaligus.


Detik berikutnya, Anna mendengus pelan saat melihat usahanya tidak membuahkan hasil.


Anna sudah menebak, bahwa dia tidak akan bisa meledakan seluruh monster virtual dengan energi sihir miliknya. Dia hanya ingin mencobanya saja.


"Sudah ku duga," gumam Anna. Anna kemudian berbalik dan menatap Bimo, "Pinjamkan pedang mu," pinta Anna.


"Ya? Tapi, bagaimana jika mereka kesini?"


"Tidak apa-apa, kita tidak akan membiarkan mereka lolos."


Walaupun sedikit ragu, Bimo akhirnya menyerahkan satu-satunya senjata yang ia miliki pada Anna.


Setelah menerima pedang, Anna menggenggam pergelangan tangan Bimo dengan tangan lainnya. Tak sampai 1 detik kemudian, tubuh mereka berdua menghilang dari tempat itu dan muncul di kerumunan pasukan Lizardman.


"Setelah ku pikir-pikir, lebih baik kita berada jauh dari avatar supaya tidak merusaknya. Gunakan skill taunt mu sekarang," ucap Anna, memotong kalimat Bimo.


Setelah ia berbicara pada Bimo, Anna langsung menebaskan pedangnya kesana kemari. Tubuh puluhan Lizardman meledak tiap kali Anna mengerakkan pedang di tangannya ke satu arah.


Sekali kesempatan, Anna mencoba meninju Lizardman dengan tangannya yang lain. Namun, seperti dugaannya, tinjunya menembus tubuh monster virtual itu.


Anna menyeringai. Dia tak tahu harus merasa senang atau merasa frustasi saat dia memastikan bahwa energi Mana yang ia miliki benar-benar berbeda dari yang Hunter lain miliki.


Anna tak dapat menggunakan energi Mana nya pada monster-monster virtual. Monster virtual diprogram untuk bereaksi saat bersentuhan dengan energi Mana yang berada di tubuh seorang Hunter. Karena itulah Hunter maupun monster virtual akan merasakan sakit bahkan langsung menghilang ketika terkena serangan.


Tentu saja, karena energi Mana milik Anna berbeda dengan yang Hunter lain miliki. Energi Mana miliknya tentu tidak 'terdaftar' dalam sistem virtual itu karena para pencipta tidak pernah tahu lalu memprogramnya.


Jadi, Anna hanya bisa menghancurkan seluruh monster dengan pedang milik Bimo yang memiliki energi Mana sama dengan yang sudah 'terdaftar' dalam sistem virtual.


Anna terus menebas dan menusuk. Seandainya dia memakai rompi, sarung tangan dan sepatu khusus seperti saat ia mengikuti ujian dulu, dia juga bisa memukul atau menendang monster-monster virtual.


Bang... Bang... Bang... Bang... Bang...!!!


Dengan mengandalkan kekuatan fisiknya, Anna bergerak cepat dan meledakkan semua monster virtual yang berjumlah ribuan.


Bimo akhirnya menggunakan taunt skill nya dengan terlambat. Dia tadi tak langsung menggunakannya karena masih merasa syok setelah mereka tiba-tiba berpindah tempat.


Monster-monster yang tak bisa berbuat apa-apa dengan taunt skill seorang Hunter peringkat S yang begitu kuat, langsung mengerubungi mereka berdua.


Akibat kuatnya tarikan skill milik Bimo, Anna dapat menghancurkan lebih banyak monster dengan sangat cepat.


Hanya dalam waktu 10 menit, 3.000 lebih pasukan Lizardman virtual berhasil di musnahkan seluruhnya.


《"Kau benar-benar luar biasa,"》puji Miyuki yang telah terkoneksi kembali dengan avatarnya.


"Kau kembali lagi?" tanya Anna, sedikit terkejut melihat avatar Miyuki sudah berada di dekat tempat ia dan Bimo berada.


《"Ya. Aku tidak bisa memutuskan sistem virtual dari avatar ku. Sistemnya telah dimodifikasi hingga banyak jalur yang membutuhkan sedikit lebih banyak waktu bagi ku untuk mengatasinya."》


"Kau begitu menyayangi produk ciptaan mu." Anna tertawa.


《"Tsk... Aku hanya tak ingin membuang-buang banyak kristal sihir milik mu untuk membuat ulang avatar."》Protes Miyuki. Miyuki menatap Anna lekat-lekat melalui mata avatarnya yang terhubung dengan tempat itu. 《"Sebenarnya, bagaimana kau bisa sekuat ini?"》tanya Miyuki dengan rasa penasaran.


"Yah..., aku mendapatkan sebuah kekuatan saat aku terbaring koma," sahut Anna dengan santai.


Hanya sampai disitu, Anna merasa tak perlu menceritakan lebih jauh tentang bagaimana proses dia mendapatkan kekuatannya. Dia hanya tak ingin lagi menyembunyikan kekuatan yang ia miliki dari teman-teman yang akan berjuang bersamanya di kemudian hari.


°°°


Sementara itu di tribun...


Semua orang yang menyaksikan bagaimana cepatnya Anna menghabisi seluruh monster virtual, terpana.


Bukan hanya karena kecepatan gadis itu dalam melakukannya, namun karena mereka juga tahu, Anna melakukannya hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik saja.


Mereka sama sekali tidak dapat merasakan adanya energi Mana berasal dari tubuh Anna. Padahal, seharusnya seseorang pasti banyak menggunakan energi sihir dikala sedang bertarung seperti Anna tadi.


°°°


Anna, Bimo dan avatar Miyuki masih berada di tengah arena sampai 20 menit berlalu.


Jo Fizer akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama mereka ke tengah lapangan setelah boss Dungeon virtual tak kunjung menampakkan diri.


"Dia sepertinya ingin membuat kami bingung dan selalu waspada dengan tidak mengeluarkan boss nya," ucap Jo Fizer setelah berada bersama mereka.


"Jadi, apa artinya?" tanya Anna pada pria paruh baya itu.


"Kami terpaksa harus meminta pihak Sato Corp. untuk memperbaiki sistem nya dan tidak menggunakan Dungeon virtual untuk sementara waktu," Jo menjelaskan.


《"Katakan padanya, berikan waktu setengah jam dan aku akan mematikan sistem virtualnya,"》pinta Miyuki pada Anna.


Anna mengangguk lalu berbicara pada Jo Fizer, "Teman saya akan mematikan sistemnya dalam tiga puluh menit."


"Apa? M-maksud ku, apa dia bisa?" Jo terbelalak.


Anna tersenyum, lalu memegang pundak avatar hunter yang berdiri di sebelahnya, "Sato Corp. belum bisa membuat benda secanggih ini. Apa Anda meragukan kemampuan teman saya, tuan Fizer?"


"Ah... Y-ya... K-kalau begitu, tolong bantu kami." ucap Jo Fizer dengan sedikit tergagap.


"Anda sebaiknya mengurus orang yang membuat masalah dengan Anda," ucap Anna lalu tersenyum pada kepala Akademi itu.


"Tentu."


"Ngomong-ngomong, apakah teman saya harus mengikuti ujian ulang?" tanya Anna, ingin memastikan kelangsungan ujian Bimo.


Jo Fizer tertawa.


"Saya bisa memberikan sertifikat kelulusan pada Anda bertiga sekaligus setelah melihat kemampuan yang kalian miliki. Tapi, kita harus mengikuti prosedur. Anda bertiga hanya harus mengikuti pembelajaran teori untuk memahami sistem sebuah Dungeon dan kerjasama tim yang baik," Jo menjelaskan.


Anna mengerutkan keningnya. "Bertiga? Apakah termasuk avatar nya?"


"Tidak. Maksud saya, pilot avatar nya."


Anna tersenyum. Bahkan Jo Fizer juga rupanya memerhatikan teknik bertarung Miyuki yang sangat hebat walaupun ia masih Hunter pemula.


"Terima kasih." sahut Anna.


•••••••