Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 114 - Visi Dan Misi


Setelah kepergian Kevin Jung, dua asisten pribadinya langsung melaporkan hilangnya tuan mereka itu pada Asosiasi Hunter Australia.


Asosiasi Australia pada awalnya tidak memercayai informasi yang mereka anggap sebagai hal yang sangat mustahil terjadi.


“Bagaimana mungkin seorang Hunter pemula peringkat F bisa menculik Kevin Jung?”


Itulah pertanyaan yang selalu dipikirkan ketua Asosiasi Hunter Australia saat akhirnya melewatkan 3 hari tanpa adanya kabar berita dari agen rahasia andalan Australia dan Asia Tenggara tersebut.


Tidak ada rekaman video di saat kejadian. Bahkan semua rekaman CCTV di gedung aula perjamuan telah di hapus oleh seseorang yang tak di kenal dan tidak bisa dilacak keberadaannya.


Pada akhirnya, Asosiasi Hunter Australia mengirimkan lagi 3 Hunter berperingkat S terbaik mereka ke Kota C. Mereka adalah Hunter-hunter Asosiasi terbaik yang merupakan anak buah langsung dari Kevin Jung.


Tugas yang ketua Asosiasi berikan pada mereka cuma 1, untuk menyelidiki kemana hilangnya sang agen rahasia terbaik, Kevin Jung.


°°°


Bukan hanya Asosiasi Hunter Australia yang sedang mengalami kepanikan. Asosiasi Hunter Kota C juga mengalami hal yang serupa.


Hilangnya Gina Stewart yang juga bersamaan dengan hilangnya Kevin Jung, membuat seluruh anggota Asosiasi Kota C dan Akademi Hunter menjadi sangat khawatir.


Asosiasi Kota C akhirnya melakukan penyelidikan dengan mencari dua Hunter ternama itu di seluruh pelosok Kota C tanpa terkecuali.


Namun, apa yang terjadi kemudian, membuat Asosiasi Kota C menjadi gempar.


°°°


Empat hari setelah ‘penculikan’ Kevin Jung dan Gina Stewart…


Steven Stewart membuka pintu kantor ketua Asosiasi dengan kasar.


Seandainya Ronald dan Mira Ahn bukan seorang Hunter yang bisa merasakan kehadiran Steven sebelum membuka pintu ruangan, mereka pasti sudah melompat karena terkejut.


Namun, suara hentakan kasar pada pintu yang mendadak di dorong terbuka, tetap berhasil membuat Ronald dan Mira terganggu lalu menatap ke arah pintu.


Steven menatap Ronald dan Mira dengan kedua matanya yang melebar. Sementara Ronald dan Mira dapat melihat Steven yang tampak hendak berbicara, namun seperti kehilangan kata-kata.


“Ada apa?” tanya Ronald, tidak sabar untuk mengetahui hal penting apa yang akan Steven wartakan dengan cara masuknya yang tergesa seperti itu.


Steven masih memikirkan kata-katanya. Namun demikian, ia akhirnya berjalan dengan cepat menghampiri Ronald Stewart.


“Paman! Lihat ini!”


Steven menyodorkan tabletnya pada Ronald yang langsung menarik tablet dengan tidak sabaran.


Seperti yang Steven perkirakan, kedua mata Ronald terbelalak saat ia mulai membaca surat pengajuan yang telah di e-mail seseorang pada Asosiasi.


Saking terkejut dan terpaku pada e-mail tersebut, Ronald bahkan hampir melompat dari kursinya saat telepon pribadinya tiba-tiba berbunyi.


Ronald heran ketika mendengar nada dering khusus pada ponsel pribadinya. Ia tahu itu adalah panggilan yang sangat penting dan hanya segelintir orang yang bisa melakukan itu padanya, karena ia hanya memberikan kontak pribadi pada orang-orang penting.


Saat Ronald melihat nama pemanggil, ada sedikit kilatan keterkejutan lagi di matanya, namun ia dengan cepat menerima panggilan tersebut.


“Tuan Jung?”


《”Oh… hallo tuan Stewart. Saya Kevin Jung. Apa Anda telah menerima e-mail yang saya kirimkan?”》


“Y-ya…” sahut Ronald dengan ekspresi bingung.


Kevin Jung berbicara padanya dengan nada bicara yang ramah dan sangat sopan, tidak seperti saat pria itu berbicara padanya terakhir kali.


《”Terima kasih…, apa Anda bisa menyiapkan berkasnya, tuan Stewart?”》


Ronald diam sejenak sebelum menanggapinya.


“Tentu saja. Tapi… mengapa Anda tiba-tiba ingin mendirikan guild?”


《”Saya ingin memburu semua monster dan menutup semua Dungeon yang ada di dunia.”》Sahut Kevin Jung dengan santai.


Ronald berusaha mencerna semua kata yang Kevin ucapkan hingga ia terdiam agak lama.


"Apa...?"


《"Mari kita bahas saat kita sudah bertemu."》


"... Tentu. Tapi, kapan kita akan bertemu?"


《”Sebenarnya, saya sedang dalam perjalanan ke kantor Asosiasi. Kita akan bertemu sebentar lagi.”》


“Apa? Oh… y-ya… tentu. Mari kita bertemu.”


《”Ngomong-ngomong, putri Anda juga akan datang bersama saya.”》


“Apa?!”


《”Baiklah, tuan Stewart. Saya akan menyudahi panggilannya. Sampai bertemu nanti.”》


Tuuttt… tuuttt… tuuutttt…


Ronald Stewart menatap ponselnya sebelum mengembalikan ke dalam laci meja kerjanya.


Dengan wajah penuh tanda tanya, ia menatap Steven lalu berbicara pada pria itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Kevin Jung tiba-tiba ingin mendirikan guildnya sendiri di Kota C?" tanya Ronald pada Steven yang masih berdiri menatapnya dari seberang meja kerjanya.


"Dia tidak melampirkan alasan. Tapi, dia melampirkan visi dan misi guild." Sahut Mira, saat ia melihat Steven tampak seperti tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.


"Apa yang tertera di situ?" tanya Ronald penasaran.


"Visi, mengembalikan kedamaian dunia seperti dua puluh enam tahun yang lalu. Misi, menutup semua gerbang Dungeon yang ada di muka Bumi." Ucap Mira, membacakan kembali isi e-mail.


"A-apa? Visi dan Misi macam apa itu?"


Setelah hampir tertawa saat mendengar visi dan misi tak masuk akal itu, Ronald terdiam.


'Kenapa Visi dan Misi nya sangat kekanak-kanakan? Siapa yang tidak memiliki keinginan seperti itu? Tapi, siapa juga yang berani mengatakan hal tak masuk akal seperti itu?'


•••


Setengah jam kemudian, Kevin Jung dan Gina Stewart akhirnya tiba di ruangan kepala Asosiasi.


Bersama mereka ada seorang remaja putri yang sudah membuat Asosiasi dan para petinggi guild Gold Dragon menjadi gempar, Anna.


Selain Anna, ada seorang pria yang tampak seperti seorang penduduk lokal juga ikut bersama mereka. Dia adalah Bimo Gandri.


Setelah mempersilahkan tamu kehormatannya duduk di sofa yang berada di sudut ruangan, Ronald Stewart langsung menanyakan alasan mengapa Kevin Jung hendak membuat guildnya sendiri tanpa berbasa-basi.


"Tuan Jung. Apa alasan Anda membuat sebuah guild? Apakah Anda sudah mendiskusikannya pada ketua Asosiasi Australia?"


Ronald tahu, Asosiasi Hunter Australia sudah menginvestasikan banyak biaya untuk meningkatkan peringkat Kevin Jung.


Walaupun dia sangat kuat, namun Kevin Jung bisa dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki hak pada dirinya sendiri. Berbeda dengan seorang Hunter yang tidak mendapatkan investasi, kekuatan Kevin Jung berasal dari investasi yang sangat besar, hingga ia sebenarnya tidak bisa mengambil keputusan penting seperti itu seorang diri.


Kevin Jung tersenyum tipis lalu melirik pada Anna yang duduk dengan anggun di sebelah Gina, lalu berhenti agak lama pada orang terakhir yang duduk dengan tenang dengan memiliki ekspresi ceria di wajahnya.


Kevin akhirnya menatap kembali pada Ronald Stewart, namun ia tidak buru-buru membuka mulutnya.


Walaupun saat pertama kali masuk ke dalam ruangan ia dapat melihat tatapan khawatir ketua Asosiasi itu pada putrinya, namun ia tak menyangka e-mail yang telah dikirimkannya membuat perhatian Ronald langsung tertuju padanya.


Kevin tersenyum semakin lebar sebelum akhirnya berbicara, "Saya dan nona Stewart baru saja mendapatkan pencerahan selama tiga hari belakangan."