Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 300 - Miyuki Vs Pengguna Sistem Kecerdasan


Walaupun tidak merasakan adanya aura sihir apa pun dari pria itu, namun kehadirannya membuat Miyuki merasa tidak nyaman dan menaruh curiga padanya.


Miyuki, dengan gaya bicara seperti biasa yang cuek dan terkesan malas, akhirnya bertanya, "Apa yang terjadi di sini?"


Setelah selesai bertanya, Miyuki merasa heran dengan perubahan ekspresi wajah sang wanita yang nampak terkejut lalu berbicara dengan sedikit berbisik pada pria berambut gondrong di sampingya, sambil terus menatap dirinya dengan tatapan kagum.


Dengan tatapan yang hampir tak pernah lepas darinya, si pria memberikan jawaban pada wanita itu.


Miyuki mengernyitkan alis, yang sangat jarang dilakukannya dalam keadaan apa pun, saat mendengar apa yang sedang pria itu katakan pada si wanita.


‘Masa depan?’


Miyuki terus mendengarkan semua penjelasan sang pria pada si wanita.


‘Jangan-jangan...’


Setelah mendengar penjelasan pria itu pada si wanita, yang mereka lakukan dengan berbisik, Miyuki mengingat penelitian yang sudah dilakukannya selama beberapa bulan belakangan ini.


Ia memiliki sebuah proyek untuk membuat sebuah Sistem Kecerdasan yang sudah hampir diselesaikannya.


Sistem itu nantinya akan ia kirimkan ke masa lalu untuk membantu seseorang yang memiliki jiwa heroik untuk membasmi Dungeon sejak awal kemunculan.


Ia tentu ingin mengirimkan Sistem sebelum gerbang Dungeon bermunculan di Bumi. Tapi, hal itu sangat tidak mungkin karena si pengguna Sistem harus melatih kemampuan sedari awal dan menyerap energi Mana yang berasal dari Dungeon untuk meningkatkan kemampuan yang Sistem ciptaannya berikan.


‘Jadi aku akhirnya berhasil menciptakan Sistem dan berhasil mengirimnya ke masa lalu? Tapi kenapa aku mengirimkannya ke masa sekarang? Apa rencanaku berubah? Atau...'


Glup...


Miyuki menelan ludahnya saat memikirkan kemungkinan gagalnya Anna dalam mencegah pasukan iblis nanti.


'Tapi..., apa Anna yang sekuat itu bisa gagal?'


Miyuki mendengarkan pembicaraan itu lagi dan wajahnya kembali tampak datar saat mendengar hal tak terduga yang pria itu katakan selanjutnya.


“Roh gentayangan?” pikir Miyuki, “Apa maksudnya?"


Miyuki mengalihkan tatapannya pada wanita cantik yang sangat mirip dengan Lorelei itu di samping sang pria, saat wanita itu akhirnya menatap dirinya kembali dengan tatapan penuh simpatik yang membuatnya sedikit ngeri.


Tsk... mirip Gina saja... Dia pasti duplikat nona Lo seperti Anna yang duplikat dewi Ann, kan? Kalau tidak wajah mereka tidak mungkin sama persis seperti itu.’


Si pria akhirnya menatap padanya dengan fokus setelah selesai berbicara dengan si wanita. Namun, ia masih diam seakan sedang mengamati dirinya.


Miyuki tersenyum tipis, bisa menebak jika pria itu pasti sedang berbicara dengan Sistem yang berada di dalam kepalanya, yang memang sudah dirancangnya demikian.


‘Membuang waktuku saja.’


°°°


"Apa yang terjadi di sini?" tanya Miyuki sekali lagi, saat ia merasa sudah bosan menunggu.


"Sama seperti yang terjadi di luaran sana," sahut pria itu.


‘Jadi para iblis juga menyerang tempat ini? Jadi tujuannya meretas satelit adalah untuk menutupi serangan iblis dari dunia luar? Apa dia sudah sekuat itu?'


Miyuki tersenyum sinis.


"Jadi kau yang sudah meretas satelit kami?"


Pria itu juga ikut tersenyum sinis.


"Ya."


"Kau melakukannya untuk menutupi semua ini?"


Pria itu diam selama beberapa detik sebelum menanggapi, "Kau benar.”


Setelah mendapat jawaban itu, Miyuki melirik sebentar pada si wanita, “Peringkat apa wanita itu? Jika aku menyerang pria itu dengan kekuatan besar, apa dia akan mati terkena efek seranganku?” pikir Miyuki yang kemudian mengarahkan tatapannya pada si pria lagi.


"Apa alasanmu melakukannya?" tanya Miyuki lagi.


"...Kau tidak perlu tahu alasanku melakukan..."


‘Mau bermain rahasia denganku?’


Miyuki menyerangnya dengan kecepatan tinggi, walaupun masih menggunakan kecepatan yang berada di bawah kecepatan maksimal yang dimilikinya.


‘Lumayan juga.’


Miyuki akhirnya mundur menjauh. Ia merasa tertarik untuk menguji kekuatan si pria yang memiliki Sistem Kecerdasan hasil temuannya.


Tapi, Miyuki tidak bisa memaksimalkan serangan jika si wanita masih berada di dekat lokasi pertarungan karena bisa saja mereka melukainya.


Miyuki menatap wanita cantik itu, "Bisakah kau menyingkir?"


Untungnya si wanita sepertinya bisa mengerti keadaan. Wanita itu pun menjauh, pergi ke sebuah bangunan rusak yang berada cukup jauh dari lokasi pertarungan dan berdiri diam di sana.


Miyuki beralih lagi pada si pria.


Hanya untuk memastikan kebenaran bahwa pria itu benar-benar pemilik Sistem buatannya, Miyuki bertanya, "Apa kau Hunter yang pernah datang ke Kota C untuk membatu teman-temanku?" tanya Miyuki.


Ia pernah mengira dirinya mengalami halusinasi saat merasakan energi Mananya sendiri muncul di suatu tempat saat terjadi Dungeon Break.


Itu adalah kejadian di mana ratusan ular besar lolos dari sebuah Dungeon yang gerbangnya tiba-tiba tertutup dan Anna menghilang bersama gerbang Dungeon tersebut.


Saat itu ada Hunter misterius yang telah membantu Kevin dan teman-temannya, juga membantu tim raid Lucy yang berada di lokasi berbeda.


°°°


Sebagai jawaban, pria itu mengernyitkan kening lalu mengangguk setelahnya.


'Jadi benar.’


Miyuki menelengkan kepala sembari menatap pria itu dengan penuh selidik.


‘Tapi, kenapa aku tidak bisa merasakan energi Mana nya? Tidak mungkin dia bisa menghilangkan aura keberadaannya seperti Anna, kan?’


"Aku tidak bisa merasakan energi Mana itu lagi. Bagaimana caramu menyembunyikannya?" tanya Miyuki, penasaran.


"Kurasa kau tidak perlu mengetahuinya."


‘Mau bermain-main denganku?’


"Haruskah aku memaksamu mengatakannya?" ucap Miyuki dengan kalimat sedikit mengancam.


Pria itu malah tersenyum sinis, "...Mungkin."


‘Astaga. Dia berani? Terlalu percaya diri sekali!’


"Jangan menyesalinya," ucap Miyuki sembari mengambil tanto dari pinggang, lalu lenyap setelahnya.


Crank... Crank... Buakkk...!


Serangan yang Miyuki lakukan jauh lebih kuat dibandingkan serangan yang dilakukannya tadi. Ia juga sudah menggunakan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.


“Apa ini kecepatan maksimalmu?” ucap Miyuki sambil terus menyerang, yang ia tahu susah untuk pria itu tangani.


“Tsk... sedikit mengecewakan,” gumam Miyuki yang kemudian menambah sedikit kecepatan lagi untuk menyerang perut pria itu, lalu menendangnya dengan sangat keras.


Buaaaaakkkkk!


Serangan tidak sampai di situ. Miyuki mengejar lawan yang sudah terpental oleh tendangannya, lalu menyerangnya lagi dengan sangat cepat dari arah belakang dengan sihir yang lebih kuat.


Crankkk... Crankkk...


Pria itu terpental lagi. Namun, Miyuki merasa heran karena tak satupun serangannya yang berhasil melukai lawan.


‘Apa dia memiliki pelindung yang tak terlihat? Tanto ku bahkan tidak bisa merobek mantelnya.'


Penasaran, Miyuki akhirnya menambah kekuatan sihir untuk memperkuat daya serangnya.


Tapi, kejutan lain pria itu berikan saat sebuah gerbang biru metalik muncul di hadapannya.


‘Ini... Return gate dari skill Sword Of Death ku?! Apa aku menambahkan skill rahasiaku pada Sistem Kecerdasan?!'