
Keadaan geografis di dalam Dungeon peringkat S itu sangat aneh.
Dengan menepikan dulu energi sihir mengerikan yang berada di situ, keadaan alamnya saja sudah tidak biasa.
Tujuh Hunter yang baru saja melewati gerbang itu kini berada di area padang pasir tandus, dengan panas terik yang mungikin akan langsung membakar habis tubuh seseorang tanpa memiliki energi Mana.
Di sisi kiri tempat ketujuh Hunter itu berdiri, disana dipenuhi pepohonan hijau berbatang besar dan tinggi-tinggi.
Sementara itu di sisi kanan, terlihat gunung-gunung tinggi yang tertutupi oleh es dan putihnya salju.
Di belakang mereka, hamparan tanah gersang yang tampak seperti tak pernah tersentuh air membentang luas sampai tak bisa terlihat ujungnya. Tanah-tanah yang memiliki banyak retakan di permukaannya itu terlihat seperti sebuah tempat terkutuk. Hal itu juga diperjelas dengan banyaknya energi sihir berupa asap hitam yang menguap dari celah-celah retakan.
Di depan mereka, sebuah tebing yang sangat tinggi terbentang luas dari sisi kiri tempat dimana hutan berada, sampai jauh ke sisi kanan dimana pegunungan es bersalju berada.
Namun, pemandangan tebing yang menjulang tinggi itu, bukan satu-satunya pemandangan yang terpampang di depan mereka.
Di tengah-tengah tebing tersebut, terdapat sebuah air terjun yang sangat besar. Lebarnya mencapai 50 meter lebih, dengan warna air yang bercampur antara warna hitam dan warna merah darah. Kedua warna tersebut tidak menyatu antara satu dan yang lain. Kedua warna tersebut saling melilit dan jatuh tersebar dari atas air terjun sampai ke sungai panjang yang mengalir ke sisi hutan dan pegunungan salju.
Melihat geografis yang aneh itu, membuat mereka semua terdiam lama di tempat sembari berputar-putar perlahan, memandangi 4 lokasi berbeda itu.
Namun, dari 4 lokasi itu, ada satu kesamaan. Baik itu area hutan, gunung es, padang gersang, semuanya sunyi tanpa ada suara makhluk apapun yang berada disana. Bahkan, air terjun di depan mereka, tidak memiliki suara air mengalir seperti air terjun yang umumnya mengeluarkan suara menderu.
"Apa-apaan pemandangan ini?"
Gus Stevin, yang ditugaskan sebagai juru kamera adalah orang yang pertama kali mengomentari tempat yang terasa sangat tidak nyaman baginya.
"Tempat yang sangat aneh. Lima keadaan iklim berbeda dalam satu tampilan." Gina memberikan pendapatnya mengenai keadaan geografis yang tidak lazim itu.
"Lima? Bukannya hanya ada empat?" tanya Kevin.
《"Lima dengan padang pasir ini. Tsk... Orang tua ini..."》Miyuki, yang sepertinya senang menyahuti apa pun yang berhubungan dengan kesalahan Kevin, langsung mengejeknya.
"Hei, apa kau memiliki kebencian terselubung pada ku?"
"Kau terlalu sensitif. Apa kau mengalami menstrusasi?"
Kevin menoleh pada orang yang baru berbicara padanya dan menatap gadis itu dengan marah. Anna membalas tatapan itu dengan tatapan malas.
"Kau pernah melihat Dungeon sejenis ini?" Tanya Anna pada Kevin, yang berhasil membuyarkan kekesalan pria itu padanya.
Kevin menggelengkan kepalanya. "Ini aneh. Energi sihirnya juga terlalu besar."
"Terlalu besar? Kau sudah pernah masuk ke Dungeon peringkat S?" tanya Gina, saat mendengar komentar itu.
"Pernah, tiga tahun yang lalu di Kongo. Ku rasa energi sihirnya tidak semengerikan ini." Sahut Kevin. Wajahnya terlihat jelas seperti sedang memikirkan sesuatu.
Anna menatap lekat-lekat pada kedua mata Kevin. Ia menyadari kegelisahan yang Kevin rasakan.
"Ada apa? Apa kau mengingat sesuatu yang buruk?" tanya Anna.
"Tidak. Hanya saja..., sepertinya aku pernah baca, dulu ada Dungeon yang seperti ini," sahut Kevin. Ia kemudian menoleh pada Gina. "Apa kau pernah membaca catatan kondisi Dungeon?" tanya Kevin pada Gina.
Mendengar apa yang baru Kevin katakan, Gina mencoba mengingat-ingat informasi Dungeon yang sudah pasti sering di bacanya juga sebagai mantan instruktur Akademi Hunter.
《"Ini sama dengan Dungeon yang menyebabkan dungeon break sebelas tahun lalu."》Ucap Miyuki tiba-tiba.
Anna, Gina, Kevin, Bimo, Gus Stevin dan Davina, yang juga ditugaskan sebagai juru kamera, langsung menoleh pada avatar Miyu di saat yang bersamaan.
"Apa kau bilang?"
《"Avatar ku mendeteksi kekuatan sihir disini. Ini Dungeon peringkat SS. Tsk... teknologi Sato Corp memang sudah ketinggalan zaman."》Sahut Miyuki dengan setengah mengumpat.
Enam Hunter yang baru saja mendapatkan informasi itu langsung terbelalak.
Namun, salah seorang di antara mereka langsung dapat kembali tenang. Ia menatap ke arah air terjun yang berada di depan mereka.
"Ada energi sihir yang bergerak mendekat dari balik air terjun," Anna memberitahukan apa yang dirasakannya.
Baru saja mereka menoleh dan menatap ke air terjun, ratusan monster yang memiliki sayap menyerupai sayap kelelawar keluar dari balik air terjun tersebut.
Melihat kehadiran lawan, Gina menoleh pada dua Hunter yang berdiri di belakangnya, yang sedang mengarahkan sebuah kamera tangan pada dirinya dan 4 Hunter lain.
"Gus, Vina..., cepat menjauh!" Perintah Gina.
•••
Di tempat lain, di Kota A, Asia Tenggara.
Kenichiro Tanaka yang akhirnya memutuskan untuk mendatangi lokasi terakhir tempat ditemukannya jejak Takayoshi Sato akhirnya tiba di Kota A bersama dengan Keisuke Sato.
Demi kesopanan, kedua Hunter ternama itu memilih untuk berkunjung dan meminta izin pada ketua Asosiasi Asia Tenggara terlebih dahulu, sebelum mereka melakukan penyelidikan di wilayah yang berada dalam tanggung jawabnya.
Mendapatkan informasi tentang kehadiran Hunter terbaik di dunia dan putra sulung penemu sistem Hunter, Li Wen Xia meluangkan waktunya untuk pergi menjemput dua tamu spesial itu langsung ke bandara.
Karena pertemuan tersebut, Kenichiro dan Keisuke malah tidak bisa langsung pergi dari Kota A menuju Kota C.
Li Wen Xia meminta mereka untuk menginap dulu selama 1 hari di Kota A sebelum melanjutkan urusannya.
Li Wen Xia bahkan mengundang beberapa Hunter ternama di Kota A untuk hadir dan menjamu Hunter kelas dunia tersebut, hingga keduanya akhirnya menerima jamuan itu dengan terpaksa.
Wang Zhu Ming yang sangat menghargai kehadiran dua tamu spesial asal Jepang di Kota A, bahkan mengosongkan seluruh restoran Asian Soul untuk menyambut dua tamu terhormat itu dan menjamu mereka disana dengan suasana yang nyaman.
Namun, di tengah-tengah perjamuan makan siang tersebut, asisten pribadi Li Wen Xia tiba-tiba menghampiri boss nya dan membisikkan sesuatu padanya.
Mendengar itu, Li Wen Xia terkejut dan langsung meminta Wang Zhu Ming agar meminta orang-orang Asian Soul menghubungkan siaran langsung Asosiasi Hunter Dunia pada televisi besar di ruang jamuan.
"Ada apa, nyonya Li?" tanya Kenichiro saat melihat wajah panik Wen Xia.
"Ada gerbang peringkat S muncul di Kepulauan Fiji."
"Apa?! Kapan?"
"Sudah dua jam yang lalu." Sahut Wen Xia.
"Kenapa informasinya sangat terlambat?" Zhu Ming ikut bertanya. Ia merasa bahwa hal itu sangat tidak wajar, saat ada Dungeon berperingkat tinggi muncul dan pengumumannya baru diberikan 2 jam setelahnya.
Di saat bersamaan dengan pertanyaan Zhu Ming, Kenichiro merogoh saku jas nya dan mengambil ponsel untuk memeriksa apakah ada panggilan dari Asosiasi Dunia padanya, namun ia tidak menemukan ada panggilan tak terjawab disana.
"Aneh, kenapa tuan Cavalli tidak menghubungi?" Pikir Kenichiro.
Kenichiro juga ingat, ketua Asosiasi Dunia yang baru memegang jabatannya selama 5 tahun itu pernah mengatakan bahwa ia akan langsung menghubungi semua Hunter peringkat SS ke atas, saat gerbang Dungeon peringkat S muncul, agar kejadian seperti di Kongo tidak terjadi lagi.
"Anda bisa lihat pengumuman di situs Asosiasi Dunia." Ucap Wen Xia, seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan Kenichiro.
Mendengar itu, Kenichiro tersenyum kaku. Ia tidak pernah memiliki smartphone. Ia masih menggunakan ponsel biasa keluaran pertama yang di buat Sato Corp setelah semua teknologi dunia hancur akibat dungeon break pertama yang terjadi 25 tahun yang lalu.
"Tanaka-San, Anda bisa lihat di sini." Ucap Keisuke pelan, seraya menyerahkan smartphone nya pada Kenichiro yang ia tahu tidak memiliki smartphone.
Kenichiro melihat pengumuman resmi yang dibuat Asosiasi Dunia. Mereka mengatakan bahwa salah satu guild yang berasal dari Asia Tenggara, yang kebetulan berada di Kepulauan Fiji, akan berusahan menangani Dungeon tersebut. Hunter peringkat SS hanya diminta bersiap seandainya situasi tampak mulai memburuk.
Kenichiro mengerutkan keningnya. "Bagaimana kita bisa tahu kalau situasi akan memburuk? Kita tidak bisa melihat ke dalam Dungeon, kan?"
Pertanyaan Kenichiro langsung terbantah saat televisi besar di ruang jamuan telah di hubungkan dengan saluran berita resmi milik Asosiasi Dunia.
Siaran langsung telah di mulai 15 menit sebelum televisi tersebut dinyalakan. Para penonton kini dapat menyaksikan 5 Hunter yang sudah berada di dalam lokasi Dungeon.
Untuk pertama kalinya, semua orang di seluruh dunia bisa menyaksikan siaran langsung dari raid sebuah tim di dalam Dungeon. Istimewanya, Dungeon pertama yang ditampilkan juga Dungeon peringkat S.
"Bagaimana bisa..."
"Guild Nine Bears memiliki perusahaan berteknologi canggih di belakangnya. Perusahan itu juga perusahaan yang sama dengan perusahaan yang membuat avatar hunter. Mereka telah menciptakan kamera yang bisa berfungsi di dalam Dungeon." Ucap Wen Xia, menjawab kebingungan Hunter terbaik dunia yang kurang mengikuti kemajuan zaman itu.
Wen Xia juga mengatakan hal itu tanpa takut akan menyinggung Keisuke yang merupakan anak sulung dari pemilik perusahaan yang juga bergerak di bidang yang sama dengan 9 AM, Sato Corp.
•••