
Cassey yang merasa ketakutan dan putus asa, berteriak histeris sambil memejamkan kedua matanya saat keadaan disekelilingnya menjadi lebih gelap, saat kaki Golem itu meluncur dengan cepat ke arahnya.
Bammmmm!
Sesaat kemudian, Cassey dapat mendengar suara dentuman seperti suara benda berat yang jatuh menghantam tanah yang terdengar berada tak jauh darinya.
Saat kaki Golem menginjaknya, Cassey merasa tubuhnya seperti di tabrak oleh sesuatu, namun ia tidak merasakan sakit di tubuhnya. Malahan, dia merasa bahwa tubuhnya saat ini sedang berada dalam pelukan seseorang.
Dengan perlahan, Cassey membuka kedua matanya dan menemukan wajah seorang pria tampan yang sangat dekat dengan wajahnya.
Kedua bola matanya yang sehitam tinta itu menatap Cassey dengan tajam.
“Kau tunggu saja disini.”
Ucap penolongnya itu dengan nada suaranya yang dingin, yang telah menyadarkan Cassey dari lamunannya.
Cassey terkagum-kagum dengan ketampanan penolongnya itu.
Setelah pria itu meletakkan tubuh Cassey di tanah, ia melesat pergi dengan cepat ke arah kerumunan monster yang sedang mendesak Hunter-hunter yang tadi berada bersama Cassey.
Sementara itu, Cassey masih terus menatapnya dengan terpesona.
'Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya.'
Saat Cassey masih melamun menatap punggung penolongnya, seseorang berbicara padanya.
“Kau tidak apa-apa nona?”
Tanya pria lain yang baru saja tiba dan langsung mengirimkan healing skill pada Cassey.
Dia adalah pria tampan lain yang juga belum pernah Cassey lihat sebelumnya.
“Aku seorang Healer, aku akan menyembuhkan mu,” ucap pria itu lagi, saat melihat wajah bingung Cassey.
Cassey mengangguk dan kembali menatap ke arah orang yang tadi menolongnya.
Pria bertubuh tinggi itu menghancurkan Golem-golem dengan sangat mudah menggunakan sebuah pedang berkilauan di genggamannya tangannya.
Hanya dalam hitungan detik, Hunter-hunter yang sebelumnya terdesak kini terbebas dari amukan Golem-golem yang hampir saja membunuh mereka.
Hunter itu kemudian beralih ke area lain, dimana Wang Liu Gong dan beberapa rekannya sudah semakin terdesak mundur dan beberapa dari mereka mulai terluka parah.
Saat ia sudah berada disana, asap kehitaman menyembul keluar dari seluruh tubuhnya.
Dari tempatnya berada, Cassey dapat merasakan tekanan besar yang membuatnya seakan sulit untuk bernafas.
Tekanan yang Cassey rasakan itu, berasal dari energi sihir yang baru Hunter tadi lepaskan.
Sejak tubuhnya diselimuti kabut asap hitam, aura kekuatan sihir yang terpancar darinya terasa sangat mengerikan dan mengintimidasi.
Hunter itu kemudian menerjang satu persatu Golem-golem yang tadi mendesak Liu Gong dan rekan-rekannya.
Tubuh golem terbelah setiap kali ia mengayunkan pedang bermata dua di tangannya.
“Mundurlah…,” ucap pria itu pada Liu Gong dan rekan-rekannya.
Wang Liu Gong menatap pria itu dengan keheranan, namun dia akhirnya berbalik dan meminta rekan-rekannya untuk segera menjauh.
Semua Hunter yang dapat merasakan aura intimidasi dari Hunter yang baru saja muncul itu pun segera menjauh saat akhirnya tahu siapa orang yang baru saja menyelamatkan mereka.
Mereka juga tahu, pria itu dapat membasmi semua monster yang masih tersisa hanya seorang diri.
Pria tampan itu mengangkat tinggi pedangnya. Asap hitam yang sebelumnya menyelimuti pedangnya semakin bertambah pekat. Ia kemudian melakukan gerakan menebas dua kali dari arah kiri ke kanan dan sebaliknya.
Cahaya kilat kehitaman terbang dari pedangnya menuju setiap monster yang kini sedang bergerak ke arahnya.
Bang… bang… bang… bang… bang…!!!
Bersamaan dengan berbenturannya kilat hitam yang berasal dari pedang dengan tubuh-tubuh Golem, tubuh-tubuh Golem meledak seketika.
Batu-batu kecil yang berasal dari ledakan tubuh monster-monster berhamburan di udara.
“J-jadi seperti ini kekuatan seorang Hunter berpringkat S.”
Ucap seorang kepada yang lain saat melihat kemampuan memukau Hunter itu.
Tak ada satupun monster yang tersisa. Kilatan yang berasal dari tebasan pedangnya, bahkan berhasil menyerang semua Golem tepat di jantung mereka.
“Kau nyata, kan?” Tanya Liu Gong pada Hunter penolongnya.
Wang Zhu Ming menoleh pada Liu Gong. Ia lega melihatnya baik-baik saja.
“Bawalah rekan-rekan mu keluar. Aku akan menunggu bossnya,” ucap Zhu Ming, mengabaikan pertanyaan Liu Gong tadi.
Namun, Liu Gong hanya menatap sesaat lagi padanya lalu mengabaikan juga perkataan Wang Zhu Ming. Ia malah berlari pergi ke arah tumpukan-tumpukan batu yang berada agak jauh dari mereka.
°°°
“Siapa dia?” Tanya Cassey pada pria disebelahnya.
“Wang Zhu Ming,” sahut pria itu sambil tersenyum lembut pada gadis itu.
“Wang… Wang Zhu Ming dari guild Gold Dragon?! Dari Kota A?!” seru Cassey kemudian seraya menatap pada Hunter penolongnya dengan kedua matanya yang melebar.
Pria di hadapannya hanya mengangguk kecil dan menoleh untuk menatap Wang Zhu Ming yang kini pergi ke arah lain, tempat dimana boss Dungeon baru saja muncul.
Jester Bailey kemudian melihat semua Hunter yang berada di area dekat Wang Zhu Ming tadi berada, berlarian pergi mengikuti Liu Gong.
Jester menoleh pada Cassey, “Anda sudah pulih sekarang. Pergilah keluar dari Dungeon ini.” Ucapnya.
Pria itu kemudian berdiri dan juga berlari pergi ke tempat Liu Gong dan beberapa Hunter pergi.
Tidak mengindahkan apa yang penolongnya ucapkan, Cassey yang sudah pulih, malah pergi menyusul Wang Zhu Ming.
Jester Bailey yang merupakan Healer dengan peringkat A itu pergi menuju ke tempat Liu Gong dan rekan-rekannya yang saat ini tampak sedang berusaha menyingkirkan puing-puing dari tubuh Golem-golem yang menggunung di area itu, bukan tanpa sebab.
Ia melihat wajah Hunter-hunter itu sangat pucat dan dapat melihat mereka semua, kecuali Liu Gong, terluka cukup parah.
Setelah tiba di tempat itu, dia segera memeriksa dan menyembuhkan luka-luka mereka.
Jester sedikit bingung saat melihat Hunter-hunter yang terluka parah itu langsung pergi menggali bebatuan seakan mencari sesuatu, sesaat setelah ia sudah menyembuhkan mereka.
Namun tak lama kemudian, dia akhirnya menyadari sepertinya Hunter-hunter itu sedang berusaha menyelamatkan rekan-rekan mereka yang sepertinya tertimbun ‘mayat-mayat’ monster, karena dia akhirnya merasakan ada aura Mana yang kuat namun dengan energi Mana yang samar dari bawah bebatuan itu.
Jester merasa bahwa aura Mana tersebut adalah milik seorang Hunter dengan peringkat tinggi.
“Walaupun energi Mana nya terasa sangat samar, tapi auranya cukup kuat. Apakah ada Hunter yang memiliki peringkat tinggi di bawah sana?” pikir Jester yang kemudian dengan sukarela membantu memindahkan batu-batu yang menumpuk setelah ia selesai menyembuhkan semua Hunter.
Selang beberapa menit kemudian, tubuh yang mereka cari akhirnya ketemu.
Gina Stewart dan Gus Stevin yang sedang tak sadarkan diri itu tampak sangat menyedihkan dengan luka-luka menganga di sekujur tubuh mereka.
Hunter-hunter itu segera memindahkan kedua rekannya yang pingsan itu ke tempat yang berumput lebih tebal dan membaringkan kedua Hunter itu disana.
Hanya ada 1 Healer disitu yang berusaha menyembuhkan Gina Stewart terlebih dulu, namun Jester meminta Hunter tersebut untuk menolong Gus Stevin yang dia perhatikan tidak mengalami luka yang terlalu parah dan hanya kehabisan energi Mana nya saja.
“Biar saya yang tangani wanita ini.” Ucap Jester yang langsung mentransfer energi Mana nya pada Gina Stewart.
Pentransferan energi Mana bisa dilakukan oleh Hunter dengan kelas Healer, namun hal itu bisa dilakukan dengan terbatas.
Semua Healer pasti akan melakukannya terlebih dahulu saat melihat seorang Hunter kehabisan energi Mana. Karena, untuk menerima healing skill yang akan mereka gunakan, seseorang harus memiliki energi Mana untuk dapat mendistribusikan healing skill tersebut ke seluruh tubuh mereka.
Karena itulah, manusia biasa tidak dapat disembuhkan oleh seorang Healer.
Jester menatap wajah pucat Gina Stewart yang dipenuhi dengan darah yang berada di sekitar mulut dan hidungnya.
Saat dia ingin membersihkan darah-darah itu dari wajahnya, Davina menghentikan gerakan tangannya.
“Tolong fokus saja untuk menyelamatkannya,” pinta Davina yang kemudian membersihkan wajah Gina dengan kain ditangannya. "Terima kasih atas bantuan Anda, tuan."
Jester hanya mengangguk dan tersenyum padanya, lalu menoleh lagi pada Gina.
Setelah Davina membersihkan bercak-bercak darah dari wajah Gina, Jester kini dapat melihat wajah Gina Stewart dengan jelas sampai dia akhirnya merasa malu saat menyadari bahwa ia telah terlalu lama menatap wajah gadis itu.
“Dalam keadaan begini saja, bisa terlihat kalau dia sangat cantik…,” pikir Jester, yang kemudian berpaling menatap ke arah lain sambil terus berusaha menyembuhkan luka dalam Gina Stewart.
Setelah beberapa menit melakukan penyembuhan pada Gina, Jester yang sebelumnya berjongkok akhirnya duduk bersila di samping tubuh gadis itu. Dia mulai kelelahan karena Gina mengalami luka dalam yang terlalu parah. Penyembuhannya, menguras energi Mana Jester dengan sangat cepat.
Untung saja jenis energi Mana mereka sama, karena itulah tubuh Gina dapat menyerap energi Mana dan healing skill Jester dengan sangat baik.
'Untunglah dia juga seorang Healer.'
Jester kemudian menoleh ke arah Gus Stevin yang juga masih mendapatkan perawatan dan dapat merasakan jenis Mana yang terdapat pada tubuh pria itu yang ia tahu adalah jenis Mana dari Hunter berjenis Tank.
Dari situ Jester dapat menebak bahwa wanita yang sedang disembuhkannya itu pasti berusaha untuk terus menyembuhkan dan memberikan buff untuk memperkuat kemampuan bawaan aggro skill seorang Tanker dan juga kemampuan aktif taunt skill nya hingga pada akhirnya wanita itu sendiri mengalami luka dalam yang sangat parah.
“Mereka berjuang dengan berlebihan,” pikir Jester Bailey saat mengingat berapa banyak monster yang mereka hadapi saat dia dan Wang Zhu Ming tiba tadi.
“Tuan, Anda sebaiknya beristirahat. Kami akan mengambil alih.” Ucap seorang pria yang baru saja duduk di sebelah Jester.
Jester menoleh pada Hunter itu. Ia melihat seragam Asosiasi yang dikenakannya dan menebak bahwa pria itu pasti Hunter bantuan yang baru saja tiba.
“Tidak apa-apa, mari kita lakukan bersama,” sahut Jester.
“Anda sudah tampak pucat.” Ucap Davina sambil menatap Jester dengan khawatir.
“B-baiklah…,” sahut Jester saat dia merasa energi Mana nya sudah sangat menipis. “Saya serahkan pada Anda.” Ucap Jester pada Hunter disebelahnya yang juga sudah membantu memulihkan Gina Stewart.
°°°
Pada saat itu, sudah banyak Hunter-hunter bantuan yang berdatangan.
Jester Bailey yang merasa sedikit pusing, mengambil mana potion dari tas selempangnya dan meminum 3 botol ramuan pemulih energi Mana tersebut.
Dia kemudian duduk untuk menunggu mana potion bekerja memulihkan energi Mana nya sambil memperhatikan Gina Stewart yang sedang dalam perawatan.
'Apakah dia Gina Stewart? Aku memang sudah sering mendengar namanya, tapi tak ku sangka akan bertemu dalam keadaan seperti ini.'
•••