
Anna akhirnya kembali ke dunia manusia melalui gerbang yang menghubungkan dunia manusia dan Dungeon yang sama seperti tempatnya masuk sebelumnya.
Gadis itu melesat cepat dan pergi ke atas pohon rindang yang berada tak jauh dari gerbang Dungeon, sebelum pindah lagi ke atas bangunan tempatnya berada sebelumnya. Di situ adalah tempat yang paling aman untuk memantau keadaan di depan gerbang.
Dari tempatnya, Anna melihat Hunter-hunter dari Guild Black Diamond sedang bersiap untuk melakukan raid.
Dan apa yang dikatakan Orc Penyihir sebelumnya memang benar. Mereka tadi sudah menghabiskan waktu selama seharian di dalam Dungeon untuk mengumpulkan kristal sihir, namun sepertinya di bumi waktu masih berjalan tidak lebih dari 1 jam.
Tatapan Anna kini tertuju pada satu titik saat dia mengenali seorang Hunter yang tak lain adalah Brandon Lloyd, ayahnya.
Pria paruh baya itu terlihat gagah dalam balutan armor tempurnya, bersama sebuah pedang bermata dua yang tergantung di pinggannya.
Anna penasaran apakah ayahnya tahu bahwa putri kesayangannya, Cassey, telah berusaha membunuhnya. Tidak, tepatnya Cassey Lloyd memang sudah membunuhnya. Namun karena sebuah keajaiban, seseorang telah menghidupkannya kembali.
Anna tersenyum pahit saat mengingat hal itu. Dia akhirnya berbalik pergi untuk meninggalkan tempat itu.
Dengan kemampuan terbangnya, sepanjang malam itu Anna pergi berkeliling di daerah pinggiran Kota C. Dia mencari gerbang Dungeon yang letak-letaknya berada jauh dari jangkauan Asosiasi Hunter ataupun gerbang-gerbang yang memiliki energi sihir rendah yang merupakan gerbang dengan peringkat E atau D.
Saat menemukan sebuah gerbang Dungeon, Anna pergi dan masuk menjelajahi Dungeon tersebut lalu menghabisi monster-monster di dalamnya.
Dia juga menggunakan kesempatan itu sebagai latihan dan mencari pengalaman bertarung, juga untuk melatih kepekaannya dalam mengontrol energi sihirnya agar tidak menggunakannya secara berlebih.
Setiap menyelesaikan satu Dungeon, Anna membuka gerbang yang terhubung pada dunia ciptaannya dimana Orc-orc itu berada.
Walaupun awalnya Orc-orc terkejut dengan kehadiran 'Dewi mereka' yang hanya meminta mereka untuk memindahkan barang jarahannya, namun setelah Anna datang dan pergi berkali-kali, mereka akhirnya terbiasa juga.
Setiap kedatangannya, Anna meminta ketiga Orc dan pasukan mereka untuk memindahkan mayat-mayat monster, yang kali ini tidak diledakkannya, yang terdiri dari berbagai macam monster berwujud mirip hewan di Bumi, ke dalam dunia ciptaannya.
Dia juga meminta agar mereka memindahkan kristal sihir dan tumbuhan sihir yang sudah dikumpulkannya di dekat gerbang.
Anna terus melakukan raid seorang diri sampai dia melihat Matahari di Bumi sudah mulai menampakkan wujudnya dan dia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya di apartemen Gina Stewart.
•••
Anna benar-benar mengagumi kekuatan yang dimilikinya. Walaupun telah melakukan belasan raid seorang diri dalam beberapa jam, dia bahkan tidak menghabiskan seperempat energi Mana-nya.
Saat ini, gadis itu merasa sangat berterima kasih pada patung yang selama ini dibencinya.
Dia terkadang membenci patung itu, dan ada kalanya juga berterima kasih.
Anna sempat tertidur selama 30 menit sebelum suara ketukan terdengar di pintu kamarnya.
Walaupun sebelumnya ingin pura-pura tidak mendengar suara ketukan itu dan melanjutkan tidurnya, namun, aroma wangi masakan yang tercium olehnya akhirnya membuat gadis itu melompat dari tempat tidur dan bergegas pergi dan membuka pintu kamar.
“Pagi, Anna...” Sapa Gina dengan lembut dan senyumnya saat melihat Anna muncul dari balik pintu. “Tidur mu nyenyak?”
“Pagi... ya, aku tidur dengan nyenyak semalam.” Sahut Anna yang juga tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya di pinggir pintu.
Walaupun dia tahu Gina membangunkannya untuk mengajak sarapan, namun ia bersikap seakan tidak mengetahui hal itu.
“Aku sudah menyiapkan sarapan. Mau sarapan bersama?” Ajak Gina akhirnya.
“Tentu.” Sahut Anna sambil menahan matanya untuk tidak melirik ke arah meja makan yang sebenarnya dapat terlihat dari depan pintu kamarnya.
Kedua gadis itu akhirnya berjalan bersama menuju meja makan.
Anna memilih duduk di tempatnya kemarin dan Gina duduk di seberangnya.
Anna menatap telur mata sapi, sosis panggang dan roti bakar di hadapannya sambil menelan air liurnya. Mengingat kecerobohannya kemaren yang tidak bisa menguasai diri dan menyantap makanan dengan rakus, kali ini Anna menunggu Gina menyantap makanannya terlebih dulu dan baru mengambil makanannya setelahnya.
Walaupun Anna tidak pernah merasakan lapar dan haus lagi setelah dia kembali dari planet asing itu, namun aroma dan rasa masakan Gina benar-benar menggugah seleranya.
Dalam dua kali kesempatan memakan hidangan yang disiapkan Gina, Anna selalu menyantapnya tanpa sisa sedikitpun. Bahkan piringnya tampak bersih mengkilap tanpa ada sisa remah roti setitikpun disana.
Walaupun sarapan itu hanyalah roti dan sosis yang biasa di jual di toserba, namun ada rasa rempah samar racikan Gina didalamnya. Itulah yang membuat aroma dan rasanya benar-benar berbeda dari sosis dan roti yang kadang-kadang juga menjadi menu sarapannya. Menurutnya, dengan menu sarapan yang sama, rasa yang Gina hasilkan jauh lebih baik dibanding koki di kediaman putri Lloyd.
“Kau benar-benar pandai memasak.” Puji Anna setelah menelan makanan yang terakhir di kunyahnya.
Gina tertawa menanggapi pujian itu.
“Ini hanya makanan yang bisa kau dapatkan di toserba.”
“Bumbu yang kau campurkan di makanan itu yang membuat rasanya berbeda.” Puji Anna lagi dengan kesungguhan di wajahnya.
“Yah... itu resep ajaran ibu ku. Ibu ku jauh lebih baik lagi dalam memasak. Beliau juga ahli memasak berbagai macam masakan termasuk masakan Eropa. Keluargamu dari Eropa kan?”
Senyuman di bibir Anna sedikit berkurang saat mendengar Gina mengucapkan kata ‘keluarga’ itu. Namun itu hanya sesaat hingga Gina tidak menyadarinya.
“Ya, tapi aku lebih menyukai masakan Asia sebenarnya.” Sahut Anna kemudian.
Senyuman Anna hampir hilang saat itu. “Ibu ku keturunan Asia…” Dia tiba-tiba teringat dengan masakan ibunya semasa ia masih anak-anak.
“Oh…” Gina terdiam beberapa saat. Dia teringat akan profil keluarga Lloyd yang semalam ditelusurinya di situs resmi Asosiasi Hunter dan ingat bahwa ibu kandung Anna telah meninggal 5 tahun yang lalu.
Hampir saja terjadi kecanggungan, namun dengan cepat Gina memaksa sebuah senyuman dan kembali berbicara pada Anna.
“Kalau begitu, kapan-kapan ayo ikut makan malam di rumah kami. Ibu ku juga ahli memasak masakan Asia.” Ajak Gina dengan bersemangat
“Apakah boleh?”
“Tentu!”
Setelah selesai menyantap sarapan pagi mereka, Gina mengajak Anna untuk berpindah tempat ke bagian lain ruangan.
Mereka duduk di sofa bulu sambil menikmati segelas jus dan menyaksikan berita pagi di televisi.
Kebanyakan saluran televisi berisikan berita seputar Hunter, Guild dan Dungeon. Berita bisnis pun membahas seputar hal tersebut, karena hal itulah yang menjadi tren saat ini.
Bukan hanya sebagai pekerjaan yang sangat bergengsi. Bahkan untuk daftar 100 perusahaan terbesar di dunia saat ini, adalah perusahaan yang memiliki hubungan dengan bisnis Dungeon.
Selain itu, daftar 500 orang terkaya di dunia pun adalah orang-orang yang juga memiliki hubungan pekerjaan dengan Hunter, Guild dan bisnis Dungeon, menggeser orang-orang kaya lama yang kini menempati peringkat 500 kebawah.
Menyaksikan berita itu, membuat Anna kembali teringat dengan Miyuki dan bisnis yang sedang mereka rencanakan.
Saat masih mengingat Miyuki dan pekerjaan yang mungkin masih sedang dikerjakannya, sebuah tayangan berita eksklusif membuat Anna terbatuk saat tersedak jus yang baru diminumnya.
Dalam berita itu dikatakan bahwa ada sebuah anomali dari beberapa Dungeon.
Beberapa tim raid yang sejak kemaren malam sampai dini hari tadi dijadwalkan melakukan raid di Dungeon yang telah mereka beli hak raidnya, menemukan Dungeon-dungeon tersebut kosong.
Bukan hanya monster-monsternya saja yang menghilang, kristal sihir dan tumbuhan sihirnya juga bahkan lenyap.
Ada jejak pertarungan di semua Dungeon tersebut. Di duga, ada sebuah tim yang melakukan raid disana sebelum tim raid yang memiliki hak raid memasuki Dungeon-dungeon tersebut.
Untuk itu, guild-guild yang merasa dirugikan telah melaporkan hal tersebut pada Asosiasi Hunter Kota C untuk menyelidiki hal itu lebih lanjut.
《"Itu bukanlah sesuatu yang bisa disebut anomali. Itu adalah tindakan ilegal. Dari keadaan di dalam Dungeon yang kami dan Hunter-hunter pihak Asosiasi lihat, tampak jelas ada raid ilegal sebelum kami berada disana.”》Ucap seorang Hunter kondang dalam sebuah wawancara. Hunter itu adalah Brandon Lloyd.
Anna mengalihkan tatapannya dari televisi saat dia melihat ayahnya berada disana untuk sebuah wawancara. Namun Anna masih memikirkan apa yang ayahnya katakan dalam wawancara tersebut.
Anna baru menatap layar televisi kembali saat tayangan berganti dan menunjukkan sebuah gerbang dari sebuah Dungeon disana.
Perasaannya menjadi tidak nyaman.
Dia sebenarnya dapat menebak, bahwa apa yang dilakukannya mungkin akan membuat tanda tanya pada tim raid yang akan masuk ke dalam Dungeon setelah dirinya.
Namun, Anna tidak menyangka akan menjadi masalah besar bahkan sampai harus ditayangkan di sebuah berita eksklusif.
Anna juga tidak menyangka hal itu akan menimbulkan kegemparan besar nantinya, bahkan akan menjadi pergunjingan hangat di Asia Tenggara juga, nantinya, akan sampai ke seluruh dunia.
“Minumlah ini.” Ucap Gina sambil menyerahkan botol air mineral pada Anna. Gina tadi langsung mengambil air mineral di kulkas saat melihat Anna tersedak.
Anna mengambil botol itu dari tangan Gina dan meminum isinya beberapa teguk. “Terima kasih.”
Anna kembali menatap televisi setelah meletakkan botol minumnya ke meja.
“Apakah mereka sampai perlu menyelidiki hal itu?” Tanya Anna sambil terus menatap layar televisi dan mendengarkan wawancara dari beberapa Hunter di dalamnya.
“Tentu. Itu adalah tindakan ilegal jika sampai benar ada yang melakukan raid di Dungeon yang bukan menjadi haknya.” Gina kembali duduk di tempatnya semula dan kembali berbicara. “Hal seperti ini pernah terjadi 3 tahun yang lalu. Saat itu ada tim raid misterius yang melakukan raid di hampir semua Dungeon yang berada di kawasan Asia Timur dan Asia Tengah.”
Gina menyesap jus dari gelasnya sebelum kembali berbicara.
“Namun saat itu, tim raid misterius yang melakukan raid ilegal selama 2 bulan penuh itu sama sekali tidak mengambil apapun di dalam Dungeon. Mereka hanya menghabisi para monster.”
“Tapi bukankah itu hal yang bagus? Bukankah maksud dan tujuan dari adanya Hunter adalah untuk membasmi mereka? Supaya tidak pergi ke dunia kita dan membunuh manusia?”
Gina tersenyum saat mendengarkan pendapat Anna yang memang sudah tepat.
“Yang kau katakan itu memang benar seluruhnya. Tapi…” Gina mendesah pelan sebelum melanjutkan kalimatnya. “Dungeon itu sekarang bukan menjadi hal yang sangat menakutkan lagi untuk para Hunter. Keserakahan manusia membuat bisnis Dungeon lebih penting dari pada menutup gerbang Dungeon itu sendiri. Dan pelaku kali ini tampaknya juga berbeda dengan pelaku yang sebelumnya. Mereka tampak serakah dengan mengosongkan Dungeonnya juga.”
Anna berdehem saat mendengar apa yang baru saja Gina katakan. Kata ‘keserakahan’ dan ‘serakah’ itu benar-benar menusuk tajam jantungnya. Dia-lah yang paling serakah disini. Menjarah belasan Dungeon untuk kepentingan bisnisnya. Ia pun diam setelahnya dan terus menyaksikan berita-berita itu dengan ‘sedikit’ rasa bersalah.
Anna Lloyd dan Gina Stewart menghabiskan hari itu dengan bercerita banyak hal hingga mereka jadi semakin dekat. Gina juga mengajari Anna cara memasak dan benar-benar tidak menyangka saat mengetahui Anna tampaknya tidak memiliki bakat dalam hal itu.
Setelah makan malam, Gina yang sudah memiliki janji dengan beberapa rekan kerjanya, pergi meninggalkan Anna yang masih tampak sibuk mengotak atik komputer yang dipinjamnya dari Gina.
•••••••