Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 86 - Pertandingan Yang Hambar


"Siswi Lucy, kau dan tim mu pergilah ke benteng kelas C." perintah Liu Gong sesaat sebelum bel berbunyi. Dia sendiri bermaksud untuk menyerang benteng kelas A yang memiliki banyak siswa dengan peringkat lebih tinggi.


Saat bel penanda dimulainya pertandingan sudah berbunyi, Liu Gong memberi tanda pada Lucy dan timnya untuk bergerak, sementara dia sendiri langsung berlari mengincar Luke yang sudah berlari dengan cepat menuju benteng tim B.


Wussshh... wushhh... Crank... Crank...


Wusshh... Wush... Wush...


Saat Liu Gong masih dalam perjalanannya untuk menghadang laju Luke Stewart, bola api dan bilah es beterbangan ke arahnya secara bersamaan.


Riko yang dapat menebak jalan pikiran Liu Gong, sudah memberikan instruksi pada pasukan yang terdiri dari Hunter Mage untuk menyerang Liu Gong secara bersamaan.


Melihat datangnya serangan yang bertubi-tubi, Liu Gong dengan sigap menangkis dan bergulingan untuk menghindarinya.


Melihat kesempatan itu, Luke yang sudah berada di dekat Liu Gong, langsung berlari mengitarinya dan terus melaju menuju benteng tim B.


Anna menggelengkan kepalanya saat melihat kecerobohan wali kelas mereka yang dia pikir terlalu bodoh karena tidak mengantisipasi serangan bersamaan seperti itu.


Namun, penilaian Anna berubah setelahnya.


Setelah berhenti dari bergulingan, Liu Gong berjongkok dan menatap pada Anna.


Anna dapat melihat kedipan mata Liu Gong padanya.


Sebenarnya, walaupun tanpa Anna dan Lucy minta, Liu Gong sendiri memang ingin melihat bagaimana aksi gadis itu. Namun jika dia membiarkan para siswanya melakukan strategi konyol, maka penilaian para instruktur pada mereka akan menjadi buruk.


Karena itulah dia yang sudah bisa menebak akan adanya serangan bersamaan pada dirinya jika dia langsung berlari ke arah benteng kelas A, langsung melakukan rencananya itu.


Apabila dia sendiri yang melakukan keteledoran, maka siswa-siswinya tidak akan mendapatkan penilaian yang buruk.


'Aku sudah menyiapkan panggung mu.'


Anna dapat mengerti arti dari kedipan itu. Ia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Liu Gong.


°°°


Luke dapat melihat kesempatan emas di depan matanya setelah Liu Gong yang sebelumnya berusaha mencegatnya, tersingkir dari jalannya setelah bergulingan menghindari serangan jarak jauh tim Mage.


Setelah mencabut pedang kayu dari pinggangnya, Luke langsung berlari dengan cepat untuk menghampiri Anna yang berdiri tak jauh darinya.


Saat jarak mereka sudah tersisa 5 meter, Luke melompat dan menerjang Anna dengan teriakan yang menggelegar.


Menggunakan setengah dari energi Mana nya, Luke menebaskan pedang kayunya tepat ke arah kepala Anna,


"Berhentilah arog..."


Buggg...!!! Bruk...


°°°


Anna menatap tubuh Luke yang tersungkur pingsan di dekat kakinya.


"Semoga lidahnya tidak tergigit." pikir Anna yang kemudian memasukkan ujung kakinya ke bawah tubuh Luke, mencungkilnya, lalu mengebaskannya hingga membuat tubuh yang sudah terkulai lemas karena kehilangan kesadaran itu, terbang menjauh ke luar area pertandingan.


Dia tak ingin membuat tubuh Luke terinjak-injak karena pingsan di tengah area pertandingan.


Kejadian itu berlangsung begitu cepat hingga hampir tak ada seorangpun bisa melihat dengan benar, bagaimana cara Anna menyerang Luke yang sebelumnya justru terlihat akan menghabisi Anna dengan mudah.


Kecuali, Hunter-hunter berperingkat tinggi seperti Liu Gong, Gina Stewart, Riko, dan tentu saja kepala Akademi, Jo Fizer.


Walaupun hanya sekelebat bayangan yang dapat mereka lihat, namun mereka tahu tongkat di genggaman Anna telah menghantam dagu Luke dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Siswa-siswi yang sebelumnya sedang sibuk berlari, menyerang, ataupun menangkis serangan lawan, secara bersamaan menghentikan seluruh aktifitas mereka dan menatap ke arah Luke yang terbang lalu jatuh berdebum di luar area pertandingan.


Secara bersamaan pula, tatapan semua orang beralih dan menatap pada sosok yang membuat siswa berperingkat tertinggi di antara semua siswa baru itu tak berdaya hanya sesaat setelah pertandingan baru dimulai.


Namun, tidak hanya sampai disitu. Mereka kini melihat Anna sudah berlari ke arah seorang siswi yang sebelumnya telah mengejek Anna, sesaat sebelum pertandingan dimulai. Milena Williams.


Setelah setengah perjalanan menuju Milena, tubuh Anna tiba-tiba melesat lebih cepat hingga semua orang hanya melihat bayangan putih yang datang dengan cepat menuju Milena.


°°°


Sama seperti saat memukul Luke, Anna kini bergerak hanya menggunakan kekuatan aslinya, tanpa menggunakan energi Mana.


Namun demikian, kecepatan larinya mungkin hanya bisa disamai oleh Assassin kelas atas seperti Ronald Stewart.


Walaupun tidak dapat mengikuti gerakan lawan dengan matanya, Milena yang menyadari datangnya musuh, langsung melancarkan serangannya. Dengan membabi buta, gadis itu melemparkan bilah-bilah es nya pada Anna.


Wussshhh... Wushh... Wushhh...


Bilah-bilah es dapat dihindari Anna dengan sangat mudah.


Bukkkk... Bukkk... Bukkk...


Anna kemudian menatap pada Riko yang berdiri tak jauh darinya.


Saat Anna hendak pergi menghampiri Riko, Liu Gong berdiri menghadangnya.


"Aku menyuruh mu menjaga benteng." ucap Liu Gong yang berhasil membuat Anna menghentikan niatnya untuk menyerang Riko.


Anna menatap Liu Gong yang lagi-lagi mengedipkan sebelah matanya pada gadis itu.


'Ah... Ya. Aku tidak boleh mempermalukan instruktur dengan membuatnya pingsan juga.'


Anna akhirnya berlari kembali ke benteng.


Karena kejutan kilat yang Anna berikan, pertandingan sempat terhenti selama 1 menit. Pikiran semua peserta seakan sedang mencerna kejadian yang baru saja terjadi.


Bahkan, para penonton terdiam.


Pemandangan itu, bukan pemandangan biasa bagi mereka, walaupun mereka adalah siswa-siswa senior dan juga instruktur Akademi.


°°°


Seluruh siswa peserta pertandingan yang tadinya sudah bersemangat, masih diam menatap Luke dan Milena yang tersungkur pingsan di lantai gedung paraktek.


Liu Gong menatap Riko yang tampak jelas terlihat pucat dan berkeringat dingin.


Sama seperti Riko, Liu Gong juga hanya bisa melihat tongkat yang Anna gunakan untuk memukul Luke dan Milena yang hanya berupa bayangan.


Riko akhirnya menatap Liu Gong yang juga masih menatapnya. Saat kedua tatapan mereka bertemu, Riko berusaha untuk tersenyum.


'Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku, bro.'


'Tidak masalah, bro.'


Liu Gong kembali menatap Anna yang sedang kembali ke tempatnya semula.


"Aku hanya ingin melihatnya bertarung sengit mempertahankan benteng. Tak menyangka dia akan segila itu. Apakah dia benar-benar berperingkat F?" pikir Liu Gong


°°°


Sementara itu, Lucy yang juga terkejut melihat apa yang telah dilakukan Anna, akhirnya tersadar kembali.


Dengan semangat, dia mengajak timnya untuk pergi menuju benteng kelas C.


Seperti baru saja mendapatkan motivasi besar, pasukan yang di pimpin Lucy berlarian dengan penuh semangat menuju benteng kelas C dengan senjata teracung di atas kepala mereka.


"Serang...!"


Di sisi lain, Davina yang sebelumnya hendak pergi menuju benteng kelas B, kini mengubah arah larinya dan pergi menuju benteng kelas A.


Selain karena sebuah peluang saat melihat Liu Gong dan tim yang di pimpin Riko sudah bertarung sengit, dia juga tidak mau mengambil resiko dengan siswi yang larinya saja bahkan tak bisa terlihat jelas oleh kedua matanya.


"Ada yang tidak normal dengan siswi itu." Pikir Davina.


°°°


Pertandingan antar kelas siswa baru, akhirnya dimenangkan oleh kelas B.


Setelah kejadian di awal pertandingan, seluruh pertandingan berlangsung dengan hambar dan tidak seseru biasanya.


Apa yang telah Anna lakukan membuat semua siswa jadi lebih berhati-hati saat menyerang maupun bertahan.


Ada hal unik yang sebelumnya tak pernah terlihat juga di pertandingan kali ini.


Biasanya, di sekitar benteng selalu akan ada pertarungan seru antar tim bertahan dan tim penyerang. Namun kali ini, pertarungan seperti itu hanya ada di sekitar benteng kelas A dan kelas C.


Tidak ada satupun siswa dari kelas A atau kelas C yang berani menghampiri benteng kelas B yang di jaga Anna. Mereka tidak ingin mengambil resiko dan bernasib sama seperti Luke dan Milena.


Bahkan Riko dan Davina hanya berusaha mencegah siswa yang telah mengambil bendera dari benteng mereka hanya sampai di tengah perjalanan.


Mereka akan berputar balik setelah siswa itu sudah berada dekat dengan benteng kelas B.


°°°


Setelah pertandingan selesai, Liu Gong langsung pergi menghampiri Anna, yang telah dikerumuni teman-teman sekelasnya.


"Siswi Anna, ikutlah dengan ku." Pinta Liu Gong


Anna mengangguk. Dia kemudian berbicara sebentar pada Ren dan Yola Silvia sebelum akhirnya pergi mengikuti Liu Gong.


Liu Gong membawa Anna ke sebuah ruangan yang masih berada di dalam gedung praktek, dimana kepala Akademi dan Gina Stewart sudah menunggu mereka disana.


•••