Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 288 - Cahaya Rembulan Di Tepi Pantai


Apa yang Eiko rekam di dalam laboratorium itu akhirnya menyebar ke seluruh dunia setelah Asosiasi Hunter Jepang membagikannya di situs resmi mereka.


Informasi itu lagi-lagi mengejutkan semua orang dan membuat sebagian Hunter yang akhirnya tahu betapa kuat iblis yang nantinya akan datang ke Bumi menjadi kehilangan minat mereka pada raid Dungeon lagi.


Tapi, tidak semua Hunter yang menganggap itu sebagai hal berbahaya. Sebagian dari mereka masih mencari gerbang-gerbang Dungeon yang tersisa.


Selain itu, setelah kematian 30 malaikat tersesat yang selama ini menjadi penyebab kemunculan gerbang-gerbang Dungeon, gerbang Dungeon baru sudah tidak pernah muncul lagi.


Hanya ada beberapa tempat di berbagai negara yang gerbangnya masih saja bermunculan. Itu adalah tempat-tempat dimana Beelzebub biasanya membuka gerbang.


•••


"Apa yang kau temukan di sana?"


"Astaga! Bisakah kau tidak membuatku kaget?!" umpat Miyuki, saat Anna tiba-tiba muncul disampingnya.


"Kenapa kau kaget?"


"Aku tidak bisa merasakan energi Mana dan aura keberadaanmu."


Anna terdiam.


"Maafkan aku."


"Tsk... Kau akan meminta maaf dan mengulanginya lagi."




"... Jadi, apa yang kau temukan?"


"Lihat..."


Miyuki mengubah tampilan pada monitornya.


Anna memerhatikan semua lokasi yang telah memiliki tanda pada peta di layar itu.


"Apakah itu sudah semua lokasinya?"


"Ya."


"Apa Gina sudah tahu ini?"


"Aku sudah memberitahunya. Dia juga sudah mengkoordinasikan dengan para ketua Asosiasi dari negara-negara itu."


"Ada yang lain?"


Miyuki mengganti kembali tampilan layar. Anna melihat ada banyak rekaman CCTV yang diambil dari satelit di beberapa kota.


"Siapa dia ini?"


"Aku tidak tahu. Informasinya tidak ada. Hanya saja, Chris Meyers rupanya sudah bermasalah dengan orang ini sejak beberapa bulan lalu."


"Apa dia mengancam keselamatan manusia?"


"Miyuki menggeleng. Sepertinya tidak. Apa yang dia lakukan bukan kejahatan jika harus diukur dengan apa yang para malaikat tersesat itu lakukan."


Anna mengangguk pelan.


"Apa kau bisa memerhatikannya mulai sekarang?"


Miyuki mendengus kesal.


"Apa untungnya bagiku?"


"Yah... Jika dia berbuat kejahatan, kau bisa langsung membunuhnya."


"Kenapa tidak kau saja?"


"Aku hanya membunuh para iblis dan pengikutnya. Aku tidak membunuh manusia."


"..."


Anna tersenyum licik.


"Aku tidak membunuh manusia yang tidak berhubungan dengan iblis juga," ucap Miyuki, membela diri.


Anna diam, mengingat-ingat kembali orang-orang yang Miyuki bunuh dan baru menyadari bahwa orang-orang itu berhubungan dengan para malaikat tersesat dan memiliki energi Mana iblis. Miyuki bahkan pernah mengampuni dua orang juga. Brandon Lloyd dan Kenichiro Tanaka.


"K-kau benar..."


"Tsk... Kau asal menuduhku."


"Maafkan aku."


"Oh, tapi... perlengkapan canggih yang kau bawa dari planet bangsa Anunnaki itu benar-benar sangat luar biasa."


"Benarkah?"


"Kau sudah mempelajarinya?"


"Tentu. Itu tidaklah sulit."


"... Kau mengerikan."


"Huh?"


Pada saat itu, Kevin Jung masuk.


"Miyu. Aku sudah datang. Cepatlah naikkan experience ku. Aku mau pergi berlibur sebelum perang besar."


Kevin yang masih berdiri di depan pintu dan hanya berniat untuk memanggil Miyuki agar pergi ke laboratorium bersamanya, mengedip-ngedipkan kedua matanya saat melihat dua gadis yang menurutnya 'jahat dan kejam' itu menatapnya dalam diam.


Tiba-tiba saja, kedua gadis itu mengangguk-angguk pelan, seakan baru memiliki sebuah ide.


Anna dan Miyuki akhirnya saling bertatapan.


"Kita menemukan seorang CEO."


"Aku akan pergi berlibur sekarang!"


Brak...!


Kevin tahu, kedua gadis jahat itu memiliki niat untuk memperalat dan memperbudaknya lagi. Jadi ia langsung membanting pintu dan pergi menyelamatkan diri.


Tapi, melarikan diri dari Anna dan Miyuki memang bukanlah hal yang bisa ia lakukan.


Anna dan Miyuki tiba-tiba muncul dihadapannya, tepat saat ia baru keluar dari pintu restoran.


•••


Selesai makan malam, Gina membuka lagi peta keberadaan makhluk kloning yang masih belum dirasuki energi Mana iblis, di tabletnya.


Lokasi-lokasi keberadaan laboratorium itu sangat susah untuk dijangkau karena keberadaannya di bawah dasar laut.


Mereka memang belum memiliki kekuatan sihir. Namun mereka sudah hidup. Hanya menunggu pasukan iblis datang, maka mereka semua akan diberikan energi Mana iblis dan jutaan makhluk kloning yang tersebar di ribuan tempat itu akan menjadi prajurit iblis.


"Apakah Anna tidak bisa menunjukkan lokasi tepat keberadaan mereka, Miyu?"


"Selama mereka tidak memiliki energi Mana iblis, dia tidak akan bisa langsung menemukan mereka karena mereka bukan makhluk ciptaan yang asli. Anna hanya bisa mendatangi mereka jika mereka memiliki energi Mana dari dimensi asing, atau mereka adalah para malaikat tersesat."


"Begitu..." Gina mengangguk pelan. Belakangan ini dia sangat jarang bertemu Anna karena urusannya di Asosiasi dan juga latihan intensifnya bersama Fael dan Nobara, hingga ia tidak tahu informasi itu.


"Apakah mereka masih tidak bisa menemukannya?" tanya Kevin Jung, sambil menikmati rokoknya.


Gina menggeleng. "Belum ada satupun yang ketemu. Susahnya karena mereka dibawa ke laboratorium melalui gerbang sihir. Tidak ada satu pintu pun yang bisa ditemukan didasar laut itu,"


"Mereka membuat laboratorium di bawah dasar laut juga sudah dengan pertimbangan matang. Seandainya lokasinya berada di ruang bawah tanah yang berada di tanah datar atau di dataran, satelit-satelit pasti bisa mendeteksi hawa panas dari tubuh-tubuh makhluk kloning itu." Tambah Gina.


"Apakah Takayoshi Sato juga tidak tahu tempatnya?" tanya Kevin lagi.


"Aku sudah menghubunginya. Dia hanya membuat sel makhluk kloningnya. Dia tidak tahu tempat dimana mereka dikembangbiakkan."


Kevin menghela nafas panjang. Gumpalan asap rokok terhembus dari mulutnya.


"Dia sangat tidak bijaksana. Bukankah dia Hunter paling dihormati karena temuannya? Kenapa dia sampai mau melakukan itu?" ucap Kevin.


Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu. Mereka tidak tahu apa yang saat itu berada di dalam pikiran Takayoshi hingga terbujuk oleh rayuan para malaikat tersesat. Dia sudah mendapatkan kehormatan berlebih. Dia bahkan menjadi orang terpenting nomor satu di dunia sebelum ia menghilang.


"Ngomong-ngomong, dimana Anna dan Rin?" tanya Gina saat menyadari Rin juga tidak ada bersama mereka.


"Ah... Aku lupa. Apa kau mau ikut denganku, Gina?" tanya Miyuki.


"Kemana?"


"Kepulauan Fiji."


"Oh..." Gina mengangguk pelan. "Ayo kita pergi mengunjungi Ren."


Miyuki meraih pergelangan tangan Gina. Gina menggenggam tangan Gus, Gus memegang tangan Kevin dan akhirnya, semua Hunter yang berada di dalam restoran itu berpegangan tangan dan ikut berpindah tempat bersama Miyuki.


•••


"Astaga! Kenapa semua orang ikut?" Protes Miyuki, yang merasa kesal karena harus berhimpitan di dalam portal sihirnya."


Tapi, Miyuki akhirnya terdiam saat melihat seorang gadis menangis pilu di pantai yang hanya disinari oleh cahaya remang dari rembulan malam.


Rin yang juga menangis tapi tidak semenyedihkan Anna, menatap Miyuki dan semua temannya yang baru saja tiba di tepi pantai. Itu adalah pantai tempat Ren meregang nyawa, saat harus mati dengan mengenaskan di tangan dua pengikut malaikat tersesat.


Tapi, saat Rin melihat semua temannya datang, ia akhirnya menangis dengan sangat nyaring.


"Aku jadi sangat bersyukur karena telah jadi orang yang membunuh para keparat itu," ucap Miyuki, sambil menatap Anna yang duduk bersimpuh di pasir pantai.


•••••••