Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 216 - Ancaman Bahaya


Walaupun mereka kehilangan 4 avatar hunter saat bertarung di dalam Dungeon peringkat S, untungnya Dungeon itu berhasil di taklukkan setelah Gina dan tim raidnya berjuang selama 1 hari 1 malam di dalam Dungeon tersebut.


Melihat keberhasilan tim raid dari guild Nine Bears, seluruh rakyat di benua Afrika yang terancam bahaya break dari Dungeon itu, merayakan keberhasilan tim raid dengan berpesta pora di sepanjang jalan hampir di semua kota di seluruh Afrika.


Keberhasilan berturut-turut yang guild Nine Bears ukir akhirnya membuat banyak negara dari benua lain mulai meragukan apa yang pernah Kenichiro Tanaka dan Li Wen Xia katakan melalui konferensi pers di Asosiasi Dunia.


"Bagaimana mungkin mereka adalah kelompok penjahat pendukung iblis? Lihat apa yang mereka kerjakan, mereka bahkan telah menutup gerbang Dungeon lebih banyak dari tim raid mana pun akhir-akhir ini."


Ucapan-ucapan seperti itu banyak beredar di kalangan masyarakat belakangan ini. Mereka mulai melihat guild Nine Bears sebagai tim dengan para pahlawan sejati di dalamnya.


Guild Nine Bears terlihat dengan sangat jelas sedang berusaha menaklukkan dan menutup gerbang Dungeon yang berada di seluruh negara di benua Afrika sesuai visi dan misi yang mereka miliki.


Mereka juga tidak pernah mengalami kegagalan selama ini. Bahkan, selain 4 avatar hunter yang menjadi korban di raid terakhir, tim raid Nine Bears juga belum pernah menderita adanya korban jiwa dalam misi mereka.


"Selain selalu berjuang demi rakyat Afrika, mereka juga melakukan raid dengan memerdulikan keselamatan tim. Mereka bukan hanya memikirkan keberhasilan raid tapi juga menjaga para anggotanya dengan baik."


Pujian-pujian pada Nine Bears yang selama ini tampak tidak terusik dengan tekanan dari Asosiasi Dunia beredar semakin luas di masyarakat.


Bersamaaan dengan itu, dukungan pada Asosiasi Dunia dan Li Wen Xia pun semakin menurun.


•••


Berhubungan dengan mulai menurunnya dukungan pada dirinya, Li Wen Xia kini gusar dan memaksa para pengikut Albert Brosman untuk segera menangkap penemu avatar hunter.


Karena dengan begitu, popularitasnya akan kembali naik saat mereka nantinya mengumumkan bahwa avatar hunter yang mereka janjikan akan di produksi massal, bisa dimiliki oleh siapa saja.


"Siapa yang tidak tertarik masuk ke dalam sebuah Dungeon dan mendapatkan kekayaan dari sana dengan tanpa adanya resiko kematian seperti yang harus di tanggung para Hunter saat ini? Mereka akan memuja kita untuk apa yang akan kita lakukan pada mereka nanti!"


Ucap Li Wen Xia, kala ia berdiskusi dengan Albert Brosman dan Astaroth beberapa bulan lalu.


Sayangnya, sampai detik ini, para pesuruh Albert Brosman masih belum berhasil menemukan lokasi persembunyian pencipta avatar hunter. Hal itu membuat Li Wen Xia akhir-akhir ini mengalami sakit kepala parah akibat menahan kemarahannya.


°°°


"Apa yang kalian lakukan? Sampai kapan kalian memantaunya? Mereka sudah berhasil menangani Dungeon dan kalian belum bergerak sama sekali!" umpat Li Wen Xia di depan sebuah panggilan video.


Fred Watson yang berada di ujung panggilan, yang sejak tadi hanya menundukkan kepala, akhirnya mendongak untuk menatap Li Wen Xia setelah hanya mendengarkan wanita itu mengumpat selama lebih dari 15 menit.


《"Kami sudah menemukan lokasinya, nyonya Li. Kami akan bergerak besok pagi."》sahut Fred dengan pasti.


Mendengar itu, Li Wen Xia yang sejak tadi gusar, menarik nafas panjang.


Sembari menyandarkan tubuhnya di kursi, ia menatap Fred dengan tatapan tajam.


"Kali ini lakukan dengan benar!"


Fred mengangguk patuh,《"Kali ini kami menjamin akan mendapatkannya, nyonya Li,"》sahut Fred dengan suara bergetar.


"Aku akan mengambil kepala mu jika kau gagal!" bentak Li Wen Xia yang langsung mengakhiri panggilan video sebelum Fred menjawabnya.


Li Wen Xia bangkit dari tempat duduk di balik meja kerjanya, lalu pergi menghampiri seorang pria tampan berambut pirang yang duduk di sofa ruangan kerjanya. Ia adalah kekasihnya, Astaroth, yang sedang dalam wujud manusia.


Di dunia manusia, Astaroth dikenal sebagai pengusaha kaya berkebangsaan Inggris. Ia memiliki usaha besar di bidang investasi saham perusahaan pengadaan hasil olahan kristal sihir dan penjualan peralatan raid.


"Ada apa dengan wajah mu?" tanya Li Wen Xia saat melihat wajah cemas Astaroth.


"Asmodeus memberikan kita kesempatan hanya kali ini saja. Jika kita tidak bisa melakukannya dengan baik, dia akan mulai bergerak." Sahut Astaroth.


"Apa yang ada di pikirannya? Kenapa dia ingin menghancurkan permainan menarik yang sudah kita bangun selama ribuan tahun?!" umpat Li Wen Xia.


Mengetahui hal itu tentu saja membuat Li Wen Xia marah. 31 malaikat tersesat sudah membangun kekuasaan mereka selama ribuan tahun di Bumi, terutama dalam 26 tahun belakangan ini, sejak mereka membuka gerbang-gerbang Dungeon.


Merka sangat menikmati permainan perseteruan antara manusa melawan makhluk asing. Sementara mereka sendiri, berada di antara keduanya menyaksikan dengan penuh gairah. Menikmati tontonan bagaimana umat manusia dan para makhluk asing tersebut saling menumpahkan darah.


Di sisi manusia, mereka terlihat sebagai para pelindung yang berada di pujuk pimpinan tertinggi sebagai ketua Asosiasi Hunter, juga pengusaha-pengusaha kaya yang mengelola hasil raid Dungeon untuk menyediakan perlengkapan tempur dan memberikan kekayaan pada para pelaku bisnisnya.


Padahal, mereka adalah dalang di balik kemunculan gerbang Dungeon. Merekalah yang telah menghubungkan planet makhluk asing pada Bumi.


Tapi, jika Asmodeus, melaksanakan rencananya, maka segala kehormatan yang mereka bangun selama ini akan hilang begitu saja. Hal itulah yang membuat Li Wen Xia dan Astaroth tampak sangat gusar.


"Mungkinkah dia ingin mengambil semua kehormatan itu untuk dirinya sendiri?" ucap Li Wen Xia yang di sahuti Astaroth dengan ******* panjang.


•••


"Kalian ingin mengunjungi Kepulauan Fiji sekarang?" tanya Gina, sesaat sebelum Miyuki mengakhiri panggilan teleponnya.


《"Ya. Kami sudah memesan tiket perjalanan sebelum kita melakukan raid. Aku juga ingin membawa Rin mengunjungi negara ku sebelum kami kembali ke Kota C,"》sahut Miyuki.


"Baiklah. Kami semua akan menyusul ke sana dalam tiga hari ke depan. Nikmati waktu santai mu juga, ok?"


《"Terima kasih. Aku akan memutuskan sambungannya sekarang."》Ucap Miyuki yang baru memutuskan sambungan setelah Gina menanggapi.


°°°


"Aku merindukan dunia yang damai seperti dulu," ucap Kevin, setelah Gina memutuskan sambungan teleponnya.


Gina menoleh padanya, lalu memaksakan sebuah senyuman.


Melihat kesedihan yang belum hilang sama sekali dari raut wajah Gina yang berusaha untuk tersenyum, Kevin menarik nafas panjang sembari menyenderkan punggungnya di kursi malas yang baru di dapatnya sebagai hadiah dari salah seorang penggemar.


"Anda masih bisa mengingatnya, tuan Jung?" tanya Gus Stevin yang baru duduk bergabung di sekitar Kevin bersama Gina, Bimo dan Davina.


"Yah, walaupun usia ku saat itu masih sepuluh tahun, aku masih mengingat dan merasakan bagaimana dunia sebelum ada Dungeon."


"Ada siaran langsung dari Asosiasi Amerika!" ucap Davina, memecah suasana santai di dalam vila peristirahatan mereka.


"Tsk..., apa lagi yang mereka siarkan?" sahut Kevin dengan wajah tak tertarik. Ia memejamkan kedua mata sambil menggoyang-goyangkan kursi malasnya, tidak ingin memerdulikan hal itu. "Mereka lebih suka mencari sensasi dibandingkan menutup sebuah gerbang Dungeon. Aneh, masyarakat masih memercayai mereka."


"Siaran langsung ini dari jalanan Kota C!" ucap Davina, yang kemudian mengalihkan tayangan dari smartphone pada televisi besar di ruang tengah vila.


Mendengar itu, semua orang, bahkan Kevin yang berniat ingin tidur, menjadi tertarik. Mereka menatap layar televisi untuk mengetahui rencana apa lagi yang sedang Asosiasi Amerika miliki.


"Tentang apa lagi ini?" Kevin Jung mendengus kesal, sembari membalikkan badannya menatap layar televisi.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu karena semua orang sedang mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh sang reporter.


Reporter yang di datangkan secara khusus dari stasiun berita terkenal milik Asosiasi Dunia, WABC, itu kemudian mewawancara seorang Hunter yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.


Melihat wajah Hunter yang menjadi penyebab tewas nya Ren muncul di layar, wajah semua orang yang berada di ruang santai itu memerah marah.


《"Tuan Watson. Anda mengatakan bahwa Anda dan tim akan memberikan sebuah kejutan untuk seluruh dunia pada hari ini. Apa Anda bisa mengatakan apa kejutan itu?"》tanya reporter wanita itu pada Fred Watson.


Dengan wajah dingin, Fred mulai berbicara. 《"Sebelumnya, kami saat ini sedang berada di daerah pinggiran Kota C, seperti yang reporter katakan tadi,"》ucap Fred dengan menatap ke arah kamera dan mengabaikan si penanya.《"Seperti yang kita semua sudah tahu, kami sudah memberikan kesempatan pada perusahaan 9 AM untuk menyerahkan hasil temuan tuan Sato yang telah mereka curi dan komersilkan, tapi mereka tidak mengindahkan permintaan itu dan malah melarikan diri."》


《"Apakah Anda dan rekan-rekan berada di sini untuk menangkap mereka, tuan Watson?"》tanya reporter itu lagi.


Pada saat reporter menyebutkan kata rekan-rekan, tangkapan kamera beralih pada 5 Hunter yang berdiri di sebelah Fred, sebelum beralih kembali pada pria paruh baya tersebut yang tampak akan menjawab pertanyaan sang reporter.


《"Jika permintaan menyerahkan diri secara baik-baik di abaikan, apa lagi yang bisa kami lakukan? Tentu kami harus mengejar dan menangkap mereka, kan?》sahut Fred, seolah-olah bertanya balik untuk mendapatkan reaksi dari sang reporter yang tentu saja langsung mengangguk, setuju dengan pernyataan itu.


《"Tapi, apakah tim pengejar Anda sudah menemukan lokasi mereka? Bukankah dalam wawancara terakhir tuan Brosman beberapa minggu lalu mengatakan bahwa Asosiasi Amerika belum bisa menemukan keberadaan para penjahat dari 9 AM itu?"》


Fred tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan rasa senangnya. Ia kemudian menoleh dan menunjuk sebuah area yang sudah di kepung oleh para Hunter dari Asosiasi Kota C yang juga ikut bekerjasama membantu mereka.


《"Mereka bersembunyi di area itu. Anda melihatnya?"》


Melihat area yang di tunjuk Fred, Gina Stewart langsung berdiri dari tempat duduknya.


Reaksi Gina, membuat semua orang yang berada si sekitarnya terkejut dan menatapnya tanpa memerdulikan siaran langsung di televisi lagi.


"Segera bersiap, kita kembali sekarang juga! Miyuki dalam bahaya!" Seru Gina, yang langsung melakukan panggilan telepon dan menghubungi seluruh member Nine Bears yang masih berada di Kota C.


•••••••