
Anna menyerap dewa Ogun dan dewi Ezili kembali ke dalam tubuhnya untuk memberikan mereka waktu memulihkan diri.
Sementara itu, 17 dewan pengawas yang tersisa sudah menapakkan kaki mereka di tanah, berdiri melingkar mengepung Anna.
Beberapa saat kemudian, 15 dewan pengawas yang baru bergabung bersama dewan Ge dan dewan Ra, menengadahkan sepasang tangan mereka ke langit, sembari meneriakkan mantra sihir dengan kalimat yang sama persis.
Setelah mantra sihir terucap, langit malam yang dipenuhi kerlipan bintang terkoyak.
Cahaya putih terang menyilaukan mata muncul dari balik retakan yang terbentuk dan Anna bisa melihat ratusan ribu makhluk berjubah putih terbang keluar dari balik retakan dengan sayap mereka yang putih berkilauan.
Diantara mereka ada yang memiliki sepasang sayap bulu indah berwarna putih, juga ada yang memiliki dua pasang sayap serupa.
Masing-masing dari makhluk itu memegang pedang di kedua tangannya, seakan sudah siap untuk memulai pertempuran besar.
"Para malaikat dari keluarga dewan pengawas para dewa...," gumam Anna, bisa menebak siapa makhluk-makhluk itu.
Anna juga mengarahkan kedua tangannya ke langit, bersiap untuk menyerang semua malaikat yang baru turun ke Bumi.
Ia hanya memiliki satu kesempatan untuk menghabisi semua malaikat sebelum mereka turun lebih dekat ke daratan, atau serangannya juga akan membahayakan daratan.
Tapi, tentu saja 17 dewan pengawas yang mengepungnya tidak membiarkan Anna menyerang pasukan mereka.
Para dewan pengawas memerintahkan malaikat-malaikat mereka untuk mendekat ke daratan lebih cepat dan memburu seluruh makhluk ciptaan yang berada di Bumi.
Para dewan pengawas juga mulai menyerang Anna, sebelum gadis itu sempat menembakkan mantra sihirnya pada para malaikat.
•••
Anna berkelebat kesana-kemari, menghindari serangan 15 dewan pengawas yang mengeroyoknya.
Sambil bertarung, Anna juga memerhatikan dewan Ge dan dewan Ra yang tampak sedang membangun mantra sihir yang diduganya akan digunakan untuk memberikan serangan pamungkas pada dirinya nanti.
Di udara, ia juga melihat para malaikat sudah mulai bergerak, menyebar ke segala arah untuk mencari dan menyerang makhluk Bumi.
Tapi, sebelum para malaikat terbang menjauh, dua sosok cahaya yang sangat menyilaukan mata, muncul di langit.
Kedua sosok itu masing-masing memiliki 3 pasang sayap di punggung mereka, menandakan jika mereka memiliki kasta yang lebih tinggi dari ratusan ribu malaikat yang baru saja datang.
Bagaikan cahaya kilat yang menyambar-nyambar, kedua sosok cahaya itu muncul dan menghilang di langit malam, menghabisi malaikat yang bertebaran di langit.
•••
Ratusan ribu malaikat mulai berjatuhan. Sebagian dari mereka meledak tiap kali kilatan cahaya melintasi mereka.
"Terima kasih, nenek guru dan tuan Nordic," gumam Anna pelan.
Ia sangat bersyukur mereka berdua ada untuk membantunya. Jika tidak, ia pasti akan sangat kerepotan untuk bisa mengejar para malaikat yang pasti sudah pergi menghabisi umat manusia sebelum ia bisa menangani para dewan pengawas yang mengeroyoknya.
Dengan adanya Lorelei dan Nordic, Anna kini bisa fokus pada para pengeroyoknya.
Ia mulai menyerang balik para dewan pengawas yang berada paling dekat dengannya, menggunakan kedua tangan dan kakinya yang bergerak cepat dan sangat lincah, menangkis dan menyerang balik semua pengeroyok itu.
Anna juga mengeluarkan tombak Igigi. Ia menerbangkan tombak panjang itu, mengontrolnya dengan memanipulasi udara untuk melindungi tubuhnya dari serangan yang datang dari arah belakang.
°°°
Pertarungan antara Anna melawan 15 pengeroyoknya berlangsung dengan sangat cepat.
Tak satupun dari pemirsa siaran langsung WABC, baik itu manusia biasa atau pun para hunter, yang bisa menyaksikan dengan jelas apa yang sedang terjadi.
Di mata mereka, hanya terlihat ledakan-ledakan sihir yang tampak jelas memenuhi area pertempuran.
Mereka juga hanya bisa melihat malaikat yang memenuhi langit malam itu berguguran atau meledak tiap kilauan cahaya melintas.
°°°
"Apa Anna bisa mengalahkan mereka?" Yola Silvia berbisik di samping Lucy Logan.
Ia kini memang tidak bisa melihat jalannya pertarungan, namun ia sempat melihat kedatangan 15 makhluk lain dan menebak jika mereka sekarang sedang mengeroyok Anna.
Melihat cara bertarung mereka, Lucy yang selalu percaya pada kekuatan Anna juga mulai khawatir. Ia tahu, lawan Anna kali sangat berat.
•••
Di tempat lain, di area yang Anna tandai sebagai batas dari wilayah pertarungan, Gina sudah terkapar lemah di tanah.
Ledakan sihir yang tadi terjadi, membuatnya kehabisan energi Mana saat mengerahkan sihirnya untuk menjaga agar ledakan itu tidak keluar dari batas yang Anna minta untuk dijaga.
Kevin dan Bimo yang berada di lokasi sama dengan Gina juga tak kalah lelahnya. Mereka juga sudah kehabisan energi Mana untuk menahan ledakan sihir, dan kini hanya bisa duduk beralaskan tanah.
"Jika ada ledakan sihir sekuat itu lagi, kurasa kita akan ikut meledak," ucap Kevin dengan suara tersengal.
"Ba...gaimana jalannya... pertempuran?" tanya Gina dengan terbata-bata. Ia hampir kehabisan nafas.
Bimo yang sedang memegang smartphone, mengarahkan layarnya pada Gina.
Gina cuma bisa melihat ledakan-ledakan di layar smartphone itu, tanpa bisa melihat wujud para petarung.
"Astaga...," Gina berusaha bangkit dari tanah, merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi pada Anna.
"Berbaring saja. Toh kita juga tidak memiliki kekuatan untuk membantunya," ucap Kevin pelan.
Pada akhirnya, Kevin juga ikut merebahkan tubuhnya di tanah, menyaksikan kilatan-kilatan cahaya yang berkilauan di langit malam, hasil dari pembantaian yang Lorelei dan Nordic lakukan pada para malaikat dari keluarga dewan pengawas para dewa.
"Anggap saja kita sedang menikmati bintang jatuh," ucap Bimo yang juga sudah merebahkan tubuhnya di samping Kevin.
Ketiga Hunter itu bukan terlalu santai. Tapi memang hanya tindakan itulah yang masih sanggup mereka lakukan setelah kehabisan tenaga.
•••
Di area pertarungan, Anna sudah berhasil menewaskan 4 dari 15 dewan pengawas para dewa yang mengeroyoknya.
Walaupun mereka termasuk dalam tingkatan tertinggi dari makhluk ciptaan Absolut, kelimabelas dewan pengawas yang baru datang itu tidak memiliki kekuatan yang setara dengan dewan Ge dan dewan Re.
Karena itulah Anna bisa mendesak mereka walaupun dalam keadaan terkepung, bahkan sudah bisa menewaskan sebagian dari mereka.
°°°
Di pinggir pertarungan yang sangat sengit, dewan Ge dan dewan Ra saling melirik. Kekuatan yang mereka kumpulkan sudah cukup untuk menyerang Anna, bahkan untuk menghancurkan galaksi.
Dewan Ra berpindah ke belakang tubuh dewan Ge, lalu menaruh kedua telapak tangannya di punggung saudaranya itu.
Setelah kekuatan dewan Ra berpindah ke tubuh dewan Ge, dewan Ge mengarahkan satu tangannya yang tersisa ke arah mereka yang sedang bertarung sengit.
"Menyingkir...!"
Seru dewan Ge nyaring, memberikan peringatan pada seluruh anggota keluarganya yang masih mengepung Anna.
Kilauan cahaya dari energi Mana yang terkumpul di telapak tangan dewan Re mengembang dengan sangat cepat.
Melihat akan datang bahaya, seluruh keluarga dewan pengawas membuka portal-portal sihir dengan sangat cepat dan menghilang dibaliknya.
Setelah semua penyerangnya menghilang, Anna berpaling, menatap cahaya merah yang memendar semakin besar di hadapannya.
Anna menancapkan tombak Igigi dan merentangkan kedua tangannya ke arah cahaya merah tersebut.
Namun, saat melihat dewan Ge sudah mulai melepaskan sihir itu dari telapak tangannya, Anna buru-buru merubah arah kedua tangan, merentangkannya lurus ke samping tubuhnya.
°°°
Tahu jika Anna ingin menyerap serangannya, dewan Ge dengan cepat melepaskan gabungan dari dua energi Mana yang berada di telapak tangannya, menciptakan sebuah ledakan berkekuatan sangat besar yang sanggup memusnahkan sebuah galaksi.
"Inilah akhir kehidupan kalian, manusia!"
BOOOOOOOOOOOMMMMM!!!
•••