
...----------------...
Peringatan : Bab ini dipenuhi adegan kekerasan. Harap bijak dalam membaca. 🙏💖
...----------------...
Saat toko bunga itu sudah terlihat menyediakan cukup ruang untuk beberapa orang berdiri di sana, Fred Watson akhirnya membawa beberapa Hunter terlebih dahulu untuk memasuki toko bunga tersebut, sebelum memanggil para reporter.
Dengan langkah tenang dan gaya yang angkuh, pria paruh baya itu menatap sekeliling ruangan, memastikan para kru WABC sudah berada di tempat mereka masing-masing dan siap menyiarkan penangkapan penjahat cilik ke seluruh dunia.
Dengan jatuhnya avatar hunter ke tangan mereka, Asosiasi Amerika akan semakin di puja oleh semua penduduk yang sangat ingin melakukan raid namun tidak beruntung karena tidak mendapatkan kebangkitan Hunter.
Fred Watson tersenyum tipis. Ia akan di anggap sebagai orang yang paling berjasa saat produk itu nanti di produksi secara massal.
°°°
Di belakang Fred, Hunter-hunter terkemuka seperti Kenichiro Tanaka dan Keisuke Sato ada bersamanya. Dengan adanya dukungan kedua Hunter tersebut, dunia akan melihat bahwa apa yang Asosiasi Amerika lakukan adalah benar.
Selain untuk berjaga-jaga siapa tahu Miyuki menyimpan cadangan avatar hunter di tempat persembunyiannya, Fred membawa kedua orang terdekat Takayoshi Sato itu juga dengan tujuan agar semua orang menyaksikan bahwa mereka tampak mendukungnya untuk mengambil kembali hasil temuan Takayoshi yang telah di curi pihak 9 AM.
Selain mereka berdua, ada juga Brandon Lloyd yang tadi sudah mereka perkenalkan sebagai Hunter senior Kota C yang baru saja mendapatkan kenaikan peringkat S.
Dengan demikian, Fred sangat penuh percaya diri untuk menangkap Miyuki yang akan ia kambing hitamkan saat semua urusan ini sudah selesai.
•••
Seakan sedang bersiap untuk syuting sebuah drama dan dia adalah sutradara nya, Fred berbicara santai pada semua orang yang di bawanya, tanpa memerdulikan kelompok Hunter dari Nine Bears yang berdiri dengan raut wajah khawatir mengelilingi Miyuki yang menjadi incaran orang-orang tersebut.
"Di mana dia?" tanya Fred pada Jordan.
"Di sana, tuan," sahut Jordan, seraya menunjuk pada seorang gadis tanpa ekspresi yang berdiri di belakang 4 Hunter dengan wajah pucat.
"Apa Anda sudah menayangkan foto nya?" tanya Fred pada pimpinan kru WABC yang berdiri di belakang mereka.
"Sudah, tuan."
Fred mengangguk. Wajahnya terlihat datar. Ia sengaja menyembunyikan rasa senang di dalam hatinya setelah akhirnya berhasil menangkap orang yang sangat di cari boss nya, Albert Brosman.
Ia hanya ingin terlihat tenang, agar terlihat berwibawa. Seakan pekerjaan seperti ini bukanlah hal yang sangat besar baginya.
°°°
"Apa kita akan kembali pada siaran langsung sekarang, tuan Watson?" tanya pemimpin kru WABC.
"Sebentar," sahut Fred yang kemudian menatap dengan tatapan tenang tanpa dosa pada beberapa Hunter di seberang mereka. Ia kemudian bertanya, "Apa ada lagi anggota kalian yang masih bersembunyi?"
Mendapat pertanyaan dengan wajah seakan mereka hanya sedang bermain-main seperti itu, Lucy yang sebenarnya sangat tegang, terpancing kemarahannya dan mengumpat.
"Kau pikir teman-teman kami akan membiarkan ini?! Tunggulah sampai Gina datang membawa Kevin dan Bimo, maka kalian semua akan mati!"
Fred tertawa saat melihat wajah pucat Lucy yang tiba-tiba berubah menjadi merah padam. Namun, ia mengabaikan umpatan Lucy.
Ia bertanya demikian hanya untuk berjaga-jaga siapa tahu Miyuki menyimpan avatar hunter di dekat situ. Ia tahu, Miyuki akan sangat berbahaya jika avatar hunter ada bersamanya.
Fred menoleh kembali pada pemimpin kru WABC. "Kita bisa mulai siaran langsungnya lagi sekarang." Ucap Fred. Ia kemudian mengangguk pada repoter wanita yang sudah berdiri di sebelahnya.
Sesuai skenario yang sudah mereka atur, reporter wanita langsung berbicara dengan menatap kamera, saat siaran langsung kembali dimulai.
°°°
"Pemirsa, saat ini kami sudah berada di tempat persembunyian para penjahat yang selama ini melarikan diri saat Asosiasi Amerika sudah meminta mereka untuk menyerahkan diri,"
"Seperti yang Anda saksikan..."
Reporter itu terus berbicara, sementara kru kamera menembakkan tangkapan layar pada 5 Hunter yang berdiri di pojok ruangan, bersama seorang gadis biasa di paling belakang mereka. Dari sisi penonton, mereka tampak seperti hewan buruan yang sedang terpojok dan siap dimangsa pemburunya.
Saat tembakan kamera beralih lagi pada Fred, dengan latar belakang 5 Hunter yang tampak sangat marah, Fred mulai berbicara,
"Apakah kalian menayangkan ini ke seluruh dunia?"
Pertanyaan seseorang, memutuskan apa yang hendak Fred katakan.
Dengan sedikit kesal, Fred menoleh pada orang yang baru saja dengan lancang memotong kalimatnya.
Miyuki yang baru saja berbicara, melangkah ke depan meja kasir yang berada di dekat para Hunter dari Nine Bears, sembari meminta Lucy dan Yola untuk melindungi Rin di belakang mereka.
"Miyu!" Lucy dengan cepat ingin menarik lengan Miyuki, namun Miyuki dengan cepat juga menghindarinya.
"Tidak apa-apa. Mereka tidak akan menyakiti ku." Ucap Miyuki, berusaha menenangkan Lucy.
Pada saat itu, Lucy juga melihat senyuman Miyuki untuk pertama kali dalam hidupnya, saat gadis itu ingin menenangkannya.
°°°
Melihat siapa yang baru saja berbicara, Fred secara refleks menunjukkan senyum kemenangan yang tersungging di wajahnya tanpa bisa ia tutupi lagi.
Dengan tidak adanya Gina, Kevin dan Bimo di tempat ini, Fred sangat percaya diri bisa meringkusnya, lalu menyiksanya untuk mendapatkan formula avatar hunter.
Karena ketiga Hunter kuat itu juga, Fred dan tim nya tidak berani mengejar 9 AM langsung ke Afrika. Selama ini, mereka hanya berani mengamati orang-orang itu melalui satelit mata-mata.
"Kau baru ingin memohon maaf pada dunia sekarang makanya kau menanyakan itu? Atau kau ingin mengucapkan sesuatu pada teman-teman mu melalui siaran langsung ini?"
Miyuki tidak menjawab pertanyaan yang Fred ajukan. Dengan ekspresi wajah datar dan gerakan pelan, Miyuki mengelus-elus permukaan kotak kayu yang lebih pendek, yang tadi ia letakkan di meja.
Gerakannya yang pelan dan tenang itu tentu saja menyita perhatian semua orang dan membuat mereka menatap ke arah kotak kayu.
Melihat itu, Fred langsung melirik pada Jordan lalu mengangguk kecil.
"Cepat amankan kotak kayu itu. Dia mungkin menyimpan formulanya di sana." Perintah Fred dengan suara pelan.
Namun, baru beberapa langkah Jordan ingin pergi untuk mengambil kotak kayu tersebut, Miyuki tiba-tiba membuka kotak kayu nya.
Melihat isi kotak tersebut, Jordan langsung menghentikan langkah kakinya. Ia kemudian menatap isi kotak dan wajah Miyuki secara bergantian sebelum akhirnya tertawa terbahak.
Kru kamera yang menyangka isi kotak adalah formula pembuatan avatar, langsung menyorot isi kotak kayu. Mereka juga memperbesar tampilan wajah Miyuki yang sedang berdiri di samping meja kasir.
Namun, semua orang merasa heran karena isi kotak itu bukanlah sebuah formula. Kotak kayu itu berisi dua bilah tanto yang di letakan dengan sangat rapi di dalam selongsongnya.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan dua pisau dapur itu?" tanya Jordan, setelah ia berhasil menghentikan tawanya. "Kau...," Jordan tiba-tiba teringat akan pertanyaan Miyuki tadi. "Kau ingin mati dengan gagah berani dengan di tonton orang di seluruh dunia?"
"Tidak," sahut Miyuki cepat. "Aku ingin pihak-pihak yang menyuruh anjing-anjing seperti kalian untuk datang menangkap ku tahu bahwa aku akan memburu mereka semua mulai saat ini." Lanjut Miyuki, seraya mengambil salah satu tanto dari dalam kotak kayu tersebut.
Mendengar itu, Jordan tertawa kembali dengan lebih keras.
"Kau lucu ju..."
Jordan tiba-tiba terdiam.
Bukan hanya Jordan. Seluruh orang yang berada di dalam ruangan tiba-tiba terdiam.
Termasuk Lucy, Yola, pria brewok dan pria bertubuh besar yang berdiri di dekat Miyuki sambil melindungi Rin di belakang mereka.
Keheningan itu terjadi selama beberapa detik, sampai Rin yang tidak tahan melihat kepala Fred Watson tiba-tiba berada di atas meja, di dekat kotak kayu milik Miyuki, muntah-muntah.
Melihat kepala tanpa tubuh Fred tiba-tiba saja berada di atas meja itu, Jordan langsung menoleh, melihat ke tempat Fred berdiri.
Di sana, ia melihat tubuh Fred, Hunter berperingkat SSS itu masih berdiri tegak tanpa memiliki kepalanya lagi.
Jordan akhirnya menoleh lagi dan menatap Miyuki, yang tidak memiliki perubahan apa pun pada ekspresi wajahnya, yang juga sedang menatapnya dengan tatapan dingin.