
Azazel lupa bahwa ia telah terkena kutukan dari sihir portal yang telah Miyuki tanamkan pada tubuhnya hingga saat ia baru saja berhasil masuk kedalam gerbang sihir, ia tiba-tiba terhisap oleh sebuah kekuatan dan muncul kembali di hadapan Miyuki.
Srattttt!!!
Dengan satu tebasan kuat, Miyuki akhirnya memenggal leher Azazel lalu membakar tubuh beserta kepala malaikat tersesat itu dengan api birunya.
Setelah membinasakan Azazel, Miyuki beralih pada pria bertopeng yang langsung gemetar saat Miyuki memutar-mutar tanto dihadapannya. Miyuki kemudian menusukkan tanto itu sebanyak tiga kali pada tubuh pria bertopeng.
"Aku sudah menandaimu. Kau boleh pergi tapi besok kau harus kembali untuk membantu Hunter-hunter ini menangani Dungeon peringkat S itu," ucap Miyuki pada pria bertopeng.
Pria bertopeng tidak sempat menjawab perintah itu karena Miyuki tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Ia hanya bisa mendengar suara kaca pecah dan tahu bahwa Miyuki telah melompat dari lantai 25 gedung itu.
•••
Miyuki bisa merasakan aura sihir dari malaikat tersesat lain yang sedang berada di luar gedung jadi ia buru-buru pergi untuk mendatanginya.
Namun, saat sudah tiba di halaman gedung, ia tidak menemukan sosok malaikat tersesat sama sekali karena malaikat tersesat yang membuat ledakan sihir itu sudah melarikan diri.
Tapi, sebagai gantinya, Miyuki dapat melihat puluhan monster bertubuh merah muda dengan enam tanduk di kepalanya sedang mengamuk membantai semua manusia yang berada di sekitar halaman gedung Asosiasi.
"Kau melihat dan merasakan energi sihir mereka? Kalian mungkin akan bertemu mereka di dalam Dungeon peringkat S itu," ucap Miyuki pada Wang Shin Long yang juga ia bawa turun bersamanya.
Wang Shin Long yang masih merasa sangat kaget karena ia tiba-tiba sudah berada di halaman gedung Asosiasi, menatap Miyuki dan monster-monster itu secara bergantian selama beberapa saat.
Saat kesadarannya sudah kembali, ia akhirnya bisa merasakan energi sihir mengerikan yang berasal dari makhluk-makhluk yang sedang mengamuk dengan sadis itu.
Tapi apa yang dilihatnya hanya terjadi sesaat saja karena tak lama kemudian, tubuh makhluk-makhluk itu berguguran saat kepala mereka menghilang. Lalu, tubuh mereka juga akhirnya menguap menjadi asap hitam dan hilang terhembus angin malam.
Wang Sin Long berputar-putar, memerhatikan sekelilingnya, mencari Miyuki yang juga sudah lenyap entah kemana.
"Berada di peringkat apa sebenarnya dia itu?"
•••
Setelah membunuh semua iblis bertubuh merah muda itu, Miyuki masuk kedalam sebuah toko kue yang berada di seberang gedung Asosiasi untuk menjemput Rin.
Baru saja ia memasuki toko tersebut, semua orang yang sebelumnya sedang bersembunyi karena takut pada amukan para iblis, perlahan mulai keluar dari persembunyian mereka untuk melihat gadis remaja yang sangat kuat itu dari dekat.
Miyuki tidak memerdulikan orang-orang yang sedang memerhatikan bahkan sudah mulai mengambil smartphone mereka untuk mengambil fotonya. Ia fokus mencari keberadaan Rin, namun ia tidak bisa menemukan Rin diantara mereka.
Tahu bahwa Rin pasti telah diculik, Miyuki akhirnya membuka portal sihir dihadapannya, memasukkan salah satu tanganya kedalam portal itu, lalu menarik Rin dari sana.
°°°
"Miyu!" seru Rin yang langsung melompat dan memeluk Miyuki.
"Kau tidak apa-apa?"
Rin akhirnya mundur untuk bisa menatap kedua mata Miyuki.
"Ya. Aku baik-baik saja. Mereka ingin membunuhku, tapi ada pelindungmu yang sudah menyelamatkanku." Sahut Rin dengan suara riang. Walaupun dia sebenarnya ketakutan, namun dia sudah agak terbiasa dengan situasi itu jadi ia bisa menyikapinya dengan lebih santai sekarang.
"Syukurlah. Kalau begitu ayo kita pergi." Ajak Miyuki.
Kedua gadis remaja itu akhirnya pergi meninggalkan toko kue dengan bergandengan tangan, mengabaikan orang-orang yang sedang mengambil foto dan video diri mereka sambil berbicara dengan sangat heboh.
"Apa kita akan melanjutkan perjalanan?" tanya Rin yang sudah tahu kemana saja rencana tujuan perjalanan mereka setelah ini.
"Belum. Sepertinya ada hal besar yang akan terjadi disini. Aku juga sudah meminta Gina dan yang lainnya untuk datang. Kita tunggu dulu beberapa hari."
"Baiklah."
•••
Bersamaan dengan terbukanya identitas para malaikat tersesat, semua tokoh penting sebuah negara yang Azazel sebutkan langsung lenyap bak ditelan Bumi. Mereka telah menyembunyikan diri.
Hunter-hunter yang sudah tahu identitas asli mereka langsung bersekutu dan berbondong-bondong untuk mendatangi baik itu kantor maupun kediaman para malaikat tersesat itu.
Dengan terbongkarnya identitas mereka, sistem Asosiasi di banyak negara kini menjadi kacau karena kebanyakan dari para iblis adalah ketua dari sebuah Asosiasi Pusat di sebuah negara.
•••
Sementara itu keesokan harinya, di Beijing, seluruh Hunter peringkat tinggi negara itu akhirnya berkumpul di depan gerbang Dungeon peringkat S yang sudah berada disana selama dua hari.
Hunter-hunter itu dengan sabar menunggu dan memanggil semua kekuatan di kota Beijing untuk datang dan membantu mengatasi Dungeon tersebut.
Setelah mereka berkumpul selama 1 hari lagi di depan gerbang, seluruh Hunter peringkat tinggi di kota Beijing dan beberapa kota disekitarnya akhirnya berkumpul.
Hasilnya, ada 3 Hunter peringkat SS, 8 Hunter peringkat S dan 80 Hunter peringkat A yang siap untuk membantu menutup gerbang, atau bersiaga di depan gerbang apabila Dungeon itu gagal diatasi dan terjadi dungeon break.
"Kenapa kau tidak ikut bergabung disana?" tanya Miyuki yang tiba-tiba saja muncul di sebelah pria bertopeng.
Pria bertopeng tentu saja terkejut saat melihat Miyuki sudah berdiri di sebelahnya, di sebuah gang kecil yang berada diantara dua gedung.
Ia sangat sungkan untuk berkumpul bersama para Hunter itu karena mereka semua tahu bahwa ia adalah tangan kanan Cao Ming Ren yang sudah terbukti di mata dunia sebagai salah satu malaikat tersesat penyebab kehadiran gerbang Dungeon.
Pria bertopeng tadinya hanya ingin menunggu dan membantu apabila terjadi dungeon break saja.
"N-nona Nakano?"
"Aku bertanya, kenapa kau tidak kesana dan membantu mereka?"
"S-saya...," pria bertopeng tertunduk malu.
"Lain kali jangan berbuat hal sembarangan pada Hunter yang tidak bersalah. Tidak masalah jika kau membunuh Hunter jahat yang selalu memfitnah atau memiliki rencana jahat untuk umat manusia. Kau mengerti?"
"Y-ya, nona Nakano."
"Kau mau bergabung bersama kami?"
"A-apa?" pria bertopeng terdiam. Ia tidak menyangka akan mendapatkan tawaran tersebut. Tapi, ia kemudian menjawabnya dengan cepat. "Saya mau!"
"Tapi, kau mungkin hanya akan menjadi penjaga seorang gadis remaja." Miyuki menoleh ke arah Rin, yang sedang duduk di sebuah kursi bertenda di sebuah kafe yang berada agak jauh dari mereka.
Pria bertopeng mengikuti arah tatapan itu, lalu mengangguk. "Tidak masalah, nona Nakano."
"Kalau begitu..."
Miyuki menghentikan ucapannya saat ia merasakan energi sihir besar tiba-tiba bermunculan di sekitar gerbang Dungeon peringkat S yang berada agak jauh dari mereka.
"Nah, perang besar sepertinya akan terjadi," ucap Miyuki kemudian.
"Y-ya...?"
"Lihat kesana."
Miyuki menunjuk ke arah puluhan Hunter yang sedang berbaris dan masih membicarakan strategi raid.
Saat pria bertopeng melihat ke tempat itu, kedua matanya terbelalak seketika, hampir tidak memercayai apa yang ia saksikan.
•••