Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 83 - Persyaratan


Jo Fizer mengerutkan keningnya saat mendengar seorang siswi mengatakan kalimat 'syarat' padanya.


Jika yang di hadapannya ini bukanlah seorang siswi istimewa yang memiliki bakat luar biasa, dia pasti akan menertawakannya dan akan langsung menyuruhnya pergi, tanpa memberinya kesempatan bernegosiasi.


Namun, Jo Fizer sebenarnya agak penasaran. "Syarat seperti apa yang akan diminta seorang gadis remaja sepertinya? Apakah dia akan minta hal yang berlebihan?" pikir Jo.


Jo akhirnya bertanya, "Apa itu? Aku akan mendengarkannya dulu."


"Saya ingin pindah ke kelas B." Anna langsung menjawab begitu Jo selesai berbicara.


"Apa kau bilang?!"


Bukan Jo Fizer yang tersentak kaget, melainkan Liu Gong. Dia sudah senang karena akan membimbing seorang berbakat di kelasnya, namun dia akan pergi begitu saja? Liu Gong tidak akan membiarkannya.


Jo Fizer juga terkejut, namun bukan karena rasa tidak rela seperti Liu Gong yang tidak ingin kehilangan siswi terbaik di kelasnya. Ketua Akademi itu merasa heran kenapa seorang yang berada di kelas terbaik ingin pindah ke kelas yang lebih rendah.


"Kenapa kau ingin pindah?" tanya Jo. Dia kemudian melirik Gina Stewart, ingin melihat reaksi wali gadis itu. Namun Jo agak terkejut saat melihat Gina tampak tidak terganggu dengan hal itu.


"Tunggu dulu, tuan Fizer." Potong Liu Gong. Dia kemudian memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Anna. "Apa karena masalah dengan siswi Milena dan siswa Luke?" tanya Liu Gong.


Anna melirik Liu Gong.


'Oh, mereka bahkan sudah tahu kalau ada keributan antara aku dan anak itu?'


Melihat Anna tampak tak ingin menjawabnya, Liu Gong memiringkan tubuhnya untuk melihat Gina yang terlindung dibalik tubuh Anna.


"Gina, bisa kah kau membantu menyelesaikan masalah keributan itu dengan kedua adik mu?" tanya Liu Gong pada Gina dengan wajah penuh harap. Dia kemudian kembali menatap Anna dan berkata, "Aku akan mengurus masalah mu dengan siswi Milena. Kau tak harus sampai pindah kelas, ok?"


Anna menatap Liu Gong dan tersenyum padanya.


"Saya ingin membangun tim yang harmonis, tuan Wang." ucap Anna dengan nada sopan.


"Tidak semua hal akan berjalan seperti yang kita inginkan. Terkadang memang ada masalah kecil. Tapi, kita harus membicarakannya baik-baik terlebih dahulu." ucap Liu Gong.


Gina tiba-tiba tertawa dan itu membuat Liu Gong kembali menatapnya.


"Kau sepertinya sangat menginginkan adik ku tetap berada di kelas mu?" ucap Gina sambil menatap Liu Gong. Dia terlihat bersemangat.


"Ya. Tentu saja." Sahut Liu Gong cepat.


"Kalau begitu, kenapa kau tidak bertukar saja dengan Riko? Dia pasti akan senang mengajar di kelas A."


Mendengar itu, Liu Gong mengalihkan kembali tatapannya pada Anna. Dia kembali bertanya, "Kau yakin ingin pindah?"


"Ya." sahut Anna mantap.


Liu Gong mengangguk pelan, lalu menoleh pada ketua Akademi. "Apa saya boleh bertukar dengan Riko?"


"Apa?!"


Gina terkejut, bahkan sampai berdiri dari kursinya. Dia tidak menyangka Liu Gong akan mengikuti ide yang hanya dilontarkannya dengan bercanda.


Tapi tak lama kemudian, Gina duduk kembali setelah melihat kepala Akademi menatapnya dengan wajah terkejut.


Suara kursi Gina yang berdecit di lantai lebih mengagetkan pria paruh baya itu dari apa yang barusan Liu Gong minta, walaupun dia juga kaget dengan permintaan Liu Gong.


"Kau sebegitunya ingin menjadi instruktur adik ku?" Tanya Gina penasran.


'Seorang Liu Gong? Serius?'


Liu Gong mengangguk. Entah kenapa, dia merasa ada hal spesial dari Anna, hingga tak ingin melewatkan kesempatan untuk berada dalam satu tim dengannya.


Goresan ujung tombak Anna di lehernya dulu, membuatnya sering bermimpi buruk dan membayangkan hal itu berulang kali.


Bahkan, monster pun tak pernah memberikannya ancaman dengan tampak tanpa usaha, seperti yang Anna lakukan saat itu.


Anna sendiri tidak menyangka Liu Gong bahkan rela turun menjadi wali kelas B hanya karena dirinya. Dia menatap Liu Gong, juga dengan rasa penasaran.


'Ada apa dengannya?'


"Mari kita membentuk tim yang harmonis, siswi Anna." Ucap Liu Gong dengan tatapan berapi-api.


Wajah Liu Gong tampak lucu saat mengatakan kalimat itu hingga membuat Gina tertawa.


Anna juga sedang berusaha menahan tawanya, dia ingin tertawa juga namun merasa hal itu akan tidak sopan jika dilakukan.


'Bukankah dia tadi membantah ku saat aku mengatakan hal yang sama?'


Pada saat itu, smartphone Anna bergetar. Dia mengambil smartphonenya dan membaca pesan yang baru saja diterimanya.


Walaupun pesan itu sangat mengejutkan baginya karena kebetulan berhubungan dengan syarat yang ingin di ajukannya, Anna berusaha untuk menjaga agar wajahnya tampak tenang.


Anna kemudian sibuk membalas pesan disana, sementara Liu Gong dan Gina Stewart berbicara.


Berbeda dengan kedua instruktur itu, Jo Fizer hanya diam dan menatap Anna dengan penuh selidik.


"Siapa sebenarnya anak ini? Kenapa Liu Gong bahkan tidak bersikap normal?" pikir Jo sambil terus menatap wajah cantik Anna. Namun saat Anna menoleh padanya, pria paruh baya itu buru-buru mengalihkan tatapannya sebentar sebelum akhirnya menatap Anna lagi.


Jo Fizer bertanya, "Jadi syaratnya sudah terpenuhi kan?" ucap Jo seraya mengambil salah satu amplop undangan dan menaruhnya lebih dekat pada Anna.


Anna mematikan layar smartphonenya, lalu menjawab pertanyaan itu, “Tapi itu bukan syarat yang saya minta, tuan Fizer.” Sahut Anna. "Saya bisa pindah atas kemauan saya sendiri tanpa harus bernegosiasi."


Apa yang Anna katakan memang benar. Hanya dengan persetujuan walinya saja, Anna bisa pindah ke kelas yang lebih rendah dan mau tak mau Akademi harus menyetujuinya.


Jo Fizer mengerutkan keningnya dan menatap tajam pada Anna.


“Lalu, apa yang kau minta?”


“Saya ingin membawa Yola Silvia bersama saya ke kelas B. Itu persyaratannya."


“Apa?” Jo terbelalak. Sambil memajukan tubuhnya dia berkata, “Sisiwi Anna, kau tidak bisa berbuat semau mu hanya karena kau siswi dengan hasil ujian penerimaan terbaik. Lagian, kami tidak bisa memindahkan siswa lain dengan kemauan kami sendiri. Untuk meminta seorang siswa lain pindah bersama mu, selain siswa itu juga mau, walinya juga harus mengizinkan."


“Baiklah.” Sahut Anna.


Anna diam setelahnya dan kembali mengutak atik smartphonenya, mengirimkan pesan pada orang yang tadi menghubunginya.


Jo Fisher menatap Gina dan Liu Gong secara bergantian sambil menunggu apa yang sedang Anna lakukan.


Tak lama kemudian, Anna mengangkat kepala dan mengalihkan tatapannya dari layar smartphone pada Jo Fizer. “Saya sudah mendapat izin dari walinya. Berarti, saya hanya tinggal berbicara pada Yola Silvia, kan?"


Yola Silvia, seorang siswi berusia 19 tahun dari wilayah pertengahan kota. Dia hanya tinggal bersama saudara laki-lakinya. Yola menjadi siswi di kelas A karena dia berhasil membawa 3 rekan bersamanya untuk melewati ujian ke 3. Selain hal itu, tidak ada yang spesial darinya.


'Lagian, dia hanya siswi berperingkat F. Apa yang spesial darinya?'


“Apa dia kenalan mu, siswi Anna?” tanya Jo kemudian.


“Kakaknya bekerja pada saya.” Sahut Anna.


Jo melirik pada Gina dan melihat Gina mengangguk pelan saat bertemu pandang dengannya.


Jo kembali menatap Anna dan bertanya, “Apa pekerjaan mu?”


“Saya pengusaha.” Sahut Anna singkat.


“Pengusaha?”


“Ya.”


Jo Fizer mendengus. Bukan hak nya untuk bertanya lebih jauh, walaupun dia penasaran usaha apa yang di jalankan seorang gadis remaja seperti Anna, jadi dia tidak melakukannya.


“Kau bisa menanyakan sendiri padanya. Kalau dia setuju, maka kau bisa membawanya bersama mu.” Ucap Jo Fizer yang akhirnya memberikan izin bersyarat.


Anna tersenyum. “Tentu saja.” Anna kemudian mengembalikan smartphone ke dalam kantong seragamnya lalu kembali berbicara, “Saya akan membawakan Akademi seorang yang sangat spesial sebagai hadiah karena Anda sudah menyetujui persyaratan saya.”


Jo Fizer hanya menanggapinya dengan memberikan tatapan acuh tak acuh.


“Saya akan membawa seorang Hunter pemula berperingkat S untuk mengikuti ujian penerimaan susulan.”


“Apa?!”


Jo Fizer, Wang Liu Gong dan Gina Stewart tersentak bersamaan dan kini ketiganya menatap dengan tak percaya pada Anna.


Akademi memang akan mengizinkan seorang Hunter pemula yang baru di bangkitkan di peringkat B ke atas untuk bergabung bersama Akademi di tengah-tengah tahun ajaran dengan syarat Hunter itu harus mengikuti ujian penerimaan juga, sama seperti siswa lainnya.


Tapi, calon siswa harus mencari 9 orang lain untuk membantunya mengikuti ujian ke 3 saat harus berhadapan dengan monster virtual.


“Siswi Anna. Tolong jangan bermain-main.” Ucap Jo Fizer dan menatap tajam Anna.


Anna mengabaikan peringatan itu dan melanjutkan penjelasannya yang tadi terpotong pekikan terkejut ketiga orang itu.


“Dia adalah saudara Yola Silvia. Kalau keadaannya memungkinkan, saya akan membawanya besok.” Ucap Anna. Dia kemudian menoleh pada Gina yang sedang menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya. “Apa kau bisa menjadi wali nya?”


Seakan di tampar dengan pertanyaan itu, Gina tersadar dari lamunannya saat mendapatkan kejutan lain. “Aku?”


“Ya. Sebagai seorang siswa, siapapun harus memiliki seorang wali, kan? Dia tidak memiliki anggota keluarga lain selain adiknya yang juga seorang siswi Akademi.” Anna menjelaskan.


Anna tahu, seorang yang sudah menjadi siswa di Akademi, tidak bisa mewakili saudara atau keluarga yang sudah menjadi wali nya untuk menghindari tidak adanya pertanggung jawaban jika calon siswa yang bersangkutan melakukan sebuah masalah.


Gina mengangguk pelan. Dia akan selalu setuju dengan kemauan Anna, terlebih setelah dia tahu kekuatan gadis itu.


“Tapi, izinkan aku bertemu dengannya terlebih dahulu.”


“Tentu.”


Setelah semua pembicaraan selesai. Jo Fizer mempersilahkan Anna untuk meninggalkan ruangannya dan bergabung di kelas siang bersama kelas B dan juga berbicara pada Yola Silvia mengenai persyaratan tadi.


Gina menemani Anna dalam perjalanan ke ruang ganti, sementara Liu Gong masih menunggu Riko di ruangan kepala Akademi untuk menandatangani dokumen perpindahan siswa dan perpindahan tanggung jawab mereka sebagai wali kelas.


°°°


“Siapa Hunter berperingkat S itu?” tanya Gina dalam perjalanan mereka ke ruang ganti.


“Dia supir pribadi ku.” Sahut Anna.


"Dia baru dibangkitkan?"


Anna menggelengkan kepalanya. "Tidak, dia mendapatkan bantuan kenaikan experience point."


Gina menatap Anna dengan bingung, lalu bertanya kembali, "Apakah dia dulunya seorang Hunter peringkat A?"


"Dia dulu berperingkat F." sahut Anna yang kemudian tertawa. Dia berpikir pertanyaan itu sangat lucu. "Bagaimana seorang Hunter peringkat A hanya menjadi seorang supir pribadi?" pikir Anna.


Namun, saat Anna menyadari bahwa pertanyaan Gina itu sudah benar, dia akhirnya kembali menatap Gina dengan tatapan malas.


"Dia memiliki sponsor." Anna memperbaiki jawabannya.


Untuk seorang dengan peringkat F menjadi peringkat S dalam waktu singkat, sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat luar biasa besar.


Bahkan keluarga Lloyd yang kaya raya saja belum mampu untuk meningkatkan experience point Brandon dari peringkat A ke peringkat S.


Biasanya, hanya Hunter-hunter elit dunia atau Hunter elit yang bekerja di agen rahasia Asosiasi yang memiliki dana untuk melakukan peningkatan experience point sebanyak itu.


Gina akhirnya mengangguk pelan dan tidak ingin menanyakannya lebih lanjut. Gina berpikir, toh dia akan bertemu dengan Hunter pemula yang Anna maksud dalam waktu dekat.


Saat mereka sudah tiba di depan ruang ganti, Gina memegang kedua tangan Anna di genggamannya. Dia menatap kedua tangan Anna sebentar sebelum tatapannya beralih pada kedua mata indah Anna.


"Aku minta maaf atas keributan yang Luke lakukan. Aku akan berbicara padanya nanti." Ucap Gina dengan wajah menyesal.


Anna menatap kedua mata sayu Gina dengan lembut.


"Dia hanya menginginkan cinta seorang kakak."


Gina menggelengkan kepalanya. "Bukan hanya itu. Aku dapat mengerti mengenai apa yang kau katakan. Tapi..., dia memang agak berubah sejak tinggal di Amerika."


Anna mendesah pelan. "Cassey juga dulu sangat baik pada ku." ucap Anna pelan.


Gina diam. Dia mengerti apa yang Anna maksudkan di balik perkataannya.


Gina kemudian mengingat perihal undangan yang tadi Anna terima, saat Anna menyebutkan nama saudari tirinya barusan.


"Apa kau serius ingin bertemu keluarga mu tanpa melaporkan dulu tindakan kejahatan mereka pada Asosiasi?"


"Tidak apa-apa, aku bisa mengatasinya sendiri." sahut Anna


•••••••