
“Ikuti aku!” perintah Gina pada anggota tim, setelah tubuh boss Dungeon ambruk berdebum di tanah yang becek dan lembab.
Gina tadi sempat melihat sekilas ada seseorang telah melompat ke arah Davina, sebelum tinju raksasa Gorila mengenainya. Dan ia tahu, orang itu pasti Gus Stevin yang telah mengorbankan tubuhnya sendiri untuk melindungi rekannya.
Seluruh anggota tim akhirnya berlari mengikuti Gina masuk ke dalam hutan.
Saat sudah berada di area hutan, Gina meningkatkan kepekaannya dalam mendeteksi energi Mana dua Hunter yang tadi terpental jauh ke dalam hutan.
Saat Gina akhirnya dapat merasakan energi Mana mereka yang sangat samar, Gina menambah kecepatan larinya menuju lokasi itu.
Setelah menemukan keberadaan mereka, Gina langsung berlari mendekati Gus Stevin yang terlihat sedang mengerang menahan rasa sakit akibat dampak serangan pamungkas Gorila. Dari mulutnya mengalir darah segar. Armor nya tampak hancur, terutama pada bagian punggungnya.
Gina membalikan tubuh Gus Stevin dengan perlahan sambil menoleh pada Davina yang tergeletak tak jauh dari situ.
Sembari berusaha memulihkan kondisi Gus Stevin, Gina juga mengirimkan skill penyembuh pada Davina. Saat energi sihirnya bersentuhan dengan wanita itu, Gina merasa sedikit lega karena mengetahui luka dalam Davina tidak separah Gus Stevin.
Berbeda dengan fisik seorang Tanker, Assassin pasti akan terluka sangat parah bahkan akan langsung mati jika terkena serangan langsung seperti yang dilepaskan Gorila tadi. Karena itu, Gina merasa sangat bersyukur mengetahui Gus Stevin telah berusaha melindungi Davina, walaupun pada akhirnya terluka parah.
Davina ingin berusaha duduk saat ia sudah mendapatkan sedikit kekuatan, namun membatalkan niatnya saat melihat Gina menggelengkan kepalanya.
“Istirahatlah. Kerja yang sangat bagus.” Gina tersenyum lembut pada Davina sebelum menoleh kembali pada Gus Stevin.
Gina kini dapat mengonsentrasikan seluruh energi Mana dan mengirimkan skill penyembuhnya yang lebih besar melalui kedua telapak tangannya pada Gus Stevin.
Setelah Gina berada sekitar 3 menit di tempat itu, barulah tim raid yang tertinggal jauh di belakangnya akhirnya tiba.
Dua Healer yang baru tiba, langsung menghampiri Gus Stevin dan Davina. Mereka juga bergegas menggunakan skill nya untuk membantu pemulihan kedua rekan mereka, walaupun kemampuan yang mereka miliki jauh dari kemampuan Gina karena mereka berdua masih berperingkat C dan D.
Hunter lain yang hanya bisa menyaksikan proses penyembuhan itu menjadi sangat gelisah. Mereka baru saja membersihkan Dungeon setelah selama dua hari berjuang bersama, namun tidak ada dari mereka yang merasa bangga dengan hasil yang baru saja mereka capai.
Keberhasilan dengan adanya korban di antara mereka, tentu tidak akan menjadi pencapaian yang menyenangkan.
Namun, tak lama kemudian, semangat anggota tim akhirnya kembali saat melihat kulit tubuh Gus Stevin dan Davina yang sebelumnya membiru telah berangsur-angsur kembali ke keadaan normal.
Melihat kedua rekannya telah pulih, Gina menghentikan penggunaan skill nya. Ia mengambil health potion dari dalam tas pinggangnya, lalu menyerahkan pada dua Healer yang sejak tadi melakukan pengobatan bersamanya.
“Sekarang sudah bisa memakai ramuan ini, tolong berikan pada mereka.”
Setelah menyerahkan 2 botol ramuan obat itu, ia pun kembali merogoh tas pinggangnya dan mengambil botol lain dan meminumnya sendiri untuk membantu mengembalikan energi Mana nya, walaupun hanya sedikit.
“Ayo kita keluar dari sini,” ajak Gina, setelah melihat semua orang baik-baik saja.
Tim penambang yang sebelumnya berada di lokasi yang agak jauh dari tim raid juga akhirnya tiba di tempat itu.
Mereka sebelumnya pergi ke lokasi boss Dungeon berada setelah menyelesaikan pekerjaan di area lain. Namun, saat mereka tidak menemukan tim raid di sekitar mayat boss Dungeon, mereka akhirnya mencari tim raid karena khawatir telah terjadi hal buruk pada tim penyerang tersebut.
Dengan mengikuti jejak kaki yang tampak jelas di tanah yang berlumpur, tim penambang akhirnya tiba di dalam hutan.
Melihat dua Hunter yang tampak masih belum sepenuhnya pulih dari cidera, tim penambang segera mengeluarkan tandu yang memang selalu mereka bawa jika diperlukan.
Beberapa dari mereka akhirnya membopong tubuh Gus Stevin dan Davina ke atas tandu.
“Ku rasa aku bisa berjalan sekarang.” Gus Stevin yang agak malu saat ditidurkan di atas tandu, hendak melompat berdiri saat tangan Gina menghentikannya.
“Tsk..., istirahat lah, bodoh!”
“...Y-ya...” sahut Gus dengan wajah memerah, saat semua orang menertawakan tingkah lucunya yang langsung menurut pada ketua guild.
“Hei Gus,” Davina yang juga berada di atas tandu, menatap pada Gus Stevin.
Gus Stevin menoleh pada Davina, “Ya?”
“Terima kasih...”
“Tidak perlu, sudah tugas ku.” Sahut Gus Stevin, seraya memaksa sebuah senyuman yang membuat sakit rahangnya yang masih terasa ngilu.
°°°
Walaupun hampir semua anggota tim adalah Hunter-hunter baru yang sebelumnya tidak saling mengenal, namun setelah selama dua hari berjuang bersama di dalam Dungeon, mereka akhirnya menjadi lebih akrab lagi.
90% dari anggota tim adalah Hunter-hunter yang baru bergabung dengan guild Nine Bears dalam satu bulan terakhir, setelah mereka lolos dalam seleksi perekrutan anggota guild.
Melihat guild baru yang memiliki dua Hunter peringkat SS dan satu Hunter peringkat SSSS sedang melakukan perekrutan, mereka yang kebanyakan berasal dari luar Kota C mencoba peruntungan untuk mendaftarkan diri.
Dan Hunter-hunter yang saat ini tergabung dalam tim, adalah mereka yang telah lolos seleksi ketat yang telah Gina Stewart dan Kevin Jung lakukan.
Berbeda dengan para anggota lain, Gus Stevin dan Davina bergabung setelah mereka mendapatkan permintaan langsung dari Gina yang tentu saja langsung mereka terima dengan senang hati.
•••
Rombongan sudah separuh jalan dari area boss Dungeon tadi berada, sementara tim penambang memisahkan diri dan bekerja di area tempat boss untuk mencari dan menambang kristal sihir, juga mengumpulkan mayat-mayat monster yang juga akan di bawa keluar dari Dungeon.
Terkadang, jika mereka beruntung, tim penambang juga bisa menemukan tumbuhan sihir yang biasanya di olah menjadi health potion dan mana potion.
Hasil-hasil dari raid Dungeon tentu saja akan memberikan keuntungan besar pada guild, apalagi Dungeon dengan peringkat tinggi seperti Dungeon ini.
Namun, keuntungan terbesar tentu saja hasil yang akan di dapat dari penjualan kristal sihir dan mayat monster.
Mayat monster akan di ekstrak energi Mana nya. Biasanya, energi Mana dari mayat monster Dungeon akan di ekstrak menjadi experience point yang secara otomatis akan meningkatkan kapasitas energi Mana para Hunter, juga akan menaikan peringkat mereka saat akumulasi experience point sudah terpenuhi.
Experience point sendiri, akan dibagikan secara merata pada seluruh Hunter yang melakukan raid, tanpa memandang siapa yang bekerja lebih keras. Namun, para Hunter juga dapat memilih, ingin mengosumsi experience tersebut, atau menjualnya dengan harga tinggi.
Daging dari mayat monster juga memiliki nilai bisnis yang tinggi. Daging-daging yang masih menyisakan energi Mana, akan di olah sebagai bahan bakar kendaraan dan listrik.
°°°
Dengan kemenangan besar yang baru saja mereka dapatkan, seluruh anggota tim berjalan kembali menuju gerbang dengan bersuka cita.
Obrolan mengenai hal-hal yang ingin mereka lakukan dari keuntungan raid, telah menjadi topik utama perbincangan.
Saking senangnya, mereka sampai tidak menyadari saat adanya sebuah perubahan pada Dungeon.
Di antara mereka, hanya Gina yang menyadarinya.
Gina yang berjalan di barisan paling belakang, menghentikan langkah kakinya dan menatap ke langit.
Di atas sana, Gina melihat pergerakan awan yang bergerak menuju ke satu arah dan pada akhirnya terkumpul di satu titik.
Namun, tak lama kemudian, seluruh anggota tim juga mengetahui perubahan yang terjadi saat lingkungan Dungeon yang tadinya gelap seakan berada di malam hari, kini tiba-tiba berubah cerah seperti di siang hari.
Hutan-hutan di sekitar mereka juga tiba-tiba menghilang, digantikan dengan perbukitan yang terbentuk dari batu. Hutan-hutan yang tadinya menjadi pemandangan di dalam Dungeon, benar-benar lenyap seakan tempat ini hanyalah Dungeon virtual yang baru saja lokasinya telah di ubah oleh tim teknisi.
Namun, ini adalah Dungeon nyata. Mereka semua dapat merasakan energi sihir yang sebelumnya telah menghilang, muncul kembali dengan aura jahat yang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Suasana tiba-tiba jadi sangat mencekam, saat mereka merasakan keheningan janggal yang sangat tidak wajar.
Namun, suasana hening tersebut hanya berlangsung selama beberapa detik saat suara petir tiba-tiba terdengar bersahut-sahutan di atas mereka.
Saat semua orang menoleh ke langit, mereka melihat sumber suara yang berasal dari gumpalan besar awan hitam yang berada di langit, yang mengeluarkan cahaya kilat menyambar-nyambar dan mengandung energi sihir yang sangat mengerikan.
Tubuh semua Hunter tiba-tiba bergetar ketika suara jeritan monster terdengar dari dalam awan. Tubuh mereka bukan bergetar karena terkejut ataupun takut. Namun karena energi sihir yang terkandung dalam suara tersebut.
Melihat perubahan itu, Gina menjadi sangat gelisah.
“Jangan-jangan, ini perubahan seperti yang terjadi tempo hari?” menyadari adanya bahaya, wajah Gina menggelap.
“Semuanya, cepat lari ke gerbang!" seru Gina dengan suara nyaring.
Mendengar perintah dari kapten tim, semua anggota tim langsung menurutinya tanpa mempertanyakan mengapa mereka harus segera berlari pergi.
Walaupun mereka tidak bisa merasakan energi sihir kuat yang tiba-tiba muncul, mereka tentu akan mengikuti perintah kapten tim. Apalagi dengan keadaan seperti sekarang, saat mereka dapat merasakan energi sihir yang bahkan membuat kaki terasa lemas, tentu saja mereka langsung lari dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
•••