
Setelah Eiko merekam wajah beberapa Hunter yang harusnya sudah meninggal, Anna membawa mereka ke bagian depan ruangan besar itu, dimana ada 3 tabung besar yang berisi makhluk kloning yang menyerupai dirinya, Rin dan juga Ren.
Anna memerhatikan ketiga makhluk itu dengan seksama. Ia tahu, mereka berwajah dan berpenampilan persis seperti dewi Ann, dewa Erv dan dewi Lyn. Tapi, DNA mereka bukan diambil dari ketiga dewa tersebut.
Ketiga makhluk itu diciptakan dari DNA nya, DNA Rin dan DNA Ren.
Saat Anna masih memerhatikan ketiga makhluk kloning itu, sosok pria berjubah hitam tiba-tiba muncul di dekat mereka.
Sosok yang wajahnya tertutup topeng besi itu tertawa nyaring saat melihat Anna ada disitu.
Ia tahu, Anna adalah makhluk ciptaan yang selama ini dibicarakan diantara kawanannya yang dianggap sebagai makhluk duplikat dewi Ann yang sangat berbahaya.
"Oh, kau datang sendiri?" ucap Anna, sembari menatap hina pria bertopeng yang memakai jubah hitam panjang itu.
"Kau terlalu santai, makhluk ciptaan," ucap pria bertopeng dengan menatap rendah Anna dari balik topengnya.
"Tidak. Kaulah yang terlalu santai," sahut Anna. Ia tersenyum cuek. Benar-benar menganggap pria bertopeng itu seperti sehelai kain hitam yang tak berarti.
"Kau berani sekali! Kau tidak tahu siapa aku?!"
"Walaupun kau memakai topeng, aku tahu kau Lucifer," sahut Anna, sembari tersenyum sinis.
Kedua mata merah Lucifer melebar. Ia tak menyangka makhkuk duplikat dewi Ann itu bisa mengenalinya. Padahal tidak pernah ada yang tahu identitasnya selama ini. Ia pun tidak pernah bertemu dengan kawanannya, para malaikat tersesat, dalam bentuk penyamarannya ini.
"Tolong jangan bunuh dia dulu, nenek guru," ucap Anna tiba-tiba, sambil menatap ke arah belakang Lucifer.
Lucifer curiga dengan arah tatapan itu dan ia pun berbalik.
Betapa terkejutnya Lucifer saat melihat malaikat tertinggi pusaran putih, Lorelei, sudah berada di belakangnya tanpa ia sadari sama sekali kehadirannya. Lorelei sengaja langsung mengunci energi Mana nya saat tiba di tempat itu.
Lucifer sadar, sekuat apa pun dirinya, sebanyak apa pun energi Mana iblis yang sudah diterimanya, ia tahu bahwa Lorelei bukanlah lawannya.
Sontak saja Lucifer mundur dengan sangat ketakutan. Namun, ia tiba-tiba menabrak sesuatu yang ia tahu merupakan tubuh orang lain, dengan punggungnya yang gemetar.
Ia pun melesat menjauhi Lorelei dan orang lain yang bertabrakan dengannya.
Nafas Lucifer hampir putus saking terkejutnya melihat Nordic, malaikat tertinggi dari pusaran kuning berada disitu juga, bersama Lorelei.
Jika tadi ia merasa akan mati, kali ini ia merasa bahwa dirinya pasti mati karena dua keturunan Serafim itu berada dihadapannya.
"Kenapa kami tidak boleh membunuhnya, nona Anna?" tanya Nordic dengan sopan.
Anna tersenyum lembut pada Nordic. Ia kemudian mengalihkan tatapannya pada Lucifer. Pada saat itu, senyumnya berubah sinis.
"Aku mau bermain-main sedikit dengannya, tuan Nordic."
"Begitu...," Nordic menatap pada Lorelei yang mengangguk pelan padanya lalu tertawa.
"Kami tinggalkan dia padamu, Anna," ucap Lorelei.
"Ya, nenek guru."
Setelah itu, Lorelei dan Nordic lenyap.
•••
Lucifer menatap Anna dengan takjub. Ia merasa gadis itu sudah menyelamatkannya.
Setelah rasa putus asanya perlahan sirna, Lucifer tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang kau tertawakan?"
"Kau bodoh! Kau tahu? Kau sudah membuang satu-satunya kesempatan untuk melenyapkanku."
"Jangan khawatir. Masih ada kesempatan lain."
"Kau pikir aku tidak bisa merasakan energi Mana mu? Aku tahu kau kuat. Tapi, kau hanyalah makhluk ciptaan. Kau ingin berbicara omong kosong pada ku? Kau tak tahu siapa aku?! Kau lah yang akan mati disini. Tidak akan ada kesempatan lain lagi bagimu untuk bertemu denganku!"
Saat Lucifer mengatakan kalimat terakhir, kata-kata itu ia ucapkan dengan memberikan penekanan kuat yang disertai kekuatan sihir yang mengerikan.
Kekuatan sihir yang membuat laboratorium besar itu bergetar, hingga memecahkan ribuan tabung-tabung kaca berisi makhluk kloning.
"Dewi Lyn saja bisa kuperdaya. Apalagi kau yang cuma..."
Kalimat Lucifer terpotong saat Anna mengucapkan mantra yang langsung membuatnya bergidik.
"The Path of Truth, part 5. Hell's Kitchen."
Mata Lucifer melebar. Itu adalah mantra dari kitab dewi Arnix yang pernah didengarnya, tapi belum pernah dilihatnya.
Ia tahu, itu adalah sihir terkuat di alam para dewa, yang hanya kalah oleh sihir dari kitab dewa Arnix.
Tapi, ditengah keterkejutannya, Lucifer berusaha tidak memercayai apa yang baru didengarnya.
Ia tahu, sangat tidak mungkin dewi Lyn yang menjadi satu-satunya pewaris kitab dewi Arnix itu mewariskan sihirnya lagi pada dewa lain, terutama pada seorang makhluk ciptaan.
Lucifer akhirnya menoleh, pada ribuan makhluk kloning yang kini mulai terpanggang api keemasan, yang ia tahu bahwa itu adalah benar-benar api penghukuman milik dewi Lyn.
"T-tidak mungkin... K-kau..."
"Larilah selagi kau bisa."
Setelah melihat kebenaran dari sihir yang nyata itu, tentu saja Lucifer langsung membuka gerbang dan melarikan diri dari tempat itu.
•••
Eiko dan Jirou gemetar.
Bukan karena kekuatan yang Anna tunjukkan, namun karena aura sihir Lucifer yang sangat mengerikan.
Mereka tidak bisa merasakan aura sihir Anna. Jadi, mereka selalu kebingungan bagaimana Anna bisa sekuat itu tanpa memiliki energi Mana.
Tapi, mereka bisa merasakan energi Mana Lucifer. Energi Mana paling mengerikan yang pernah mereka rasakan sepanjang hidup, yang bahkan langsung membuat kedua Hunter itu jatuh terduduk akibat tak sanggup menahan aura sihirnya.
Anna memang sengaja tidak melindungi mereka. Ia ingin kedua orang itu tahu bagaimana kuatnya lawan yang akan datang ke Bumi nanti.
Tapi, Eiko dan Jirou jauh lebih terkejut lagi saat melihat Lucifer seakan lari ketakutan setelah melihat semua manusia kloning itu terbakar oleh api keemasan, yang juga tidak memancarkan aura sihir sama sekali.
Walaupun begitu, Eiko dan Jirou tahu bahwa sihir yang baru saja Anna lakukan itu sangat luar biasa.
Selain langsung membakar musnah seluruh manusia kloning, sihir itu bahkan langsung menguapkan air yang harusnya membanjiri ruangan itu, sampai hilang tak berbekas.
Anna menghampiri Eiko dan Jirou. Ia meminta agar Eiko mengambil smartphone yang terjatuh dari tangannya dan melanjutkan rekaman.
"Kalian sudah lihat dan merasakan energi sihir makhluk itu, kan?"
Eiko dan Jirou mengangguk cepat.
"Lawan yang akan datang nanti, jauh lebih kuat dari dia. Jadi, untuk semua Hunter di seluruh dunia, tolong jangan ikut campur dalam pertempuran. Biar kami dari Nine Bears yang akan menangani pertempuran terakhir ini," ucap Anna, sambil menatap kamera.
Setelah Anna selesai berbicara, ketiga tabung besar dibelakangnya pecah.
Jika tadi Eiko dan Jirou merasa tekanan yang sangat besar pada saat kemunculan Lucifer, kali ini nafas mereka benar-benar hampir putus dan kepala mereka hendak meledak saat tiga makhluk kloning keluar dari dalam tabung.
Kekuatan sihir Lucifer memang sangat mengerikan. Tapi, kekuatan Lucifer tidak ada apa-apanya jika harus dibandingkan dengan salah satu dari ketiga makhluk kloning tersebut.
•••