
Bangsa Anunnaki tinggal di sebuah planet yang mereka namai Nibiru.
Tidak seperti planet lain, planet Nibiru memiliki dua lapis daratan yang terpisah antara dunia atas dan dunia bawah, juga dengan dua jenis masyarakat yang menjalani kehidupan berbeda. Mereka juga tidak saling terhubung, walaupun mereka saling tahu antara satu dan lainnya.
Dunia bawah memiliki 7 dewa yang mereka percayai sebagai dewa penjaga Nibiru dan penghakim kejahatan yang di lakukan oleh bangsanya sendiri mau pun yang datang dari luar Nibiru.
Dewa-dewa itu adalah dewa Igigi, sang panglima perang dan 6 bawahannya yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Para bawahan dewa Igigi adalah dewa Enlil, dewa Enki, dewa Nanna, dewa Ninhursag, dewa Inanna, dan dewa Utu.
Dunia bawah juga memiliki peradaban yang sangat maju dan modern jika harus dibandingkan dengan peradaban Bumi.
Sementara di dunia atas, yang sebelumnya Anna kira adalah sebuah atmosfer, mereka memilih hidup dengan peradaban yang masih sangat kuno, sama seperti yang dilakukan bangsa Elf.
Peradaban kuno yang mereka miliki bukan karena tingkat kecerdasan yang berada di bawah para masyarakat berperadaban modern. Mereka masih berada dalam kehidupan tersebut karena pilihan yang mereka buat.
Anna juga pernah bertanya pada Tzaca, bangsa Orc, kenapa mereka masih memilih cara hidup kuno dan menciptakan peralatan perang yang terkesan kuno.
"Ini adalah kesenangan kami dewi agung. Anda tidak akan bisa memahaminya kecuali Anda adalah Orc."
Ucap Tzaca kala itu, saat Anna bertanya padanya.
°°°
Hal itu sama seperti yang penduduk dunia atas planet Nibiru sukai. Mereka lebih suka bertarung dengan menggunakan kekuatan sihir dalam menjajah bangsa asing, di bandingkan penduduk dunia bawah yang menyukai peralatan canggih yang mereka gunakan sebagai perlengkapan tempur.
Melalui lubang hitam kecil yang mereka ciptakan dari sihir ajaran dewa mereka, dewa Anu, penduduk dunia atas melanglang buana baik itu di dimensi mereka sendiri atau pun menyeberangi dimensi lain hanya untuk bertarung, menjajah dan mengambil sumber daya dari planet asing.
Sedangkan penduduk dari dunia bawah adalah bangsa penjajah yang tidak menggunakan cara kuno dan keras seperti penduduk dunia atas. Mereka biasanya menjajah melalui pendekatan pada calon jajahan mereka. Mereka memberikan ilmu pengetahuan, sebelum akhirnya mengambil sumber daya sebuah planet.
•••
Mengenai para dewa penduduk dunia bawah, dewa Igigi adalah dewa yang haus akan pujian dan ingin mencetak sebuah prestasi agar ia dapat di kenal dalam dunia para dewa.
Namun, ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya.
Jadi, ketika planet mereka sendiri akhirnya di jajah, dewa Igigi dan para dewa bawahannya mengira bahwa dewa dari galaksi lain akhirnya mencampuri urusan yang para ciptaan lakukan.
Dewa Igigi sebenarnya sudah lama menantikan hal itu. Ia selalu mengamati kebiasaan para ciptaan di planet Nibiru yang suka berperang dan menjajah bangsa lain.
Dia sangat menantikan kesempatan seperti yang ia dapatkan saat ini. Saat dewa dari galaksi lain akhirnya mencampuri urusan para ciptaan yang tidak suka di jajah oleh bangsa ciptaan dari galaksinya.
Dewa Igigi dan 6 dewa bawahannya yang selama ini hanya di anggap sebagai dewa perang kelas dua, sangat ingin menunjukkan kekuatan mereka di hadapan para dewa agar mereka bisa di sejajarkan dengan para panglima perang tertinggi yang biasanya di percaya dewan pengawas sebagai pemimpin perang melawan iblis dari dua dimensi berbeda.
Dewa Igigi bahkan sangat senang ketika lawan yang muncul di hadapannya adalah dewi Ann yang terkenal. Karena itu, dewa Igigi menggunakan seluruh kekuatannya untuk bisa mengalahkan dewi perang yang paling terkenal dan termashyur di alam para dewa itu.
Dewi Ann sendiri, sangat terkenal karena kehebatan kitab sihir keluarga Arnix yang konon, di berikan langsung oleh sang Absolut, sang pencipta seluruh semesta.
Sampai-sampai, apabila ada panglima perang yang bisa bertahan dari kekuatan sihir dewi Ann, mereka akan mendapatkan rasa hormat lebih dibanding lainnya.
Namun, saat dewa Igigi sudah bertarung sendiri melawan dewi perang yang dikatakan sebagai yang terkuat, ia hampir tidak percaya bahwa dirinya bisa memenangkan pertarungan itu dengan sangat mudah.
Sampai akhirnya, secara tidak sengaja ia mengingatkan 'sang dewi' untuk menggunakan kedua pedangnya yang juga sangat terkenal.
Dewa Igigi berpikir, "Jika tidak bisa mengalahkannya saat menggunakan kekuatan penuh, maka kemenangannya akan terasa sangat hambar."
Namun, ia tidak menyangka bahwa kekuatan sihir dan energi Mana pedang kembar itu sangatlah mengerikan.
Ritual pemanggilannya saja dapat membuat planet Nibiru beserta isinya porak poranda. Dan saat pedang itu mulai beraksi? Pedang itu bahkan langsung menembus tubuhnya hanya dalam 1 kali serangan.
Energi sihir dari pedang berbilah merah yang tertinggal di dalam tubuhnya, bahkan membuatnya tidak bisa berteriak untuk memperingatkan 6 dewa pengikutnya saat melihat mereka bergerak untuk menyerang 'sang dewi' yang sudah berdiri bersama pedang kembarnya.
•••
Sratttt...! Srattt...!
Anna langsung mengarahkan mata pedang kembar pada dua leher penyerangnya.
Kedua dewa itu sangat terkejut dengan betapa cepatnya gerakan pedang yang mengarah ke leher mereka, sehingga keduanya kompak untuk mengangkat tinggi pedang dan menghalangi tebasan.
Namun, pedang merah dan biru itu bahkan bisa memutuskan pedang mereka tanpa kendala apa pun. Bahkan, bukan hanya pedang mereka. Leher mereka juga ikut terputus karenanya.
Melihat betapa mudahnya kedua pedang itu memutuskan pedang lawan dengan sangat rapi, Anna yang menggunakannya juga ikut terkejut.
Setelah ia mengadu kedua tangannya dengan senjata lawan, ia tahu seberapa kuat senjata-senjata itu, yang pasti adalah senjata keramat milik para dewa.
'Mereka dapat membuntungi pedang-pedang itu dengan mudah?!'
Mengetahui seberapa hebatnya kedua pedang di tangangannya, Anna bahkan tidak memikirkan lagi untuk menangkis serangan lain yang datang dari arah belakangnya.
Saat musuh menebaskan pedang mereka ke punggungnya, Anna juga langsung menebaskan pedang biru pada lawannya.
Pedang biru langsung menghancurkan pedang yang ingin beradu kekuatan dengannya. Pedang itu membuntungi pedang lawan, sekaligus membelah tubuh lawan menjadi dua bagian.
Srattt...!
Setelah membunuh 1 lawannya lagi, Anna melompat dan berputar di udara sebelum akhirnya turun menerjang dua dewa lain, yang sangat terkejut saat mengetahui teknik berpedang lawan yang sangat efisien tanpa membuang banyak gerakan tidak perlu.
Tahu bahwa pedang kembar itu bisa memutuskan senjata mereka, dua dewa yang berada dalam target serangan langsung menggunakan sihir mereka untuk melakukan serangan jarak jauh, sekaligus memperkuat pertahanan yang mereka miliki.
Bisa menebak rencana lawan sebelum mereka melakukannya, Anna langsung melepaskan kedua pedangnya dan melontarkan kakinya di udara kosong untuk lompat menjauh, menghindari serangan.
Pedang kembar yang baru di lepaskan, melayang-layang menembus energi sihir pertahanan lawan dengan bergerak seirama gerakan kedua tangan Anna yang mengendalikan pedang dari jauh.
Pedang kembar terus masuk menembus ke dalam sihir pertahanan lawan sampai akhirnya memutuskan pedang lawan dan memenggal leher keduanya.
Saat kedua pedang hendak pergi menuju dewa Enlil dan bermaksud menghabisinya, dewa Igigi yang terluka parah akhirnya maju dan berusaha untuk menahan kedua pedang dengan sihirnya.
Namun, pedang merah yang memiliki kekuatan sihir api, dengan mudah mematahkan sihir dewa Igigi dengan membakar sihir pelindung yang dewa Igigi buat untuk melindungi pengikutnya.
Sihir api bahkan membakar habis seluruh tubuh dewa Enlil yang sontak saja berteriak meraung-raung akibat panas mengerikan yang membakar habis tubuhnya.
Saat pedang kembar berhasil menghabisi lawan yang tersisa, kedua pedang akhirnya terbang kembali menuju pemiliknya.
Anna sama sekali tidak memberikan jeda waktu pada dewa Igigi untuk memikirkan strategi bertarung atau merapalkan sihirnya lagi. Begitu kedua pedang sudah berada di genggamannya, ia langsung melompat maju dan menyerang dewa Igigi dengan kecepatan terbaik yang ia miliki.
Slashhh... Slashhh...
"Arghhhh!!!"
Suara teriakan nyaring yang keluar dari mulut dewa Igigi akibat rasa sakit karena hawa panas menyengat dan hawa dingin yang menusuk tulang di kedua pangkal lengan yang baru saja di buntungkan Anna, terdengar sangat memilukan.
"Kau ternyata sangat lemah," ucap Anna dengan suara dan tatapan yang sama dinginnya sembari menodongkan pedang berbilah merah pada leher dewa Igigi yang langsung saja berlutut memohon ampun.
"Ampuni hamba, dewi Ann! Hamba sangat menyesali perbuatan hamba yang tidak tahu kekuatan sang dewi!" seru dewa Igigi yang kemudian menangis meraung-raung di bawah ancaman pedang Anna. Ia tahu, jika tidak berusaha untuk mendapatkan ampunan, ia pasti akan tewas bahkan sebelum dewan pengawas para dewa mengirimkan utusan untuk menghukum dewi Ann, yang ia kira telah mencampuri urusan para makhluk ciptaan.
Namun, hanya beberapa detik setelah dewa Igigi berlutut dan memohon ampun, semua makhluk yang masih hidup di planet Nibiru, tiba-tiba merasakan aura kuat yang sangat mengerikan, hadir di antara mereka.