Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 162 - Raid Di Kepulauan Fiji (9)


Anna mendecakkan lidahnya. Ia memejamkan kedua matanya sebentar untuk menekan rasa marah yang tiba-tiba muncul di hatinya saat ia tidak melihat pantulan wajahnya di permukaan air anggur dalam gelas.


Anna tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. Hal ini pernah terjadi padanya ribuan tahun lalu saat ia sedang melewati pelajaran dari visi dalam pikirannya untuk melewati halusinasi yang terjadi padanya selama ratusan tahun.


'Sialan, berani-beraninya mereka membuat ku mengalami hal yang paling ku benci ini.'


Anna meletakkan kembali gelas di tangannya ke atas meja tanpa meminum isinya sama sekali.


"Pantas saja ada yang aneh," gumam Anna. "Biasanya kepala ku langsung sakit saat aku berada di sebuah tempat yang tidak terhubung langsung ke Bumi."


Anna menatap makhluk di hadapannya yang baru saja mengosongkan isi gelasnya dan kembali berbicara dengan sopan dan penuh rasa hormat pada Anna.


Anna mengabaikannya karena ia tahu sedang berhalusinasi dalam pengaruh sihir lawan.


Namun, makhluk itu terus berbicara padanya walaupun Anna tidak menggubrisnya sama sekali.


Anna telah berhasil mematahkan sihir halusinasi itu, hingga makhluk di hadapannya kini tidak merespon lagi pada gerak-gerik Anna dan hanya terus berbicara.


Anna berdiri dari kursinya. Hal pertama untuk mematahkan sihir sudah berhasil dilakukannya.


Anna hanya perlu sadar bahwa ia sedang berhalusinasi, maka ia akan terlepas dari dunia ilusi ini. Hal itu yang dulu lambat ia sadari saat masih berada di planet asing.


°°°


Anna menggunakan waktunya untuk berjalan-jalan di sekitar ruangan, sementara makhluk itu terus berbicara pada tempat kosong di hadapannya.


Yang kini harus Anna lakukan hanyalah mencari cara untuk keluar dari dunia ilusi yang mengekangnya.


"Jadi mereka membuat ku seakan berada di ladang gandum supaya aku kehilangan kewaspadaan. Membuat pasar dan kastil. Jamuan makan siang...," Anna menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertunduk dan mengurut pelipis dengan satu tangannya, merasa malu dengan keteledoran yang ia lakukan.


"Tapi bagaimana cara mereka menghipnotis ku?"


Anna pergi ke luar ruang perjamuan dan terus pergi sampai ia keluar dari kastil itu dengan berjalan kaki tanpa terburu-buru.


Di akhir pembelajarannya, Anna diberi tahu cara untuk menangkal sebuah ilusi dan hal itu perlu bantuan orang lain untuk melakukannya. Karena itulah Anna memilih berjalan-jalan terlebih dulu untuk melihat-lihat keadaan.


Sepanjang perjalanan, ia mencoba berjalan dengan menabrakkan tubuhnya pada para pelayan yang berpapasan dengannya, namun tubuh pelayan-pelayan itu menembusnya.


Anna akhirnya sampai ke depan gerbang yang tertutup rapat. Ia berjalan terus tanpa memerdulikan pintu gerbang yang masih tertutup dan para penjaga yang diam mematung di depan gerbang. Anna berjalan terus hingga menembus pintu gerbang dan keluar dari lingkungan kastil.


'Hebat sekali, tingkat pembuatan dunia ilusi ini, bahkan sangat sempurna dibandingkan dunia mimpi. Aku pasti tidak akan tahu jika aku dulu tidak pernah mengalaminya.'


Beberapa lama kemudian, Anna tiba kembali di ladang gandum tempat ia pertama kali tiba.


Anna bermaksud untuk mencari gerbang yang membawanya ke tempat itu, namun tidak menemukan apapun disana. Ia hanya berharap akan menemukannya agar tidak membutuhkan bantuan dari luar untuk membuatnya kembali tersadar dari pengaruh sihir.


"Bagaimana cara supaya aku bisa keluar dari dunia ilusi ini tanpa bantuan?"


Sambil memikirkan cara untuk kembali ke dunia nyata, Anna bepergian keliling dunia ilusi tersebut. Dunia itu di buat dengan sangat baik bahkan terlihat sangat nyata seperti benar-benar ada.


Hanya saja, dunia itu seperti hologram yang langsung menembus tubuh ketika ia menyentuhnya.


Anna akhirnya berhenti di suatu tempat dan berusaha membuka gerbang ke dunia buatannya, namun hal itu ternyata tidak bisa dilakukan, seperti yang sudah diduganya. Anna hanya ingin mencobanya saja.


Setelah seharian berputar-putar di dunia itu, Anna nekat untuk mencoba berteleportasi agar bisa kembali ke Dungeon. Ia sudah siap mengambil resiko jika harus sampai kehabisan energi Mana saat melakukan perjalanan antar galaksi seperti sebelumnya, namun ternyata ia tidak bisa berteleportasi.


'Yah, tentu saja tidak bisa. Bagaimana aku bisa berteleportasi ke Dungeon yang berada di Bumi saat aku memang sudah berada di sana?'


Namun demikian, Anna mencoba membayangkan tempat lain.


Ia membayangkan tempat dimana Gus Stevin dan Davina berada, sampai lokasi di laboratorium bawah tanah. Berharap ia akan bisa berpindah dari dalam goa ke tempat-tempat tersebut dan tersadar secara paksa tanpa bantuan orang lain. Namun, semua hal itu tak bisa dilakukannya.


Saat Anna sudah menunggu lama tapi sepertinya rekan-rekannya tidak berhasil menemukan tubuhnya di dalam goa, Anna akhirnya mulai merasa frustasi.


"Apa mereka telah di kalahkan dua puluh makhluk itu? Tapi itu tidak mungkin, kan?"


Namun, tak lama kemudian, ia tiba-tiba merasa sakit di bagian kepalanya. Rasa sakit yang datang secara tiba-tiba tersebut, membuat pandangannya berbayang dan seluruh pemandangan di sekelilingnya menjadi kabur.


Anna akhirnya menyeringai senang dengan keadaan itu.


"Ah... Rupanya kalian memang bisa diandalkan."


•••


Di Dungeon, Miyuki yang masih berdiri berhadapan dengan Anna, akhirnya memutuskan untuk bertarung lagi setelah ia mengamati kondisi Anna, yang masih bertatapan dengannya tanpa ekspresi.


Ia akhirnya bisa menebak apa yang terjadi pada rekannya itu dan menyusun rencana untuk bisa membuat Anna kembali pada keadaannya semula.


《"Gina, Bimo, tolong lindungi aku."》


"Kau akan melawannya lagi?" tanya Gina dengan khawatir.


《"Kita tidak punya pilihan. Kau lihat matanya? Tatapannya kosong. Dia seperti terkena hipnotis."》


《"Selain karena tatapannya yang kosong, dia juga bertarung tanpa menggunakan energi sihir sama sekali. Sepertinya Anna tidak bisa menggunakan sihir saat berada di bawah pengaruh hipnotis."》


"Tapi..., bagaimana orang sepertinya bisa terkena hipnotis?" tanya Kevin yang merasa hal itu tidak masuk akal bisa terjadi pada Anna.


Saat mereka masih berbicara, wanita berambut pirang yang dapat mendengar pembicaraan itu meneriakkan sebuah perintah.


Anna kembali menyerang avatar Miyu begitu dia mendapatkan perintah.


Wushhh...


Sambaran sihir api jarak jauh Kevin langsung terlontar menuju Anna, saat ia melihat Anna mulai bergerak untuk menyerang avatar Miyu.


Kevin melakukan serangan jarak jauh agar Anna tidak bisa langsung mendekati avatar Miyu.


Bimo juga langsung menggunakan sihir pelindung untuk melindungi semua rekannya, termasuk Gus Stevin dan Davina yang berada jauh dari tempatnya berada.


Setelah pelindungnya aktif, Bimo meningkatkan aggro skill nya sampai ke batas maksimal, agar Anna fokus menyerang dirinya.


Namun, usaha kedua Bimo gagal. Anna sama sekali tidak terpengaruh pada skill nya dan Anna masih berusaha menembus serangan-serangan jarak jauh Kevin dan sihir pelindung Bimo yang mengelilingi avatar Miyu.


Sementara Gina, ia terus memberikan buff untuk menjaga agar energi Mana semua rekannya tidak terkuras habis.


Anna terus berusaha menghindari serangan jarak jauh Kevin sambil sesekali mendekati avatar Miyu hanya untuk menghancurkan tembok sihir transparan yang Bimo buat.


Dannngggg... Dannggg... Dangggg.... Dannnggg...


Setelah 3 sampai 4 kali memukuli dinding pelindung itu, Anna kembali berlompatan untuk menghindari sihir lidah api dan bola api yang Kevin kirimkan padanya.


《"Aku akan menyerangnya saat ada kesempatan. Tolong lakukan terus seperti ini."》Pinta Miyuki.


"Kau akan menyerang untuk melukainya?" tanya Gina.


《"Aku akan melakukannya kalau aku bisa."》Sahut Miyuki yang kemudian tersenyum miris.


"A-apa? Miyu, kita tidak boleh melukainya."


《"Kau pikir avatar ku mampu melakukannya? Aku tahu sekuat apa tubuhnya walau tidak dilindungi energi sihir. Tenanglah, aku hanya ingin melepaskan pengaruh hipnotisnya."》


°°°


Sementara itu di atas tebing.


Wanita berambut pirang yang memiliki pendengaran tajam, dapat mendengarkan pembicaraan mereka dengan sangat baik. Sambil berkomat-kamit memberikan perintah jarak jauh pada Anna, ia terkadang memerhatikan pergerakan keempat Hunter itu satu per satu.


Ia sempat khawatir jika sampai hipnotis yang dilakukan pengikutnya pada Anna terlepas.


Ia tahu, jika sampai sihir itu terlepas hingga membuat Anna sadar dan menyerangnya, itu adalah hal yang mungkin akan berakibat fatal baginya.


Namun, setelah ia mengingat kembali bagaimana sulitnya sihir itu dipatahkan, ia dapat merasakan sedikit kelegaan.


Ia tadi sempat khawatir hanya karena perasaan takut mengingat bagaimana ngerinya jika harus bertarung melawan makhluk yang memiliki kekuatan Ann Arnix.


Wanita berambut pirang itu kembali yakin bahwa hipnotis nya tidak akan mudah untuk dihilangkan.


Ada dua unsur kuat yang membuat pengaruh hipnotis itu juga menjadi kuat.


Yang pertama adalah karena pengaruh darah iblis. Anna sudah terkena darah iblis yang berasal dari air terjun, saat ia melewati air terjun itu pada saat masuk ke dalam goa.


Yang kedua, mantra sihir yang dirapalkan oleh iblis berkulit merah gelap sebenarnya bukan hanya untuk menghidupkan patung, namun juga untuk memberikan sihir hipnotis pada makhluk yang di tujunya.


Saat iblis itu membacakan mantranya, ia menujukannya pada Anna yang telah terkontaminasi darah iblis.


Darah iblis memiliki keterikatan yang sangat kuat pada makhluk yang sudah terkontaminasi. Karena itulah, walaupun Anna sudah membersihkan tubuhnya, namun ia akan tetap terpengaruh hanya dengan setitik debu darah iblis yang masih tertinggal di tubuhnya.


Dan yang ketiga, pengguna mantra harus di bunuh untuk menghilangkan pengaruh hipnotis.


Yang membuat wanita berambut pirang itu juga semakin yakin jika sihir hipnotis pengikutnya tidak bisa di patahkan, karena sihir itu harus dipatahkan dengan 3 cara secara bersamaan.


Yang pertama, seseorang harus menyadarkan objek yang terkena hipnotis dengan sebuah kejutan.


Kedua, objek yang terkena sihir harus bisa keluar dari dunia ilusi dengan usahanya sendiri saat seseorang membantunya untuk tersadar.


Yang terakhir, makhluk yang menghipnotis harus dibunuh pada saat yang bersamaan dengan dilakukannya dua hal pertama.


Mereka mungkin dapat melakukan dua hal pertama. Namun, wanita berambut pirang yakin bahwa keempat Hunter itu tidak mengetahui hal terakhir.


Tidak ada yang tahu siapa yang telah memberikan mantra pada Anna selain dirinya, si pembaca mantra, dan Anna sendiri.


•••