
Baru beberapa detik setelah Kevin Jung selesai berbicara padanya, Miyuki dapat merasakan kehadiran seseorang di belakang tubuh avatar nya.
“Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau mendapatkan teknik membunuh milik keluarga ku?" tanya seseorang dari arah belakang avatar.
Avatar hunter sudah tidak memiliki energi Mana untuk dapat langsung merespon lawan. Jadi, Miyuki hanya bisa berputar perlahan sambil mengarahkan wakizashi di tangan avatar pada lawan.
Namun, akibat menyerang tanpa energi sihir, gerakan avatar menjadi sangat-sangat lambat.
Melihat upaya penyerangan dari lawan, makhluk berambut pirang langsung menebaskan belatinya ke tubuh avatar Miyuki, begitu ia melihat senjata lawan mengarah ke lehernya.
Slash...!
Sebenarnya, gerakan menyerang tadi hanyalah tipuan yang Miyuki lakukan untuk mengelabui lawannya.
Dengan gerakan tersebut, Miyuki berhasil menghindarkan avatar dari terbelah menjadi dua dan hanya kehilangan lengan kirinya saja.
Wushhh... Wushhh...
Dua bola api dilesakan Kevin Jung begitu ia melihat wujud makhluk berambut pirang muncul di dekat avatar Miyuki.
Eleanor dan Glynka juga ikut melakukan serangan jarak jauh dengan sihir api dan panah, saat mereka melihat lawan berhasil menghindari serangan Kevin dan hendak menyerang avatar hunter lagi.
Serangan dari Eleanor dan Glynka berhasil menjauhkan makhluk itu dari avatar hunter.
“Dari mana kau tahu dia masih hidup? Aku tadi melihatnya meledak.”
《”Aku merasa serangan ku tadi seperti mengenai cangkang kosong. Hei, cepat lindungi saja avatar ku.”》
Namun, hanya sesaat setelah avatar berhasil dijauhkan dari makhluk berambut pirang, makhluk itu menyerang kembali dengan serangan jarak jauh.
Ia melontarkan kedua belatinya menuju avatar yang melayang jatuh ke darat, lalu menyusulkan tembakan sihir dari kedua telapak tangannya.
《"Sialan..."》Miyuki mengumpatkan kata-kata kekesalannya saat melihat dua bola hitam mengarah ke tubuh avatar.
Wushhh... Wushhhh... Booooommmm!!!
Miyuki sebenarnya sudah pasrah pada serangan-serangan itu. Namun, hanya dalam satu kedipan mata, tubuh avatar tiba-tiba sudah berada di antara rekan-rekannya di darat setelah sosok bayangan menangkap tubuhnya lalu memindahkannya, hingga serangan yang tadi mengarah pada avatar mendarat di daratan dan menghancurkan sebuah bukit batu.
Sementara itu di udara, makhluk berambut pirang terkejut saat tubuhnya tiba-tiba terbelenggu oleh cahaya keemasan yang tiba-tiba mengitarinya.
“I-ini... sihir milik Ann Arnix...”
Belum selesai rasa terkejutannya dengan energi sihir yang tiba-tiba saja membelenggu dan menetralkan sihirnya, makhluk berambut pirang membelalakan kedua matanya saat melihat sosok lawan yang seharusnya sudah berhasil dikalahkannya, muncul tepat di hadapannya.
“Tsk... Aku sampai harus masuk ke dalam tanah untuk mencari kesempatan menggunakan energi Mana.”
Anna menatap marah pada makluk berambut pirang.
Banggg...!
Begitu ia menyelesaikan kalimatnya, Anna memukul makhluk itu tepat di perutnya hingga membuat makhluk berambut pirang terpental ke darat dan jatuh menimpa batu karang di bawah sana, hingga menghancurkan batu karang tersebut menjadi berkeping-keping dengan tubuhnya.
Namun, sesaat kemudian, tubuh makhluk itu terangkat dan tertarik kembali ke udara saat Anna mengerahkan sihir telekinesisnya untuk menarik kembali tubuh lawannya itu dari reruntuhan.
Wushhh...
Baaaannng!!!
Baru saja tiba di hadapan Anna, makhluk tersebut di pentalkan lagi dengan tinju yang menghantam tepat di wajahnya.
Anna menarik kembali tubuh makhluk berambut pirang setelah ia menunggu tubuh lawanya itu menghantam keras bukit karang di bawah sana.
Anna melakukan hal yang sama sampai berulang kali lagi, sebelum ia melemparkan lawannya yang sudah tidak berdaya ke tanah, lalu menghampiri dan berdiri di dekatnya.
Melihat kondisi lawan. Anna mengernyitkan kedua alisnya.
“Kenapa kau tidak berdarah? Bukankah kau sudah terluka parah? Atau aku memperlakukan mu dengan terlalu lembut?”
Makhluk itu tertawa.
“Ternyata kau memang manusia. Bagaimana bisa kau tidak tahu jika dewa seperti kami tidak memiliki darah jika kau adalah Ann Arnix yang asli?”
“Hah?! Dewa? Kau dewa?” ucap Anna dengan kedua matanya yang melebar.
“Ya. Aku adalah salah satu dewa terkuat dari tiga puluh satu dewa di alam semesta!”
“A-apa?! Makhluk seperti mu masih ada tiga puluh lagi?” Anna membelalakkan kedua matanya. Mengurus 1 saja sudah membuatnya kerepotan dan dia tidak bisa membayangkan jika masih harus mengurus 30 lainnya.
“Kau terkejut? Kau bahkan tidak akan memiliki peluang menang melawan ku jika kau tidak menyerang ku secara sembunyi-sembunyi seperti ini! Kau licik!”
“Aku?" Anna menatap makhluk itu dengan ekspresi tak percaya pada apa yang baru saja dikatakannya, "Kau yang menyerang ku saat aku masih berbicara. Bagaimana makhluk kuat seperti mu bertindak selicik itu? Dan kau berani mengatai ku licik setelah kau sendiri melakukan cara licik saat menyerang ku tadi?”
Kesal pada fitnah yang dikatakan lawannya, Anna memperkuat kepalan tangannya.
Bersamaan dengan itu, cahaya keemasan yang membelenggu seluruh tubuh makhluk berambut pirang menghimpitnya semakin kuat lagi, hingga mereka dapat mendengar suara retakan yang berasal dari tubuh makhluk tersebut.
"Khaaakkk... K-kau... Kau akan mati dengan menyedihkan!" umpat makhkuk berambut pirang yang tidak bisa melawan kekuatan besar yang membelenggu tubuhnya.
Sebenarnya, kekuatan iniliah yang ditakuti makhluk tersebut. Sihir pembelenggu Ann Arnix yang dapat membuat tubuh lawan terbelenggu dan menetralkan semua energi sihir saat berada di dalam pengaruhnya.
"Benarkah? Tapi sepertinya kau lah yang akan mati dengan mengenaskan." Ejek Anna sambil terus mengepalkan salah satu tangannya dengan lebih erat.
"T-tunggu... K-kau tidak ingin tahu siapa diri ku?" Ucap makhluk itu, berusaha menyelamatkan diri dari sihir lawan yang sangat berbahaya.
Kata-katanya berhasil membuat Anna menghentikan gerakan mengepalnya.
Namun hanya sesaat.
Anna kembali menggerakan kepalannya dan *******-***** kepalannya tersebut hingga membuat suara retakan pada tubuh makhluk itu terdengar semakin nyaring.
"Bicaralah kalau kau mau, aku tidak peduli." Sahut Anna dengan nada suara dingin.
'Dia kuat juga. Harusnya tubuhnya sudah hancur sejak tadi.'
“A-aku... Aku Damballa. Salah satu dewa terkuat di alam semesta.”
“Damballa?” Anna mengerutkan keningnya saat ia merasa pernah mendengar atau membaca nama itu.
《”Damballa adalah salah satu iblis terkuat dalam cerita mitos,"》 sahut Miyuki yang dapat mendengar pembicaraan mereka dengan samar.
Anna kemudian berbicara kembali pada makhluk berambut pirang, “Bukan kah Damballa adalah nama iblis? Kenapa kau menyebut diri mu dewa?”
Kemarahan dalam tatapan Damballa semakin menyala. Ia mengumpat pada Anna.
"Hei, bisakah kau merenggangkan sihir mu ini... Argh...!"
"Kalau kau menatap ku seperti itu, aku akan semakin memperkuatnya." Sahut Anna dengan senyum sinis di bibirnya.
“Bukan aku. Ann Arnix lah iblis yang sebenarnya!”
"Apa?!" Anna menatap makhluk itu dengan rasa tidak percaya.
'Ann Arnix iblis? Jadi apakah kekuatan ku ini milik iblis?'
"Dia adalah iblis jahat yang ingin menghancurkan dunia mu! Kekuatan mu itu, kau sudah mewarisi kekuatan makhluk yang sangat berbahaya!"
"Miyu, kau dengar apa yang dia katakan?"
《"... Ya. Tapi aku tidak mengerti apa yang ia katakan. Kau pikir dia bicara dengan bahasa manusia? Dia tadi juga mengoceh pada ku sebelum menyerang. Tsk... Dia pikir aku mengerti ucapannya?"》
"... Tapi, bukan kah kau tadi mengerti saat dia memperkenalkan dirinya?"
《"Kau tadi mengucapkan nama itu dengan nada bertanya. Jadi aku mengira kau sedang bertanya-tanya, ok?"》Sahut Miyuki dengan suara malas.
Anna dapat membayangkan seperti apa ekspresi wajah Miyuki saat ini.
"... B-baiklah."
Anna kembali menatap lawannya yang terlentang di tanah setelah Miyuki tidak lagi berbicara padanya.
“Siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuan mu? Aku sudah bertemu tiga teman mu di tempat lain. Apakah kalian yang membuka gerbang-gerbang itu?” Anna bertanya sambil menatap lawannya yang sudah terkulai lemas.
Makhluk itu tidak menjawab pertanyaan Anna. Ia hanya menyunggingkan senyuman sinis pada gadis itu, yang berhasil membuat Anna kesal.
“Sudahlah. Aku tidak peduli jika kau tidak mau menjawabnya. Aku hanya harus menghabisi kalian semua dan mari kita lihat apakah gerbang-gerbang itu akan menghilang setelahnya," ucap Anna dengan balik tersenyum sinis pada lawannya yang sudah tidak berdaya. "Kau akan mati sekarang.”
Setelah mengakhiri kalimatnya, Anna memperkuat energi sihirnya dan meremas tubuh makluk itu sampai akhirnya terdengar suara retakan-retakan yang lebih nyaring di tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, setelah tidak lagi mendengarkan suara retakan dari tubuh lawannya, Anna menghentikan gerakan mengepalnya. Ia juga sudah tidak melihat lagi ada tanda-tanda kehidupan dari tubuh yang kini berbentuk seperti sebuah bola basket, dengan ukuran yang hampir menyerupai bola tersebut.
《"Hati-hati, dia bisa melepaskan tubuh luarnya dan melarikan diri. Jangan lepaskan sihir pembelenggu mu darinya."》Miyuki memberi informasi kemampuan musuh.
Mendengar peringatan itu, Anna berjongkok untuk memerhatikan keadaan tubuh musuh yang sudah berbentuk seperti sebuah bola.
"Dia sudah mati." Ucap Anna setelah bisa memastikan kematian lawannya.
《”Baguslah. Tapi..., apa kau baik-baik saja? Aku melihat mu seperti akan mati saat terhimpit di dalam tanah.”》
“Ya. Aku baik-baik saja. Maaf tidak sempat menyelamatkan salah satu tangan avatar mu.”
《”Tsk... Kalau kau bisa mengalahkannya semudah itu, mengapa tidak kau lakukan sejak awal?”》
“... Aku... agak gugup tadi...”
《”Huh?!”》
“Aku tidak memiliki banyak pengalaman bertarung, ok? Dan ini baru kedua kalinya aku bertemu makhluk yang sangat kuat. Jadi, aku agak tegang saat dia tadi menyerang ku secara terus-menerus.”
《”Kedua kalinya?”》
Setelah memastikan musuhnya benar-benar tewas untuk yang terakhir kali, Anna menghapus sihir pembelenggu dari tubuh lawan. Bersamaan dengan hilangnya sihir pembelenggu, 'tubuh bola' itu berubah menjadi abu hitam lalu menguap menjadi asap hitam dan hilang terbawa angin.
"Ya. Mereka juga ada di Dungeon tim ketiga." Anna menjawab pertanyaan Miyuki dengan agak terlambat setelah ia memeriksa tubuh lawan untuk memastikan lagi kematiannya.
Anna kemudian berdiri dan berjalan perlahan sambil memerhatikan awan hitam yang berada di atas gerbang Dungeon. Awan itu, selain warnanya yang hitam, sudah tampak seperti awan biasa tanpa mengeluarkan cahaya kilat dan suara petir seperti sebelumnya.
Monster-monster pun sudah tidak keluar lagi dari lubang hitam di tengah-tengahnya.
《"Apa kau juga sudah membunuh monster di sana?"》tanya Miyuki lagi.
"Tidak. Mereka mengusir ku pergi saat aku masuk ke gerbang milik mereka seperti yang berada di tengah awan hitam itu, lalu mereka menutup gerbangnya."
《"Mengusir?"》
"..."
《"Baiklah. Kita bicarakan nanti lagi saat kau mengunjungi ku ke laboratorium."》
'Apa sebaiknya aku jangan ke sana dulu?'
"Tentu. Kau pergilah terlebih dahulu bersama yang lain dan keluar. Aku akan menghancurkan pilar sihir Dungeon ini."
《"Pilar sihir sudah di hancurkan. Dungeon sudah dibereskan sebelum monster-monster purba bermunculan."》
"Hah?"
《"Kevin baru saja menanyakannya pada Gina. Berarti sudah lima jam waktu di dunia kita setelah pilarnya di hancurkan."》
'Lalu, kenapa gerbangnya masih belum tertutup?'
Anna merasa sedikit bingung. Berbeda dengan Dungeon di mana tim raid ketiga berada yang pilar sihirnya belum di hancurkan, Dungeon ini seharusnya sudah tertutup karena sudah lebih dari 5 jam waktu Bumi sejak pilarnya dihancurkan.
Tidak ingin memusingkannya dulu, Anna akhirnya mengumpulkan pasukan Orc dan Elf.
Setelah itu, Anna membuka gerbang ke dunia buatannya dan menutupnya kembali setelah bangsa Orc dan Elf sudah kembali seluruhnya ke dunia buatan tersebut.
Sementara itu, Davina yang sebelumnya telah dibawa pergi oleh Pterodactyl telah berhasil di selamatkan Cirdan yang Anna tugaskan untuk mencarinya, sedangkan Tzullu dan Drucalla di tugaskan untuk mencari anggota tim penambang yang anehnya sama sekali tidak menjadi target penyerangan monster.
Semua Hunter kini telah pergi meninggalkan Dungeon yang hanya menyisakan Anna di dalamnya.
《"Kau tidak pergi bersama kami?"》tanya Miyuki yang sudah berada di depan gerbang.
"Kau lihat awan hitam di atas gerbang? Aku mau menyelidikinya terlebih dulu. Ada yang aneh dengan Dungeon ini."
《"... Baiklah. Berhati-hatilah, ok?"》
•••