
Gumpalan debu yang menutupi tempat terjadinya ledakan akhirnya berangsur-angsur memudar.
Betapa terkejutnya dewa Zeus saat melihat cahaya kehijauan muncul dari balik gumpalan debu tersebut.
Bukan hanya karena warna pelindung yang kini sedang melindungi Anna saja, namun karena jenis energi Mana nya.
"Dewan pengawas para dewa?" gumam dewa Zeus yang seketika langsung berlutut dan menundukkan kepalanya di hadapan bola kristal hijau yang kini sedang melayang-layang di atas kepala Anna yang juga sedang berlutut tepat dibawahnya.
Walaupun dewa Ares masih terkejut saat melihat kehadiraan dewan pengawas para dewa itu, kedua kakinya juga langsung tertekuk dan ia pun berlutut di dekat ayahnya.
Begitu juga dengan dewa Apollo dan dewi Artemis. Tubuh mereka yang masih terbang tinggi di udara tiba-tiba tersedot ke arah dimana bola kristal berada lalu mereka juga berlutut di belakang ayah mereka.
"Dewan pengawas para dewa, hal apa kiranya yang membawa yang maha agung datang ke tempat hamba?"
"Titah penghukuman atas keluarga Zeus." Sahut bola kristal hijau.
"A-apa?! Kesalahan apakah yang membuat hamba harus dihukum?"
"Kau sudah mencampuri urusan para makhluk ciptaan. Hal apakah lagi yang bisa membuat kedatangan ku selain hal itu?"
"A-apa?! Tapi... Bukankah dewi Ann yang seharusnya mendapat hukuman itu?"
"Kenapa Ann yang sama sekali tidak pernah meninggalkan tempat latihannya harus mendapat hukuman? Apa kau sedang bercanda denganku Zeus?"
"Apa?! Tapi...," dewa Zeus melirik ke arah Anna yang sedang tersenyum tipis mengejeknya. "Dia... Bukankah dia dewi Ann?"
"Dia makhluk ciptaan. Bagaimana kau sampai tidak mengenali makhluk ciptaan?"
Dewa Zeus terdiam, menatap Anna yang masih saja tersenyum mengejek padanya.
"Saya bisa merasakan adanya energi Mana dewi Ann hadir di planet ini. Bagaimana mungkin dia bukan dewi Ann?"
"Kau meragukanku Zeus? Perlukah kupanggil Ann kemari untuk melaksanakan hukuman?"
Mendengar itu, dewa Zeus menjadi ragu. Ia kemudian ingat saat gadis di hadapannya itu tadi mengatakan sebanyak dua kali bahwa dirinya telah salah mengenali orang.
'Jadi dia benar-benar bukan dewi Ann? Apa dia makhluk duplikat? Tapi, jika dia makhluk duplikat, lalu energi Mana siapa yang kurasakan sebelumnya?'
"Kau ingin aku memanggil Ann?" tanya kristal hijau saat dewa Zeus masih belum menanggapi ucapannya.
"T-tidak. Silahkan panggil dewa perang yang berada di bawah kekuasaan Anda untuk datang menghukum." Sahut dewa Zeus.
Ia tahu dewa perang mana yang akan datang untuk menghukumnya. Jika dia bisa bernegosiasi untuk dapat bertarung, ia yakin bisa mengalahkan dewa perang itu.
Setelah dewa Zeus menjawabnya, dewan pengawas para dewa akhirnya menyebutkan sebuah nama dan dewa Eru muncul di hadapan mereka.
"Eru datang menghadap dewan pengawas para dewa," ucap dewa Eru sambil berlutut, begitu ia muncul di tempat itu.
"Eru, terimalah titah dewan pengawas para dewa."
"Hamba akan melaksanakan titah dewan pengawas para dewa!" sahut dewa Eru dengan lantang.
"Musnahkan keluarga Zeus!"
Dewa Eru terdiam beberapa saat. Ia mendongak untuk menatap dewa Zeus, salah satu dewa terkuat di dunia para dewa dengan tatapan tak percaya.
'Apa yang membuat dewa Zeus sampai harus dihukum berat seperti ini?'
Sambil memikirkan penyebabnya, dewa Eru akhirnya menoleh dan menatap pada seorang gadis cantik yang juga sedang berlutut di sampingnya.
"Dia? Apakah gara-gara dia?" pikir dewa Eru.
Dewa Eru kemudian mengingat bagaimana makhluk duplikat dewi Ann itu juga ingin membuat kekacauan di tempatnya. Untung saja adiknya membuat sebuah jalan yang menghubungkan planet bangsa Elf ke rumah mereka di dunia para dewa. Jika tidak, mereka juga pasti akan mendapatkan hukuman pemusnahan pada saat itu.
"Makhluk ciptaan ini benar-benar gila. Aku juga sudah mendengar bahwa planet dewa Anu sudah dimusnahkan gara-gara dia dan sekarang planet dewa Zeus juga?!" batin dewa Eru.
"Eru! Kau tidak mendengarku?!"
"Musnahkan mereka!"
"Tunggu dulu, yang maha agung. Bolehkah hamba meminta sesuatu pada yang maha agung?" ucap dewa Zeus tiba-tiba, sebelum dewa Eru menjawab perintah itu.
"Apa permintaan terakhirmu?" tanya bola kristal hijau.
"Bolehkah hamba bertarung untuk menjaga kehormatan nama hamba?"
Mendengar permohonan itu, tentu saja dewa Eru terkejut. Ia tahu jika dewan pengawas para dewa sampai mengizinkan dewa Zeus bertarung, dia pasti akan mati.
"Bagaimana Eru?" tanya bola kristal hijau pada dewa Eru, yang tentu saja langsung terdiam.
Jika dia sampai menolak, namanya akan di cap sebagai dewa perang pengecut di dunia para dewa. Jika ia menyetujuinya, dia pasti akan mati.
"Kalau begitu, izinkan hamba meminta dukungan dari adik hamba dewi Yolin, yang maha agung." Sahut Eru, tidak kehabisan akal.
Kali ini giliran dewa Zeus yang tampak tidak menyukai ide itu. Ia tahu, dewi Yolin adalah dewi penguasa terkuat kedua di dunia para dewa setelah dewi Lyn.
"Aku mengizinkan permintaanmu, Zeus... Dan juga permintaanmu, Eru."
Dewa Zeus langsung mendongak menatap bola kristal hijau, sebelum ia akhirnya menatap dewa Eru yang tersenyum tipis.
Tapi, Anna tiba-tiba berbicara dan itu mengagetkan semua dewa, termasuk dewan pengawas para dewa yang ada disitu.
"Dewan pengawas, bolehkah saya bertarung menggantikan dewi Yolin?" pinta Anna.
Semua mata tertuju padanya.
Dewa Eru yang sebelumnya sudah sangat senang, mendadak jadi khawatir setelah mendengar permintaan Anna. Ia khawatir jika dewan pengawas yang suka menyaksikan pertarungan malah mengizinkannya.
Ia tahu bahwa Anna sangat kuat. Tapi, energi Mana nya tidaklah setingkat dewi Ann. Jadi dia khawatir bahwa Anna akan membuat mereka kalah dan binasa.
Berbeda dengan dewa Eru, dewa Zeus justru malah menyukai permintaan itu. Dia tahu bahwa makhluk ciptaan itu pasti memiliki energi Mana yang tidak begitu kuat. Jika dia dan anak-anaknya bisa memisahkan Anna dari dewa Ogun dan dewi Ezili, maka membinasakan dewa Eru dan Anna bukanlah hal yang sulit dilakukan.
"Aku mengizinkan." Sahut bola kristal hijau.
"A-apa... Tapi..."
"Bolehlah saya menggunakan energi Mana tanpa ada kekangan, dewan pengawas?" pinta Anna lagi, memotong kekhawatiran dewa Eru.
"Kau memiliki energi Mana?" tanya dewan pengawas pada Anna.
Mendengar pertanyaan itu, dewa Zeus mengerutkan keningnya. Sementara itu dewa Ogun dan dewi Ezili yang kini berwujud pedang tersenyum di dalam hati. Berbeda dengan mereka, dewa Eru tampak bingung mendengar pertanyaan itu.
Keempat dewa itu tahu bahwa dewan pengawas para dewa tidak mungkin tidak bisa merasakan energi Mana siapapun, walaupun orang itu sedang mengunci energi Mana mereka.
["Dia sepertinya ingin mempermainkan dewa Zeus,"] ucap dewa Ogun di dalam pikiran Anna.
'Mempermainkan?'
["Ya. Dewan pengawas tidak mungkin tidak bisa merasakan energi Mana mu walaupun kau menguncinya. Cepat jawab pertanyaannya, Anna."] Sahut dewi Ezili.
"Saya punya, dewan pengawas." Sahut Anna.
"Aku mengizinkanmu. Silahkan gunakan energi Mana mu. Aku akan menghilangkan kekangan pada kepalamu itu selama pertarungan."
"Terima kasih," ucap Anna, yang langsung saja membuka energi Mana nya.
Tepat pada saat itu, dewa Eru dan dewa Zeus beserta anak-anaknya terkejut saat merasakan energi Mana yang sangat mengerikan terpancar dari tubuh Anna, yang kini menyeringai lebar sambil menatap dewa Zeus.
"Kau berhutang banyak pukulan sihir padaku!" ucap Anna, sambil menatap dewa Zeus dengan tatapan penuh dendam.
•••