Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 142 - Lawan Kuat


Setelah mengakhiri kata-katanya, makhluk berambut pirang itu langsung melesat cepat menghampiri Anna dan langsung melayangkan tinjunya saat ia sudah berjarak dua meter dari gadis itu.


Kecepatan serangan lawannya ini, membuat Anna harus berkonsentrasi penuh untuk menghindari serangan tersebut.


Anna memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan. Namun, serangan susulan segera datang dari arah bawah.


Serangan yang menggunakan lutut kaki itu hampir saja mendarat tepat di perut Anna jika ia tidak segera melihat dan melontarkan kakinya di udara untuk mundur menjauh.


Namun, seakan makhluk itu adalah bayangannya sendiri yang selalu mengikuti kemanapun Anna pergi, makhluk itu sudah kembali berada di depannya dan mengarahkan tinjunya lagi ke wajah Anna.


Anna mundur lagi untuk menghindari serangan, namun serangan berikutnya kembali datang padanya.


Serangan itu berasal dari kaki lawan, yang mengarah tepat ke dadanya. Anna berkelit ke samping untuk menghindarinya, lalu berkelit lagi ke belakang saat serangan lain datang padanya.


Setelah serangan terakhir, makhluk itu tiba-tiba mundur jauh lalu tertawa terpingkal-pingkal.


Anna menatap makhluk itu dengan sangat marah. Wajahnya tampak sedikit pucat saat adrenalin nya berpacu sedemikian kuat.


Saat ini adalah kali kedua Anna merasakan takut saat berhadapan dengan lawan, setelah ia bertemu 3 makhluk lain di Dungeon berbeda tadi, sejak ia kembali ke Bumi.


"Gila, bahkan menggerakan kedua tangan ku untuk menangkis serangannya saja tidak bisa ku lakukan. Gerakannya benar-benar sangat cepat!" Anna mendongkol di dalam hatinya.


"Lihat lah, aku sangat senang membuat makhluk dengan wajah Ann Arnix kerepotan menghindari serangan ku." Ucap makhluk itu yang kemudian tertawa lagi.


'Siapa sih Ann Arnix ini? Apa dia sehebat itu?'


"Kau tahu, jika dia yang ada di hadapan ku, aku mungkin akan berpikir seribu kali untuk berduel melawnnya. Siapa kau ini sebenarnya? Kenapa kau bisa berada di dalam tubuhnya?" tanya makhluk berambut pirang dengan wajah serius.


《"Anna, apa kau baik-baik saja bertarung melawannya seorang diri? Dia sangat kuat. Keberadaannya saja membuat semua makhluk yang berada di sini gemetar hanya karena aura sihirnya yang begitu kuat."》Tanya Miyuki, saat ia melihat mereka tampak mengambil jeda pertarungan.


Dari avatar hunter nya, Miyuki dapat merasakan betapa kuatnya energi Mana makhluk di hadapan Anna dari tempatnya berada. Bahkan, ia sendiri merasa tubuh avatarnya terganggu dengan sinyal sihir yang berasal dari makhluk itu.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku. Kenapa kau tidak datang saja dan membantu ku?"


《"Avatar ku akan langsung meledak begitu dia menjentikan jarinya. Tapi..., tunggu sedikit lagi sampai Gina benar-benar pulih. Jika dia memberikan buff melipat gandakan kekuatan pada avatar ku, aku mungkin bisa sedikit membantu."》


Mendengar itu, Anna tersenyum pahit.


Walaupun Anna sedang berbicara dengan Miyuki, pandangannya sama sekali tidak beralih dari makhluk di hadapannya. Ia khawatir jika lengah sedikit saja, makhluk itu akan menyerangnya lagi dan mungkin tidak dapat ia hindari.


Tapi, hal itu bisa terjadi jika Anna hanya bertarung dengan mengandalkan kekuatan fisiknya saja. Ia sama sekali belum menggunakan energi Mana sama sekali sejak awal bertarung dengan makhluk tersebut.


°°°


"Kau tahu, aku belum melawan mu dengan serius." Ucap Anna, setelah ia bisa mengatur nafasnya sampai kembali normal, "Aku tidak tahu siapa orang yang sejak tadi kau sebutkan itu. Tapi...," Anna menatapnya dengan tajam. Kilatan niat membunuh terlintas di matanya. "Kau seharusnya takut jika aku sudah mulai bertarung secara serius melawan..."


Wush... Wushhh... Wushhhhh...


Belum selesai Anna berbicara, makhluk itu menyerangnya kembali.


Kali ini, serangan yang dilakukannya menggunakan banyak energi sihir yang menyertai setiap pukulan dan tendangannya.


'Brengsek! aku bahkan belum selesai bicara.'


Walaupun Anna berhasil menghindarinya, namun energi sihir yang melintas di dekat tubuhnya berhasil menggetarkan udara disekitarnya hingga secara otomatis energi sihir pelindung yang akan aktif tiap Anna akan terkena serangan sihir dari luar, langsung aktif dan melindungi tubuhnya.


Tiap kali energi sihir lawan melintas di dekatnya dan berbenturan dengan sihir cahaya keemasan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Anna dapat merasakan getaran dari dampak bertemunya sihir mereka sampai ke kulit tubuhnya.


Diserang secara mendadak seperti itu, membuat Anna lagi-lagi hanya bisa berusaha untuk terus menghindari tanpa sempat menangkis serangan lawan.


Padahal, ia berniat untuk menangkap serangan lawannya jika ia bisa. Namun kecepatan serangan dan serangan yang datang tanpa jeda, membuatnya hanya bisa menghindarinya saja.


'Akan berbahaya kalau aku menangkap atau menangkis serangan tanpa persiapan sihir yang baik.'


Sampai suatu ketika, saat tinju lawan yang berhasil dihindarinya melintas di dekat pipi Anna, Anna terbelalak saat melihat sekilas ada sebuah benda yang tiba-tiba muncul di genggaman tangan yang baru ia hindari tersebut.


Walaupun sekilas, Anna dapat mengenali benda tersebut yang sangat mirip dengan sebuah belati.


Sialnya, belati itu tiba-tiba berputar di tangan lawannya dan berhasil menyerempet pelindung di sekitar kepala Anna, hingga menghasilkan ledakan sihir yang membuat Anna terpental jatuh ke daratan.


Bannngggg!!!


Bukit karang yang tertimpa tubuh Anna langsung hancur berkeping-keping.


Serangan tidak sampai di situ.


Setelah Anna terjatuh, makhluk itu melemparkan belatinya yang melesat sangat cepat, pergi menyerang Anna yang jatuh terlentang di dalam kawah yang terbentuk dari hantaman keras tubuhnya.


Anna mengangkat kedua tangannya untuk melindungi dirinya dari serangan lawan yang hampir saja terlambat di tangkisnya.


Bannnnngggg!!!


Tubuh Anna masuk semakin dalam saat tanah di belakang tubuhnya mendapat tekanan kuat darinya.


Sementara itu, belati yang tadi menyerangnya terus berputar dan menekan dirinya hingga tubuhnya makin tertekan dan masuk semakin dalam ke tanah.


Tekanan dari serangan makhluk itu berlangsung selama beberapa detik lagi sebelum akhirnya terhenti.


°°°


Pusaran api berdiameter 20 meter berputar-putar di udara, membakar makhluk yang baru saja membuat Anna dalam bahaya.


Serangan bukan hanya dari Kevin. Eleanor yang juga pengguna serangan jarak jauh, menyerang makhluk itu dengan api biru yang terus mengalir keluar dari kedua telapak tangannya.


Makhluk berambut pirang melindungi tubuhnya dari kobaran api yang berusaha membakarnya, dengan sihir pelindung yang kini telah melindungi seluruh tubuhnya dengan aman.


"Mereka berani melawan ku?!"


Marah karena pertarungannya di ganggu, apalagi karena yang melakukannya adalah makhluk-makhluk rendahan di matanya, makhluk itu akhirnya menyerang balik lawan dengan melesakkan belatinya yang lain pada dua penyerangnya.


Belati itu terbang berputar menuju Kevin Jung.


Bersamaan dengan melintasnya belati di dalam kobaran api, belati tersebut membawa kobaran api lawan bersamanya, pergi kembali menuju pemiliknya.


Bimo Gandri menggunakan special skill nya. Saat itu juga, pelindung besar muncul di sekitar Kevin Jung, juga di area yang cukup luas dan menjangkau semua Hunter yang berada dalam jalur serangan lawan.


Bannngggg!!!


Ledakan besar terjadi saat belati yang membawa kembali pusaran api Kevin dan Eleanor bertemu dengan sihir pelindung yang baru saja Bimo ciptakan.


Pelindung itu berdiri kokoh menghadang serangan lawan, saat sihir pelindung tersebut juga sudah diperkuat oleh buff yang Gina dan Tzaca berikan.


Namun, pelindung yang Bimo, Gina dan Tzaca buat, hanya berhasil melenyapkan kobaran api. Tidak dengan belatinya.


Belati itu terus bergerak dan berputar-putar hingga membuat pelindung retak.


"Gina, berikan buff melipat gandakan energi Mana pada avatar Miyu!" Teriak Kevin pada Gina, yang tidak memiliki earphone di telinganya.


Tanpa bertanya apapun, Gina langsung memberikan buff pada avatar Miyuki.


Begitu mendapatkan dukungan dari Gina, avatar langsung menghentakkan kedua kakinya ditanah, lalu melontarkan tubuhnya ke udara.


Avatar melesat dengan kekuatan sihir dua kali lipat yang ia miliki setelah mendapatkan buff yang Gina berikan.


Melihat datangnya benda aneh yang terbang cepat ke arahnya. Makhluk berambut pirang agak terkejut. Terutama saat senjata lawannya bergerak cepat, menyerang dengan kecepatan yang sama sekali tidak diduganya.


Avatar menggunakan kedua tanto dengan lincah. Ia menebas, menusuk dan memutar-mutarkan tanto di kedua tanganya, seperti yang makhluk berambut pirang itu tadi lakukan pada Anna.


Merasa kerepotan dengan serangan lawan, makhluk berambut pirang memanggil kembali salah satu belatinya yang hampir menembus pelindung yang Bimo buat.


Dikiranya akan unggul, makhluk berambut pirang masih saja terdesak saat avatar Miyuki terus menyerangnya dengan arah serangan yang sangat sulit ditebak.


Marah karena terus di desak, makhluk berambut pirang akhirnya memanggil belatinya yang lain, yang masih mendesak Anna di dalam tanah.


Setelah kedua belatinya berada di tangan, makhluk itu akhirnya bisa mengimbangi serangan-serangan avatar Miyuki.


Saat energi lontarnya sudah hampir habis dan ia mulai tertarik gravitasi, Miyuki menggunakan dua special skill milik avatar dengan hampir bersamaan.


Tanto di tangan kiri avatar bergerak dengan sangat cepat mendesak lawan yang sibuk menangkisinya dengan kedua belatinya.


Tiap kali tanto melakukan satu gerakan, puluhan tanto berkembang darinya dan bersama-sama dengan tanto asli menyerang lawan yang semakin kerepotan menangkis serangan.


Di saat lawannya lengah akibat serangan dari tangan kirinya, avatar Miyuki melemparkan tanto di tangan kanan tepat ke dada lawan.


Sama seperti tanto di tangan kiri avatar, tanto kedua mengeluarkan banyak bayangan begitu dilesakkan. Semua bayangan dan tanto asli langsung menyerang makhluk berambut pirang tanpa ampun hingga akhirnya makhluk tersebut tidak sanggup lagi menghindarinya.


Ratusan tanto tertancap di tubuhnya.


Setelah selesai dengan serangan special skill pertama, Avatar mencabut wakizashi dari sarungnya, lalu menebaskannya pada tubuh makhluk itu.


Kilatan dan suara petir nyaring terdengar saat special skill dari wakizashi membelah tubuh lawan menjadi dua bagian.


Semua orang dan makhluk yang menyaksikan betapa hebatnya avatar Miyuki mendesak lawan, sampai pada akhirnya berhasil membunuh lawannya, terkesima.


"Gila, apakah buff pelipat ganda mu sehebat itu, Gina?" tanya Kevin Jung dengan kedua matanya yang berbinar.


"Aku tidak yakin. Tapi Miyuki benar-benar memiliki skill bertarung yang mengerikan."


《"Kevin, bisa kau melindungi avatar ku? Avatar ini sudah kehabisan energi Mana dan aku kehabisan mana potion di tas pinggang."》


Kevin Jung menatap pada avatar yang jatuh tanpa daya.


Setelah kehabisan energi Mana, avatar itu kini hanya terhubung dengan pilot, tanpa bisa pilot kendalikan lagi.


"Berapa berat badan avatar itu? Ku rasa Bimo lebih tepat untuk menangkapnya."


《"Kau bodoh, kau CEO nya tapi tidak membaca buku manual produk mu? Avatar tidak akan hancur walaupun jatuh keras di tanah tanpa ada energi Mana. Lindungi avatar dari serangan lawan. Avatar hanya bisa di hancurkan dengan serangan yang mengandung energi sihir."》


"... Tapi, bukankah dia sudah mati? Aku melihat tubuhnya meledak."


《"Aku tidak tahu. Hanya saja, perasaan ku tidak enak."》


"... Jangan main perasaan..."


《"..."》


•••••••