
"Dari yang ku perhatikan, kalian sangat menyukai kekuasaan. Kalian membuat jaringan manusia dan menggunakan mereka untuk memperluas kekuasaan yang sudah kalian miliki. Karena itulah aku bisa menemukanmu." sahut Miyuki sembari tersenyum.
Senyum yang sangat jahat, bahkan saat Cao Ming Ren yang adalah iblis itu menilainya.
Cao Ming Ren sedikit terkejut karena apa yang Miyuki katakan itu seluruhnya benar. Mereka memang haus akan kedudukan, kehormatan, pengakuan dan ingin dimuliakan. Karena itulah mereka sangat menyukai hidup di antara manusia. Mereka memiliki kekuatan. Manusia akan mengikuti mereka, saat mereka memberikan apa yang manusia mau.
Tapi, hal itu juga yang membuat Miyuki dapat menemukan jejak salah satu malaikat tersesat yang saat ini berada dihadapannya itu.
•••
"Apa yang kau lakukan? Serang dia!" perintah Cao Ming Ren pada pria bertopeng yang berdiri kaku saat mengenali siapa gadis remaja yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Pria bertopeng itu tahu, jika ia berani bergerak dengan sembarangan, dia pasti akan mati sama seperti Fred Watson yang bahkan tidak tahu kapan kepalanya diambil oleh gadis itu.
Cao Ming Ren juga tahu itu. Dia hanya memerlukan pria bertopeng untuk mengulur waktu sampai gerbang yang baru ia buka tepat di bawah kakinya cukup untuk menampung dirinya agar bisa melarikan diri.
°°°
Cao Ming Ren terkejut saat melihat pria bertopeng itu tidak mengikuti perintahnya. Pria bertopeng malah mengangkat kedua tangan tinggi, mengisyaratkan bahwa dia lebih suka memilih untuk menyerah.
"K-kau...!"
Melihat itu, Cao Ming Ren tidak kehabisan akal. Dia kemudian menyerang Wang Sin Long dengan melontarkan sihir yang sangat kuat pada pria itu, untuk mengalihkan perhatian Miyuki.
Namun, di saat yang bersamaan, Miyuki malah sudah berpindah tepat dibelakangnya dan menusukkan tanto di tangannya sebanyak tiga kali ke pinggang Cao Ming Ren.
Stab... Stab... Stab...!
"Argh...!"
"Kau tidak bisa lari lagi. Kau sudah tahu kemampuanku kan? Kau adalah satu dari 2 iblis yang saat itu melihat pertarunganku melawan 3 rekanmu dari jauh."
Cao Ming Ren tentu saja mengetahui hal itu. Dia tahu kalau Miyuki sudah meninggalkan tanda pada dirinya. Kemanapun dia pergi, dia akan kembali kehadapan gadis itu secara instan, kapanpun gadis itu inginkan.
Salah satu hal yang membuat Cao Ming Ren kaget adalah saat ia melihat asap tipis kebiruan yang kini membungkus tubuh Wang Sin Long. Itu adalah pelindung yang Miyuki buat untuk melindungi pria itu dari serangan sihirnya.
'Sihir itu... Benar-benar milik malaikat tertinggi Lorelei...'
"Duduk kembali." Perintah Miyuki dengan nada dingin pada Cao Ming Ren.
Karena tak berdaya lagi, pria paruh baya itu akhirnya duduk kembali dikursinya dan membatalkan pembukaan gerbangnya.
'Sialan, dia benar-benar sangat cepat. Bagaimana bisa ada manusia secepat dirinya?'
Miyuki beralih pada pria bertopeng yang masih berdiri dengan gemetar hebat sambil masih mengangkat tinggi kedua tangannya.
"Kau tahu kan, kalau aku akan memburu semua iblis penyebab gerbang-gerbang Dungeon itu bermunculan?"
"Y-ya...," sahut pria bertopeng, ingat bahwa Miyuki pernah mengumumkan hal itu dengan sangat jelas melalui siaran langsung WABC.
"Apa kau tahu kalau dia ini iblis?"
"S-saya tidak tahu."
"Nah. Sekarang kau tahu kalau dia ini iblis, karena dia adalah buruanku."
"Y-ya... Nona Nakano."
"Kau yakin kalau kau tidak tahu bahwa dia ini iblis?"
"S-saya benar-benar tidak tahu, nona Nakano...," sahut pria bertopeng yang hampir menangis hanya dengan mendengar nada ancaman dingin dari suara Miyuki, terutama pada aura sihirnya yang sangat menakutkan.
Sudah dua puluh tahun lebih ia berlatih. Sudah ratusan Dungeon yang ia masuki demi mendapatkan kekuatannya sebelum ia diberikan kekuatan instan oleh Cao Ming Ren.
Dia juga sudah tidak mengenal lagi apa itu rasa takut. Tapi, berada di sekitar Miyuki, pria bertopeng itu akhirnya tahu apa itu rasa takut.
Aura sihir Miyuki yang sangat mengintimidasi itu membuatnya menggigil ngeri. Aura sihir itu berasal dari inti Mana Lorelei, malaikat tertinggi di galaksi ini. Aura mengintimidasi yang memang dewa Arnix berikan pada para malaikatnya sesuai dengan tingkatan kasta mereka.
Tidak ada yang bisa melawan aura sihir itu, kecuali sosok yang memiliki aura sihir lebih tinggi darinya, yaitu anak-anak dari keluarga dewa Arnix sendiri, Ana, Ann, Erv dan Lyn.
Karena itu juga, Astareth, Astaroth dan Mammon , sangat ketakutan saat mereka bertemu Miyuki.
Demikian pula yang terjadi pada Cao Ming Ren yang bernama asli Azazel. Jika bukan karena aura sihir yang sangat mengintimidasi itu, dia tadi pasti sudah bisa membuka gerbang sihir dengan cepat dan melarikan diri.
°°°
Walaupun begitu, Miyuki sebenarnya tidak menyadari akan hal itu. Dia hanya menyebarkan aura sihirnya untuk menakut-nakuti mereka tanpa tahu bahwa aura sihirnya memiliki kuasa yang bisa mengintimidasi malaikat tersesat yang memiliki kasta lebih rendah dari pemilik asli inti Mana nya.
°°°
"Kau juga duduklah," ucap Miyuki, sambil menggeser kursi di dekat kaki pria bertopeng dengan kekuatan telekinesisnya.
Miyuki kemudian berjalan memutari meja lalu duduk di kursi yang berada di sisi lain meja di seberang Cao Ming Ren dan pria bertopeng.
Ia juga meminta Wang Sin Long untuk duduk disebelahnya sebelum akhirnya memulai pertanyaan-pertanyaannya yang ia ajukan pada Cao Ming Ren.
"Aku sedikit penasaran. Siapa nama aslimu?" tanya Miyuki sambil menatap Cao Ming Ren.
"Azazel."
Miyuki mengangguk pelan sementara pria bertopeng dan Sin Long menata Cao Ming Ren dengan dahi berkerut.
"Apa kau iblis yang sama seperti yang berada di cerita mitos yang beredar itu?" tanya Miyuki lagi.
Cao Ming Ren mengangguk.
"Apa iblis lain yang berada dalam cerita-cerita itu juga nyata? Apa mereka teman-temanmu?"
"Ya."
"Tiga iblis yang kubunuh waktu itu. Siapa mereka?"
"Astaroth, Astareth dan Mammon."
"Jadi, apa kalian dulunya adalah malaikat? Malaikat yang telah jatuh karena melanggar perintah sang pencipta seperti yang ada dalam cerita-cerita mitos itu?"
Azazel mengangguk pelan. Walaupun ia tidak menyukai kalimat 'malaikat jatuh' itu, namun dia tidak berani untuk menyelanya.
Ia tahu Miyuki sangat kejam. Sama kejamnya dengan iblis asli yang kini mereka layani. Bisa saja manusia di hadapannya ini marah lalu memenggal lehernya. Jika ia mati, roh nya akan dikirim ke ketiadaan. Ia tidak akan pernah bisa bangkit kembali.
"Apa benar kalian mengkhianati sang pencipta karena menginginkan kekuasaan yang lebih tinggi?"
Azazel mengangguk lagi. Wajahnya kini mulai memerah. Walaupun ia takut, tentu saja dia tidak menyukai dirinya diinterogasi seorang manusia.
"Kalau begitu, kau cerita saja." Ucap Miyuki.
Azazel yang sebelumnya menunduk, langsung mendongak saat ia agak bingung dengan perintah itu.
"Cerita?"
"Ya. Bukankah kau senang bercerita? Dari yang pernah kubaca tentangmu, kau suka menceritakan segala sesuatu tentang kebenaran dari dunia 'atas', kan? Cerita saja. Kami akan mendengarkanmu."
"A-apa?"
"..."
"Apa kau akan melepaskanku jika aku menceritakan semuanya?"
"Tidak. Aku akan membunuhmu setelahnya."
Glup...
Mengetahui itu, Azazel terdiam tanpa kata.
Wang Sin Long dan pria bertopeng menatap Miyuki dengan perasaan ngeri.
Jika kalimat itu tidak keluar dari mulut Miyuki, mereka mungkin tidak akan terlalu memercayai ancaman aneh seperti itu. Tapi, mereka tahu siapa Miyuki. Dia akan melakukan apa yang sudah dia katakan.
"K-kau... Lalu untuk apa aku bercerita jika pada akhirnya kau akan membunuhku?!" umpat Azazel.
"Anggap saja aku mengizinkanmu untuk mengucapkan kata-kata terakhirmu. Kau memang suka bercerita, kan?" Miyuki menunjuk pada pria bertopeng dan Wang Sin Long. "Disini ada tiga orang yang akan menjadi pendengarmu."
"Kau pikir..."
"Semakin lama dan semakin banyak kau bercerita maka akan semakin baik. Aku akan mendengarkanmu sampai selesai. Dengan begitu, kau akan mengulur waktu kematianmu, kan?"
Azazel terdiam. Kedua matanya melebar, menatap Miyuki dengan rasa tidak percaya.
'Dia sangat percaya diri.'
"Ah, aku lupa mengatakan ini. Kau juga boleh memberi tanda dan memanggil semua teman-temanmu selama kau bercerita. Ada berapa yang tersisa? Sepuluh? Dua puluh? Panggil mereka semua. Mungkin kau akan memiliki peluang untuk selamat jika kalian mengeroyokku, kan?"
Bukan hanya Azazel yang terkejut mendengarnya. Pria bertopeng dan Wang Sin Long bahkan sampai mengalami sesak nafas.
"K-kau benar-benar psikopat!" umpat Azazel dengan marah.
Kemarahan Azazel itu malah membuat Miyuki tertawa terpingkal-pingkal.
•••