
“Ya. Avatar ini adalah teknologi terbaru yang bahkan belum pernah ada di seluruh dunia. Anda beruntung menjadi orang luar perusahaan yang pertama kali melihatnya beroperasi.” Sahut Anna dengan wajah bangga. Dia kemudian menunjuk ke arah Miyuki yang berada di dalam monitor. “Dia adalah penciptanya. Ilmuwan kami yang handal!”
Jo mengikuti arah tatapan Anna lalu mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah selesai berbicara, Anna dapat mendengar suara tawa Miyuki di earphonenya.
“Apa yang kau tertawakan?” bisik Anna.
“Ya?” Jo Fizer dapat mendengar apa yang baru saja Anna katakan dan menjadi bingung karena dia sedang tidak menertawakan apapun.
Walaupun terasa aneh baginya saat melihat dan mengetahui seorang remaja bisa memiliki perusahaan, bahkan sudah berhasil membuat sebuah produk yang terlihat sangat hidup seperti ada makhluk hidup di dalamnya, namun Jo benar-benar melihat hal itu dengan serius dan menilainya sebagai hal yang sangat-sangat luar biasa. Tidak ada sama sekali pikiran untuk meremehkan apalagi menertawakannya.
“Oh… saya sedang berbicara pada pilot avatar ini, tuan Fizer.” Sahut Anna malu-malu.
Jo Fizer : "..."
°°°
《”Kau terdengar keren. Kau terdengar sangat bangga dengan perusahaan yang bahkan belum didirikan. Bahkan nama nya pun belum ada.》 Ledek Miyuki yang kembali tertawa setelahnya.
Mendengar suara tawa Miyuki, Anna tersenyum. Sayang sekali dia tidak bisa melihat wajah Miyuki saat sedang tertawa karena seluruh wajahnya tertutup helm.
Padahal, ini adalah pertama kalinya Anna mendengarnya tertawa.
°°°
Jo Fizer mengangguk-angguk kecil seraya mengusap-usap dagunya. Pria paruh baya itu masih terus memerhatikan avatar yang kini sedang menaruh sebuah wakizashi di pinggang kirinya.
Setelah mengenakan kacamata virtual penghubung dunia nyata dan dunia monster virtual, avatar tersebut kembali mengambil dua buah senjata lain dari dalam ransel dan menggenggam masing-masing senjata di tiap tangannya.
“Tanto? Apa dia avatar tipe Assassin?” tanya Jo pada Anna.
Anna melihat senjata yang mirip sebuah pisau dapur di genggaman avatar. Mengingat Miyuki adalah Hunter tipe Assassin, maka Anna menebak bahwa pisau pendek itu merupakan senjata pengganti belati.
“Ya. Kebetulan pilotnya Hunter bertipe Assassin yang sudah terbiasa berlatih dengan gaya Assassin.” Sahut Anna. Kali ini Anna berbicara sambil menatap avatar hunter dengan serius.
‘Avatar itu benar-benar mirip manusia yang sedang mengenakan perlengkapan tempur raid.’
Anna sebenarnya belum pernah melihat avatar dioperasikan secara langsung. Dia hanya melihat prototype yang pernah Miyuki tunjukan padanya.
Namun, karena rasa percayanya pada Miyuki, maka Anna menceritakan sesuai presentasi yang pernah Miyuki sampaikan pada Jo, walaupun sebenarnya cerita itu berasal dari prototype dan cerita Miyuki yang semuanya masih berupa sebuah rencana dari gambaran produk yang belum nyata.
Jadi, sebenarnya, Anna juga kagum saat tadi melihat avatar itu benar-benar bergerak seperti apa yang pernah ia lihat dalam prototype.
°°°
《”Anna, aku sudah siap.”》ujar Miyuki di ujung sambungan.
Mendengar itu, Anna menoleh pada Yola yang langsung memberikan tanda bahwa dia juga sudah siap.
Anna kembali berbicara pada Jo Fizer. “Tuan Fizer, apa kita bisa memulainya sekarang?”
Jo Fizer agak terkejut ketika Anna tiba-tiba mengajaknya berbicara lagi.
Dia sedang memerhatikan dengan seksama penampilan avatar hunter yang telah ‘berdandan’ layaknya seorang Hunter, yang tampak sangat keren dimatanya.
Mirip seorang Hunter sungguhan yang akan melakukan raid di sebuah Dungeon.
Jo kemudian melihat Bimo yang hanya mengenakan rompi milik Akademi dan menggenggam sebuah pedang di tangannya.
‘Padahal harusnya aku terkesima dengan Hunter pemula berperingkat S itu.’
“Baiklah, ayo kita menepi kesana.” Sahut Jo Fizer. Dia mengajak Anna untuk pergi ke tribun depan, dimana sudah ada beberapa orang teknisi Akademi dan juga beberapa instruktur yang ikut hadir karena ingin menyaksikan ujian penerimaan susulan.
Anna agak terkejut saat melihat Gina juga sudah berada di antara para instruktur. Dia memang menyadari ada banyak orang yang masuk ke dalam arena olahraga itu, namun tidak memerhatikan mereka semua karena sibuk berbicara dengan Jo Fizer, Miyuki dan juga pada kamera.
《”Anna. Apakah ini simulasi Dungeon peringkat E normal seperti yang ku minta?”》tanya Miyuki.
Anna menoleh pada Jo Fizer yang sedang berjalan bersamanya menuju tribun.
“Tuan Fizer, apakah simulasinya Dungeon peringkat E normal?”
“Mari kita tanyakan tim teknisi.” Sahut Jo Fizer yang kemudian mempercepat langkah kakinya untuk mencapai tribun lebih dulu.
Setelah Jo sampai di tribun, dia menanyakan apa yang baru saja Anna tanyakan, pada tim teknisi.
Ada sedikit keributan kecil antara Jo Fizer dan tim teknisi, setelah ketua tim menjawab pertanyaan yang pria paruh baya itu ajukan.
Walaupun masih berjarak agak jauh dari tribun, Anna juga dapat mendengarkan pembicaraan mereka dan menyesali sikap sekretaris Akademi yang hanya mengizinkan simulasi Dungeon peringkat C sebagai simulasi untuk ujian.
“Miyu, simulasinya berperingkat C normal.” ucap Anna pelan.
Anna menghela nafas pelan. Apa yang baru saja Miyuki tanyakan juga sudah Jo Fizer tanyakan pada tim teknisi. Karena itulah mereka akhirnya bertengkar kecil.
"Tidak bisa. Yang memiliki wewenang tidak mengizinkannya." Anna memberitahu.
《"Sialan!"》
Anna menghentikan langkah kakinya dan menatap pada Bimo yang tampak berdiri dengan tegang di samping avatar.
“Bimo memang berperingkat S, tapi dia tidak menguasai bela diri dengan baik.” Pikir Anna.
Anna kembali berbicara pada Miyuki. “Bimo tidak bisa bertarung dengan baik, tapi dia bisa menghabisi mereka semua dengan bertarung secara asal-asalan.” Ucap Anna yang kemudian tersenyum pahit.
《”Kau tahu, kita akan malu kalau avatar ku sampai dikalahkan dengan mudah walaupun orang pada akhirnya akan tahu jika level Dungeonnya terlalu tinggi.”》Miyuki menggerutu.
“Berusahalah menghindar sebaik mungkin. Kalau tidak bisa mengalahkan monster virtualnya, setidaknya tunjukan kelincahan mu sebagai seorang Assassin yang dapat diaplikasikan dengan baik oleh avatar.” Ucap Anna, memberikan saran. Dia kemudian berjalan kembali menuju tribun.
《”Mereka gila! Suatu saat aku akan menguliti tim teknisi dari Akademi itu!”》 umpat Miyuki yang kesal.
“Chris Meyers.” Ucap Anna pelan.
《”Ya?”》
“Nama orang yang harus kau kuliti. Dia pemilik izin nya.”
《”…”》
Miyuki akhirnya menambahkan sambungan juga pada Bimo Gandri yang juga sudah mengenakan earphone di salah satu telinganya.
《”Bimo. Kau aktifkan aggro skill mu sekrang dan gunakan taunt skill saat monsternya bermunculan.”》
“Y-ya…” sahut Bimo dengan suara bergetar.
《”… Ada apa dengan mu?”》
“Saya agak gugup, nona Miyu…”
《”Huh?”》
“Saya sebenarnya belum pernah bertarung dengan monster Dungeon. Saya juga belum pernah mengikuti raid ilegal seperti yang kebanyakan Hunter non Asosiasi lakukan.”
”… Tapi, kenapa kau terlihat sangat berani saat berhadapan dengan Orc dan Elf kemarin?" Kali ini Anna yang bertanya.
“W-waktu itu…, sebenarnya saya ingin kencing di celana. Hanya karena ada Yola saya terpaksa berani…” Bimo tidak melanjutkan kalimatnya. Sebagai gantinya, Anna dan Miyuki dapat mendengar suara tawa canggung darinya.
°°°
Setelah Anna berada di tribun, Gina dan Lucy langsung menghampirinya.
“Sebenarnya benda apa itu?” Tanya Gina yang sudah sangat penasaran dengan manekin yang sedang bersiap di sebelah seorang Hunter.
“Akan ku ceritakan nanti.” Sahut Anna singkat. Dia menatap Gina sebentar hanya untuk tersenyum padanya sebelum akhirnya menoleh pada Jo Fizer yang datang mendekat.
“Siswi Anna…,” Jo Fizer menoleh sebentar pada avatar hunter di kejauhan, sebelum kembali berbicara. “Simulasi Dungeonnya berperingkat C normal. Apakah avatar itu tetap mau melakukan uji coba bersama calon siswa Bimo? Bukankah avatar itu kau katakan masih berlevel D?”
“Tidak masalah. Mari kita lihat seberapa kuat daya tahan avatar hunter kami dan seberapa lihai pilotnya.” Sahut Anna dengan santai.
Miyuki juga mendengar apa yang baru saja Anna katakan, dia langsung melancarkan omelannya.
《”Aku akan menghabiskan semua kristal sihir di dalam dunia Orc itu untuk membuat avatar yang jauh lebih kuat jika produk pertama ini hancur, ok?”》
Anna : “…”
Jo Fizer menatap Anna dengan sedikit keraguan di hatinya, namun tak lama kemudian dia menghela nafas panjang lalu menganggukan kepalanya.
“Baiklah.”
Jo Fizer akhirnya kembali ke tempat tim teknisi berada untuk memberitahukan bahwa ujiannya akan dimulai.
Para instruktur dan beberapa anggota dewan Akademi yang hadir, terlihat tertarik sekaligus bingung saat mendengarkan pembicaraan Anna dan Jo Fizer.
Mereka akhirnya hanya bisa menantikan apa yang akan manekin itu lakukan di ujian nanti.
Setengah dari anggota dewan Akademi yang hadir merupakan orang-orang kepercayaan Chris Meyers. Mereka mulai menertawakan pertunjukan kecil yang sedang kepala Akademi lakukan.
Mereka hanya ingin menunggu Hunter berperingkat E di tengah lapangan dan mainan itu hancur tidak lama lagi dan bersiap menghujat kepala Akademi saat monster-monster virtual nantinya akan mempermalukan calon siswa dan mainan yang dibawanya.
•••••••