
Taksi yang mereka kendarai terpaksa harus berhenti di gang yang agak jauh dari tempat tujuan kelima Hunter itu, saat barikade dari anggota militer menghentikan kendaraan yang mereka tumpangi.
Namun, dua tentara yang menghentikan taksi mereka di depan barikade tadi, langsung gemetar saat melihat Gina Stewart turun dari dalam taksi.
Walaupun Gina pada akhirnya menyapa kedua petugas itu dengan ramah, namun tetap saja kedua tentara itu gemetar dan langsung menundukkan kepala mereka, takut jika Hunter berperingkat SSS yang telah di usir dari Kota C itu tiba-tiba berbuat sadis pada mereka, seperti yang rekannya lakukan kemarin.
Apalagi saat mereka melihat Kevin Jung keluar dari taksi lain sembari menggendong sebuah avatar hunter di punggungnya. Kedua tentara itu buru-buru membuka barikade tanpa Hunter-hunter itu minta.
Mereka sudah tahu bahwa Gina dan rekan-rekannya pasti hendak pergi ke lokasi kejadian pembantaian kemarin. Mereka juga tahu bahwa yang ingin Gina temui adalah salah satu rekannya, Miyuki 'sang pembantai'. Itulah julukan Miyuki yang kini beredar di dunia maya, juga di seluruh kolom utama berita di ratusan negara.
Semua orang yang menyaksikan siaran langsung itu awalnya bingung dengan pilihan mereka sendiri. Orang-orang akhirnya merasa bahwa anggota Nine Bears sepertinya benar-benar tulus ingin membantu menutup semua gerbang Dungeon setelah melihat apa yang guild itu lakukan di benua Afrika selama berbulan-bulan.
Namun, mereka juga ingin memiliki avatar hunter yang di janjikan akan di produksi secara massal dan akan di berikan pada siapapun yang ingin beralih profesi sebagai seorang Hunter.
Tapi, saat melihat apa yang Miyuki lakukan pada para agen rahasia dan salah satu Hunter terbaik dunia dalam siaran langsung itu, semua orang yang menyaksikannya menjadi sangat ragu, apakah mereka harus mendukung Nine Bears dan 9 AM, atau Asosiasi Amerika.
Sebagian orang mengatakan bahwa Miyuki melakukannya karena ingin membela diri setelah mendapatkan fitnah. Terutama saat ia mengancam akan mengejar pelaku nya, Li Wen Xia dan Albert Brosman.
"Tentu saja dia membunuh mereka semua. Lihat bagaimana mereka di fitnah hingga di usir dari negaranya sendiri." Ucap orang-orang yang sudah muak dengan sistem Asosiasi Dunia yang menganggap mereka adalah yang paling benar dan terdepan dalam menangani masalah keamanan dunia dan Asosiasi Amerika sebagai pelaksananya. Padahal, orang-orang sudah mulai tahu bahwa unsur politik yang berada di dalam Asosiasi jauh lebih kuat dari rasa keadilan yang mereka gembar-gemborkan.
Tapi, tidak sedikit juga orang yang mencemooh Miyuki dan mengatai tindakkannya itu sebagai perbuatan seorang yang keji.
"Dia melakukannya karena ingin mempertahankan hasil curiannya." Itulah yang orang-orang katakan. Kelompok ini adalah orang-orang yang ingin mendapatkan avatar hunter secara gratis.
Jadi, sejak kejadian kemarin, media sosial menjadi sangat ramai dengan topik pembahasan itu.
•••
Badan Keamanan Nasional yang kini mengambil alih sistem keamanan di Kota C setelah Asosiasi Kota C melakukan serah terima pengawalan pada area kejadian juga sudah berpesan pada para pasukan khusus yang mereka tempatkan di sana bahwa mereka harus mengizinkan Gina Stewart dan rekan-rekannya lewat jika mereka telah tiba di lokasi tersebut.
Karena itulah, secara otomatis, petugas penjaga area tempat pembantaian para Hunter Asosiasi dari Amerika itu langsung membukakan jalan bagi Gina dan rekan-rekannya.
"Kenapa pihak militer yang menjaga tempat ini? Kemana petugas-petugas dari Asosiasi?" tanya Davina pada Gus, yang sedang menggendong avatar juga di punggungnya.
Pertanyaan Davina langsung terjawab ketika ia melihat puluhan petugas Asosiasi memenuhi trotoar yang berada di sepanjang jalan menuju toko bunga.
Di sepanjang jalan itu, mereka melihat ada lebih dari 60 Hunter Asosiasi yang berlutut sampai ke depan bangunan toko bunga.
Saat mereka sedang berjalan kaki menuju toko bunga, Davina menghampiri salah seorang Hunter yang ia kenal, yang juga sedang berlutut di sana.
"Riko, apa yang kalian semua lakukukan di sini?"
Mendengar namanya di sebut, Riko langsung mendongak.
"V-vina..., bisa kau tolong aku?" pinta Riko dengan penuh harap.
Davina mengernyitkan kedua alisnya saat melihat kedua mata Riko yang tampak sembab.
"Apa yang terjadi?"
Riko buru-buru mengeluarkan smartphone dan menyerahkannya pada Davina.
Davina langsung menonton video yang rupanya baru di kirimkan rekan Riko padanya.
Melihat isi rekaman video, Davina hendak muntah. Ia buru-buru mengembalikan smartphone itu pada Riko dan melangkah pergi meninggalkannya.
"Vina! Davina!" Riko berteriak memanggil saat wanita muda itu tiba-tiba pergi meninggalkannya.
"Aku tidak mengenal mu!" sahut Davina dengan suara nyaring.
"..."
•••
Sesampainya rombongan itu di depan toko bunga, mereka langsung melihat seorang gadis berwajah imut dengan ekspresi wajah datar, sedang duduk seorang diri di belakang sebuah meja bundar sambil asik menikmati semangkuk mie instan yang menjadi makan siangnya.
"Kalian datang?" Ucap Miyuki, sambil menatap Gina yang masih bingung dengan apa yang para Hunter lakukan di sepanjang jalan. Ia tadi tidak ikut berhenti bersama Davina, walaupun ia juga mengenal Riko.
Gina lebih penasaran dengan keadaan Miyuki yang masih tidak mau menerima panggilan teleponnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Gina, alih-alih marah, walaupun ia saat itu sedang kesal pada Miyuki.
Pertanyaan itu membuat rekan-rekan yang datang bersamanya melihat Gina dengan tatapan malas.
"Pertanyaan macam apa itu?" pikir Kevin Jung.
°°°
Gus Stevin duduk terlebih dahulu di salah satu kursi kosong dari 3 kursi kosong yang ada di sekeliling meja Miyuki, setelah ia meletakkan avatar Miyu di kursi sebelah Miyuki.
Ia kemudian mengambil satu dari 4 minuman kaleng di meja dan langsung meminumnya, lalu mengembalikan kaleng ke atas meja dengan sedikit kasar.
Sambil menyeruput mie nya, Miyuki melirik pada Gus yang juga sedang menatapnya.
"Kau... Kenapa kau menyembunyikan kekuatan mu?" tanya Gus akhirnya.
Saat ia melihat bagaimana Miyuki dapat mengalahkan semua pengepungnya dengan mudah, ia merasa sangat menyesal karena sudah dengan sia-sia mengkhawatirkan gadis itu. Gus bahkan hampir menangis saat mengira Miyuki akan bernasib sama seperti Ren dan sahabat baik nya, Liu Gong.
"Aku tidak menyembunyikannya."
"Lalu, untuk apa kau bertarung memakai avatar?"
"Aku agak jijik jika terkena darah secara langsung."
Gus mengalihkan pandangannya, menatap mayat Jordan yang sudah menghitam dan membusuk. Tatapannya kemudian beralih pada tubuh Brandon Lloyd yang hancur. Ia juga melihat Kenichiro Tanaka yang pingsan. Dan yang terakhir, melihat tubuh tanpa kepala Fred Watson yang tergeletak di sembarang tempat di trotoar.
'Dia mengatakan jijik dengan darah setelah melakukan itu semua? Dan dia juga bisa makan dengan santai di hadapan dua mayat itu?'
"Aku hanya akan melakukannya saat terdesak." Ucap Miyuki, seakan mengerti arti tatapan Gus pada orang-orang yang pingsan dan mayat di lantai teras.
Gus tidak menanggapinya. Ia hanya membalas tatapan Miyuki dalam diam seraya mendengus kesal.
•••
"Apa lendir yang berada di atas tubuh mayat orang ini adalah Keisuke?" tanya Gina, yang tadi langsung menghampiri mayat Jordan setelah melihat Miyuki tampak baik-baik saja.
Mayat Jordan yang sudah terkontaminasi racun dari lendir daging Keisuke itu berbau sangat busuk dan tampak menjijikkan.
Miyuki mengangguk pelan saat Gina menatapnya.
"Aku tidak tahu jika dia yang membunuh tuan Stewart dan tuan Wang. Aku baru tahu saat melihat cara nya mati." Sahut Miyuki dengan tatapan menyesal. Jika ia tahu bahwa Keisuke adalah pembunuhnya, dia pasti akan menyiksa Keisuke sama seperti caranya menyiksa Jordan.
"Memangnya, apa yang akan kau lakukan jika kau tahu dia pembunuhnya?" tanya Kevin.
"Yah, aku mungkin akan membunuhnya pelan-pelan."
"..."
"Ada apa dengan tatapan mu?" protes Miyuki, melihat tatapan mengesalkan dari Kevin.
"Apa kau psikopat?"
"Apa aku terlihat seperti itu?"
Kevin diam beberapa saat, sebelum kembali berbicara. "Kenapa kau menyembunyikan kekuatan mu? Jangan berikan jawaban yang sama seperti yang kau berikan pada Gus. Itu tidak masuk akal."
"Aku tidak menyembunyikannya. Hanya saja, tidak ada sesuatu yang darurat yang harus ku tangani sendiri."
Kevin Jung diam sambil mengingat-ingat apakah ada kejadian darurat yang selama ini terjadi pada mereka dan Miyuki membiarkannya?
Hanya ada satu, saat di Kepulauan Fiji. Tapi saat itu hanya ada avatar Miyu di sana. Tapi, Miyuki juga berjuang keras menggunakan avatar yang kalah kuat di bandingkan kekuatan Anna, walau Anna saat itu bertarung hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja.
"Ah..., benar juga...," gumam Kevin, saat ia akhirnya mengingat kembali kejadian dungeon break di Kota C dulu.
Itu adalah saat gerbang dari dungeon break hewan purba tidak bisa di hancurkan. Miyuki memintanya untuk menjaga avatar dan dia mengatakan bahwa dirinya akan datang ke lokasi tempat kejadian.
Seandainya saat itu Anna tidak datang, Miyuki mungkin akan menyelesaikan situasinya.
"Tapi..., apa kau benar-benar bisa mengalahkan Li Wen Xia?" tanya Kevin lagi.
"Aku akan mencarinya dalam dua hari ke depan. Aku masih menunggu seseorang di sini."
Sigh...
Kevin kemudian menatap mayat tanpa ke pala di dekat kakinya. "Di mana kepalanya?" tanya Kevin Jung setelah ia menatap sekeliling namun tidak menemukan kepala Fred.
"Aku membuangnya ke tong sampah. Kau bisa mencarinya kalau ingin melihatnya." Sahut Miyuki, sembari mengarahkan sumpit di tangannya pada sebuah tong sampah di depan pintu toko.
"Kau benar-benar psikopat." Sahut Kevin, yang akhirnya pergi ke tong sampah untuk mengambil kepala Fred.
Kevin kemudian menyatukan tubuh Fred dan tubuh Jordan, lalu membakarnya.
Setelah melakukan itu, Kevin menyatukan kedua tangan di depan dadanya, lalu menunduk seraya memejamkan kedua mata.
"Untuk apa kau mendoakan para penjahat itu?" tanya Davina yang baru saja tiba disitu.
"Aku sedang berdoa agar Ren tenang di sana." Sahut Kevin dengan menatap kesal pada Davina.
'Kenapa mereka selalu berpikiran aneh tentang ku?'
•••••••