
Setelah menghancurkan bangunan beserta isinya, Ren langsung melompat turun dari teras rumah tepi pantai tersebut dan ia pun segera berlari pergi menuju bibir pantai.
Ren tidak mengambil keputusan secara sembarangan. Ia memang sudah merencanakan untuk pergi ke laut ketika sudah berada di luar rumah tepi pantai. Ren yakin, ia akan memiliki keunggulan jika bertarung melawan Fred di laut, walaupun Fred memiliki peringkat lebih tinggi darinya.
Namun, Fred tentu saja tidak membiarkan Ren untuk melarikan diri darinya dengan mudah. Dengan memiliki kecepatan lari yang jauh mengungguli seorang Hunter tipe Mage seperti Ren, pria paruh baya itu akhirnya berhasil mengejar Ren hanya dalam beberapa detik saja.
Saat ia sudah tiba di dekat Ren, Fred langsung menyerang pria remaja itu dengan menebaskan belatinya ke punggung Ren.
Namun, serangan yang Ferd lakukan tanpa menggunakan banyak energi sihir itu hanya berhasil mengoyakkan jaket Ren, tanpa bisa menembus kulitnya yang sudah dilindungi oleh lapisan es tipis yang Ren gunakan untuk melindunginya dari serangan tersebut.
Namun, daya serang fisik yang di hasilkan dari sabetan belati itu tetap saja membuat Ren terpental dan jatuh bergulingan di pasir pantai.
Ren hendak segera bangkit, namun rasa nyeri di kaki kiri, yang sebelumnya berhasil di lukai Fred, membuatnya sedikit oleng hingga serangan Fred berikutnya, berhasil mengenai pundak kanan Ren yang telah kehilangan kewaspadaan penuh.
Slashhh...
Tebasan Fred yang dilakukannya dengan menggunakan energi sihir yang jauh lebih besar dari serangan pertamanya tadi, berhasil menembus es tipis pelindung pada tubuh Ren, hingga meninggalkan luka menganga yang terbentang dari pundak hingga perut bagian kanan pada tubuh Ren.
Tidak sampai di situ, Fred kembali menyerang Ren yang kini berdiri sempoyongan dengan menancapkan belatinya ke paha kanan pria itu.
Stabbbb!!!
Setelah pria paruh baya itu mencabut belati dari paha kanan Ren, ia juga memberikan serangan lain dengan kaki kirinya yang berhasil mendarat tepat di dagu Ren, hingga membuat remaja itu terpental jauh sampai ke bibir pantai.
Buakkkk!
Kedua kakinya yang kini terluka dan terasa amat sangat nyeri, membuat Ren kesulitan untuk bangkit berdiri.
Jika luka-luka tersebut hanyalah luka biasa, tentu saja tidak akan memengaruhi Ren yang merupakan seorang Hunter berperingkat tinggi. Namun, karena serangan itu juga mengandung energi sihir, maka sihir yang tertinggal pada luka itulah yang membuat Ren tidak bisa menggerakkan kedua kakinya lagi dengan leluasa.
Belum lagi luka lebar yang mengoyakkan bagian kanan tubuhnya. Luka yang terkontaminasi energi Mana musuh tersebut, jauh lebih sakit dibandingkan luka pada kedua pahanya yang sudah tertembus belati lawan.
Fred menghampiri Ren yang masih terduduk di pasir pantai. Pria paruh baya itu menatap Ren dengan angkuh, lalu berbicara untuk mengancamnya.
"Aku akan memberikan mu kesempatan untuk menyerah dan pergi mengikuti kami, atau kau akan mati di sini!"
Mengabaikan ucapan Fred, Ren mendongak dan membalas tatapan pria paruh baya itu dengan tatapan angkuh yang sama.
"Kau hanya ingin menjadikan ku sandera, kan?"
Fred tersenyum sinis padanya, "Jika kau sudah tahu itu, harusnya kau tidak perlu repot-repot memberikan perlawanan, anak muda. Lihat, kau tidak harus sampai terluka seperti ini jika kau tadi mau berbicara baik-baik dan mengikuti keinginan kami."
Ren tertawa getir.
"Kau juga seharusnya tahu bahwa aku tidak akan repot-repot melawan mu jika pada akhirnya aku harus menyerah..."
Wushhh... Boooommmmm!!!
Baru saja Ren selesai berbicara, bola api besar datang padanya dan langsung meledak ketika berbenturan dengan tubuh remaja itu.
Walaupun sempat melihat datangnya serangan yang tiba-tiba, namun Ren sama sekali tidak sempat membuat dinding es untuk menghalangi serangan seperti sebelumnya.
Karena itu, Ren yang telah menerima serangan secara langsung dengan tubuhnya, terpental jauh hingga tercebur ke tepi laut yang dangkal.
Fred menoleh ke belakang dan melihat Jordan yang baru saja tiba dengan berlari tergesa-gesa.
"Apa yang kau lakukan?!"
Jordan sedikit terkejut saat mendegar bentakan dari Fred, sekaligus juga mendapatkan tatapan marah.
Ia pun membela diri, berusaha menenangkan kemarahan pria paruh baya tersebut.
"Dia sepertinya tidak ingin menyerah, jadi saya menyerangnya saja."
"Kau bodoh!"
"Saya tidak menyerangnya dengan sungguh-sungguh. Dia pasti masih hidup."
Tebakan Jordan memang benar adanya. Ren masih hidup dan langsung berusaha melarikan diri setelah ia kini berada di dalam air.
Ren langsung menyelam dan berenang menyusuri dasar tepi laut.
Ia terus berenang menuju kedalaman laut untuk bisa melarikan diri dari dua lawannya itu.
Dengan energi sihir yang dimilikinya, Ren dapat berenang dengan sangat cepat. Walaupun ia tidak bisa menggunakan kedua kaki dan tangan kanannya untuk mengayuh dengan benar, namun cukup dengan satu kayuhan tangan kirinya saja, ia bisa menempuh jarak hingga 8 sampai 10 meter jauhnya.
Menerima amarah Fred, boss nya, Jordan pun mau tak mau langsung menceburkan diri juga ke dalam laut.
Dengan mengikuti jejak darah yang berasal dari luka Ren, mereka membuntuti Ren yang terus berusaha melarikan diri menuju laut dalam.
Karena ia hanya bisa menggunakan satu tangannya untuk mengayuh, kecepatan Ren berenang kalah jauh dari dua pengejarnya.
Tidak sampai 5 menit kemudian, Ren dapat merasakan energi sihir besar membuntutinya dan ia kemudian melihat Fred dan Jordan yang sudah berada tak jauh darinya saat ia menoleh ke belakang.
Namun, ini adalah kesempatan baik yang Ren miliki, yang juga menjadi salah satu rencananya saat masih bertarung di dalam rumah tepi pantai tadi.
Karena jenis sihirnya sangat akrab dengan air, Ren dapat menggunakan air yang berada di sekitar mereka dengan sangat baik.
Ren menghentikan pelariannya. Ia kemudian berbalik dan mengarahkan telapak tangan kirinya pada dua pengejarnya.
Pada saat itu juga, air laut yang yang berada di hadapan Ren, dari bagian telapak tangannya sampai dengan seluruh bagian air yang berada di hadapannya, membeku.
Bersamaan dengan membekunya air laut tersebut, Fred dan Jordan yang tadinya sedang menyelam dan berenang di dalam air juga ikut membeku, terjebak di dalam bongkahan es raksasa.
Ren menggunakan lebih banyak lagi energi Mana untuk memperkuat sihir pada kepingan es raksasa di hadapannya.
Dengan besarnya energi sihir yang Ren berikan pada kepingan es raksasa tersebut, Fred dan Jordan yang berada di dalamnya, merasakan tekanan sihir mengerikan, hingga mereka merasa bahwa tekanan tersebut seakan-akan ingin meledakkan tubuh mereka.
Melihat lawannya sudah membeku, Ren akhirnya berenang naik ke permukaan laut. Ia kemudian memanjat air laut yang telah membeku dan berlari dengan terpincang-pincang untuk kembali menuju bibir pantai. Ini adalah kesempatan terbaiknya untuk melarikan diri dari mereka.
Sebenarnya, Ren tadinya ingin meledakkan es beserta kedua Hunter itu secara bersamaan. Namun, ia tidak yakin bahwa mereka akan ikut meledak bersama es nya. Ada resiko yang harus ia tanggung jika kedua lawannya itu dapat lolos dari ledakan. Karena itu, dia membiarkan mereka tetap terjebak di dalam es saja.
Namun, saat Ren melintas tepat di atas tubuh kedua Hunter itu, es di bawah kakinya tiba-tiba mencair hingga membuatnya jatuh kembali ke dalam air.
Dari dalam laut, Ren dapat merasakan energi sihir yang sangat besar dan kini sedang melesat menuju ke arahnya.
Ren menoleh ke bawah dan melihat seberkas cahaya bola api berwarna jingga merangsek menembus air laut yang baru saja mencair dan pergi menuju permukaan.
Ren mengarahkan telapak tangan kirinya pada sihir bola api yang datang ke arahnya itu untuk membekukan kembali air yang berada di bawah tubuhnya.
Namun, energi sihir yang berasal dari bola api tersebut terlalu besar untuk diatasinya, hingga bola api itu terus melesat dan melelehkan es yang baru saja Ren buat.
Booooooooooommmmmmm!!!
Bersama suara ledakan yang sangat nyaring itu, Ren terpental dan terbang jauh ke udara.
Ledakan itu benar-benar sangat dahsyat hingga membuat Ren yang terkena dampak langsung ledakan, kini melayang tinggi lalu jatuh tanpa bisa mengendalikan tubuhnya lagi.
"Sialaaannn..."
Hanya gumaman itu yang terdengar keluar dari mulut Ren, sebelum ia melihat Fred yang memiliki wajah merah padam karena marah, muncul di hadapannya.
"Mampus kau brengsek!!!" Umpat Fred, sebelum ia akhirnya menghujamkan belatinya tepat ke jantung Ren.
Stabbb!!!
Belati tersebut menancap ke dada Ren dengan sangat dalam hingga kemudian menembus jantung sampai punggungnya.
"Arggghhh...!!!"
Setelah berhasil menghujam jantung remaja itu, Fred langsung mencabut belatinya. Ia kemudian menendang tubuh Ren yang sudah tak berdaya, hingga terlontar dengan sangat cepat dan jatuh menghantam permukaan laut dengan sangat keras.
"Bakar dia sampai tak bersisa!" Perintah Fred pada Jordan, dengan berteriak nyaring.
Pria paruh baya itu merasa telah dipermalukan saat Ren tadi berhasil menjebaknya di dalam es. Andai saja tidak ada Jordan yang memiliki sihir api yang bisa mencairkan es tersebut, ia tak tahu apa dirinya bisa selamat dari sihir es itu atau tidak.
Di berikan perintah yang sudah sangat di tunggunya, Jordan yang sudah berada di permukaan laut, langsung menyelam kembali untuk mengejar tubuh Ren yang masih meluncur ke dasar laut akibat kuatnya tendangan Fred tadi.
Setelah Jordan berhasil mengejar dan menangkap tubuh Ren, ia membawa Ren yang sudah tak berdaya itu kembali ke permukaan laut.
Jordan kemudian melemparkan tubuh Ren ke udara, lalu mengerahkan energi sihirnya unruk membakar tubuh remaja itu dengan sihir api yang membara hingga akhirnya menghanguskan tubuh Ren sampai menjadi abu.
Setelah membinasakan remaja yang membuat mereka kerepotan itu, Fred dan Jordan berdiri menatap abu bekas tubuh Ren yang mulai berjatuhan ke permukaan laut.
"Katakan pada ketua bahwa dia melawan kita habis-habisan hingga kita terpaksa harus membunuhnya." Ucap Fred, yang kemudian berbalik, dan pergi menuju bibir pantai dengan berjalan di atas permukaan air.
"Ya, tuan." Sahut Jordan dengan seringai lebar di bibirnya.
•••••••