
Malam harinya, setelah makan malam bersama seperti biasa, Anna Lloyd dan Gina Stewart duduk bersama sambil menyaksikan siaran berita di televisi.
Berita tentang ‘Dungeon yang dicuri’ masih menjadi berita hangat. Hampir semua saluran berita baik itu di saluran Nasional maupun saluran swasta membahas hal yang sama.
“Gina, apakah kau besok pergi bekerja?”
Anna bertanya demikian karena Gina tidak memiliki jadwal bekerja setiap hari. Hanya pada saat Gina mendapat giliran untuk memberikan pelatihan, barulah dia akan pergi ke Akademi Hunter.
“Tidak, aku besok memiliki jadwal raid sebagai pengawas di ujian kelulusan Hunter senior. Aku baru akan memberitahukannya padamu. Aku mungkin tidak akan pulang selama empat atau lima hari.”
“Empat sampai lima hari? Apa memang selama itu?"
Anna cukup terkejut saat mendengar raid yang akan dilakukan membutuhkan 4-5 hari, karena setaunya biasanya untuk menaklukkan sebuah Dungeon hanya membutuhkan waktu 24 jam paling lama.
"Akan ada diskusi dan pembelajaran selama ujian raid di dalam Dungeon. Itu berbeda dengan raid yang biasa dilakukan."
"Ah... Begitu..."
“Ada sesuatu yang kau inginkan?”
“Aku ingin mendaftar untuk masuk Akademi.” Sahut Anna dengan cepat.
Gina Stwart tidak segera menanggapinya. Ia memperhatikan Anna beberapa saat sebelum bertanya.
“Kau ingin memiliki lisensi? Atau hanya ingin mencari pengalaman?”
“Aku ingin lisensi.”
“Kau ingin berkarir sebagai Hunter?”
Anna berpikir sejenak.
Dengan kekuatannya sekarang, dia ingin membantu menutup sebanyak mungkin Dungeon yang berada di seluruh dunia, dimulai dari Kota C.
Tapi, ia masih membutuhkan banyak waktu untuk melaksanakannya karena masih harus memiliki 19 Hunter lagi untuk melakukan raid resmi. Belum lagi masih harus membeli hak raid Dungeon dan tentu saja untuk memuluskannya, dia harus bergabung dalam sebuah Guild.
'Tidak, aku harus memiliki Guild ku sendiri nanti.'
“Ya, aku ingin mencobanya.” Sahut Anna menjawab pertanyaan Gina tadi.
Gina menyesap coklat panasnya sambil melirik pada Anna yang tampak serius menyaksikan berita di televisi.
“Kau mungkin tidak akan memiliki tubuh yang ramping dan indah lagi, kau seorang Warrior kan?”
Anna menoleh pada Gina yang duduk di sebelahnya. Dia agak sedikit tidak mengerti kenapa Gina malah membahas mengenai bentuk fisiknya yang kemungkinan akan berubah.
Dia lalu mengingat tubuh ayah dan kakak tirinya, Robin Lloyd. Seorang Warrior dan Tanker memang selalu melatih fisik mereka dan semua Hunter profesional dengan kelas tersebut baik itu pria maupun wanita, sudah pasti memiliki tubuh yang atletis. Bertubuh kekar. Mereka melatih tubuhnya dimulai sejak berada di Akademi Hunter.
Anna tidak butuh untuk melatih tubuhnya lagi. Dia sudah melatihnya dengan metode aneh yang diberikan mannequin. Tapi, orang-orang di Akademi sudah pasti tidak akan meluluskannya jika dia tidak mengikuti pelatihan itu.
Saat ini Anna bisa mengendalikan energi Mana-nya dengan baik. Jadi dia bertanya. “Apakah aku tidak bisa mengganti Kelas ku?”
Gina menggelengkan kepalanya.
“Saat seseorang mendapatkan kekuatan sihir, kelas mereka sudah di tentukan berdasarkan jenis energi Mana yang mereka miiliki.” Saat melihat Anna tampaknya tidak ingin menanggapinya, Gina melanjutkan. “Yang lebih penting lagi, Hunter adalah pekerjaan yang sangat berbahaya. Hunter memang adalah profesi berpenghasilan tertinggi saat ini, tapi dengan resiko yang sangat tinggi juga.”
Anna dapat melihat kekhawatiran di kedua mata Gina Stewart, walaupun Gina berusaha untuk terlihat tampak seperti tidak terlalu memperdulikannya.
Saat itu akhirnya Anna mengerti. Gina sepertinya tidak ingin dia menjadi seorang Hunter profesional.
'Sepertinya dia mengkhawatirkan ku.'
“Aku akan menyerah saat ku rasa itu berat. Aku ingin mencobanya terlebih dahulu.” Ucap Anna yang kemudian memaksakan senyumnya.
Gina mengangguk kecil sampai beberapa kali. Dia kemudian memaksakan senyumnya pada Anna.
“Kau bisa mendaftar tahun depan. Aku akan membantu mu.”
“Aku ingin mendaftar besok, bukankah waktu pendaftarannya hanya tersisa tiga… Maksud ku tersisa dua hari lagi?” Ucap Anna. Jika dia pergi besok, berarti hanya tersisa dua hari untuk mendaftar dan mengikuti ujian untuk memasuki Akademi Hunter.
Gina terkejut mendengarnya. Dia berpikir akan membantu Anna untuk mendapatkan kenaikan experience point untuk menaikkan energi Mana-nya.
Gina berpikir kalau dia bisa membantu untuk membelikan ecperience point tersebut jika perlu. Jika Anna mengikuti pendaftaran tahun depan, Gina berpikir, mungkin Anna dapat memulainya dengan berada di peringkat E atau setidaknya di akhir peringkat F. Hal itu jelas akan sedikit mempermudahnya.
Membeli experience point tentu saja bisa di lakukan dan merupakan hal yang legal. Hunter-hunter dari Guild kecil terkadang menjual hak peningkatan experience pointnya setelah mereka melakukan raid, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih.
Meningkatkan experience point dengan cara membelinya, biasanya di sebut sebagai peningkatan paksa dan Asosiasi menganggap hal itu legal.
“Tidak bisakah kau menundanya sampai tahun depan?” Wajah santai Gina menghilang saat dia mengatakannya.
“K-kau… apa kau memiliki sebuah alasan?”
“Ya.”
Gina menatap Anna lekat-lekat pada kedua mata indah gadis cantik itu.
“Kalau untuk membalas perbuatan saudari tirimu… Kau tidak sampai harus menjadi seorang Hunter profesional. Kau hanya perlu melaporkannya pada Asosiasi. Aku dan dokter keluarga kami akan menjadi saksimu.”
“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal itu.” Sahut Anna sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
Gina akhirnya tidak lagi menanyakan tujuan gadis itu. Dia kembali menatap kedua mata Anna lekat-lekat. Ada keteguhan hati di kedua mata yang tampak polos itu.
“Kalau begitu... Aku akan mengantarkanmu untuk mendaftar dan mengikuti ujian masuknya.”
“Apa? Aku bisa pergi sendiri. Bukankah kau sibuk sampai beberapa hari kedepan?”
“Jika kau ingin mendaftar tahun ini, aku bisa mengantarkanmu besok pagi. Raidnya akan dimulai sore hari. Jadi aku masih punya cukup banyak waktu.”
Melihat Gina yang tampak mengotot ingin mengantarkannya, Anna akhirnya menyerah dan menganggukkan kepalanya.
•••
Sementara itu di kediaman utama keluarga Lloyd.
Cassey yang telah kehilangan tempat tinggalnya karena kebakaran hebat yang merupakan hasil ulahnya sendiri, tampak sedang meringkuk di atas tempat tidur ibunya.
Dia berharap ibunya akan berada di rumah, namun sudah 3 hari belakangan, Joana Nankins yang sepertinya sedang berada di dalam Dungeon belum juga kembali.
Cassey yang merasa ketakutan setelah selama dua malam didatangi hantu saudari tirinya, hampir tidak bisa tidur selama dua hari ini.
Hal yang paling disesalinya adalah karena dia kehilangan pil anti stress dan penambah energi sihir yang habis terbakar bersama dengan kediaman putri keluarga Lloyd.
Pil itu, adalah pil yang selama ini dia gunakan untuk memberikannya cadangan energi sihir yang besar selama melakukan raid bersama rekan-rekannya di Akademi Hunter. Juga, pil itu dapat memberikan ketenangan instan saat dia berada dalam situasi yang menegangkan di dalam Dungeon.
Dia berharap bahwa ibunya menyimpan beberapa pil di kamarnya, namun setelah Cassey menggeledah isi kamar ibunya, dia tidak menemukannya sama sekali.
Untuk itulah, bersama datangnya malam, Cassey kini meringkuk dengan ketakutan di atas tempat tidur.
Dia sudah berusaha untuk menenangkan dirinya, bahkan menghubungi beberapa temannya untuk mengobrol agar dapat menghapus ingatan akan kejadian dua malam terakhir, namun ingatan dari kejadian itu tetap menghantui pikirannya.
Cassey akan selalu teringat pada hantu adik tirinya saat dia hendak pergi ke kamar kecil ataupun sedang tidak melakukan apa-apa seperti saat ini.
Saat tidak bisa menghilangkan bayangan hantu itu dari benaknya, Cassey akhirnya duduk di atas ranjang. Rambutnya berantakan, bahkan dia tidak berani mandi sore tadi. Dia takut hantu itu akan muncul seperti saat sebelumnya, begitu dia keluar dari kamar mandi.
“Apakah ayah tidak menguburnya dengan baik?” Pikir Cassey.
Brandon Lloyd sudah memarahinya dan mengatakan padanya untuk tutup mulut, di pagi hari setelah kejadian. Ayah dan ibunya memarahinya hampir sepanjang pagi itu.
Cassey tidak mengetahui bagaimana kedua orangtuanya mengurus hasil perbuatannya, namun dia sama sekali tidak mendengar berita pembunuhan Anna. Bahkan berita yang sampai ke telinganya dari pelayan-pelayannya bahwa Anna minggat dengan supir pribadinya untuk menghindari perjodohan.
Cassey yang merasa tidak memperdulikan lagi masalah itu, hanya mengetahui cara kedua orangtuanya mengatasi masalah tanpa ingin bertanya langsung pada kedua orang tuanya.
Cassey kembali teringat bahwa besok dia harus mengikuti ujian kelulusan di Akademi dan harus melakukan raid dalam prosesnya.
Untuk itu, dia kembali membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk tidur.
Namun saat dia baru merebahkan tubuhnya, dia melihat sosok tubuh yang bergelantungan di atas langit-langit kamar. Sosok itu berdiri terbalik di langit-langit kamar dengan rambut panjangnya yang menjuntai dekat dengan wajahnya.
“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…!!!”
Spontan saja Cassey berteriak histeris dan dengan refleks melemparkan guling yang berada di dekatnya pada hantu itu. Guling itu tebang menembus tubuh hantu dan mendarat di atas meja yang kemudian menghamburkan semua benda yang berada di atasnya.
Cassey melompat dari ranjang dan ingin berlari ke pintu namun dia terjatuh saat terpeleset oleh air kencingnya sendiri yang membasahi kakinya.
Hantu itu tiba-tiba muncul di depan wajahnya lagi dan membuat Cassey berteriak-teriak dengan kencang sebelum akhirnya pingsan.
Joana Nankins yang baru saja tiba, langsung berlari ke kamarnya saat mendengar suara teriakan disana dan dia terkejut saat melihat putri kesayangannya tergeletak di lantai di atas genangan air kencingnya.
•••
Anna melemparkan smartphonenya dengan sedikit perasaan lega di hatinya. Dia tadi begitu kesal saat baru mengecek smartphonenya dan mendapatkan banyak pesan dari kakeknya yang memintanya untuk kembali ke keluarga.
Dia baru tahu bahwa dirinya dinyatakan hilang dan minggat bersama supir pribadinya akibat tidak menyetujui perjodohannya. Dia menyangka Cassey telah menyebarkan rumor itu untuk menutupi perbuatannya.
Untuk itulah ia tadi pergi dan mengganggu Cassey. Itu adalah bentuk kecil pembalasan dendamnya. Dia ingin menghancurkan mental saudarinya itu, sebelum nantinya akan benar-benar menghancurkannya.
•••••••