Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 55 - Ujian Kelulusan (2)


Tim raid dari Akademi Hunter saat ini sedang berada di hamparan lahan yang dipenuhi rerumputan serta bukit-bukit batu di seluruh permukaannya, yang merupakan salah satu ciri khas Dungeon dengan monster-monster Golem dan Goblin sebagai penghuninya.


Sepanjang sejarah pengalaman Hunter-hunter di seluruh dunia, mereka lebih memilih untuk menghadapi Goblin dibandingkan harus menghadapi Golem di Dungeon yang dari keadaan geografisnya ini, biasanya menghadirkan kedua monster tersebut.


Golem biasanya menjadi monster default yang bisa menjadi penghuni Dungeon level apapun.


Yang membedakan di tiap-tiap level Dungeon, hanyalah tingkat energi sihir Golem nya saja. Berbeda dari Goblin yang sudah pasti hanya berada di Dungeon dengan peringkat E.


Jadi, walaupun Golem berada di Dungeon peringkat E, untuk mengalahkan mereka akan jauh lebih merepotkan dibandingkan Goblin. Akan menguras lebih banyak energi Mana para Hunter.


Dengan level Dungeon apapun, untuk mengalahkan monster-monster berjenis Golem membutuhkan banyak energi Mana hingga tim raid harus menghabiskan banyak stok mana potion.


Dengan tubuh yang terbentuk dari batu, Golem memiliki pertahanan yang lebih susah di hancurkan dibandingkan monster jenis lain.


Tim raid peserta ujian ini, bahkan sudah hampir menghabiskan stok mana potion yang mereka miliki.


Karena peringkat para siswa masih berada di kisaran F, E dan D, maka status dasar energi Mana mereka masih sangat kecil dan energi Mana mereka lebih cepat terkuras habis saat sedang bertarung.


Untuk itulah mereka lebih sering mengkonsumsi mana potion untuk mengembalikan energi Mana, saat mereka masih dalam pertempuran.


Untung saja, karena ujian di lakukan di Dungeon berperingkat E, maka mereka bisa menaklukkannya dengan tidak terburu-buru.


Tim raid sudah berada di dalam Dungeon selama 4 minggu, yang sebenarnya baru 4 hari di dunia manusia.


Dengan waktu di dunia manusia, Dungeon peringkat E akan break paling cepat dalam waktu 10 hari. Jadi, mereka masih memiliki banyak waktu tersisa.


Berbeda dengan tim raid profesional yang biasanya hanya membutuhkan beberapa jam saja jika hanya di hadapkan dengan Dungeon berperingkat terendah ini.


Karena masih tidak terlalu mendesak, maka tim raid dari Akademi akan mengambil waktu selama beberapa hari untuk beristirahat setelah berhasil mengalahkan satu kelompok monster.


Pada saat itulah mereka bisa mengembalikan energi Mana.


Namun, kali ini tim raid akan langsung pergi ke area dimana boss dari Dungeon berada setelah mengambil waktu istirahat hanya dalam beberapa jam sehabis mengalahkan kelompok monster terakhir.


Kapten tim, yang merupakan instruktur dari Akademi, memutuskan hal itu setelah melihat persediaan mana potion dan health potion mereka sudah mulai menipis. Demikian juga dengan perbekalan ransum yang juga hanya tersisa untuk dua hari lagi.


Lagi pula, untuk melawan boss Dungeon, tim instruktur akan sedikit membantu. Tidak seperti pada saat bertarung melawan kelompok monster berlevel rendah.


°°°


Wang Liu Gong, kapten tim, mengecek kembali alat pendeteksi energi sihir untuk memastikan jumlah energi sihir dari boss Dungeon yang akan mereka hadapi.


Karena dari jarak yang agak dekat seperti inilah, maka alat pendeteksi bisa membaca energi sihir monster dengan lebih akurat.


Setelah memastikan energi sihir boss Dungeon dan membandingkannya dengan total energi sihir yang timnya miliki, Wang Liu Gong kini dapat menentukan strategi yang akan mereka lakukan untuk menaklukkan boss Dungeon hingga tidak ada korban jiwa di pihak mereka.


Wang Liu Gong akhirnya mengumpulkan tim raid itu dan mereka membentuk sebuah lingkaran.


Untuk keamanan tim raid utama yang terdiri dari siswa-siswa Akademi tersebut, Wang Liu Gong kembali mengecek persediaan mana potion mereka satu persatu karena item itulah yang paling mereka butuhkan nanti.


Tim raid utama terdiri dari 17 Hunter pemula yang merupakan siswa yang saat ini sedang melakukan ujian kelulusan.


Selain itu ada 13 Hunter lain yang adalah instruktur Akademi.


Instruktur Akademi bertugas sebagai pengawas ujian dan juga akan menjadi Hunter yang akan mengambil alih pertempuran, jika keadaan mendesak.


Selain itu, ada juga tim penambang yang bertugas untuk mengambil kristal-kristal sihir dan juga akan bertugas untuk mengumpulkan mayat-mayat monster setelah Dungeon itu berhasil ditaklukkan.


Tim penambang terdiri dari beberapa Hunter berperingkat rendah yang berasal dari Asosiasi dan Hunter pemula yang merupakan siswa-siswa tahun pertama dan kedua di Akademi.


Bukan tanpa sebab siswa tahun pertama dilibatkan sebagai tim penambang. Justru mereka diberikan kesempatan untuk membiasakan diri dengan keadaan Dungeon.


Mereka juga tidak perlu mengkhawatirkan akan terjadi hal buruk, karena ada Hunter-hunter profesional dari Asosiasi yang akan melindungi.


°°°


Setelah pemeriksaan ulang selesai dilakukan, tim raid akhirnya berangkat ke lokasi boss Dungeon berada, sementara tim penambang mengambil waktu untuk beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.


Setelah melakukan perjalanan selama 20 menit, tim raid akhirnya tiba di lokasi boss Dungeon.


Wang Liu Gong meminta tim raid utama untuk berkumpul dalam sebuah lingkaran sekali lagi.


Demi keamanan, dia menjelaskan ulang strategi yang akan mereka terapkan untuk menaklukan boss Dungeon itu, juga agar energi Mana mereka yang nantinya akan dibantu mana potion akan cukup untuk menghadapi boss Dungeon tersebut.


Sesuai strategi, 3 Tanker bergerak terlebih dulu dengan mengendap-endap dari bukit batu kecil ke bukit batu kecil lainnya untuk menghindari jangkauan pengelihatan boss Dungeon yang merupakan Golem yang memiliki tinggi sekitar 7 meter.


Ketiga Tanker itu hanya bersembunyi di balik batu besar, tanpa melakukan apapun.


Saat Tanker sudah bersiap di posisi yang sesuai dengan arahan ketua tim, Wang Liu Gong memerintahkan Hunter-hunter kelas Mage yang memiliki fire skill untuk menyerang Golem tersebut.


“Tembak!”


Puluhan bola api mengarah ke tubuh Golem yang sedang duduk itu.


Bang... bang... bang...!


Suara ledakan menggema di area pertempuran saat bola api yang berasal dari Hunter-hunter Mage mengenai boss Golem.


Golem yang terkejut dengan serangan dadakan itu, mengaum dan berusaha melindungi kepalanya yang menjadi titik serangan.


Golem berusaha bangkit berdiri, namun serangan kedua dari Mage dengan ice skill membekukan separuh tubuhnya dari bagian pinggang kebawah.


Terjebak oleh ice skill Hunter-hunter Mage, Golem pada akhirnya hanya bisa berteriak marah sambil berusaha membebaskan tubuhnya dari jeratan es tersebut.


Melihat Golem terjebak oleh serangan itu, Hunter-hunter kelas Warrior yang sudah bersiap sejak tadi, akhirnya maju menyerang.


Warrior langsung berlompatan ke arah Golem.


Golem yang menyadari kehadiran mereka, berusaha menghalau serangan-serangan para Warrior dengan kedua tangannya.


Crang... crang... crang...!


Tusukan dan tebasan dari Warrior menghujani salah satu lengan Golem.


Atas perintah kapten tim, Warrior-warrior itu berusaha memutuskan salah satu lengan Golem untuk membuat monster itu kehilangan salah satu daya serangnya.


“Assassin bersiap!”


Wang Liu Gong berseru memberikan perintah, sambil terus memantau jalannya pertempuran dengan seksama.


Golem yang mendapat keroyokan dari 3 Warrior di bagian kepala dan pundaknya tampak sibuk untuk menangkis serangan Warrior dengan kedua tangannya.


Setiap Golem ingin berusaha memukul dua Warrior yang sedang fokus memukuli lengan kirinya itu, bola-bola api dari Mage beterbangan dan mencegah usahanya tersebut.


“Serang!!!”


Saat Wang Liu Gong memberikan aba-aba nya, Hunter dengan kelas Assassin yang sudah bersiap sejak tadi, melompat menerjang dengan fokus ke satu titik serangan.


Stab... stab... stab...!


“Gwaaaaoooorrrrr!!!”


Tusukkan belati tim Assassin berhasil menghancurkan mata ungu Golem yang terbentuk dari energi Mana.


Golem berteriak sangat nyaring dengan suaranya yang mengandung energi sihir, hingga membuat beberapa Hunter yang berada disekitarnya merasakan rasa sakit di telinga mereka dan terluka dalam.


Pada saat itulah, Tanker pergi meninggalkan persembunyian mereka untuk melindungi Hunter yang terluka.


Setelah melihat Tanker melindungi Hunter yang terluka dan melindungi area di sekitarnya, dua Hunter dengan kelas Healer segera menghampiri rekan-rekannya yang terkena dampak energi sihir dari teriakan Golem tadi dan membantu mereka untuk memulihkan cidera dalam yang dialami secepat mungkin.


Berkat kecekatan Healer-healer tersebut, Warrior-warrior dapat kembali pulih. Mereka akhirnya kembali bergabung untuk menyerang target, sesuai dengan rencana yang sudah Liu Gong instruksikan.


Mereka menyerang pundak kanan Golem.


°°°


Melihat arahannya sejauh ini telah dilaksanakan dengan baik, Wang Liu Gong kemudian mengarahkan tangannya ke tempat dimana 2 Warrior berada. Pundak kanan Golem.


Itu adalah kode untuk menyerang bagi tim Mage.


Melihat kode dari kapten tim, saat itu juga Mage-mage yang memiliki ice skill menembakkan es mereka ke pundak kanan Golem dan membekukannya.


Saat Wang Liu Gong memberikan aba-aba lagi, Assassin yang sebelumnya sudah mundur setelah melakukan tugas pertamanya, kembali menyerang dengan cepat dan berhasil memutuskan tangan kanan Golem yang membeku.


Slash… slash… slash…!


Setelah melihat pencapaian tim yang sejauh ini sudah sangat bagus, Wang Liu Gong memerintahkan semua penyerang jarak dekat untuk mundur dan memerintahkan Tanker untuk melindungi tim penyerang yang sedang bergerak mundur.


1 Tanker bertugas untuk melindungi anggota tim lain, sedangkan 2 Tanker lainnya menggunakan taunt skill untuk memancing Golem menyerang mereka dengan hanya satu tangannya yang tersisa.


Pada kesempatan itulah, tim penyerang jarak dekat dan jarak jauh meminum mana potion untuk memulihkan energi Mana.


°°°


Strategi menyerang tanpa memberikan lawan kesempatan untuk bertindak seperti yang mereka lakukan, adalah strategi yang hanya bisa dibuat oleh seseorang yang sudah memiliki pengalaman bertarung dengan monster-monster di banyak Dungeon.


Memperkirakan kekuatan lawan dan kawan, lalu meracik strategi yang akan digunakan untuk melakukan serangan kilat tanpa memberi kesempatan lawan untuk menyerang balik, adalah cara yang digunakan oleh Hunter-hunter profesional di seluruh dunia.


“Gus, tolong lindungi kita semua. Aku akan berbicara pada mereka,” pinta Wang Liu Gong pada Gus Stevin yang sejak tadi juga mengawasi pertempuran siswa-siswi mereka.


“Tentu.”


Pria bertubuh gempal itu kemudian mengambil perisai dan pedangnya, lalu pergi menuju boss Dungeon.


“Semuanya, mundur...!”


Perintah Wang Liu Gong setelah melihat Gus Stevin sudah berada di posisi yang ia inginkan.


Kecuali 3 Tanker yang berusaha bertahan sekaligus mengalihkan perhatian boss Dungeon, semua Hunter yang merupakan siswa Akademi itu langsung mundur dan berkumpul agak jauh dari area Golem berada.


Dengan meminta 3 Tanker lain untuk tetap bertahan dan menggunakan taunt skill, Gus Stevin yang kini akan mengambil alih pertempuran, langsung menyerang dan menghancurkan kedua kaki Golem yang sebelumnya membeku.


Walaupun dia adalah Hunter dengan kelas Tanker, namun levelnya jauh lebih tinggi dari boss Dungeon yang hanya boss dari sebuah Dungeon peringkat E yang biasanya cukup membutuhkan Hunter peringkat C untuk mengimbangi bossnya dengan bertarung 1 lawan 1.


Golem itu hanya bisa berusaha bertahan dari serangan Gus Stevin dengan satu tangannya.


°°°


Setelah kewalahan dengan serangan-serangan Gus Stevin, akhirnya Golem itu memusatkan seluruh energi Mana-nya untuk melakukan serangan pamungkas.


Saat melihat Golem itu akan mengeluarkan skill pamungkasnya, Gus Stevin mundur beberapa meter untuk bersiap menggunakan skill pelindung area.


“Kalian bertiga mundurlah!” perintah Gus Stevin pada 3 Tanker lain yang kemudian segera mereka turuti dan pergi ke tempat dimana rekan-rekan mereka sedang berkumpul.


Kabut hitam keluar dari tubuh Gus Stevin dan menutup area pertarungannya dengan Golem itu sampai 10 meter jauhnya.


Pada saat yang hampir bersamaan, Golem mengangkat satu tangannya yang tersisa, lalu menghempaskannya ke tanah.


Bang…!!!


Bersamaan dengan suara ledakan, area di tempat pertarungan antara Gus Stevin dan Golem hancur berantakan hingga meninggalkan lubang dengan diameter mencapai 15 meter.


Karena sudah dilindungi Gus Stevin dengan menggunakan skill nya terlebih dahulu untuk meredam serangan Golem, hampir tidak ada dampak apapun yang terjadi di tempat tim raid utama yang terdiri dari siswa-siswa Akademi berada.


Tim raid utama hanya merasakan tanah tempat mereka berpijak mengalami sedikit getaran.


Siswa-siswa yang menyaksikan apa yang baru saja Gus Stevin lakukan, bertepuk tangan saat melihat instrukur pengawas mereka mampu menahan serangan pamungkas boss Dungeon hanya seorang diri saja.


•••