Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 100 - Saling Curiga


Lizardman pemanah akhirnya membatalkan niat mereka untuk menembakkan panah dan menggunakan anak panah sebagai senjata untuk menyerang lawannya.


Ada 7 Lizardman yang kini menyerang avatar Miyuki dari berbagai arah.


Avatar Miyuki bergerak lincah menghindari dua serangan terdekat hanya dengan memiringkan sedikit tubuhnya.


Saat anak panah yang mereka gunakan sebagai senjata melewati tubuh avatar, avatar langsung menebas tangan lawan yang melintas di depannya.


["Puncture digunakan."]


Slash... Slash...


Tangan kedua Lizardman yang terkena tebasan senjata terputus.


["Level monster terlalu tinggi. Penggunaan energi Mana lebih dari seperempat yang avatar miliki."]


Miyuki mengabaikan pesan itu. Dia menendang tubuh dua Lizardman yang masing-masing kehilangan satu tangannya.


Tubuh Lizardman yang terpental itu menghantam dan tertusuk anak panah di tangan salah satu Lizardman yang berada di belakang mereka dan terlambat menyadari kedatangan tubuh 2 kawannya.


Avatar bergerak lagi dan menyerang 2 Lizardman lain secara sekaligus dengan tusukan yang mengarah tepat ke tenggorokan mereka.


["Puncture digunakan."]


Stab... Stab...!


["Peringatan! Level monster terlalu tinggi. Energi Mana yang dimiliki tersisa empat puluh lima persen."]


Miyuki mengabaikan pesan. Dia kembali bergerak dan menerjang dua Lizardman lagi dan menusukan tanto di masing-masing genggamannya pada dua Lizardman lainnya lagi.


Stab... Stab...!


Setelahnya, Miyuki langsung menyerang Lizardman terakhir yang sedang berusaha bangkit setelah tadi jatuh akibat tertimpa tubuh dua kawannya.


Kini hanya tersisa dua Lizardman yang sudah kehilangan lengan mereka.


Miyuki langsung mengendalikan avatarnya dan menghujamkan kedua tanto nya ke tenggorokan Lizardman.


["Peringatan! Energi Mana hanya tersisa sepuluh persen. Avatar disarankan untuk menggunakan mana potion untuk mengembalikan energi Mana lebih cepat."]


Miyuki mengabaikan peringatan itu dan menoleh pada Bimo yang sudah dalam perjalanan menghampiri avatar Miyuki dan bermaksud untuk membantunya.


°°°


Berbeda dengan avatar Miyuki yang telah menggunakan 90% energi Mana dan harus menyerang lawan dengan gesit, Bimo mengalahkan 20 lebih lawannya hanya dengan mengayunkan pedang sebanyak 3 kali.


Walaupun Bimo Hunter bertipe Tank, namun energi Mana dan daya serangnya terlalu kuat untuk monster berlevel C. Semua lawannya langsung meledak dan menghilang saat terkena jalur tebasan pedang Bimo yang mengandung energi sihir besar.


"Anda sudah hampir kehabisan energi Mana, nona Miyu." Ucap Bimo. Dia dapat melihat energi Mana avatar yang tersisa melalui kacamata virtualnya yang terhubung ke layar status.


《"Tidak masalah."》Sahut Miyuki yang kemudian menyarungkan salah satu senjatanya dan mengambil sebuah bola kaca dari dalam tas pinggang.


Miyuki memukulkan bola kecil itu ke punggung tangannya yang masih memegang senjata.


Saat bola kecil itu pecah di atas punggung tangan, dari dalamnya keluar gas berwarna biru tua dan langsung terserap kedalam kulit karet avatar.


["Pengisian energi Mana sedang dilakukan. Tinggu lima detik sampai proses pengisian selesai."]


"Wow, itu benar-benar luar biasa." Puji Bimo saat melihat bagaimana cara avatar mengosumsi mana potion.


《"Yah, berbeda dengan mu yang berperingkat S. Avatar ku harus menggunakan banyak energi Mana hanya untuk membunuh satu monster di Dungeon level ini."》Sahut Miyuki kesal.


Miyuki kemudian menatap ke arah tribun untuk mencari keberadaan Anna dan langsung menemukannya tak lama setelahnya.


Anna yang sedang di tatap dingin oleh sebuah patung : "..."


°°°


Sementara itu, para penonton yang menyaksikan bagaimana kecepatan lari avatar hunter, bagaimana kecepatannya dalam menyerang monster virtual dan bagaimana cara pilot mengendalikan avatar secara efektif tanpa memberikan lawan ruang untuk bergerak bebas, berdecak kagum.


Davina, Assassin senior di Akademi yang sangat terkenal dengan kecepatan dan kelihaiannya dalam bermanuver saat bertarung 1 lawan 1 dengan monster pun sampai ternganga dibuatnya.


Davina menatap layar raksasa untuk melihat pilot yang telah mengendalikan avatar. "Siapa dia sebenarnya?" Gumam Davina menatap takjub pada sang pilot.


"Kau..., apa kau bisa berpikir dalam sekian detik dan merobohkan tujuh monster dalam waktu secepat dia?" Tanya Riko.


Davina menggelengkan kepalanya. "Aku bahkan tidak pernah dibawa saat latihan raid simulasi Dungeon peringkat C."


Liu Gong tertawa kecil.


"Kau sepertinya harus mengambil cuti raid seminggu."


°°°


“Apakah kau sedang menatap ku?” tanya Anna pada Miyuki. Kedua mata Miyuki tampak seperti sedang menatap lurus padanya, padahal dia sedang menggunakan kacamata virtual.


《”Tentu saja.”》


“Bagaimana kau melakukannya? Bukannya kau sedang memakai kacamata virtual?”


《”Aku menonaktifkan sistem nya.”》


“Ah, begitu…”


“… Sebentar, akan ku tanyakan.” Sahut Anna.


Anna menoleh pada Gina yang duduk di sebelahnya dan masih menatap kagum pada Bimo, juga avatar hunter yang berada di tengah arena.


“Gina, apakah mereka hanya harus menunggu lima menit lagi sebelum boss nya muncul seperti di Dungeon virtual peringkat E?”


Gina menggelengkan kepalanya. “Tidak. Dungeon virtual peringkat C menggunakan sistem respawn. Monster akan respawn sebanyak tujuh kali. Setiap respawn, jumlah monster yang muncul akan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kemunculan sebelumnya. Setelah itu barulah boss nya akan keluar.”


Gulp…


Anna merasa tidak nyaman menyampaikannya pada Miyuki.


Miyuki mendengar Anna menelan ludahnya saat Gina selesai berbicara.


《”Aku mendengarnya. Sudahlah…”》sahut Miyuki ketus.


"..."


Miyuki kembali berbicara pada Bimo, 《”Kau juga dengar apa yang wanita itu katakan, kan?”》tanya Miyuki pada Bimo. Setelah melihat anggukan Bimo, dia berbicara lagi, 《”Aku cuma punya tiga mana potion lagi. Berarti aku hanya bisa membunuh 21 monster. Sisanya aku serahkan pada mu.”》


“Saya akan berusaha menanganinya.” Sahut Bimo.


Rasa percaya dirinya kini muncul setelah melihat sendiri kekuatannya yang telah menghabisi monster-monster virtual dengan sangat mudah.


《”Tidak akan ada masalah walaupun monster akan tujuh kali respawn. Selama energi Mana mu masih ada, mereka bukanlah lawan mu.”》


“Tapi, bagaimana dengan boss nya?”


《”Boss Dungeon biasanya memiliki total kekuatan dan juga energi Mana yang sama banyak dengan setengah dari total pasukannya.”》


“Oh…, dari mana kau tahu itu?” tanya Anna, tertarik dengan pembicaraan mereka.


《”Aku…, membacanya.”》


Anna mengerutkan keningnya. “Aku tidak pernah membaca hal seperti itu di situs resmi Asosiasi. Apakah mereka kurang update?”


《”Mungkin…”》


Anna berpaling menatap ke layar, dimana ia bisa melihat Miyuki yang sesang berada di dalam salah satu ruangan luas di ruang bawah tanah.


"Cara bertarung dan gerakan yang sangat efektif seperti itu... Bukan sebuah seni bela diri, tapi seni membunuh." Pikir Anna, sambil terus menatap layar raksasa.


Anna sudah belajar seni menggunakan berbagai macam senjata untuk membunuh selama 15.000 tahun dari visi dalam benaknya selama berada di planet asing.


Dia tahu bahwa teknik menggunakan dua senjata yang Miyuki miliki bukanlah sebuah seni bela diri. Itu adalah teknik membunuh, yang memangkas banyak gerakan tidak perlu dalam bertarung.


Dalam gerakan lambat, Anna melihat Miyuki sudah membaca pergerakan 7 Lizardman sebelum ia bergerak menyerang.


Semua gerakan menebas dan menusuknya di lakukan dengan penuh percaya diri, tanpa adanya keraguan bahwa serangan itu akan meleset.


Anna juga melihat status stamina pilot masih utuh 100%. Yang artinya, berlarian dan bergerak cepat saat menyerang monster virtual seperti tadi, tidak menguras stamina Miyuki sama sekali.


'Siapa kau sebenarnya?'


°°°


“Mereka sudah bermunculan.” Ucap Bimo mengingatkan, saat ia melihat bayangan puluhan monster tampak di kejauhan, di antara semak-semak belukar dan rawa-rawa.


《”Aku harus menghemat mana potion. Kau gunakan saja taunt skill mu. Tarik mereka kemari dan langsung musnahkan. Itu sangat…”》Miyuki tiba-tiba menghentikan ucapannya saat melihat puluhan dan ratusan monster lain yang kembali bermunculan.


Tidak hanya sekali, bahkan hal tersebut berulang sampai 6 kali. Monster telah respawn sebanyak 6 kali sekaligus dengan jeda tak sampai 5 detik.


Miyuki menonaktifkan sistem virtual lalu menoleh pada Anna yang juga sedang menatap padanya.


《”Anna, sepertinya ada yang sedang mengerjai kami.”》Ucap Miyuki pelan.


Anna juga terkejut saat melihat hal itu. Bukan hanya Anna. Semua penonton yang berada di tribun bahkan sampai berisik karenanya.


“Aku melihatnya..." ucap Anna yang sudah bisa menebak siapa dalangnya. "Bisakah Bimo mengatasi mereka semua?"


《”Bimo hanya tahu cara untuk menggunakan pelindung pada dirinya sendiri. 》


"Hah?"


《”Tsk... Dia baru sadar dua hari yang lalu dan belum berlatih untuk mengetahui skill yang dimilikinya setelah naik ke peringkat S.”》


"Ah... Kau benar..."


《"Mintalah mereka untuk membatalkan sistem Dungeon virtualnya. Avatar ini akan hancur jika mereka terlambat membatalkannya.”》


“B-begitu… Tapi..., seseorang memegang kendali Dungeon virtual. Tim teknisi tak bisa membatalkannya.”


《"Dari mana kau tahu? Kau bahkan belum berbicara pada mereka."》


Anna terdiam sejenak.


"Aku mendengar pembicaraan kepala Akademi dan tim teknisi."


Miyuki mendengus. Dia dapat melihat jarak duduk antara kepala Akademi dan Anna lumayan jauh.


'Kau memang bukan orang biasa, kan? Setelah terbangun dari koma, kau menjadi sangat mencurigakan.'