
...----------------...
Peringatan : Bab ini dipenuhi adegan kekerasan. Harap bijak dalam membaca. 🙏💖
...----------------...
"Dulu, saat Anna terbaring koma, kau mengirimkan orang untuk menculiknya sebanyak dua belas kali, kan? Kenapa kau sangat ingin membunuh putri mu sendiri yang sama sekali tidak memiliki salah apa pun pada mu?"
Brandon yang sebelumnya mengerang akibat rasa sakit yang di deritanya, terdiam.
Matanya terbuka semakin lebar menatap Miyuki. Kini, ia akhirnya tahu siapa orang yang telah mengirim kembali para pesuruhnya dalam keadaan babak belur saat ia memerintahkan mereka untuk menculik Anna dari apartemen Gina.
"Kau tahu, senang rasanya bisa menghajar mu langsung seperti ini. Dulu aku masih menahan diri saat melihat bahwa para pesuruh mu itu melakukan semua perintah mu dengan terpaksa."
Miyuki akhirnya berdiri kembali dan mengarahkan telapak tangannya pada tubuh Kenichiro yang kemudian terbang dan mendarat di cengkeramannya.
Miyuki melakukan hal yang sama pada Kenichiro. Tapi, untuk membiarkan Kenichiro tetap melekat terpaku di lantai teras, Miyuki mengambil katana Kenichiro yang menancap di langit-langit toko dengan kekuatan telekinesisnya sebelum menancapkannya di dada kanan pria paruh baya itu.
Stabbb!
Berbeda dengan Brandon, Miyuki menggunakan sihirnya agar Kenichiro tetap dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia juga membakar sebelah tangan Kenichiro yang telah buntung dengan sihirnya, agar tidak terjadi pendarahan yang akan membuatnya tewas.
Ia tahu, Kenichiro sebelumnya dalam keadaan terhipnotis sihir Li Wen Xia. Jadi, dia tidak ingin menyiksanya berlebih.
Setelah selesai dengan apa yang ia lakukan, Miyuki berjalan pergi menghampiri kru kamera.
Sambil menatap kamera di hadapannya, Miyuki berbicara, "Morgan Lloyd, jika kau ingin mengambil anak kesayangan mu, tinggalkan satu tangan mu di sana dan kau boleh membawanya. Jika kau membawanya tanpa meninggalkan tangan mu, aku akan mengambil kepala kalian berdua dan mengirimkannya pada cucu-cucu mu,"
"Ini berlaku juga untuk keluarga Tanaka."
Setelah itu, Miyuki mengarahkan satu tangannya pada tubuh Jordan yang masih pingsan di dinding.
Pada saat itu juga, tubuh Jordan terlepas dari dinding dan terbang menuju Miyuki.
Sambil menyeret Jordan ke tengah ruangan, Miyuki menarik dua kursi dengan tangannya yang lain yang kemudian di arahkannya ke tengah ruangan.
Ia kemudian mendudukkan tubuh Jordan di salah satu kursi sedangkan ia sendiri duduk di kursi seberangnya.
Miyuki mencabut tanto yang masih menancap di tubuh Jordan hingga pria itu terbangun akibat rasa sakit yang dirasakannya.
"Uuaaaaaahhh...!"
Plak!
"Diam!"
Jordan langsung terdiam saat Miyuki menampar pipi nya.
Jordan sempat terdiam saat ia terkejut mendapatkan tamparan itu. Namun, beberapa saat kemudian, saat ia tersadar dengan keadaan itu, dia langsung menyerang Miyuki.
Hanya ingin menyerang Miyuki.
Ia sama sekali tidak pernah melakukannya karena Miyuki telah mengekang tubuhnya dengan sihir hingga Jordan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, selain lehernya.
Miyuki menatapnya tajam, sementara Jordan menatapnya dengan kedua mata melebar akibat rasa terkejut dan sedikit takut.
Miyuki masih diam beberapa saat, menunggu Jordan selesai memerhatikan keadaan di sekitar mereka.
Setelah Jordan kembali menatapnya dengan mata yang bergetar, Miyuki akhirnya berbicara.
"Kau sudah lihat apa yang ku lakukan pada mereka? Sekarang aku akan bertanya pada mu dan ku harap kau akan menjawabnya dengan jujur."
"A-apa maksud mu?"
"Aku sudah tahu apa yang telah kalian lakukan. Selama ini, aku menyelidiki kalian melalui satelit milik 9 AM. Kau tahu kami memilikinya, kan? Jadi, aku bertanya bukan karena aku ingin tahu. Aku bertanya supaya mereka tahu kebenarannya." Ucap Miyuki seraya menunjuk ke arah kamera, tanpa memalingkan wajahnya dari Jordan.
Ia ingin Jordan mengatakan kebenaran pada seluruh dunia, bagaimana Anna telah di fitnah oleh Li Wen Xia dan Albert Brosman.
"Kau pikir kau bisa mengancam ku?!"
Srat...!
"Aaaaahhhh!!!"
Miyuki menggoreskan tanto nya di ujung kaki Jordan. Bersamaan dengan itu, ujung kaki sebelah kanan Jordan terputus begitu saja.
"Aku tidak mengancam mu. Aku ingin kau mengatakannya dengan sukarela karena aku ingin kau jujur."
"Kenapa kau memotong jari-jari kaki ku?! Kau breng... Aaaaahhhhhh!!!"
Teriakan pilu Jordan terdengar sangat nyaring, menggema di dalam ruangan itu saat Miyuki menancapkan tanto di paha nya, lalu menyayat paha itu hingga meninggalkan luka menganga.
"Kau mengerti apa yang ku katakan tadi?" tanya Miyuki sekali lagi.
"A-aku mengerti... Aku mengerti...!" Sahut Jordan cepat.
"Bagus. Sekarang..., kita mulai dengan dari siapa yang telah dengan sembarangan mengatakan bahwa aku mencuri penemuan tuan Sato?"
Jordan terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa Li Wen Xia dan Albert Brosman yang mengatakan hal itu padanya. Ia takut dengan kemarahan kedua iblis itu.
Srraaatt...!
"Aaaaahhhhh...!"
Ia baru tahu bahwa peringkat SS nya sama sekali tidak berguna dan tidak bisa menahan rasa sakit akibat luka yang di sebabkan oleh sihir orang yang jauh lebih kuat darinya.
"A-aku... Tidak tahu...!"
Srat...!
Jari-jari kaki kiri Jordan terputus.
"Aaahhhh... Tolong ampuni aku..."
Sraattt...!
Kali ini, Miyuki memotong pergelangan tangan kiri Jordan.
"Iblis! Wanita ini lebih mengerikan dibandingkan kedua iblis itu!" umpat Jordan di dalam hatinya.
"Baiklah kalau begitu," ucap Miyuki pelan, sembari mengetuk-ngerukkan sisi tumpul ujung tanto nya pada resleting celana Jordan.
"Li Wen Xia dan Albert Brosman! Mereka yang menyuruh kami, brengsek! Mereka yang mengatur semuanya! Mereka yang merencanakan semua fitnah itu! Kau brengsek!" Seru Jordan dengan nyaring. Ngeri saat melihat tanto di antara kedua pahanya sudah mulai merobek celananya.
"Tsk... Harusnya kau mengatakannya sejak tadi." Ucap Miyuki yang kemudian menatap Jordan dengan tatapan malas.
Ia kemudian berdiri dan pergi menghampiri Rin yang duduk berjongkok di pojok toko bunga sambil menutupi telinga dengan kedua tangannya.
Melihat perbuatan keji itu di lakukan pada manusia, Rin yang belakangan sering melihat dan juga sudah sering membunuh monster dengan avatar, tetap saja ketakutan.
°°°
Saat Miyuki berjalan menghampiri mereka, Lucy, Yola, pria brewok dan pria berbadan besar yang ngeri melihat apa yang sejak tadi Miyuki lakukan, langsung melangkah mundur, menjauh.
Miyuki berjalan terus sampai tiba di dekat Rin, lalu ia berjongkok di sebelahnya.
"Aku tahu kau tidak akan mau membunuh seorang manusia walaupun itu untuk membalas dendam. Tapi, aku hanya ingin bertanya pada mu. Pria itu adalah orang yang membakar Ren. Apa kau ingin membalaskan dendam mu padanya?"
Rin langsung menggelengkan kepala dengan kedua tangan yang masih menutupi telinganya.
"Baiklah."
Miyuki berdiri lagi lalu berjalan kembali menuju tempat Jordan berada.
Saat ia melewati Lucy, Miyuki berbicara sebentar padanya, meminta Lucy untuk membawa Rin ke apartemen Anna yang berada tidak jauh dari toko bunga.
Miyuki kemudian singgah lagi ke depan kamera dan berbicara dengan wajah tanpa ekspresinya. "Li Wen Xia, setelah ini, aku akan mencari mu. Dan Albert Brosman... Aku akan menyisakan mu untuk Anna. Tsk... kau sangat beruntung."
Setelah berbicara di depan kamera untuk menyampaikan pesan itu pada orang yang ia maksud, Miyuki meminta pemimpin kru WABC untuk menghentikan siaran langsung.
Pria itu langsung melakukan apa yang Miyuki minta.
"Minta seluruh anak buah mu untuk membeli rak-rak, pot bunga dan bunga yang sama persis seperti yang kalian rusak. Lalu, rapikan kembali toko bunga ini seperti sedia kala. Aku memberikan kalian waktu sampai besok." Ucap Miyuki lagi pada pemimpin tim.
Pria itu langsung mengumpulkan anak buahnya yang juga langsung berkumpul dengan suka rela. Mereka kemudian mengambil gambar pot bunga dan rak-rak yang hancur sebelum akhirnya pergi untuk mencari rak dan pot bunga sejenis.
Miyuki kemudian memanggil semua Hunter Asosiasi yang beberapa di antaranya langsung menangis ketakutan.
Berbeda dengan para kru televisi, Miyuki bisa saja membunuh mereka. Karena itulah orang-orang itu langsung ketakutan.
Miyuki tidak berbicara apa pun sampai ia melihat Lucy dan Yola pergi membawa Rin.
"Bawa dia ke teras." Perintah Miyuki, seraya menunjuk pada Jordan Foster yang masih berteriak-teriak menyumpah di tempat duduknya.
Dengan terbelenggu sihir, Jordan hanya bisa pasrah saat tubuhnya di gotong Hunter-hunter Asosiasi menuju teras.
Sesampainya di sana, Hunter-hunter itu meletakkan tubuh Jordan di lantai teras sementara mereka sendiri berlutut berjejer di hadapan Jordan atas perintah Miyuki.
Miyuki berbicara kembali pada Hunter-hunter itu.
"Keluarkan ponsel kalian dan rekamlah video. Aku ingin berbicara."
Semua Hunter langsung mengeluarkan ponsel mereka dan mulai merekam video dan mengarahkannya pada Miyuki.
Miyuki kembali berbicara. "Kalian semua berlututlah di sini selama tiga hari tiga malam. Ingat, aku tidak mengizinkan kalian pergi walaupun rekan-rekan kalian dari Asosiasi datang menjemput."
Miyuki kemudian mengambil sebuah batu, yang entah datang dari mana, dengan sihir telekinesisnya lalu memasukkan batu itu ke dalam mulut Jordan yang tidak henti-hentinya berteriak sembari menangis.
Lalu, sambil berbicara pada Hunter-hunter yang memegang kamera, Miyuki mulai menguliti tubuh Jordan dengan tanto nya.
"Nanti, jika ada rekan kalian yang datang menjemput, tunjukkan video ini. Saat mereka datang, mereka juga harus berlutut berjejer di samping kalian, atau mereka akan bernasib sama seperti orang ini, ok?"
Sambil muntah karena mual dan ngeri melihat apa yang Miyuki lakukan, Hunter-hunter itu mengangguk dengan cepat.
Setelah selesai menguliti rapi seluruh kulit tubuh bagian dada hingga perut Jordan, Miyuki mengambil lendir hasil lelehan tubuh Keisuke dan meletakkannya di tubuh Jordan yang baru saja ia kuliti.
"Sekarang, kau akan tahu bagaimana Ren tersiksa sebelum kematiannya," ucap Miyuki sambil menatap kedua mata Jordan dengan tanpa ekspresi.
Ia masih berada di situ sampai beberapa menit kemudian, melihat bagaimana Jordan berteriak-teriak kesakitan saat lendir beracun itu menggerogoti daging tubuhnya.
Setelah Jordan tewas dengan sangat menderita, Miyuki akhirnya menatap Hunter-hunter di hadapannya yang penuh dengan muntah di sekujur mulut dan tubuh mereka.
Ia kembali berbicara dan memberikan sedikit nasehat pada Hunter-hunter tersebut, "Kalian tidak cocok menjadi Hunter. Saat masa hukuman kalian sudah berakhir, pulang dan carilah pekerjaan lain."
•••••••