
Saat tampilan monitor berubah, seluruh penonton yang berada di tribun menghentikan obrolan mereka dan menatap dengan fokus pada monitor raksasa.
Tiga layar besar di tiga sisi tribun menampilkan keadaan Dungeon virtual yang agak gelap. Padang rumput, rawa-rawa dan semak belukar menjadi pemandangan dominan dari Dungeon virtual ini.
Langit kelabu dan suara petir yang menyambar-nyambar membuat para penonton menjadi tegang.
Walaupun yang mereka saksikan hanyalah gambaran Dungeon virtual, namun dari pengalaman yang mereka miliki, sebagian besar penonton sudah tahu monster apa yang akan muncul disana dan seberapa kuatnya mereka.
Dungeon virtual peringkat C biasanya hanya di gunakan untuk latihan gabungan Hunter Asosiasi dan Instruktur Akademi. Hanya Hunter berperingkat C ke atas yang biasanya ikut dalam latihan gabungan tersebut, mengingat tingkat kesulitan Dungeon yang begitu tinggi.
°°°
Tidak seperti biasanya, monitor hanya terhubung pada Hunter peserta ujian untuk menampilkan status energi Mana. Tidak ada bar health point seperti biasanya karena Dungeon virtual peringkat C sebenarnya tidak digunakan untuk ujian calon siswa.
Sebab itulah para penonton fokus pada layar karena rasa penasaran mereka pada status Hunter peserta ujian kali ini.
Yang membuat para penonton penasaran adalah karena kepala Akademi memberikan izin walaupun peserta ujian hanya diikuti oleh 1 Hunter saja. Mereka bahkan tidak menghitung avatar hunter yang di anggap mainan konyol.
Setelah beberapa detik berlalu, sejak layar menampilkan Dungeon virtual, pada satu-satunya layar yang menampilkan pilot avatar, layar tersebut tiba-tiba berubah.
Dalam layar, muncul status avatar hunter yang kini sedang bersiaga di arena virtual.
Avatar Name : 1st Product
Avatar Class : Assassin
Avatar Level : D
Avatar Experience Point : 1,230,000
Avatar Mana Point : 615,000/615,000
Avatar Defence Point : 700,000/700,000
Avatar Attack Power : 15,000
Avatar Speed : Level 3
Avatar Agility : Level 3
Avatar Auto Sensitivity : Level 3
°°°
Orang-orang yang melihat status avatar hunter terkejut saat tahu bahwa avatar itu tidak terhubung dengan sistem Dungeon virtual karena memiliki model catatan status yang berbeda dari biasanya.
"Datanya lebih banyak."
"Agak mirip status sebuah karakter di game..."
"Apa itu stamina pilot? Kenapa ada di bagian bawah?"
Para penonton saling bertanya satu dengan yang lain, walaupun mereka tahu tak akan ada yang bisa menjawab pertanyaan mereka dengan pasti karena avatar hunter adalah hal baru bagi semua orang.
Tak lama kemudian, status calon siswa yang sedang mengikuti ujian juga tertera pada 3 layar raksasa.
Saat mereka akhirnya melihat status calon siswa yang baru saja ditampilkan, mereka terkejut.
NAME : ???
RANK : S
ExP : 83,100,000
MP : 41,230,000
CLASS : TANK
SPECIAL SKILL : Lv. 2
°°°
"Hei, lihat peringkat calon siswa itu!"
"Dia peringkat S?!"
Tribun kembali ramai dengan suara bisik-bisik para instruktur dan anggota dewan Akademi saat mengetahui level calon siswa yang sedang mengikuti ujian penerimaan susulan.
Bahkan, kepala Akademi yang sudah tahu tentang itu, sedikit gemetar saat melihat sendiri hasil yang ditunjukan sistem pemindai otomatis yang terdapat pada kacamata virtual.
Jo Fizer memang sudah diberitahu mengenai peringkat pesertanya, namun saat melihat kebenarannya, dia terkejut. Hampir tidak pernah ada peserta ujian penerimaan Akademi dengan peringkat S sepenjang sejarah Akademi.
"Tapi, siapa namanya?" pikir Jo Fizer. Jo akhirnya ingat kalau dia lupa mendaftarkan nama peserta itu karena terlalu fokus pada avatar hunter.
'Sial, bocah sales itu benar-benar mengalihkan perhatian ku.'
Pemindai hanya bisa membaca status Hunter dari energi Mana di tubuhnya dan tidak bisa membaca identitas pribadi Hunter yang bersangkutan. "Yah, aku bisa memintanya mengisi formulir belakangan."
°°°
Sementara itu di tengah arena, Miyuki meminta Bimo untuk bersiap.
《"Bimo, aktifkan skill bawaan mu sekarang dan pancing mereka begitu keluar."》
"Ya."
Miyuki juga mempersiapkan avatarnya.
Berbeda dengan Bimo, saat Miyuki mengaktifkan skill, semua orang dapat melihat apa yang Miyuki lakukan di monitor dan juga mendengar suara elektronik pada speaker yang berada di tiap sisi tribun.
《"Aktifkan Shadow Step."》
["Shadow step level dua di aktifkan. Avatar dapat menggunakannya selama lima menit. Kecepatan akan ditingkatkan lima kali lebih besar dari kecepatan asli avatar."]
《"Aktifkan Puncture Skill."》
["Puncture level dua di aktifkan. Avatar dapat menggunakannya selama lima menit. Kerusakan yang akan diberikan pada satu target akan meningkat sebesar lima kali lipat dari kekuatan serangan asli avatar."]
Walaupun tidak bisa mendengar suara Miyuki, para penonton dapat mendengar suara sistem yang mengonfirmasi permintaan Miyuki, saat gadis itu mengaktifkan skill avatarnya
"Terlihat seperti sebuah game." Ujar seseorang sambil mengamati status avatar di layar raksasa.
"Apa itu akan bekerja?" Tanya seseorang pada rekan-rekan di sebelahnya.
Beberapa dari mereka bertanya-tanya. Tapi, banyak yang menertawakan tampilan dan suara elektronik tersebut.
Mereka menganggap kepala Akademi sangat teledor karena sudah mengizinkan seseorang membawa sebuah mainan ke tengah ujian penerimaan.
Di antara para instruktur, tentu saja hadir wali kelas dari 3 kelas siswa baru.
Liu Gong, Riko dan Davina tentu ingin melihat calon siswa yang mendapatkan kehormatan untuk mengikuti ujian penerimaan susulan.
"Oh lihat, itu seperti game, kan? Bukankah itu agak lucu? Apa kau bisa mengaktifkan skill seperti itu juga Vina?" Tanya Riko pada Davina dengan setengah mengejek.
"Entah bagaimana seseorang membuat lelucon seperti itu. Sato Corp. saja tidak berhasil membuat sistem status pada seorang Hunter, walaupun sudah menelitinya selama puluhan tahun. Dan anak kecil itu tiba-tiba menemukannya? Sungguh sebuah lelucon." sahut Davina.
"Mari kita lihat. Apakah akan bekerja? Dan lagi, siswi Anna tadi berbicara terlalu sombong, kan? Dia mengatakan kalau benda itu mungkin akan lebih hebat dari Hunter? Apa dia mengejek dirinya sendiri?" Riko menimpali.
Memang benar. Sato Corp., perusahaan terkemuka di dunia, yang mengabdikan visi dan misinya untuk melakukan penelitian pada Hunter dan juga menciptakan peralatan Hunter, tidak berhasil membuat pembagian energi Mana Hunter seperti yang sebelumnya ada dalam misi perusahaan.
Pada awalnya, Sato Corp. ingin meniru status dan pembagian skill Hunter seperti yang dimiliki sebuah karakter dalam game. Namun, mereka sama sekali tidak berhasil menemukan caranya sama sekali.
Walaupun gagal, Sato Corp. tetap dianggap sukses karena berhasil menemukan cara mengekstrak energi Mana dari tubuh monster, juga kristal sihir, untuk dipindahkan pada manusia yang memiliki kebangkitan alami.
"Bagaimana kalau kita bertaruh? Kau akan mentraktir ku makan selama satu minggu jika mainan itu berhasil bertahan sampai boss nya keluar." Tantang Riko.
Davina tertawa.
"Aku akan mengambil cuti raid jika mainan itu bisa bertahan sampai boss nya keluar." sahut Davina.
Liu Gong hanya melirik kedua rekannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Hei, kenapa tidak mentraktir ku saja?" protes Riko.
Davina hendak menanggapinya, namun saat monster virtual sudah bermunculan, dia membatalkannya.
Kedua mata Davina bahkan terbelalak saat melihat avatar hunter mulai bergerak.
°°°
Monster virtual mulai bermunculan.
Mereka adalah Lizardman yang biasanya berada di Dungeon berperingkat C.
Berbeda dari yang biasanya terdapat dalam sebuah game, Lizardman Dungeon virtual yang semua statusnya disalin dari Dungeon nyata, merupakan sosok monster yang cukup menakutkan dan menyulitkan.
Lizardman berkepala mirip seekor kadal dengan tubuh menyerupai manusia dengan otot-otot kekarnya yang menonjol. Tubuh Lizardman yang tidak terlalu tinggi juga membuat mereka dapat bergerak dengan sangat lincah.
Lizardman juga ahli dalam bertarung. Mereka memang terlahir sebagai makhluk petarung.
Mereka juga ahli menggunakan pedang, tombak dan panah, tidak seperti Orc yang bertarung secara brutal dan hanya mengandalkan kekuatan mereka.
Selain itu, Lizardman juga dapat meludahkan racun sebagai senjata rahasia.
Untuk Dungeon peringkat C. Hanya Minotaur lah monster yang lebih kuat dari Lizardman. Karena itu, Hunter-hunter profesional sangat berharap untuk tidak bertemu mereka jika sedang melakukan raid.
°°°
Pasukan Lizardman yang berjumlah di atas 30 itu langsung melihat dua lawannya yang berdiri di antara padang rumput.
Pasukan pemanah langsung mengambil anak panah mereka dan menembakannya secara bersamaan.
Sementara itu, pasukan yang membawa tombak dan pedang langsung berlarian menghampiri lawan mereka, tanpa menunggu hasil dari serangan pasukan pemanah.
《"Bimo, sekarang. Taunt."》
"Ya!"
Setelah Miyuki berbicara pada Bimo, dia langsung berlari menghampiri Lizardman yang juga sedang berdatangan ke arahnya.
Kecepatan larinya sangat tidak masuk akal untuk seorang Hunter berperingkat C. Bahkan, Davina yang juga seorang Hunter bertipe Assassin berperingkat C, langsung terbelalak saat melihat kecepatan lari avatar Miyuki.
Avatar Miyuki terus berlari sampai akhirnya jarak antara dia dan pasukan bersenjata tombak dan pedang hanya terpaut sekitar 3 meter. Lalu, tubuh avatar itu bergerak lebih cepat lagi.
["Shadow Step digunakan."]
Avatar Miyuki berlari mengitari pasukan Lizardman untuk menghindarinya.
Sejak awal, Miyuki memang tidak ingin bertarung dengan mereka. Tentu saja karena dia mempertimbangkan levelnya yang setara dengan para monster itu.
Ada sekitar 20 lebih Lizardman petarung jarak dekat. Bertarung seorang diri melawan mereka semua adalah hal yang sangat konyol untuk dilakukan, bahkan jika hanya untuk di coba.
Pasukan penyerang jarak dekat Lizardman hendak berhenti untuk mencari kemana perginya target yang akan mereka serang. Namun, mereka tak bisa mengalihkan perhatian dari lawan yang sedang berdiri menunggu mereka di kejauhan. Monster-monster itu sudah terkena taunt skill Bimo.
Avatar Miyuki terus berlari meninggalkan pasukan Lizardman yang kebingungan, menuju pasukan pemanah yang sudah diincarnya sejak awal.
Hanya membutuhkan waktu satu tarikan nafas, avatar Miyuki akhirnya tiba di hadapan pasukan pemanah yang sedang mengambil anak panah dari punggung mereka untuk melancarkan serangan susulan.
Pasukan pemanah terkejut saat melihat lawan tiba-tiba berdiri di hadapan mereka.