
Setelah membuat laporannya, Anna pamit untuk pergi meninggalkan tempat itu. Namun, tentu saja Hunter-hunter dari Asosiasi hendak mencegahnya.
Anehnya, saat mereka sudah mencegat Anna yang berjalan ke arah mereka, tubuh Anna yang berjalan lurus menuju mereka, menembus Hunter-hunter itu.
Melihat itu, bukan hanya Hunter-hunter biasa yang terkejut dibuatnya, Ronald Stewart dan Wang Zhu Ming yang merupakan Hunter berperingkat tinggi saja, terkejut.
Anna turun dari panggung dan mampir sebentar untuk berbicara pada Joana Nankins.
Kedua wanita itu bertatapan cukup lama tanpa berbicara apapun.
Anna sebelumnya memiliki ekspresi sedih saat bertemu pandang dengan ibu tirinya itu. Ia merasa sedikit tidak nyaman karena telah membuat sebuah keputusan yang dapat menghancurkan keluarga Lloyd.
Bagaimana pun, Joana adalah ibu sambung yang merawatnya lebih baik dari pada ayah kandungnya sendiri.
Namun, saat melihat kilatan kemarahan dari kedua mata Joana, Anna akhirnya tersenyum pahit pada wanita itu.
“Nyonya Lloyd, saya ingin tahu dari mana Anda mendapatkan pil-pil berbahaya itu.” Ucap Anna dengan pelan.
Suaranya tidak terlalu nyaring dan tidak juga terlalu bernada rendah. Anna tidak sedang ingin menanyakannya secara diam-diam, namun tidak juga bertujuan untuk di ketahui orang lain hingga harus menyaringkan suaranya.
“Apa maksud mu?” Joana memicingkan kedua matanya, tak mengerti dengan apa yang Anna maksud.
“Pil penekan adrenalin dan penambah energi Mana yang kau berikan pada Cassey.”
Joana Nankins terbelalak. Ia tahu pil apa yang Anna maksud. Itu adalah pil terlarang yang bahkan ia rahasiakan dari suaminya.
Hanya dia dan Cassey yang mengetahuinya.
“D-dari mana kau tahu?” Joana bertanya balik dengan suara berbisik, yang sebenarnya percuma dilakukannya karena dua Hunter Asosiasi yang berdiri di samping kiri dan kanannya, langsung melirik pada wanita itu setelah juga mendengarkan apa yang kedua wanita itu bicarakan.
“Anda tinggal menjawabnya.” Sahut Anna, tak menggubris pertanyaan Joana.
Karena Joana tak kunjung menjawab, Anna akhirnya berbicara lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkannya.
“Kalau begitu, akan saya cari tahu sendiri.” ucap Anna pelan, kemudian berlalu pergi.
Joana berteriak keras pada Anna, saat gadis itu pergi begitu saja meninggalkannya.
“Kau…, kau benar-benar anak tak tahu berterima kasih!”
Anna berhenti lalu berbalik dan menatap Joana dengan tatapan bersimpati.
“Saya sedang berterima kasih, saya sudah melakukan hal itu. Karena itulah saya tidak memukuli Cassey, seperti dia telah memukuli saya. Dan…,” Anna menoleh pada Brandon Lloyd yang sedang dalam usaha perawatan Gina, lalu menunjuknya, “Yang itu adalah cara saya membalas budi pada Anda, pada orang yang sudah mengkhianati, menyakiti perasaan dan mengabaikan Anda selama ini. Saya tahu Anda sangat ingin melakukannya sejak dulu, kan?"
Anna berjalan kembali menghampiri Joana, dan melanjutkan ucapannya. Namun, kali ini dengan berbisik di dekat telinga ibu tirinya itu, "Hanya saja, Anda tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya hingga Anda mengosumsi pil-pil sesat itu untuk mengumpulkan energi Mana jahat secara perlahan.”
Joana menjauhkan wajahnya dari wajah Anna dan memelototinya.
"Entah apa yang Anda pikirkan hingga tega memberikannya juga pada Cassey!" umpat Anna dengan suara tertahan.
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Anna hendak berbalik dan pergi. Namun, ia tak jadi melangkahkan kakinya, saat Ronald Stewart tiba-tiba berdiri di sebelahnya.
Anna menoleh pada pria paruh baya itu dan tersenyum. Ekspresi marah yang sebelumnya menghiasi wajahnya, sirna seketika ia memalingkan wajahnya dan bertatapan dengan ketua Asosiasi itu.
'Dia memang memiliki kecepatan yang lumayan.'
"Nona Anna. Tunggu sebentar. Ada yang ingin saya tanyakan pada Anda." Pinta Ronald dengan berusaha berbicara seramah mungkin. Dia tidak ingin membuat seorang remaja yang kebetulan memiliki kekuatan aneh itu kesal dan tiba-tiba pergi.
Baik Ronald Stewart dan Wang Zhu Ming, menganggap kekuatan Anna yang bisa menghilang secara tiba-tiba dan menghancurkan inti Mana seseorang sebagai kemampuan yang sangat aneh. Terutama yang terakhir, mereka menganggap kemampuan itu sangat berbahaya jika di lakukan pada seorang Hunter.
"Baiklah, Anda bisa mengatakannya, tuan Stewart," sahut Anna dengan sopan.
Ronald Stewart melirik pada Joana Nankins yang gemetaran. Dia agak merasa aneh dengan perilaku wanita itu hingga meminta kedua Hunter Asosiasi yang sejak tadi mengawal wanita itu untuk segera pergi membawanya ke Asosiasi agar dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kejadian yang terjadi dalam keluarga Lloyd.
Ronald tadi memang berlari secepat mungkin untuk mencegat Anna. Namun, ia tidak mendengarkan apa yang Anna katakan pada wanita itu.
Setelah hanya mereka berdua yang berdiri berdekatan, Ronald akhirnya menanyakan hal yang sejak tadi ia pikirkan dan curigai.
"Apakah Anda adalah sosok di balik kostum beruang itu?" Setelah mengatakannya, Ronald menatap wajah Anna dengan seksama.
Saat ia masih agak muda, Ronald sering menginterogasi Hunter yang melakukan kejahatan. Dia biasa menebak kebenaran kata-kata seseorang dari wajahnya. Untuk itulah Ronald menatap wajah Anna dengan serius demi melihat reaksi sebelum gadis itu berbicara, saat berbicara, dan setelahnya.
Anna berekspresi terkejut. Ia bahkan tidak repot-repot menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Padahal saya sudah berusaha untuk tidak berbicara dengan bahasa manusia. Insting Anda benar-benar tajam, tuan Stewart!" Puji Anna.
Dan, Ronald tahu bahwa Anna berkata jujur.
Kejujuran itu membuat kedua kakinya gemetar.
Walaupun sebelumnya dia sudah menebak-nebak bahwa sosok berkostum beruang itu adalah orang yang sama dengan gadis di hadapannya ini dari suara dan kemampuan teleportasinya, namun ia tak sampai berharap bahwa tebakannya itu benar.
Saat Anna pamit untuk pergi, pria paruh baya itu hanya menganggukan kepalanya, sambil terus menatap Anna dengan tubuh gemetar dan perasaan takut.
'Siapa dia sebenarnya? Dan apa maksudnya dengan berusaha tidak berbicara dengan bahasa manusia? Apa dia monster yang berasal dari Dungeon?'
Anna baru berjalan beberapa langkah saat ia tiba-tiba merasakan energi sihir besar sedang bergerak dari kejauhan menuju pintu utama aula.
Sambil memperlambat langkah kakinya, Anna menatap lurus pada pintu tersebut sambil sedikit memiringkan kepalanya.
‘Apa Nobara keluar dari gerbang?’
Joana yang sedang dalam perjalanan keluar aula dengan diiringi oleh dua Hunter Asosiasi, kebetulan memalingkan wajahnya untuk menatap Anna sekali lagi.
Melihat Anna berjalan persis di belakangnya, Joana berbicara keras pada gadis itu dan mengumpatkan banyak kata-kata kasar padanya.
Namun, Anna sama sekali tidak terganggu dengan kata-kata Joana, bahkan ia mengabaikannya.
Anna fokus menatap pada pintu, menunggu kedatangan seseorang yang ia rasa sama kuatnya dengan Dark Elf yang seharusnya sedang berada di dunia buatannya.
Saat pintu terbuka, sosok pria bertubuh tinggi ramping dengan rambut panjang yang terikat rapi, masuk dengan gaya berjalannya yang tampak sangat percaya diri.
Wajah angkuh seorang yang memiliki kepercayaan diri tinggi disertai tatapan penuh intimidasi yang terpancar dari kedua mata pria itu, membuat semua orang yang kebetulan juga melihatnya masuk dan bertemu pandang dengan pria itu merasa seakan sedang bertatapan langsung dengan boss Dungeon yang mematikan.
Joana Nankins yang sebelumnya berteriak-teriak menyumpahi Anna, tiba-tiba terdiam saat kebetulan bertatapan dengan pria berwajah dingin itu.
Setelah pria berambut merah itu berada di dekatnya, Joana Nankins merasakan hawa dingin merasuki seluruh tubuhnya.
Bukan hanya Joana, dua Hunter Asosiasi yang berada di sisinya pun merasakan hal yang sama.
Pria itu mengabaikan ketiga orang yang menatapnya dengan tubuh menggigil dan berjalan terus sampai akhirnya ia tiba di hadapan seseorang.
Ia kemudian tersenyum sinis pada gadis cantik di hadapannya yang tak lain adalah Anna Lloyd.
Seraya menatap tajam pada Anna, ia berbicara, "Akhirnya aku menemukan mu, maling kecil!"
•••