Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 97


Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat Deandra yang berjalan keluar dari ruang meeting nya, ya lelaki itu memang baru selesai meeting dengan para karyawan nya.


Seperti biasa Joe dan Jordan selalu mengikuti Deandra, saat Dean masuk kedalam ruang kerja nya Joe dan Jordan juga ikut masuk kesana.


Joe mendekati Deandra dan memberikan informasi mengenai uang yang digunakan oleh Liza, pengeluaran Liza tiba-tiba membengkak entah wanita itu menggunakan uang sebanyak itu untuk apa.


"Ini bukti-bukti pengeluaran Liza Minggu ini." Ucap Joe, Deandra melihat beberapa lembar kertas yang diberikan oleh Joe.


"Sebanyak ini?" Tanya Deandra, lelaki itu mendongak menatap Joe orang kepercayaan nya.


"Ya, saat aku melihat transaksi apa saja yang dia lakukan aku tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan." Ucap Joe, Deandra memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Anes saja tidak pernah memakai uang sebanyak itu dalam satu Minggu, jika terus seperti ini Deandra seperti menafkahi Liza dan bukan Anes.


"Berapa pengeluaran Liza satu Minggu?" Tanya Jordan kepo.


"Lima m*l*yar Jo." Ucap Joe, Jordan terbelalak mendengar perkataan Joe.


"Bus*t, bisa buat biaya hidup saya selama tiga tahun itumah." Ucap Jordan, Joe mengangguk ia merasa kasihan kepada Deandra.


"Dean menurut saya lebih baik kamu tarik semua fasilitas yang kamu berikan kepada Liza, percuma wanita seperti itu tidak akan pernah berpikir." Ucap Joe.


"Benar tuh de, bukankah kamu mengatakan meskipun kamu memberikan kartu-kartu kamu kepada Anes tapi Anes tidak pernah memakai kartu itu." Ucap Jordan.


"Kalau kaya gini itu sama saja Liza tidak ingin kalah oleh Anes." Ucap Joe.


"Benar, yang istri kamu itu Anes de ingat. Liza bukan siapa-siapa kamu, jika kamu menganggap dia saudara jangan lupa jika Liza tidak pernah menganggap bahwa kamu adalah saudaranya." Ucap Jordan, lagi-lagi Joe mengangguk menyetujui perkataan Jordan.


"Untung perusahaan kamu selalu stabil dan tidak pernah mengalami masalah yang serius, tapi dibalik itu kamu harus berjaga-jaga Dean Liza bisa menikam kamu dan membuat kamu bangkrut dengan diam-diam." Ucap Joe, Jordan mengernyit heran dan menatap Joe.


"Memang Dean bisa bangkrut ya?" Tanya Jordan, Joe menggelengkan kepalanya.


"Ya enggak si, maksudnya takut aja duit Dean habis dan nanti kita gak dikasi bonus lagi." Ucap Joe, Jordan tertawa mendengar perkataan Joe.


Setelah membicarakan itu dengan kedua sahabatnya kini Dean tidak akan segan-segan lagi kepada Liza, pers*t*n jika wanita itu tidak bisa foya-foya lagi bersama teman-teman nya.


Untuk saat ingin Deandra sudah tidak bisa mentolerir sikap Liza lagi, bukan soal uang nya tapi Liza tidak memiliki kesulitan sama sekali untuk menghabiskan uang itu.


Padahal yang Deandra dan orang tuanya inginkan hanya perubahan Liza, hanya ingin Liza bekerja tidak selalu bermain dan foya-foya. Itu juga untuk kebaikan Liza kedepannya, jika Liza sukses Dean dan orang tuanya tidak akan menggangu ataupun meminta uang Liza.


...


Sore hari Deandra pulang kerumah dengan wajah garang nya, Anes yang saat itu duduk di sofa ruang tengah bingung melihat wajah suaminya yang merah padam.


"Dean." Panggil Anes, wanita itu langsung menurunkan Kenzie dari pangkuannya.


"Ike." Teriak Deandra, Anes semakin bingung dengan kelakuan suaminya.


"I_iya tuan ada apa." Sahut Ike.


"Dimana Liza?" Tanya Deandra.


"Ada di kamar nya tuan." Jawab Ike, tanpa menunggu lama Deandra langsung berlari menaiki anak tangga.


"Ike tolong jaga Kenzie saya mau mengejar Dean dulu." Ucap Anes.


"Iya nona." Ucap Ike, wanita itu mengangguk dan menatap kepergian Anes.


Tanpa mengetuk pintu Deandra langsung membuka pintu kamar Liza dengan keras, hingga membuat Liza terkejut karena melihat wajah penuh marah milik Deandra.


"Kamu apa-apaan si Dean." Pekik Liza, Deandra langsung melempar map yang di pegang nya ke wajah Liza.


"Lihat, lihat apa yang sudah kamu lakukan." Ucap Deandra, Liza terlihat sedikit gugup.


"Apa ini?" Tanya nya lagi, Deandra mendecih melihat wajah sok polos Liza.


Dengan ragu Liza membuka map yang diberikan oleh Deandra, wanita itu melirik Dean sekilas-sekilas.


Dan matanya menatap bukti-bukti pengeluaran Liza satu Minggu ini, wanita itu menatap Deandra yang sudah menatap nya dengan nyalang.


"Dean kamu terlalu berlebihan ini hanya lima m*l*yar." Ucap Liza, dan meletakan map itu di meja kamar nya.


"Hanya kamu bilang, coma kamu yang bekerja dan dapatkan uang itu dalam waktu satu Minggu apa bisa?" Ucap Deandra, Liza terdiam menatap Dean dengan kesal.


"Hanya soal uang kamu semarah ini, cih bagaimana jika Anes yang menghabiskan uang nya apa kamu juga akan marah?" Ucap Liza, Deandra tersenyum smirk dan menatap Liza.


"Tentu saja tidak, jika itu Anes yang menghabiskan nya mau dia menghabiskan seluruh uang yang aku miliki itu tidak masalah. Karena dia istriku semua ini juga milik Anes, tapi kamu? Siapa kamu yang berani memakai fasilitas yang aku berikan dengan tidak tahu d*r*." Ucap Deandra.


"Cukup Dean semenjak kehadiran wanita itu kalian semua berubah, kamu juga biasanya tidak pernah mempermasalahkan berapa banyak uang yang aku gunakan." Ucap Liza, Deandra berjalan mendekati Liza.


"Katakan kamu pakai untuk apa semua uang itu." Ucap Deandra.


"Untuk keperluan ku." Ucap Liza.


"Keperluan apa sampai menghabiskan uang lima m*l*yar dalam satu Minggu, atau untuk mentraktir teman-temanmu saja itu terlalu banyak Liza." Ucap Deandra, tiba-tiba saja Anes datang dan memegang tangan Dean.


"Dean ada apa?" Tanya nya, Dean menunjuk kertas yang ada di atas meja.


"Sebanyak ini." Ucap Anes lagi, wanita itu mengernyit heran.


"Kenapa kau mau marah karena aku memakai uang suamimu?" Tanya Liza, Anes tersenyum mengejek.


"Liza aku tidak ada hak untuk marah meskipun yang kau gunakan itu uang suamiku, tapi setidaknya kau sedikit tahu diri untuk melakukan ini." Ucap Anes, membuat Liza malu karena perkataan wanita itu.


"Katakan untuk apa semua uang nya." Ucap Dean, Liza menatap Deandra dengan tajam.


"Untuk membantu usaha kekasih ku." Jawab nya, Deandra menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.


"Apa kekasihmu itu tidak tahu malu meminta uang kepada wanita." Ucap Anes, Liza tidak terima dengan perkataan Anes dan menunjuk wajah Anes.


"Jaga ucapan kamu Anes." Teriak Liza, Dean langsung menyembunyikan Anes dibalik tubuh nya.


"Jaga sikap kamu Liza, sekali lagi aku tahu kamu melakukan hal ini maka aku tidak akan segan-segan menarik semuanya dari kamu." Ucap Deandra, setelah mengatakan itu Deandra mengajak Anes pergi. Sementara Liza wanita itu semakin menatap Anes sedang penuh kebencian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊