Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 136


Deandra dan Anes terlihat berjalan menuju ruang tamu, papi dan mami Jordan pun yang belum tahu seperti apa Anes istri Deandra pun tercengang melihat wajah mungil Anes yang terlihat cantik.


"Om tante." Sapa Deandra menyalami orang tua Jordan.


"Hai sayang apa kabar hmmm." Ucap mami Jordan.


"Kabar baik tante, tante dan om apa kabar." Ucap Deandra.


"Seperti yang kamu lihat nak kamu baik-baik saja." Balas papi Jordan.


"Apakah ini istri kamu?" Tanya mami Jordan memegang tangan Anes dengan lembut.


"Ah iya ini Anes istri saya." Ucap Deandra.


"Perkenalkan sayang kami mami dan papi nya Jordan." Ucap mami Jordan.


"Emmh, saya Aneska tante." Ucap Anes, mami dan papi Jordan mengagumi sosok Anes yang benar-benar luar biasa.


"Silahkan duduk tante." Ucap Deandra, mami dan papi Jordan pun duduk sementara Anes wanita itu duduk tepat disamping suaminya.


"Istri kamu sangat cantik Dean tante suka sekali melihatnya." Ucap mami Jordan.


"Ah iya Anes memang sangat cantik saya beruntung karena menjadi suaminya." Ucap Deandra, Anes hanya tersenyum tipis.


"Terimakasih tante tapi itu sangat berlebihan." Ucap Anes sopan, mami Jordan menggelengkan kepalanya.


"Dean benar-benar pintar mencari pasangan." Ucap mami Jordan, meskipun ia tahu jika Deandra di jodohkan namun ia merasa salut karena Dean bisa mempertahankan Anes bersama dengan nya.


Tapi siapa yang rela kehilangan wanita secantik Anes, apalagi kata Jordan Anes benar-benar tidak mempedulikan harta yang dimiliki oleh suaminya.


"Jadi ada keperluan apa tante dan om sampai repot-repot datang kesini?" Tanya Deandra, mami Jordan mengalihkan perhatian nya dari Anes.


"Begini kamu tahu jika om dan tante ingin menjodohkan Jordan, namun ia mengatakan jika dirinya sudah menyukai seorang wanita yang menjadi asisten pribadi Anes apakah itu benar?" Tanya mami Jordan.


"Setahu saya benar dan Jordan juga sempat mengungkapkan perasaan nya kepada Nana, namun Nana menolak karena takut jika om dan tante tidak menyukai Nana." Ucap Deandra, mami Jordan terdiam ternyata apa yang dikatakan oleh putranya itu benar.


"Bagaimana dia menurut kalian?" Tanya mami Jordan.


"Maksud tante." Ucap Deandra.


"Maksud tante apakah Nana anak yang baik atau_" Ucapan nya terhenti, karena melihat Anes tersenyum manis kepadanya.


"Nana gadis yang baik tante selama bersama dengan saya dia selalu mengutamakan saya dan orang-orang di sekitar nya, bahkan Nana pernah mengorbankan dirinya hanya untuk melindungi saya." Ucap Anes.


"Sampai sejauh itu?" Tanya mami Jordan.


"Ya memang sampai sejauh itu tante, dia orang yang tulus bahkan sampai saat ini setelah dirinya terluka Nana masih berusaha untuk melindungi Anes." Ucap Deandra, hati mama Jordan tersentuh dengan perkataan Dean dan juga Anes.


"Dean sejauh ini tante belum pernah melihat Jordan menolak banyak wanita, tapi untuk Nana setiap wanita yang tante kenalkan tidak pernah ia terima. Tante mohon bantu tante untuk mempersatukan mereka." Ucap nya, Anes menatap mami Jordan dengan serius.


"Tante." Panggil Anes, mami Jordan menatap Anes dengan lembut.


"Iya sayang." Sahut nya.


"Apakah tante akan menerima semua kekurangan Nana, dia tidak berasal dari keluarga kaya dia anak mandiri yang rela jauh dari orang tuanya hanya untuk menjadi tulang punggung keluarga nya. Maaf jika saya mengatakan hal ini kepada Tante, tapi sungguh saya sangat menyayangi Nana dia sudah seperti adik untuk saya jadi saya tidak ingin ada orang yang menyakiti Nana." Ucap Anes, Deandra tercengang mendengar perkataan istrinya yang bijak.


"Iya nak tante akan menerima Nana jika dia menjadi sumber kebahagiaan untuk Jordan, tante tidak peduli dari keluarga mana dia berasal jika Jordan menyukai Nana dan bisa bahagia dengan Nana maka tante akan menyayangi Nana seperti tante menyayangi Jordan." Ujar nya, Dean merasa ia sedang berhadapan dengan orang yang akan melamar putri nya.


"Sayang bukankah kita seperti akan menyerahkan putri kita kepada calon mertuanya." Bisik Deandra.


"Benar juga padahal anak kita saja belum lahir." Ucap Anes.


"Bukan belum lahir lagi perut kamu saja masih datar sayang, tapi kita sudah seperti orang tua yang akan melepaskan anak gadisnya." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.


"Baiklah jika tante bisa menerima Nana saya akan memegang perkataan tante, saya harap tante benar-benar tulus kepada Nana." Ucap Anes, mami Jordan mengangguk dan tersenyum tulus kepada Anes.


"Iya nak, tapi bolehkah Tante melihat Nana?" Ujar nya.


"Tentu saja saya akan meminta Ike untuk memanggil Nana." Ucap Anes, mami Jordan mengangguk.


"Ike." Panggil Anes.


"Iya nona." Sahut Ike.


"Tolong panggilkan Nana minta dia untuk menemui saya disini." Ucap Anes.


"Sayang maaf yang tadi bukan Nana?" Tanya mami Jordan.


"Bukan tante itu Ike bukan Nana." Ucap Anes tertawa kecil, begitupun dengan Deandra.


"Dean apakah dirumah kamu ini menjadi asrama anak gadis, kenapa banyak sekali wanita cantik disini." Ucap mami Jordan.


"Saya sengaja karena itu untuk menemani Anes, tidak banyak hanya tiga." Ucap Dean, mami Jordan mengangguk saja ia benar-benar salut kepada Anes dan Deandra.


Sementara itu di rumah belakang Ike sedang menjemput Nana, Nana sampai dibuat heran oleh Ike dan suster.


"Ayok na jangan lama-lama nona sudah menunggu kamu." Ucap Ike dan suster.


"Ini ada apaan si bukankah kenapa harus berpakaian seperti ini." Ucap Nana.


"Sudah nurut saja nurut oke." Ucap Ike.


"Oke." Balas suster dengan riang, akhirnya merekapun tiba di kediaman utama Ike dan Nana memasuki rumah melalui pintu belakang.


"Permisi nona anda memanggil saya?" Tanya Nana, lagi-lagi orang tua Jordan tercengang melihat Nana.


"Emmm, om tante ini Nana dan Nana ini mami papi nya Jordan." Ucap Deandra, Nana tercengang mendengar jika sepasang suami istri di hadapan tuan nya itu adalah orang tua Jordan.


"Selamat siang tuan nyonya." Ucap Nana.


"Kamu Nana?" Tanya mami Jordan.


"I_iya saya Nana." Jawab Nana, mami Jordan tidak berkata-kata lagi dan langsung memeluk tubuh Nana.


"Kamu wanita yang dicintainya hmmm, kenapa kamu menolak nya kamu takut saya tidak menyukai kamu dan berakhir dengan Jordan yang akan menentang saya." Ucap mami Jordan, Nana hanya bisa diam dan mengatakan maaf saja.


"Ma_maafkan saya nyonya tapi saya dan tuan muda Jordan itu benar-benar tidak cocok." Ucap Nana, mami melepaskan pelukan nya dan menatap Nana.


"Tidak ada yang tidak cocok girls, jika putraku mencintai kamu dan kamu mencintainya kenapa tidak." Ucap mami Jordan.


"Maafkan saya." Lirih Nana menunduk dalam.


"Terima putraku aku mohon hanya kamu yang bisa bersama dengan nya, dia tulus kepada kamu nak." Ucap mami, Anes, Deandra dan papi Jordan tersenyum melihat mami yang terus memeluk tubuh Nana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Deandra



Aneska



Nana



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊