Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 131


Di ruang kerja nya Anes terlihat begitu sibuk memikirkan sebuah tema, ini adalah bagian dari rencana Anes untuk membuat Nana sadar jika wanita itu menyukai Jordan atau tidak.


"Nona apa yang sedang nona lakukan?" Tanya Nana.


"Ini aku sedang pusing untuk mencari tema lamaran na, menurut kamu mana yang bagus." Ucap Anes, Nana pun mendekati Anes dan sedikit mengernyit heran.


"Tema lamaran untuk siapa?" Tanya Nana, Anes menoleh menatap Nana yang berdiri di samping nya.


"Untuk Jordan saya dengar dia mau mencoba untuk menerima wanita pilihan orang tuanya, jadi saya berpikir untuk memberikan sedikit kejutan." Ucap Anes, Nana terdiam mendengar perkataan Anes.


"Oh begitu." Balas Nana.


"Iya menurut kamu mana yang bagus na?" Tanya Anes, Nana menatap nanar layar laptop Anes yang menunjukkan banyak tema lamaran yang lucu.


"Semuanya bagus nona saya tidak bisa memilih nya." Ucap Nana sedikit gugup.


"Kamu benar semua ini memang bagus, kalau begitu aku akan langsung menanyakan ini kepada Jordan saja." Ucap Anes, Nana hanya bisa tersenyum tipis mendengar perkataan Anes.


Anes melirik Nana dengan sekilas ada senyum tipis di bibir wanita itu, maafkan Anes na nona kamu ini hanya ingin kamu menyadari perasaan kamu yang sebenarnya.


Sementara itu di tempat lain terlihat Jordan yang memasuki ruang kerja Deandra, ia menatap bos sekaligus sahabatnya yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Dean." Panggil Jordan.


"Ada apa?" Tanya Deandra.


"Aku ijin keluar mami memintaku untuk menemui wanita pilihan nya." Ucap Jordan, Deandra menatap Jordan dengan serius.


"Kau yakin mau menerima wanita pilihan mami mu?" Tanya Deandra.


"Tidak tahu tapi aku ingin menemui nya saja dulu." Ucap Jordan, Deandra mengangguk mengiyakan.


"Yasudah pergilah." Ucap Deandra, Jordan pun mengangguk dan pergi dari hadapan Dean.


Saat melihat Jordan yang sudah keluar dari ruang kerja nya, Deandra langsung meraih ponsel dan menghubungi nyonya negara yaitu Anes.


***Pesan chat...


Deandra**: Sayang Jordan sedang keluar*.


Aneska: Keluar? Kemana dia pergi?


Deandra: Menemui wanita pilihan orang tuanya di mall xx.


Aneska: Baiklah terimakasih informasinya.


Deandra: Ini kenapa kita malah sibuk ngurusin Jordan si, sayang aku pengen jenguk twins kamu tolak giliran soal Jordan gerak cepat.


Aneska: Stttt jangan bawel nanti malam jenguk twins oke 😚


Deandra: Kamu ke kantor saja sekarang bagaimana?


Aneska: Jangan ngelunjak deh udah dikasih malam pengen sekarang, aku mau ajak Nana ke mall Xx biar ketemu sama Jordan.


Deandra: Kamu jangan aneh-aneh ya ingat lagi hamil.


Aneska: Tenang tuan muda anak anda aman bersama saya 😎


Deandra: Istri aku doang yang kaya gini 😌


Aneska: Iya istri kamu doang yang cantik, manis tiada duanya 😂


Deandra menghela nafasnya melihat pesan terakhir dari Anes, ia benar-benar gemas dengan tingkah istrinya.


"Na." Panggil Anes di ruang kerja wanita itu.


"Iya nona ada apa." Balas Nana.


"Kamu temani saya keluar saya ingin membeli hadiah untuk Kenzie." Balas Anes, Nana menatap Anes dan mengangguk.


"Baik nona." Ucap Nana, tidak ada kecurigaan kepada Anes karena Nana tahu sesayang apa nona nya itu kepada Kenzie.


Anes keluar dari ruang kerja nya dan berjalan diikuti oleh Nana, Aleta yang juga keluar dari ruang kerja nya menghampiri Anes dan Nana.


"Aku mau membeli hadiah untuk Kenzie ta." Ucap Anes.


"Ikut dong boleh gak." Balas Aleta.


"Ayok." Ajak Anes, Nana tersenyum manis melihat kedekatan Anes dan Aleta.


Mereka memasuki mobil dan pergi dari kantor menuju mal xx yang dimaksud oleh Deandra, dan di sebuah restoran di mall xx terlihat Jordan yang sedang duduk berhadapan dengan wanita pilihan orang tuanya.


"Jadi apa yang membuat kamu mau menerima perjodohan ini?" Tanya Jordan, lelaki itu terlihat serius dan berwibawa.


"Tentu saja karena aku tidak ingin mengecewakan orang tuaku." Jawab nya, Jordan tersenyum tipis mendengar itu.


"Bagaimana jika aku menolaknya?" Tanya Jordan, wanita yang semula terlihat angkuh itu memajukan tubuhnya menatap Jordan.


"Alasan apa yang bisa kamu berikan jika kamu menolak ku." Ujar wanita itu.


"Tentu saja karena aku tidak menyukaimu." Jawab nya santai, terlihat wanita itu merubah ekspresi wajah nya.


"Kau terlalu banyak bergaul dengan Deandra sampai sikapmu ikut datar dan angkuh." Ucap wanita itu, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan wanita yang duduk dengan sok cantik di hadapannya.


"Kau tidak tahu Deandra meskipun dia datar dan terlihat angkuh, tapi dia bisa memperlakukan wanita yang dicintainya dengan baik." Ucap Jordan, wanita itu menatap Jordan dengan serius.


"Itu artinya kau juga bisa memperlakukan wanitamu dengan baik?" Tanya nya, Jordan mengangguk dan tersenyum tipis.


"Tentu saja tapi jika aku mencintai wanitaku, berbeda dengan jika kami tidak saling mencintai." Ucap Jordan, wanita itu menatap kesal Jordan yang terlihat tidak menyukai nya.


"Jordan ayok kita mencobanya aku akan melakukan apapun agar kamu jatuh cinta kepadaku." Ucap wanita itu, Jordan mengangkat sebelah alisnya.


"Kau ingin mencobanya? Apa yang ingin kau coba?" Tanya Jordan, lelaki itu bukan tipe orang yang suka mencoba sebuah hubungan.


"Tentu saja mencoba untuk menerima perjodohan ini, aku yakin cepat atau lambat kau akan menerima nya." Ucap wanita itu.


"Satu Minggu!" Ucap Jordan, wanita itu mengernyit mendengar perkataan Jordan.


"Ap_apa?" Tanya nya gugup.


"Aku akan memberikan kesempatan kepada kamu, jika dalam waktu satu Minggu aku masih belum bisa memiliki prasaan apapun terhadap kamu maka lupakan perjodohan ini." Ucap Jordan, wanita itu terdiam dan menelan saliva nya.


"Bukankah itu terlalu cepat? Kenapa kau tidak memberiku waktu satu bulan atau satu tahun?" Ujar nya, Jordan memiringkan kepalanya dan menumpu dagu nya.


"Kau ingin waktu satu bulan?" Tanya Jordan, wanita itu mengangguk cepat.


"Hmmmm." Balas nya, Jordan tertawa kecil dan menatap wajah wanita di hadapan yang terlihat imut.


"Baiklah satu bulan jika dalam waktu satu bulan kau tidak berhasil membuat aku jatuh cinta, maka jangan pernah muncul lagi di kehidupan aku." Ucap Jordan, wanita itu mengangguk ia berjanji akan membuat Jordan jatuh cinta kepadanya.


Apapun caranya ia harus mendapatkan Jordan, tidak ada lagi lelaki seperti Jordan baginya Jordan tampan, kaya raya, baik dan berwibawa. Ya, karena dia belum melihat siapa Deandra yang memungkin akan membuat nya tercengang.


Yang wanita itu tahu hanya Deandra lelaki bersikap dingin dan angkuh, wanita itu juga hanya melihat wajah Deandra dari majalah saja karena Dean sering kali masuk majalah sebagai pembisnis muda yang sukses dan kaya raya.


Jordan menggelengkan kepalanya ia yakin wanita di hadapan nya ini tidak akan berhasil, mengingat jika Jordan sudah terlanjur menyukai Nana asisten pribadi Anes istri dari sahabatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊