
Anes sudah tiba di kantor ia berjalan memasuki gedung perusahaan diikuti oleh Nana di belakangnya, beberapa karyawan menatap Anes dan Nana. Ada rasa iri di hati mereka melihat Nana yang menjadi sekretaris Anes dan begitu di perhatikan oleh nona nya itu, jelas saja tentang Anes yang mendukung Nana dengan Jordan sudah menyebar ke seluruh karyawan di perusahaan nya.
"Itu asisten nona Anes yang di sukai oleh tuan muda Jordan kan." Ucap salah satu karyawan wanita.
"Iya benar itu, beruntung sekali dia belum lama bekerja dengan nona langsung diberikan pendamping hidup yang kaya." Ucap karyawan B.
"Nona Anes juga sepertinya mendukung tuan muda Jordan dengan Nana, terlihat dari cara dia memperhatikan Nana." Ucap karyawan A.
"Benar kalau begitu aku juga pengen deh jadi Nana, gak apa-apa gak kerja di kantor yang penting di sayang Nona Anes dan di jodohkan dengan tuan muda kaya raya." Ucap karyawan B.
"Tu-tunggu kita terlalu fokus kepada Nana sampai tidak menyadari bahwa perut nona Anes terlihat membuncit." Ucap karyawan A, akhirnya merekapun memperhatikan Anes dengan perut yang mulai kelihatan membuncit.
"Lah iya bener sepertinya nona sedang hamil." Ucap karyawan B.
Anes berdiri di depan pintu lift ia menunggu lift terbuka, sementara para karyawan tetap sibuk menatap perut Anes.
"Kenapa tidak di rayakan ya agar banyak orang tahu bahwa nona sedang hamil." Ucap Karyawan A.
"Mungkin sengaja di sembunyikan dulu karena ini menjurus ke kehidupan pribadi, lagi pula sejak dulu nona memang tidak suka memamerkan sesuatu yang dimilikinya." Ucap karyawan B.
"Silahkan nona." Ucap Nana saat pintu lift terbuka, Anes mengangguk dan masuk kedalam lift.
Setibanya di lantai paling atas Anes berjalan menuju ruang kerja Aleta terlebih dahulu, sementara Nana seperti biasa wanita itu langsung menuju ruang kerja nona muda nya. Namun sebelum ke ruang kerja Anes jelas saja Nana mengantar Anes ke ruang kerja Aleta dulu.
"Aneska yaampun aku kangen banget sama kamu kaya lama gitu gak ketemu." Ucap Aleta.
"Cih gak usah lebay deh." Ucap Anes.
"Nona kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Nana.
"Emmm." Balas Anes, Nana pun menutup pintu ruang kerja Aleta dan pergi.
"Gimana katanya kamu membuat kejutan untuk Nana, berhasil gak?" Tanya Aleta kepo.
"Jangan sebut nama Anes kalau apa yang aku rencanakan tidak berhasil." Ucap Anes, Aleta menutup mulutnya dan berpikir itu artinya Nana sudah menerima Jordan.
"Really? Ini serius kan kamu nggak bohong kan? Aaaaa aku seneng banget Anes aku seneng." Ucap Aleta bahagia.
"Jangankan kamu ta aku aja seneng banget, aku dan Dean bahkan kaya ngerasa lagi lepasin anak gadis aku untuk Jordan." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Yaaak, Aneska yakali anak kamu sama opa-opa Jordan kan sudah tua kalau anak kamu sudah lahir dan tumbuh dewasa. By the way ini opa-opa ya bukan Oppa-oppa." Ucap Aleta, Anes tertawa renyah mendengar perkataan Aleta.
"Mangkanya aku bahagia banget." Ucap Anes.
"Deandra kebahagiaan Aneska simple woy gak usah yg mewah-mewah, di ajak ke kebun pisang aja bahagia kaya nya." Ucap Aleta, Anes memukul tangan saudara nya itu.
"Gak gitu juga lah." Ucap Anes, Aleta tertawa dan menatap perut Anes yang mulai terlihat buncit.
"Ngomong-ngomong kandungan kamu udah berapa Minggu?" Tanya Aleta.
"Sudah 16 Minggu kenapa." Ucap Anes.
"Enam belas minggu itu berarti tiga bulan dua Minggu kan, tapi kok udah keliatan buncit ya." Ucap Aleta, Anes mendorong kening Aleta.
"Ini ada dua ingat dua." Ucap Anes menunjuk perut nya, Aleta tertawa ia lupa jika saudara nya ini mengandung baby twins.
"Haha iya maaf aku lupa." Ucap Aleta tertawa.
"Yaampun ta anak aku ada dua jangan sampai yang kamu ingat cuma satu." Cibir Anes, Aleta memeluk Anes dengan penuh sayang.
"Enggak dong aku ingat semua baby A dan baby B." Ucap Aleta, karena belum tahu jenis kelamin bayi Anes.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Anes.
"Maksudnya yang satu bonus nya gitu?" Tanya Anes.
"Haha maaf." Ucap Aleta.
"Kamu kira anak aku apaan yaampun Aleta, ini Dean pake trik sekali tembak dapat dua ya." Ucap Anes, Aleta tertawa renyah mendengar perkataan Anes.
"Deandra tanggung jawab Aneska nya aku sudah gak polos lagi." Ucap Aleta.
"Aku polos kok tenang masih polos." Ucapa Anes, Aleta menggelengkan kepalanya dan mendorong kening Anes.
"Polos sekali hamil langsung dua, semalam berapa lama adu kekuatan nya?" Ucap Aleta.
"Gak lama-lama kok semampu nya saja." Ucap Anes, Aleta kembali dibuat tertawa oleh Anes.
"Sudah ah nes aku bisa g*la jika terus membahas tentang ini dengan kamu." Ucap Aleta.
"Ngarang." Ucap Anes.
"Eh itu ngomong-ngomong kan Nana sudah menerima Jordan, terus gimana dengan Yuna?" Tanya Aleta.
"Sepertinya mami Jordan sudah menjelaskan kepada Yuna jika kebahagiaan Jordan lebih penting." Ucap Anes.
"Ya kan si Yuna belum tentu bisa terima nes, apalagi kemarin saja dia sampai marah seperti itu kepada Nana." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia juga sebenarnya memikirkan hal itu.
Dan di tempat lain tepat nya di perusahaan milik Deandra ketiga lelaki tampan sedang duduk berkumpul, setelah selesai meeting Jordan dan Joe memutuskan untuk menemui Dean.
"Jo bagaimana hubungan kamu dengan wanita itu?" Tanya Joe.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Yuna." Jawan Jordan.
"Tapi sepertinya wanita itu sangat menyukai kamu." Ucap Deandra, Jordan mengangguk ya memang seperti itu keadaan nya.
"Emmm, dia memang mengatakan jika dia menyukai saya. Tapi kamu tahu sendiri kalau saya lebih menyukai Nana." Ucap Jordan.
"Meskipun begitu kamu tetap harus menyelesaikan urusan kamu dengan Yuna, jangan sampai dia bergerak untuk menyakiti Nana." Ucap Joe.
"Apa yang dikatakan oleh Joe ada benarnya, kamu jangan membuat Nana yang sudah percaya kepada kamu menjadi ragu. Kamu tahu sendiri sesulit apa meyakinkan Nana." Ucap Deandra.
"Benar Jo, saya yakin Nana hanya memberikan kesempatan karena kamu terus meyakinkan dia. Dan jika nanti Yuna bertindak atau membuat Nana sakit hati, kamu yang akan kehilangan Nana Jo." Ucap Joe, Jordan mengangguk apa yang dikatakan oleh kedua sahabatnya itu benar. Dan kali ini Dean dan Joe juga benar, Nana bukan wanita yang akan diam saja jika di tindas. Jika Nana balas menyakiti Yuna itu tidak masalah, tapi bagaimana jika Nana malah pergi meninggalkan Jordan.
.
.
.
.
.
.
.
Mommy twins
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊