
"Nona menyingkirlah tuan muda tidak ingin kamu berada di dekatnya." Ucap Joe.
"Kau yakin?" Tanya wanita itu, Anes yang melihat wajah suaminya merah padam pun berdehem.
"Khemmm." Deheman Anes membuat beberapa orang disana menoleh ke arah nya, begitupun dengan rekan bisnis Deandra.
"Tuan anda membawa sekretaris juga?" Tanya wanita itu yang mengira Anes sekretaris Deandra, Anes tersenyum dan mendekati Dean dan wanita gatel itu.
"Maaf nona suami saya alergi berada dekat dengan wanita pengg*da seperti anda." Ucap Anes, menyingkirkan tangan wanita itu yang menempel di dada bidang suaminya.
"What?" Ucap rekan bisnis Deandra.
"Apakah ini sangat mengejutkan untuk kalian?" Tanya Anes.
"Tuan Gavriel apa benar wanita cantik ini istrimu?" Tanya nya.
"Ya dia adalah istriku." Ucap Deandra merangkul pinggang Anes.
"Amazing nona saya tidak percaya jika anda adalah istrinya." Ucap lelaki itu.
"Ya tapi sekarang anda harus percaya, satu lagi jangan pernah menawarkan wanita pengg*da sepertinya kepada suamiku." Ucap Anes, wanita itu mengeraskan rahangnya mendengar perkataan Anes.
"Maaf nona tolong jaga bicaramu saya bukan wanita pengg*da." Ucapnya tak terima.
"Lalu apa? Kau merayu suamiku memeluknya dengan manja, sebutan apa yang pantas aku berikan untuk wanita sepertimu?" Ucap Anes, wanita itu menatap Anes dengan mata yang memerah.
"Terserah apapun itu yang jelas aku bukan wanita seperti apa yang sudah kau katakan tadi." Ucap nya, Anes mengangguk dan tertawa kecil.
"Oke mungkin aku salah, tapi ingat satu hal aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuh milikku termasuk suamiku." Ujar nya, sampai suara tepuk tangan terdengar membuat Anes dan Deandra menoleh.
Prokkk...prok... Seorang wanita datang dan menatap Anes dengan sinis.
"Woow kejutan macam apa ini aku bisa bertemu dengan istri dari seorang Deandra Gavriel." Ujar nya, Anes menatap Yuna wanita itu lagi.
"Tentu saja kejutan paling besar." Ucap Anes, wanita yang tadi memeluk Deandra berlari ke pelukan Yuna.
"Joe." Panggil Deandra.
"Yuna Dean bukankah dia wanita yang di tolak mentah-mentah oleh Jordan." Ucap Joe, Deandra mengangguk dan mempererat rangkulan nya.
"Kau berani mengh*na adikku." Ucap Yuna, mendengar itu Anes tertawa renyah membuat Deandra dan Joe bergidik mendengar nya.
"Woow Yuna dia adikmu? Wanita ini adikmu?" Ucap Anes dengan tatapan nyalang nya.
"Ya kenapa kalau dia adikku." Ucap Yuna.
"Tidak apa-apa hanya saja aku jadi berpikir wajar jika Jordan menolak mu, karena dia tahu jika adikmu itu seorang wanita pengg*da." Ucap Anes, Yuna mengeraskan rahangnya.
"Tuan Gavriel dan nona maaf kalau anda tidak nyaman berada disini, nona saya meminta maaf karena sudah menyuruh dia untuk menyentuh suamimu." Ujar nya.
"Tidak masalah." Balas Anes, rekan bisnis Deandra mengajak Yuna dan adiknya masuk sementara Deandra, Anes dan Joe duduk kembali dan makan malam.
"Adiknya ternyata lebih cantik dari Yuna." Ucap Anes, Deandra mendecih mendengar perkataan Anes.
"Tidak ada yang cantik lagi selain kamu." Ucap Dean, Joe menelan saliva nya dengan sulit.
"Khemm, haruskah aku meminta Jordan kemari." Ucap Joe.
"Tidak perlu Jordan sedang pergi bersama Nana." Ucap Deandra, Joe menghela nafasnya lama-lama ia bisa menghilang dari bumi karena kedua sahabatnya menjadi orang-orang bucin semua.
"Kau dengan nona Anes dan Jordan dengan Nana terus aku dengan siapa?" Ucap Joe frustasi.
"Dengan wanita yang tadi boleh kok Joe." Ucap Deandra.
"Tidak mau Dean tolong berikan aku wanita seperti kalian memberikan Nana kepada Jordan." Ucap Joe, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Joe.
"Sayang dia kasihan sekali." Ucap Anes.
"Dia gila bekerja meskipun memiliki kekasih kasihan nanti kekasih nya pasti di cuekin." Ucap Deandra, Joe mendengus tidak ia janji tidak akan seperti itu Joe akan memanjakan kekasihnya.
"Dean aku sangat ingin seperti kalian, tadinya aku berpikir tidak akan menikah tap_" Ucapan Joe terhenti karena Dean memotong perkataan nya.
"Bagus kalau kamu tidak akan menikah maka fokus lah bekerja meskipun tidak ada yang menikmati hasil dari kerja keras kamu." Ucap Deandra, Joe menggelengkan kepalanya sabar Joe sabar.
"Aku belum selesai berbicara Deandra Gavriel." Ucap Joe mulai kesal, Dean dan Anes pun tertawa kecil.
"Begini awalnya memang aku berpikir tidak mau menikah, tapi setelah melihat kebahagiaan kamu setelah menikah aku berubah pikiran Dean. Aku juga ingin menikah dan memiliki anak." Ucap Joe, Deandra yang terkejut sampai tersedak makanan yang sedang dikunyah nya.
"Joe kau sehat?" Tanya Deandra dengan konyol.
"Tentu saja sehat kau pikir aku sakit atau tidak war*s." Ucap Joe, Deandra tertawa sementara Anes hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Joe dan Deandra.
...
Keesokan harinya Anes dan Deandra sudah bersiap untuk pergi ke kantor masing-masing, Ike menatap nona nya dengan ceria seperti biasa.
"Selamat pagi nona." Ucap Ike, suster dan Nana.
"Pagi ada apa ini kok terlihat bahagia sekali." Ucap Anes.
"Iyadong nona kita selalu memulai hari-hari kita dengan bahagia." Ucap Ike, Anes tertawa sementara Deandra hanya mengangguk saja.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Anes kepada Deandra.
"Nasi goreng dan ayam saja." Jawab lelaki itu.
"Emmh baiklah." Jawab Anes, seperti biasa Anes selalu menyuapi suaminya.
"Nona apakah ada makanan yang lain yang ingin nona makan?" Tanya Ike.
"Ike saya lihat kemarin kamu membuat puding." Ucap Anes manja.
"Iya Ike membuat puding coklat dan strawberry nona mau?" Tanya nya.
"Emmhh saya mau boleh?" Ucap Anes, Ike mengangguk senang terkadang Deandra bingung dengan Ike yang bisa mengambil hati dan kepercayaan Anes.
Bagaimana tidak bingung sekarang saja Anes dan Ike malah seperti adik kakak, seandainya Dean memiliki adik perempuan pasti Anes akan sangat menyayangi adiknya. Tapi sayang Dean terlahir sebagai anak tunggal dan ia hanya bisa melihat Anes yang begitu memperhatikan Ike, Nana dan suster.
"Mau yang rasa apa?" Tanya Ike.
"Dua-duanya boleh kan." Ucap Anes, tangan nya tetap menyuapi Deandra dengan telaten.
"Boleh apasih yang enggak boleh untuk nona, hanya mengerjakan yang capek-capek saja yang tidak boleh." Ucap Ike, begitulah suasana pagi hari di kediaman Deandra dan Anes.
"Kenyang sayang." Ucap Deandra.
"Sudah?" Tanya Anes.
"Hmmm." Balas Dean, Anes mengangguk dan memberikan segelas air putih untuk suaminya.
Jujur Dean ingin sekali berterima kasih kepada Ike, Nana dan suster yang sudah membuat Anes bahagia, tidak kesepian dan juga mau menjaga Anes dengan baik.
"Nona ini Ike sudah siapkan puding nya, makan siang untuk nona, dan buah-buahan tidak lupa juga." Ucap Ike, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Oke makasih banyak Ike cantik dan baik hati." Ucap Anes, Ike menutup mulutnya di puji oleh Anes.
"Awww sama-sama nona ku sayang." Balas Ike, setelah itu Anes dan Deandra pergi ke kantor diikuti oleh Nana di belakangnya. Ya begitulah sebelum menikah Nana masih setia menemani Anes kemanapun Anes pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊