
Keesokan harinya saat sarapan Anes, Alexa dan Alden masih mendiamkan Deandra bahkan semalam Anes memilih untuk tidur lebih dulu.
Cya yang saat itu ikut duduk disana terlihat bingung karena Anes hanya diam begitupun dengan Alexa, dan saat selesai sarapan Anes dan Dean pergi ke kamar nya untuk mengambil sesuatu sementara Alexa dan Alden dusun di ruang makan.
"Sayang." Panggil Cya kepada Alexa dan Alden.
"Hmmm." Sahut Alexa.
"Mommy kenapa sejak tadi hanya diam saja?" Tanya Cya.
"Tentu saja mommy marah kepada Daddy." Ucap Alden, Alexa mengangguk hari ini tumben sekali dua bocah itu tidak membuat rusuh di rumah.
"Marah, kenapa mommy marah apakah mereka bertengkar?" Tanya Cya lagi, Alexa menggelengkan kepalanya membuat Cya mengernyit heran.
"Tidak mommy dan Daddy tidak bertengkar, hanya saja mommy marah karena kemarin Daddy berbicara dengan wanita." Ucap Alexa.
"Apa?" Pekik Cya, membuat Alexa dan Alden terkaget.
"Kenapa kakak berteriak." Dengus Alexa, bocah kecil itu mengusap dada nya karena terkejut.
"Ahh, maaf aku mengagetkan kamu. Tapi apa maksud berbicara dengan wanita apakah Daddy kamu selingkuh?" Tanya Cya lagi, Cya dan Alden mengernyit ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Cya.
"Selingkuh? Apa itu selingkuh?" Tanya Alexa, Cya langsung memukul mulut nya.
"Ah tidak bukan apa-apa." Ucap Cya, Alexa dan Alden pun mengangguk dan mengambil tas mereka lalu turun dari kursi nya.
"Kalian mau kemana?" Tanya Cya.
"Tentu saja mau ke sekolah memangnya kemana lagi." Ucap Alexa, Alden bocah lelaki itu tetap stay cool sepertinya jiwa cool Deandra menurun kepada Alden.
"Apakah tujuan ingin pergi dengan mommy atau Daddy kalian?" Tanya Cya.
"Tidak Daddy dan mommy biarkan saja mereka di rumah." Ucap Alexa, kedua bocah itu pun berjalan keluar diikuti oleh suster nya.
Alexa dan Alden di antar oleh mobil dan supir yang berbeda, Alexa ada di mobil pertama bersama dengan suster nya sementara Alden di mobil kedua bersama dengan suster nya juga.
"Dua bocah kecil itu sudah pergi ke sekolah nya lalu untuk apa aku terus di rumah, sebaiknya aku juga segera pergi ke kantor." Ucap Cya, ia berjalan keluar dari rumah dan melajukan mobilnya menuju kantor.
Sementara itu di kamar terlihat Deandra yang sedang menghadang jalan Anes, wanita itu masih tak mau bicara dengan suaminya.
"Menyingkirlah." Ucap Anes.
"Tidak mau sayang ayolah aku tidak macam-macam." Ucap Deandra.
"Ya aku tahu kamu tidak macam-macam sekarang menyingkirlah aku akan pergi ke kantor." Ucap Anes.
"Tidak aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Ucap Deandra.
"Dean aku ada pertemuan dengan klien hari ini." Kesal Anes.
"Aku juga ada pertemuan meeting penting hari ini lalu kenapa." Ucap Deandra.
"Kalau begitu kamu menyingkirlah kita bisa terlambat." Ucap Anes, Deandra menggelengkan kepalanya dan berjalan maju mendekati Anes.
"Jangan aneh-aneh Deandra ini sudah siang." Ucap Anes.
"Kenapa kalau sudah siang hmmm, bukankah ini bagus karena di rumah tidak ada siapa-siapa." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya menatap Dean.
"Plis Dean kita sudah memiliki anak sekarang tidak masalah rumah ramai atau sepi, tapi sekarang menyingkirlah aku harus ke kantor." Ucap Anes, Deandra pun menyingkir dan memberikan jalan untuk Anes.
Namun saat Anes akan melangkahkan kakinya Deandra tiba-tiba saja memberikan pertanyaan yang tidak bisa Anes jawab, Dean menatap Anes yang berdiri mematung.
"Apa kantor lebih penting dari pada suami kamu?" Pertanyaan itu berhasil membuat Anes terdiam.
"Kenapa kamu harus memulai perdebatan ini sekarang?" Tanya Anes, Deandra menyandarkan tubuhnya di dinding.
"Sepertinya memang kantor yang lebih penting." Ucap Deandra tersenyum miring, Anes memejamkan matanya dan menjatuhkan tas yang ia pegang lalu membuka satu persatu kancing kemeja nya dan menghampiri Deandra.
Anes menarik Deandra dan menjatuhkan tubuh lelaki itu ke tempat tidur keduanya saling menc**m satu sama lain, Anes mencoba untuk melepaskan jas kerja Deandra.
"Aku tidak suka ada yang memujimu selain aku kamu tahu, aku juga tidak suka kamu menunjukkan senyum manis kamu kepada wanita lain apa kau mengerti." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan melepaskan pakaian Anes tanpa sadar merekapun melakukan nya.
Anes dan Deandra tidak mempedulikan ponselnya yang terus berdering, sampai akhirnya karena merasa lelah merekapun tertidur kembali.
Deandra ia tidur dengan menyembunyikan wajahnya di dada Anes, bagi Dean itu adalah tempat ternyaman untuk nya.
Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat Joe dan Jordan ketar ketir karena Deandra tak kunjung datang ke kantor, kedua lelaki itu terus-menerus menghubungi Dean namun tak ada jawaban.
"Sebenarnya kemana Deandra apakah dia lupa jika hari ini ada meeting dengan para pemegang saham." Ucap Joe.
"Apa dia memiliki masalah? Atau diam-diam perusahaan nya akan bangkrut?" Ucap Jordan, membuat Joe mengumpat kepada lelaki itu.
"Bo*oh apanya yang akan bangkrut sementara perusahaan Dean semakin lama semakin melejit, tapi kenapa dia begitu menyebalkan aku sudah menghubungi nya sejak tadi tapi tidak ada jawaban." Ucap Joe.
"Tuan Joe jadi sampai kapan kami harus menunggu lagi?" Tanya para pemegang saham.
"Tunggu sampai saya mendapat kabar dari tuan muda pak, karena sampai saat ini tuan muda masih tidak bisa di hubungi." Jawab Joe.
"Baik tolong segera kabari saya karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ujar nya, Joe mengangguk dan lagi-lagi menghubungi Deandra.
"Joe bagaimana jika kamu pergi ke rumah nya saja, siapa tahu Dean masih tidur atau dia sedang tidak enak badan." Ucap Jordan.
"Ide bagus, kamu tunggu disini kabari aku jika ada sesuatu." Ucap Joe.
"Hmmm pergilah kita tidak bisa membuat mereka menunggu lebih lama lagi." Ucap Jordan, Joe mengangguk dan berlari keluar dari gedung perusahaan.
Ia memasuki mobil nya dan langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Deandra dengan kecepatan tinggi, Joe komat-kamit mengumpati Deandra karena tiba-tiba tidak ada kabar.
"Selamat siang tuan Joe." Ucap seorang pelayan, siang? Ya karena ini memang sudah jam 11 siang harusnya meeting di lakukan jam 10 pagi namun tertunda karena Deandra.
"Siang, dimana tuan?" Ucap Joe.
"Tuan muda berada di kamar nya tuan." Jawab pelayan itu.
"Dikamar apakah tuan sedang sakit?" Tanya Joe lagi.
"Saya rasa tidak karena tadi tuan terlihat sudah rapi saat sarapan bersama." Ujar nya, tanpa menunggu lama Joe langsung berlari masuk kedalam rumah dan tujuan utamanya adalah kamar Deandra dan Anes.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊