
Dokter keluar dari ruangan itu membuat Anes buru-buru menghampiri dokter itu, Anes menatap tubuh Kenzie yang penuh dengan alat medis.
"Bagaimana keadaan Kenzie?" Tanya Anes.
"Kondisi nya sangat tidak memungkinkan nona, bisa dikatakan tuan muda saat ini mengalami keracunan karena terlalu benyak mengkonsumsi obat-obatan di usianya yang masih kecil." Ucap dokter, membuat Anes tertegun mendengar penjelasan dokter.
"Apa maksudnya Kenzie tidak mengkonsumsi obat apapun dok." Ucap Anes.
"Maaf nona dari hasil pemeriksaan medis tuan Ken sudah banyak mengkonsumsi obat melebihi batas normal, dan obat itu juga seharusnya bukan untuk anak seusia tuan Ken." Ujar nya, Anes langsung menggelengkan kepalanya dan menatap mama yang berdiri di samping nya.
"Jelaskan apa yang dimaksud oleh dokter?" Tanya Anes.
"Nes maafkan mama karena tidak mendengarkan perkataan kamu." Ucap mama, baik sampai sini Anes paham ternyata setelah Ken pindah sekolah bocah itu masih di minta untuk mengkonsumsi obat-obatan.
"Nona kenapa kita tidak tanyakan saja kepada dokter obat apa yang sudah diberikan kepada Kenzie." Ucap Nana, Anes mengangguk dan pergi ke ruang dokter bersama dengan Nana.
"Nona apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter itu, Anes mengangguk dan memberikan sebuah pil yang diambil oleh Nana saat Anes berdebat dengan dokter yang mengurus Kenzie di rumah mama.
"Saya ingin tahu obat apa ini?" Ucap Anes, dokter meraih sebutir obat yang diletakan Anes di atas meja.
"Untuk apa anda menanyakan obat ini darimana anda mendapatkan nya?" Tanya dokter itu.
Anes menceritakan semua yang terjadi kepada Kenzie, dokter mendengarkan dengan seksama perkataan dan penjelasan Anes sampai akhirnya Anes mengatakan jika obat itu adalah salah satu obat yang di berikan kepada Kenzie oleh dokter itu.
Terlihat dokter menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Anes, Anes yang melihat itu sedikit khawatir.
"Jadi obat apa dok?" Tanya Anes.
"Nona ini obat hewan." Ucap dokter itu, Anes langsung terlihat lesuh saat mendengar perkataan dokter.
"Apa kau yakin?" Tanya Anes.
"Ya saya yakin mendengar dari cerita anda saya bisa menyimpulkan jika salah satu dari obat-obat itu adalah obat hewan, yang sekarang anda berikan kepada saya." Ucap nya, Anes mengepalkan tangannya.
"Terimakasih dok." Ucap Anes, wanita itu pergi keluar dari ruangan dokter mama yang melihat Anes menghampiri menantunya.
"Nes ada apa kenapa kamu ke ruangan dokter?" Tanya mama.
"Sudah aku katakan jangan mempercayai siapapun, kenapa ini harus terjadi kepada Kenzie ma dia sudah cukup menderita selama ini. Dan kenapa sekarang dia harus merasakan ini lagi." Ucap Anes, mama terdiam mendengar perkataan Anes.
Mama bertanya kepada Nana apa yang sebenarnya terjadi, Nana menceritakan semuanya kepada mama membuat tubuh mama terjatuh dan duduk di lantai.
"Ini bohong kan." Ucap mama, Anes menggelengkan kepalanya mendengar perkataan mama.
"Ini benar ma." Jawab Anes, wanita itu duduk di depan pintu rumah sakit ia menatap Kenzie yang berada di dalam ruang I*U karena dokter sudah memindahkan nya.
...
Deandra buru-buru pulang saat mendengar kabar jika Kenzie masuk rumah sakit, sebelum menemui istri dan mama nya Dean lebih dulu datang kerumah sakit tempat dokter yang menangani Kenzie bekerja.
"Dimana dokter X." Ucap Deandra, lelaki itu memasang wajah datar nya.
"Dia ada di ruangannya tuan muda." Ucap seorang suster, Deandra berjalan menuju ruangan dokter itu dengan diikuti oleh Joe dan Jordan.
Brakkk... Dean menendang pintu ruangan itu sampai terbuka dengan kasar, dokter yang sedang duduk di kursinya terkejut melihat kedatangan Deandra.
"Tuan muda apa yang anda lakukan?" Tanya nya.
"Bo*oh seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan kepada Kenzie?" Ucap Deandra.
"Saya tidak melakukan apapun tuan." Jawab nya bohong.
"Jangan bohong kau memberikan obat hewan kepada putra keluarga Gavriel, sepertinya kau ingin bermain-main denganku." Ucap Deandra, lelaki itu tersenyum jahat.
"Fitnah katamu, tapi bagaimana bisa kau mengatakan jika dia memfitnah mu sementara bukan dia yang memberitahu semua ini kepadaku." Ucap Deandra, lelaki itu menelan saliva nya mendengar perkataan Deandra.
"Tuan muda ma_maafkan aku, aku hanya menjalankan perintah tuan." Ujar nya, Dean mendorong tubuh lelaki itu.
"Urus dia dan tutup rumah sakit ini jangan biarkan ada korban lainnya." Ucap Deandra, lelaki itu gemetaran mendengar perkataan Deandra.
Ia tahu setelah ini mungkin dirinya hanya tinggal nama, beberapa pegawai disana Dean pilih yang jujur dan benar-benar berniat untuk bekerja. Mereka semua akan Dean pindahkan kerumah sakit milik keluarga Abrisham.
Sesampainya di rumah sakit Dean melihat Anes yang duduk dengan di temani Nana, sementara mama wanita itu berada dalam pelukan papa.
"Sayang." Panggil Deandra, Anes menoleh dan berjalan kedalam pelukan suaminya.
"Kenzie akan baik-baik saja kan Dean." Lirih Anes.
"Tentu honey Kenzie akan baik-baik saja." Ucap Deandra, mengecupi puncak kepala Anes.
"Dean kau sudah menyelesaikan semuanya?" Tanya papa.
"Ya orang gadungan itu akan menerima hukuman nya, dia bukan dokter asli pa setelah Joe selidiki sudah banyak korban. Dia adalah teman Liza yang menyamar, darimana mama bertemu orang itu." Ucap Deandra.
"Mama bertemu dia saat Kenzie bermain di taman Dean, maafkan mama." Ucap mama, Dean menghela nafasnya ia tahu setiap orang akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan nya.
Untung Dean langsung menyelidiki semuanya, sepertinya anak buah Liza masih berkeliaran meskipun Liza sudah di kurung oleh Deandra.
Dean harus segera menyelesaikan semua teman-teman dan anak buah Liza yang akan membahayakan keluarga nya, sudahlah Dean sangat lelah dengan semua yang bersangkutan dengan Liza.
"Sayang." Panggil Jordan kepada Nana.
"Hmmm." Sahut Nana.
"Apa kamu lelah hmmm." Ucap Jordan.
"Tidak aku merasa kasihan kepada nona dan keluarga nya." Ucap Nana, Jordan tersenyum dan mengelus kepala Nana dengan lembut.
"Benar Kenzie masih terlalu kecil untuk mengalami semua ini." Ucap Jordan, Nana mengangguk membenarkan perkataan suami nya.
Seperti biasa Joe hanya bisa menatap kemesraan kedua pasangan ini, Joe menelan saliva nya ia tidak bisa berkomentar apapun hari ini karena Joe sadar akan situasi.
Joe duduk di samping papa Dean dan mengeluarkan ponselnya, disana ada pesan dari intan namun Joe tidak menghiraukan nya.
Joe ingin sekali menendang intan ke planet lain karena wanita itu selalu mengganggunya, Joe akan setia kepada pendirian nya toh masih banyak wanita lain bagi Joe tak harus mendekati intan yang dulu dekat dengan Deandra selaku sahabat nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊