Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 208


Malam hari Cya, Anes dan Deandra sedang berkumpul di ruang tengah Dean sedang menemani Anes dan Cya menonton drama kesukaan sampai tiba-tiba Alexa dan Alden berlari dan duduk di tengah-tengah mommy dan Daddy nya.


"Ada apa sayang?" Tanya Deandra, Alexa menatap mommy nya yang sedang fokus menonton lalu beralih menatap Deandra.


"Daddy di sekolah aku memiliki teman dia tidak pernah mau bicara, tapi kepadaku dia mau berbicara." Ucap Alden, membuat Cya dan Anes mengalihkan fokus nya.


"Hmmm, kenapa bisa begitu?" Tanya Deandra, mendengar cerita Alden Cya lebih memilih untuk pindah tempat duduk ke dekan Dean karena ia merasa penasaran.


"Aku tidak tahu yang aku tahu semua teman di kelasku tidak mau berteman dengan nya." Ucap Alden lagi, hal itu membuat Anes terheran-heran.


"Apakah teman sekelas kamu itu memiliki salah sampai tidak ada yang mau berteman dengan nya?" Ucap Anes, Dean menatap istrinya.


"Tidak juga dia cukup cerdas untuk soal pelajaran, nilaiku dan nilainya selalu beda tipis." Ucap Alden, Anes terdiam terlihat jika wanita itu sedang berpikir.


"Apakah karena dia pintar sampai tidak ada yang mau berteman dengan nya?" Ucap Deandra, Alden dan Alexa kini berada di pelukan Daddy nya.


"Sepertinya bukan karena itu, jika masalahnya kecerdasan harusnya Alden juga tidak ada yang menemani. Tapi di kelasnya banyak yang ingin berteman dengan Alden." Ucap Alexa, ya Alexa dan Alden memang berada di kelas yang berbeda.


"Lalu karena apa?" Tanya Cya heran.


"Karena dia bukan berasal dari keluarga kaya." Ceplos Alden polos, Cya dan Anes menganga mendengar perkataan Alden.


"Mana mungkin." Ucap Deandra.


"Hmmm kenapa mana mungkin dad?" Tanya Alexa.


"Sekolah kalian ini sekolah elite jadi mana mungkin kalau dia berasal dari keluarga biasa Alden, dari sekian banyak anak di sekolah kamu kakak tahu semuanya di antar oleh mobil mewah dan masing-masing memiliki suster jadi?" Ucap Cya, Alden menghela nafasnya.


"Dia benar-benar bukan berasal dari keluarga seperti kita kak, maka dari itu aku dan Alexa selalu memberikan setengah uang jajan kami kepadanya." Ucap Alden, yang lagi-lagi membuat Deandra, Cya dan Anes tercengang.


"Kamu memberikan uang jajan kamu?" Tanya Cya, Alden dan Alexa mengangguk tanpa ragu.


"Tentu saja aku memberikan nya, tadinya dia menolak karena aku memberinya dan aku memutuskan untuk mengenalkan dia kepada Alexa." Ucap Alden.


"Baiklah boy Daddy akan mencari tahu siapa teman kamu yang sebenarnya, karena setahu Daddy benar-benar sekolah kamu itu bukan sekolah yang mudah untuk di masuki oleh sembarang kalangan." Ucap Deandra, Alden dan Alexa mengangguk lalu Alexa menatap Daddy nya.


"Daddy." Panggil Alexa.


"Iya princess." Ucap Dean.


"Aku ingin membeli boneka baru apakah boleh?" Tanya Alexa, Anes memelototkan matanya lagi? Apakah boneka-boneka di ruang bermain kurang.


"Tentu semua akan Daddy berikan untuk kamu." Ucap Deandra, Alexa pun mengangguk dan mengalungkan tangannya di leher sang Daddy.


"Manja nya." Ucap Cya, Dean tertawa kecil dan membalas pelukan Alexa.


"Mommy gak di peluk nih?" Cibir Anes.


"Sini mommy Alden yang peluk." Ujar nya, Anes tersenyum dan memeluk Alden.


"Kebiasaan banget Cya gak pernah ada yang meluk." Ucap Cya.


"Punya pacar mangkanya terus nikah dijamin deh tiap malem ada yang peluk." Kekeh Anes, Cya ikut tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


...


Keesokan harinya Anes sibuk berkutat di dapur menyiapkan bekal untuk kedua anak nya, Cya datang ke dapur untuk membantu Anes.


"Kak apakah kak Dean juga akan membawa bekal?" Tanya Cya.


"Tentu saja tidak lagi pula mana mau kakak kamu membawa bekal." kekeh Anes, Cya menatap Anes lalu bersandar pada dinding.


"Lalu kenapa kakak membuat tiga kotak bekal?" Tanya Cya.


"Ini untuk Alexa, ini untuk Alden dan ini untuk teman Alden." Ucap Anes, Cya tersenyum manis mendengar perkataan Anes.


"Aku tidak tahu sekeras apa mom Dea membesarkan anak-anak nya, tapi yang aku lihat saat ini dia berhasil membesarkan dan mendidik kamu kak." Ucap Cya, Anes menoleh menatap Cya.


"Dan aku harap kamu bisa seperti aku tidak memandang orang dari profesi dan kekayaan nya, karena pada dasarnya kita semua itu sama yang membedakan hanya takdir dan keadaan." Ucap Anes, Cya mengangguk dan tersenyum manis.


"Ya kakak benar." Ucap Cya, setelah itu Anes sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan namun tiba-tiba saja Deandra datang dan memeluk Anes dari belakang.


"Hmmm, sayang lepas." Ucap Anes.


"Why? Kenapa kamu minta aku melepaskan nya." Ucap Deandra.


"Sayang please lepas." Ucap Anes.


"No." Balas Deandra.


"Honey." Lirih Anes.


"Yes babyh." Ucap Deandra.


"Ada Cya disini lepaskan." Ucap Anes, Deandra mengalihkan pandangan nya kepada Cya.


"Ohhh ada jomblo toh." Ejek Deandra.


"Hilang sudah kepolosan Cya hilang." Ujar nya, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Cya.


"Gak ada polos-polos kamu sudah tua." Ucap Dean, Cya menganga mendengar perkataan kakak nya.


"Mana ada tua." Kesal Cya.


"23 tahun itu tua Cya kalau kamu masih polos ya seusia Alden dan Alexa." Ucap Deandra, Cya mengerucutkan bibirnya membuat Anes tertawa kecil.


"Yaampun bolehkah Cya menenggelamkan dia." Ujar nya, Dean tertawa mengejek kepada adik nya itu lalu melepaskan pelukan nya kepada Anes.


"Kamu sudah selesai kuliah apa tidak ada niatan untuk mencari pasangan?" Ucap Dean, ia meneguk segelas air putih.


"Tidak Cya belum memikirkan itu Cya masih fokus mengurus perusahaan papi." Ucap Cya, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.


"Mommy Daddy." Panggil Alexa berlari.


"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh." Pekik Anes, belum lama Anes mengingatkan putrinya kaki Alexa tersandung dan hampir saja terjatuh jika Dean tidak sigap berlari dan menangkap tubuh Alexa.


"Haaa." Pekik Alexa, namun tiba-tiba tubuhnya terbang karena berada di gendongan sang Daddy.


"Jangan berlari nanti kamu jatuh." Ucap Deandra, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.


"Hmmm, i'm sorry dad." Lirih nya.


"Hmmm sayang." Ucap Deandra, Alden sudah terduduk manis di kursi nya bocah kecil itu bahkan tidak peduli saat Alexa hampir saja terjatuh.


"Alden mommy titip bekal untuk teman kamu juga oke." Ucap Anes, Alden mengangguk sambil mengunyah makanan nya.


"Mommy tidak menitipkan bekal kepadaku juga?" Tanya Alexa.


"Apakah kamu juga memiliki teman seperti teman sekelas Alden?" Tanya Anes, Alexa tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada hehe." Ujar nya, Anes menghela nafasnya mendengar perkataan Alexa.


Setelah selesai sarapan Alexa dan Alden pergi ke sekolah bersama dengan suster dan supir, karena hari ini Anes ada urusan di kantor nya.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊