
Di sebuah ruangan besar dan mewah terlihat semuanya sudah berkumpul begitupun dengan pak penghulu dan juga para saksi yang sudah datang sejak pagi, Deandra mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anes.
Namun Joe menepuk pundak Deandra saat Jordan dan pak penghulu mulai berjabat tangan, Deandra mengingat saat dirinya mengucapkan ijab kabul ketika menikahi Anes.
"Saudara Jordan Aditia bin Adit saya nikahkan kamu dengan saudari Nana Yunita binti Yudi dengan maskawin (Skip) dibayar tunai." Ucap wali Nana.
"Saya terima nikahnya Nana Yunita binti Yudi dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Jordan dengan lancar dan lantang.
"Bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu.
"Sah." Ucap para saksi, disitulah Jordan menundukkan kepalanya ini semua terasa mimpi untuk Jordan karena bisa menikahi wanita yang dicintainya.
"Na ayok kita keluar kamu harus menemui Jordan." Ucap Anes, Nana mengangguk wanita itu berjalan tempat pernikahan di apit oleh Anes dan Aleta di samping kiri dan kanan nya.
"Ke nona mana?" Bisik Deandra di telinga Ike.
"Nona tadi ke kamar Nana tuan bersama dengan nona Aleta." Jawab Ike.
Deandra mengalihkan pandangan nya ia melihat Anes yang berada di samping kanan Nana, lelaki itu menghela nafasnya karena yang ia tahu tadi Anes mengeluh capek karena terlalu sibuk sejak kemarin.
"Duduk na." Ucap Anes, Jordan menatap Nana yang menunduk malu sementara Anes dan Aleta kedua ini hamil itu mendekati para suaminya.
"Kamu katanya lelah sayang kenapa jalan-jalan terus hmmm." Ucap Deandra.
"Tidak apa-apa aku kuat kok." Balas Anes, Dean tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
Nana mengecup punggung tangan Jordan, sementara Jordan lelaki itu mengecup kening Nana. Dari kejauhan Joe menelan saliva nya kini benar-benar hanya dirinya yang belum menikah dan belum menemukan wanita yang akan ia jadikan sebagai istri.
Setelah itu Nana dan Jordan menandatangani dokumen pernikahan, mami Jordan mengelus punggung putranya dan itu membuat Jordan langsung memeluk mami nya.
"Maafin aku ya mi selama ini aku hanya memikirkan kebahagiaan aku tanpa peduli dengan kebahagiaan mami, bahkan sampai saat ini lagi-lagi mami mengalah untuk kebahagiaan aku." Lirih Jordan.
"Sssttt, tidak apa-apa Jo apapun akan mami lakukan untuk kamu nak kamu anak mami satu-satunya jadi apapun yang jadi kebahagiaan kamu akan mami berikan." Ucap mami Jordan.
Sementara Jordan sedang memeluk kedua orangtuanya Nana memeluk tubuh renta ibunya, air matanya mengalir deras di pipi mulus Nana.
"Ma maafin Nana karena Nana belum bisa membahagiakan mama." Lirih nya.
"Na kamu sudah sangat membahagiakan kami nak, sekarang sudah saatnya kamu mencari kebahagiaan kamu. Mama akan selalu ada untuk kamu, terimakasih karena selama ini kamu begitu peduli kepada mama dan adik kamu." Ucap mama, Nana menggelengkan kepalanya.
"Itu sudah menjadi tugas Nana untuk membahagiakan mama, mama baik-baik ya kalau ada apa-apa selalu beru tahu Nana." Lirih nya lagi.
"Tentu kami akan baik-baik saja untuk kamu." Ucap mama, Nana tersenyum dan mengecup kedua pipi mama nya.
Kini saat nya ibu Nana memeluk Jordan lelaki yang saat ini sudah menjadi menantunya, ibu Nana mengusap punggung Jordan dengan lembut. Hal itu membuat Deandra tiba-tiba mendekati mommy Anes dan memeluk mommy mertuanya, lucu memang namun karena suasana sedang haru mereka menahan tawa nya.
"Mama titip Nana ya nak Jordan mama harap kamu bisa menjaga dan membahagiakan Nana, jika putri mama membuat kesalahan kamu jangan memarahinya tapi kamu hubungi mama biar mama yang menasehatinya. Dan jika nanti kamu sudah tidak lagi mencintainya tolong jangan berikan kata-kata yang akab menyakiti hatinya, katakan kepada mama maka mama sendiri lah yang akan menjemputnya untuk pulang." Ucap mama, hal itu cukup menusuk di hati Jordan.
"Ma Jo janji Jo tidak akan menyakiti Nana, mama tenang saja apapun akan Jo lakukan untuk kebahagiaan Nana." Ucap Jordan, bukan hanya mama Nana mami Jordan juga ikut menitipkan putranya kepada Nana.
Ike memeluk Anes ia merasa terharu dengan pemandangan di hadapannya, ia membayangkan apakah ia juga akan merasakan apa yang Nana rasakan.
"Kamu kenapa de?" Tanya mommy.
"Salah? Salah apa kamu gak menyakiti Anes kan?" Ucap mommy, membuat Deandra tersadar atas apa yang ia katakan.
"H_hah enggak kok aku gak ada nyakitin anak mommy." Ucap Deandra, mommy menatap intens menantunya itu.
"Jika kamu membuat Anes menangis maka mommy dan Daddy akan membuat kamu tidak bisa bertemu lagi dengan Anes dan anak-anak kamu." Ancam mommy Dea, membuat Deandra dan Joe menelan saliva nya.
"Mom ancamannya boleh nego gak si kenapa horor amat." Ucap Deandra.
"Gak ada nego-nego kamu kan tahu Anes itu anak perempuan mommy satu-satunya, jadi kalau sampai mommy mendengar kamu menyakiti Anes habislah kamu." Ucap mommy, Joe tertawa kecil melihat Deandra yang mati kutu di hadapan mommy mertuanya.
"Inikah yang dinamakan orang berkuasa tak berkutik di bawah ancaman mertua, devinisi kang ngancem di ancam balik ya gak berkutik." Cibir Joe, Deandra menatap tajam Joe hingga membuat Joe menutup mulutnya rapat-rapat.
"Nona." Panggil Nana, wanita itu berjalan dan memeluk Anes dengan tulus.
"Selamat ya na akhirnya kamu menikah dengan laki-laki yang tulus mencintai kamu." Ucap Anes.
"Ini semua berkat anda nona kalau tidak ada bantuan dari nona saya tidak mungkin bisa seperti ini." Ucap Nana.
"Jangan seperti itu jika kalian memang berjodoh tanpa saya dan yang lainnya pun kamu dan Jordan akan tetap bersama na, bahagia selalu ya na saya harap kamu benar-benar menemukan kebahagiaan kamu." Ucap Anes, Nana mengangguk dan lagi-lagi memeluk Anes.
"Ike gak di peluk nih, Ike juga kan pengen di peluk biar ketularan virus cepat dapat jodoh." Ucap Ike, Nana tertawa kecil dan memeluk Ike.
"Makasih banyak Ike sudah menjadi teman, sahabat dan saudara untukku." Ucap Nana.
"Ikutan peluk ah masa aku sendirian." Ucap suster, mereka semua tertawa kecil melihat pemandangan yang indah di hadapannya.
"Na bahagia selalu ya aku dan suster menunggu kehadiran Jordan junior na." Ucap Ike, suster tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Benar na karena penantian kita untuk Deandra junior sudah terkabul tinggal nunggu melahirkan saja, sekarang kita akan menanti Jordan junior." Ucap suster, Nana tertawa kecil dan meneteskan air matanya.
"Makasih banyak kalian selalu baik kepada aku." Lirih Nana, Ike dan suster mengangguk dan memeluk Nana dengan lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊