
Satu Minggu berlalu di sekolah elite terlihat Vani dan Alexa yang tengah berjalan, tiba-tiba saja Ara masuk di antara keduanya hingga membuat Alexa dan Vani terkejut.
"Aassshhh, Ara kamu mengagetkan saja." Ucap Vani.
"Haha, maafkan aku yang cantik dan menggemaskan ini." Ucap Ara, Alexa pun tertawa kecil mendengar perkataan Ara.
"Cih, kau terlalu percaya diri." Cibir Vani.
"Jadi apa yang membuat kamu tiba-tiba muncul Ara?" Ucap Vani, Ara menatap Vani dengan wajah centil nya.
"Kak Vani apakah kakak memiliki pacar?" tanya ara tiba-tiba.
"Apa? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" Tanya Vani, Ara tersenyum dan menatap Vani.
"Kak geng nya kak Alden ganteng-ganteng apakah gak ada yang membuat kakak tertarik?" Tanya Ara, Vani tertawa dan menatap intens Ara.
"Haha, Ara kau benar sekali tapi sayang tidak ada yang membuat aku tertarik." Ucap Vani.
"What? Kakak serius tidak ada yang membuat kakak tertarik." Ucap Ara.
"Apakah aku terlihat seperti orang yang sedang berbohong?" Ucap Vani.
"Tidak." Jawab Ara.
"Lalu apa lagi yang ingin kamu tanyakan." Ucap Vani.
"Tidak ada, hehe aku akan pergi ke kelas ku." Ucap Ara, Vani dan Alexa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ara.
"Apakah yang kamu katakan barusan itu benar?" Tanya Alexa.
"Apa?" Ucap Ara.
"Tidak ada yang menarik perhatian kamu di sekolah ini." Ucap Alexa.
"Alexa ayolah jangan membuat aku ingin memakan mu." Geram Vani, Alexa tertawa dan menatap Vani dengan intens.
"Katakan jika ada seseorang yang menarik perhatian kamu." Ucap Alexa.
"Cukup, kita kembali ke kelas sekarang." Ucap Vani, Alexa tertawa kecil dan mengangguk.
Sementara itu di kediaman Elang terlihat Cya yang sedang menatap intens suaminya, saat ini Elang sedang makan dengan lahap dan Cya hanya menatap nya tanpa ikut makan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Elang, lelaki itu menghentikan kegiatan makan nya karena heran melihat Cya yang terus menatap nya.
"Tidak apa-apa aku hanya ingin menatapmu." Ucap Cya, Elang menumpu dagunya menggunakan tangan.
"Benarkah begitu?" Ucap Elang.
"Hmmm, apakah aku tidak boleh menatap suamiku sendiri? Apakah ada yang melarang aku untuk menatap suamiku?" Ucap Cya, Elang tertawa kecil dan berdiri dari posisi duduk nya.
"Sayang tidak apa-apa, tidak akan ada yang berani melarang kamu untuk menatapku." Ucap Elang.
"Benarkah?" Tanya Cya, wanita itu mendongak menatap wajah tampan suaminya.
"Tentu saja semuanya untuk kamu dan baby kita." Ucap Elang, memgecup b*b*r Cya dan mengusap perut rata istrinya.
"CK, sejak kapan suamiku mulai romantis." Ucap Cya, Elang mencebikan bibirnya mendengar perkataan Cya.
"Apa? Aku tidak begitu." Canda Cya.
"Lalu bagaimana?" Tanya Elang, Cya mengalihkan pandangan nya.
"Tentu saja aku tidak langsung merasa cocok, namun karena kamu yang tidak ragu untuk menerk*m aku. Saat itulah aku yakin jika aku bisa memilikimu." Ucap Cya, Elang tertawa mengingat kejadian malam pertamanya.
"Itu karena aku tidak bisa menolak pesonamu, Cya aku tidak bisa membayangkan jika bukan kamu yang menikah dengan ku. Apakah aku juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Elang, Cya tersenyum dan terus menatap Elang.
"Entahlah aku sendiri tidak tahu." Jawab Cya, Elang tertawa mendengar jawaban istrinya yang ceplas-ceplos.
Dan di kediaman Deandra terlihat Alden yang sedang duduk santai di gazebo rumah nya, Alexa yang tahu keberadaan Alden pun memutuskan untuk menemui kakak kembarnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Alexa.
"Menurutmu aku sedang apa hmmm." Ucap Alden.
"Aku tidak tahu Alden, tapi kamu terlihat sedang melakukan sesuatu." Ucap Alexa.
"Aku sedang mengerjakan tugas yang Daddy berikan Alexa, mommy dan Daddy mengatakan aku harus bisa ikut mengurus perusahaan." Ucap Alden.
"Apakah harus seperti itu?" Ucap Alexa.
"Tentu, aku anak laki-laki Alexa berbeda dengan kamu yang anak perempuan." Ucap Alden, Alexa tertawa kecil dan menatap Alden.
"Baiklah kalau begitu, itu artinya aku tidak perlu bekerja karena ada kamu yang akan memberikan uang dan semua yang aku mau." Ucap Alexa, Alden tersenyum tipis lalu mengelus kepala Alexa.
"CK, semuanya akan aku berikan untuk kamu." Ucap Alden, Alexa tercengang mendengar perkataan Alden yang mirip dengan perkataan Vani.
"Tunggu kenapa perkataan kamu sama seperti apa yang Vani katakan." Ucap Alexa.
"Apa maksudnya?" Ucap Alden, Alexa tersenyum dan merangkul tangan Alden.
"Alden, Vani selalu mengatakan semuanya untuk mu kepadaku. Aku serasa memiliki kakak perempuan jika berdekatan dengan nya." Ucap Alexa, Alden terdiam dan menatap wajah cantik Alexa.
"Benarkah begitu?" Tanya Alden.
"Hmmm." Balas Alexa, Alden tidak mengatakan apa-apa lagi dan mengusap lembut kepala Alexa.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊