
Tiga hari telah berlalu, hari ini terlihat Deandra, Joe dan Jordan yang sedang duduk memberikan informasi di hadapan Deandra.
"Jadi bagaimana apakah benar laki-laki itu putra dari rekan kerja papi Cya?" Tanya Dean.
"No Dean, dia bukan putra dari rekan kerja papi Cya." Ucap Joe.
"Lalu?" Tanya Deandra.
"Seperti feeling kamu dan Anes dia bukan laki-laki yang baik, dia memang seorang pengusaha muda tapi dia bukan anak dari rekan bisnis papi Cya." Ucap Jordan.
"Jangan bilang kalau dia anak dari saingan papi Cya?" Tanya Dean.
"Tapi kenyataannya memang seperti itu Deandra, kita bisa menyadarkan Cya sebelum semuanya terlambat. Karena dari informasi yang kita dapat ia ingin menikahi Cya dan menguasai semua harta milik Cya, selanjutnya entahlah apa yang akan terjadi." Ucap Joe, Deandra memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Si*l, bagaimana bisa kita kecolongan." Geram Deandra.
"De kita sibuk dengan pekerjaan kita, begitupun Cya dia juga sibuk dengan pekerjaan nya sampai lepas dari pengawasan kita. Karena kita terlalu percaya jika Cya tidak akan macam-macam." Ucap Jordan.
"Setelah Kenzie aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Cya dari aku dan Anes." Ucap Deandra.
"Aku tahu, aku tahu kalau kamu dan Anes sudah menganggap Cya seperti kakak dari Alexa dan Alden." Ucap Joe.
"Lakukan sesuatu agar baj*ngan itu mau menjauhi Cya." Ucap Deandra, ia tak bisa berlama-lama membiarkan Cya bersama dengan laki-laki yang tidak tepat.
...
Di tempat lain Nana dan Ike sengaja mengajak Anes pergi ke sebuah mall untuk menghibur Anes yang terlihat tidak bersemangat akhir-akhir ini, Nana dan Ike menemani Anes berbelanja dan benar saja Anes mulai tersenyum dan tertawa.
"Nes gak mau nambah adik buat Alexa?" Goda Nana.
"Gila gak deh, Alexa sudah besar gak mungkin punya adik kasihan nanti malu." Kekeh Anes.
"Ya gak apa-apa nanti adik nya sama Alexa kaya anak dan mommy." Ucap Ike.
"Gak ya, kenapa gak Jake saja yang memiliki adik." Ucap Anes, mereka kini sedang berjalan di sebuah toko pakaian.
"Yaelah jangan nanti adik nya dijadiin samsak sama Jake bahaya." Ucap Nana.
"Gak lah, Jake itu penyayang dia lebih lembut dari pada Ara. Sebenarnya Joe juga ingin memiliki anak lagi, tapi Ara selalu mengancam tidak akan mau tinggal di rumah jika memiliki adik lagi." Ucap Ike, Anes dan Nana pun tertawa mendengar nya.
"Ya lagian kamu ke orang Ara sudah bilang tidak mau adik, eh malah kamu kasih Jake." Kekeh Nana, Anes tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Lapar gak si? Aku lapar nih." Ucap Anes.
"Lapar si, yasudah kita makan dulu saja toh barang belanjaan juga sudah cukup banyak." Ucap Nana.
"Benar waktunya kita mengisi perut agar kembali bertenaga, karena menghadapi kenyataan itu butuh tenaga." Ucap Ike, Anes dan Nana tertawa mendengar perkataan Ike.
"Pak ini tolong di bawa ke mobil ya, nanti bapak nyusul ke restoran saja kita makan bersama." Ucap Anes kepada bodyguard yang mengikutinya.
"Baik nyonya, tapi sepertinya saya akan makan di bawah saja nyonya." Ujar nya.
"Oh, yaudah bapak gunakan kartu ini untuk makan ya." Ucap Anes.
"Tidak perlu nyonya." Ucap bodyguard Anes.
"Gak apa-apa pak pake saja ya ini, kalau begitu saya duluan." Ucap Anes, akhirnya bodyguard Anes pun tak bisa menolak lagi.
"Baik nyonya, terimakasih banyak nyonya." Ujar nya, Anes hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja.
Anes, Nana dan Ike pun masuk ke sebuah restoran di mall itu, Anes memilih duduk di sebelah pojok kanan restoran agar bisa melihat orang berlalu lalang di mall.
"Mau pesan apa nes?" Tanya Nana.
"Aku pesan steak daging saja, minum nya jus jeruk." Ucap Anes, Nana pun mengangguk mereka memesan makanan yang sama dengan Anes.
Dan tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang, tentu saja ketiga mommy cantik itu menyantap makanan nya dengan lahap.
Sampai akhirnya ada sesuatu yang menarik perhatian Ike, ya karena tidak mungkin jika Anes yang melihat nya karena posisi Anes membelakangi sesuatu yang menarik itu.
Dan dengan cepat Anes menoleh menatap Cya dan kekasih nya sedang menebar kemesraan disana, Anes mencoba untuk tidak peduli sampai akhirnya Anes mengamati gerak-gerik Cya yang terlihat tidak nyaman.
Anes menarik nafasnya dan berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Cya, tolong ini tempat terbuka tidak seharusnya lelaki itu memperlakukan Cya seperti wanita mur*h*n di tempat umum.
"Lucya." Panggil Anes, membuat Cya menoleh terkejut dan langsung berdiri.
"K-kakak." Lirih Cya.
"Pulang." Ucap Anes, lihatlah disaat perang dingin sekalipun Anes masih mempedulikan kenyamanan dan keamanan Cya.
"Gak aku gak mau kakak apa-apaan si." Ucap Cya.
"Kamu yang apa-apaan Cya, dengan kamu berada disini kamu sama saja sedang mempermalukan diri kamu sendiri. Lihat bagaimana orang menatap kamu." Ucap Anes, membuat Cya mengedarkan pandangannya. dan benar saja Cya melihat beberapa orang menatap nya dengan tatapan merend*hkan.
"Nyonya maaf anda siapa kenapa anda ikut campur urusan kami?" Tanya laki-laki itu.
"Kamu ingin tahu siapa saya? Ah, sepertinya tidak perlu karena saya takut bukannya benar-benar mencintai Cya, anda malah jatuh hati kepada kekayaan saya." Ucap Anes, membuat Cya tercengang apa maksud Anes.
"Kak kenapa kakak bicara seperti itu?" Kesal Cya, Anes menatap Cya dengan tajam.
"Cya sebaiknya kamu pulang sekarang, kita bicarakan di rumah tidak enak membuat keributan di sini." Ucap Nana.
"Apa yang dikatakan oleh Nana benar sebaiknya kita pulang." Ucap Ike.
"Gak aku gak mau." Ucap Cya, membuat lelaki itu tersenyum senang.
"Sungguh kau tidak mau? Baiklah jika kau memilih untuk tetap disini bersama dengan laki-laki itu, maka jangan pulang kerumah dan aku akan menarik semua fasilitas yang kamu pakai." Ucap Anes membuat Cya terkejut.
"Apa maksud kakak?" Kesal Cya.
"CK, kamu lupa Cya jika aku bisa melakukan apapun termasuk mengusir kamu di rumah dan perusahaan, jangan lupa aku juga bisa menarik kartu-kartu, mobil, dan apartemen yang kamu miliki jika kamu masih memilih tetap bersama dengan dia." Ucap Anes, membuat Cya kesal dengan sikap Anes yang seperti ini.
"Kak." Pekik Cya.
"Dan untuk anda jika anda benar-benar mencintai Cya maka terima dia meskipun dia tidak memiliki apapun, tapi saya yakin tidak akan lama lagi anda akan meninggalkan Cya jika Cya tidak memiliki apa-apa lagi." Ucap Anes, tak diam tangan Anes mengambil tas c
Cya dan mengambil dompet juga kunci mobil milik Cya.
"Kak jangan lakukan ini." Ucap Cya memohon.
"Untuk sementara aku akan membekukan semua rekening kamu Cya." Ucap Anes, wanita itu benar-benar tegas kepada Cya sementara Nana tak tinggal diam ia menarik Cya untuk pulang dan Ike membawa tas milik Cya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊