Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 254


Satu Minggu berlalu hari ini Anes mendengar kabar jika Cya sedang dekat dengan seorang lelaki yang kurang baik menurut Anes, kekhawatiran Anes dan Deandra tidak bisa di sembunyikan lagi.


Bukan apa-apa masalah nya Cya belum memiliki pengalaman berpacaran, dalam kehidupan nya selama ini hanyalah kerja-kerja dan kerja saja.


"Tolong kamu nasehati Cya sayang kalian sangat dekat, aku yakin Cya pasti akan mendengarkan kamu." Ucap Deandra.


"Dad aku dan Cya memang sangat dekat, tapi apa aku bisa meyakinkan Cya sementara aku hanya kakak iparnya saja." Ucap Anes.


"Cya tidak pernah menganggap kamu hanya sebatas kakak ipar honey, kamu sudah seperti mami untuk nya. Jika Cya sudah bisa kamu yakin kan, dan lelaki itu masih terus mengejar Cya maka aku yang akan turun tangan untuk mengurus semuanya." Ucap Deandra.


"Tapi bagaimana jika Cya menyukai lelaki itu?" Ucap Anes, Dean menatap Anes dan tersenyum tipis.


"Apakah Cya bisa melanjutkan prasaan nya, jika tahu kamu yang mengurus dia selama ini tidak menyukai lelaki itu." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil suaminya ini pinter sekali mencari kesempatan.


"Ya ya baiklah aku akan berbicara dengan Cya." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan mengecup setiap inci wajah cantik Anes.


"Terimakasih honey kamu selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk aku dan anak-anak, tak lupa juga untuk Cya." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Sudah menjadi tugasku sebagai seorang kakak untuk melindungi adiknya bukan." Ucap Anes, Dean mengangguk dan menatap intens istrinya.


...


Keesokan harinya di kediaman Anes ada Nana, Ike dan Cya. Ya Cya wanita itu sedang tidak ingin pergi ke kantor hari ini, hal itu dijadikan sebagai kesempatan untuk Anes berbicara dengan Cya.


"Kamu gak ke kantor cy?" Tanya Nana.


"Enggak kak aku lagi pengen di rumah." Jawab nya, Cya duduk dan meneguk jus yang ada di hadapannya.


"Oiya aku dengar dari Joe kamu sedang dekat dengan seseorang?" Ceplos Ike, membuat Anes melirik Cya yang duduk di samping nya.


"Hmmm, dengan anak dari rekan bisnis almarhum papi." Ucap Cya, Ike dan Nana menatap Anes.


"Kamu suka sama dia?" Kali ini Anes yang berbicara, Cya menoleh menatap Anes yang sedang menatap nya.


"Sedikit tertarik." Ucap Cya.


"Kamu sudah mencari tahu tentang dia lebih jauh?" Tanya Anes lagi, Cya menelan saliva nya dan mengernyit dengan pertanyaan Anes.


"Kenapa aku harus mencari tahu tentang dia lebih jauh?" Ucap Cya.


"Tentu saja harus, kamu cari tahu apakah dia laki-laki yang baik atau tidak." Ucap Anes, Cya meletakkan gelas yang di pegang nya.


"Maksud kakak apa?" Ucap Cya, Anes menghela nafasnya sementara Nana dan Ike menatap kedua wanita cantik yang duduk di hadapan mereka.


"Cy mungkin Anes takut kalau dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu." Ucap Nana.


"Kenapa bisa berpikir seperti itu? Bukankah kakak ingin aku segera menikah, tapi setelah aku dekat dengan seseorang kakak malah bersikap seperti ini. Waaah lucu sekali." Ucap Cya, Anes menatap Cya yang sedang tersenyum sinis.


"Lucya aku memang ingin kamu menikah dan memiliki pasangan, tapi bukan berarti kau bisa sembarangan menikahi laki-laki." Ucap Anes.


"Lalu lelaki seperti apa yang harus aku nikahi? Seperti kak Dean? Itu tidak akan ada kak, ayolah aku bisa memilih pasangan atas keinginan ku, kakak jangan meragukan aku." Ucap Cya.


"Cya Anes hanya takut jika kamu akan disakiti." Ucap Ike.


"Benarkah? Tapi kenapa kakak selalu memintaku untuk menikah, jika kakak takut aku di sakiti." Ucap Cya, Anes mengusap wajah nya kasar.


"Kakak kenapa berteriak seperti itu kepada mommy?" Tanya Alexa yang kesal mendengar teriakan Cya.


"Tanya saja kepada mommy kamu, kenapa dia selalu menyuruhku untuk menikah jika dia takut aku tersakiti." Ucap Cya, Alexa menatap Nana, Ike dan Anes.


"Lalu kenapa kakak marah? Biasanya juga kita selalu membahas itu, mommy selalu meminta kakak untuk mencari pasangan." Ucap Alexa.


"Ya karena itu aku marah karena aku capek membahas pernikahan, untuk apa memintaku segera menikah jika mommy kamu gak bisa percaya kepada laki-laki pilihanku." Ucap Cya.


"Cya aku bukan tidak percaya, aku hanya ingin kamu berhati-hati tidak langsung memberikan sepenuh hati kamu kepada laki-laki itu." Ucap Anes, Cya diam ya jika sedang marah atau berdebat dengan Anes Cya memang tidak pernah pergi begitu saja.


"Sudahlah kak intinya kakak tidak percaya jika aku bisa mencari pasangan sendiri." Ucap Cya.


"Benar dulu kamu tidak seperti ini, kamu selalu menuruti apa yang dikatakan oleh Anes." Ucap Ike.


"Tapi bukankah saat ini juga aku menurutinya untuk mencari pasangan dan menikah." Ucap Cya.


"Terserah kamu Cya terserah jika kamu menginginkan dia maka nikahi saja dia, tapi aku tidak akan mau tanggung jawab jika sesuatu terjadi kepada kamu." Ucap Anes, Anes bangun dari duduknya dan pergi ke kamar.


"Cya kenapa kamu harus melakukan ini? Anes sangat menyayangi kamu, Anes takut jika kamu akan tersakiti. Banyak wanita yang sudah di permainan oleh dia Cya." Ucap Nana.


"Kakak keterlaluan, jika mommy tidak sayang kepada kakak untuk apa mommy mencari tahu tentang pacar kakak." Ucap Alexa, Cya terdiam dan menatap kepergian Alexa.


"Sudahlah sebaiknya kamu pikirkan semuanya sebelum kamu kehilangan kasih sayang Anes dan Deandra, kita pamit dulu." Ucap Nana, Ike pun mengangguk dan memutuskan untuk pulang.


"Mommy." Panggil Alexa yang berdiri di depan pintu kamar Anes.


"Kamu ngapain?" Tanya Alden.


"Kamu gak denger kalo aku lagi manggil mommy." Ucap Alexa.


"Kenapa mommy? Kamu bertengkar dengan mommy?" Tanya Alden lagi, dengan cepat Alexa menggelengkan kepalanya.


"Tidak bukan aku." Ucap Alexa.


"Lalu?" Tanya Alden lagi.


"Kak Cya yang bertengkar dengan mommy." Ucap Alexa.


"Kenapa?" Tanya Alden.


"Alden bisa berhenti bertanya? Diam dan lihat saja nanti juga kamu akan paham." Ucap Alexa kesal, Alden hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu kenapa marah sama aku?" Ucap Alden.


"Alden cukup, sebaiknya kamu urusi dulu kakak kamu yang sedang galau di bawah." Ucap Alexa, Alden hanya bisa mendengus saja mendengar perkataan Alexa.


Dari kejauhan Alden melihat Cya yang sedang menatap lurus kedepan, Alden duduk di samping Cya dan menatap kakak nya itu.


"Kenapa bertengkar dengan mommy?" Tanya Alden, Cya diam tak menjawab pertanyaan adik sepupunya itu.


"Mommy terlalu kasar?" Tanya Alden, lihatlah meskipun kadang Cya marah-marah kepada Anes Alden dan Alexa selalu bertanya apakah sang mommy menyakiti hati Cya? Tapi percayalah semua itu atas didikan Anes dan Deandra, yang meminta agar kedua anaknya mempedulikan prasaan Cya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊