
Setelah acara pesta sudah selesai Dean meminta Ike untuk mengantar Anes kembali ke kamar nya, karena lelaki itu akan berbincang dulu dengan Joe dan Jordan.
Namun bukannya kembali ke kamar Anes justru malah pergi ke kamar Nana, ia melihat Nana yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan meremat tangan nya.
"Nana kenapa Nana pasti gugup ya." Goda Ike, Anes dan suster tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Santai saja na rileks na jangan dibawa tegang." Ucap suster.
"Na saya kesini bukan untuk menggoda kamu tapi saya kesini untuk memberi tahu kalau koper kamu sudah kami siapkan, kamu bisa memakai pakaian yang ada di dalamnya." Ucap Anes.
"Benar na kamu bisa memakainya dan memperlihatkan nya kepada tuan Jordan." Ucap Ike, Nana semakin gugup ia menatap nona nya dengan memelas.
"Nona bolehkah saya tidur dengan anda?" Ucap Nana, Ike dan suster menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Jangan na nanti tuan Jordan kecewa." Ucap Ike, yang lagi-lagi membuat Anes tertawa.
"Ike sudah kita kembali ke kamar jangan menggoda Nana terus kasihan." Ucap Anes.
"Siap nona, kita keluar dulu ya na kalau ada apa-apa kabari Ike saja atau mau video call juga boleh dengan senang hati Ike terima." Ucap Ike, Anes menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Ike yang polos-polos menyebalkan.
Sementara itu Deandra dan kedua sahabatnya sedang duduk di balkon hotel, Dean menatap Jordan yang terlihat sedikit gugup.
"Kamu kenapa Jo sakit perut?" Tanya Deandra.
"Itu anu nanti saya mulainya gimana ya." Ucap Jordan, Joe dan Deandra tertawa renyah mendengar perkataan Jordan.
"Gaya doang pengen nikahin Nana mulai dari mana saja kamu tidak tahu." Ucap Joe, Jordan mengusap wajah nya dengan kasar.
"Kita minum." Ucap Jordan.
"Enggak-enggak saya gak bisa minum Jo." Ucap Deandra.
"Come on lah Dean kali ini saja kamu temani saya minum, saya tidak bisa memulai ini dengan keadaan war*s." Ucap Jordan, Joe memukul kepala Jordan bisa-bisanya Jordan ingin melakukan itu dengan keadaan mab*k.
"Orang itu ingin melakukan dengan sadar Jo agar tahu bagaimana rasanya, kamu ingin tidak sadar sini saya pukul kepalamu agar kamu tak sadarkan diri." Ucap Joe.
"Arrrgggg, ayolah hanya untuk malam ini saja kok saya juga sudah menghubungi teman-teman kuliah kita dulu." Ucap Jordan.
"Mamp*s saja kau Jo kalau Anes marah gimana?" Ucap Deandra.
"Anes tidak akan marah asal kamu tidak oleng." Ucap Jordan, Deandra menggelengkan kepalanya.
"Saya lebih sayang Anes dari pada kamu Jo." Ucap Deandra.
"Saya tidak minta kamu untuk sayang saya Dean, tapi anggap saja ini malam terakhir kita bersenang-senang karena kedepannya kita akan fokus mengurus keluarga kita." Ucap Jordan, Joe mendengus mendengar perkataan Jordan.
"Tolong jangan lupakan saya yang masih lajang disini." Ucap Joe, Deandra tertawa melihat wajah melas Joe.
"Baiklah Jo karena saya baik hati dan tidak sombong maka saya akan menemani kamu, toh saya juga pusing karena tiap hari selalu memikirkan pekerjaan." Ceplos Joe.
"Apa katamu?" Tanya Deandra.
"Tidak ada tentu saja aku senang bekerja karena itu membuat nol di rekening ku selalu bertambah." Ujar nya, Jordan tertawa hingga berakhir lah para lelaki itu minum-minum.
Dean tidak minum banyak karena ia tidak terbiasa dengan itu, Deandra hanya minum satu tegukan saja itupun ia langsung merasa kepalanya pusing.
Dean menumpu dagu nya dengan kedua tangan dan menatap Joe dan juga Jordan, kedua sahabatnya itu sedang mengoceh menumpahkan keluh kesah nya.
"Kau tahu semua orang hanya melihat sisi kuat ku saja, padahal hatiku menangis melihat kalian yang sudah menikah. Aku juga ingin menikah asal kalian tahu, aku berharap Deandra memberikan seorang wanita kepadaku, seperti dia dan nona Anes mendukung kamu dan Nana." Racau Joe.
"Kau tahu aku kira Anes tidak akan membiarkan aku menikahi Nana mengingat Anes yang begitu menyayangi Nana, tapi kini aku bisa mendapatkan wanita itu wanita yang menjadi idamanku saat ini." Ucap Jordan.
"Aku pikir Deandra tidak perduli dengan ku karena dia tidak memikirkan kehidupanku, aku ingin dia peduli kepadaku seperti dia peduli kepada nona Anes." Ucap Joe, Deandra tercengang karena dua sahabatnya itu mengeluhkan dirinya.
"Benar dia memang tidak peka jika bukan karena Anes mungkin aku tidak akan menikah hari ini, Dean hanya bisa mengatakan kau tidak akan bisa mendapatkan nya" Balas Jordan.
"Karena kau lah keluhan kami, Dean tidak bisakah kau mengasihani teman mu yang tidak laku ini." Ucap Jordan.
"Apa katamu?" Ucap Joe.
"Jordan mengatakan jika kau tidak laku karena sampai saat ini masih menjomblo." Ucap Deandra.
"Sial*n saya laku hanya saja sahabat kamu itu yang selalu memberi banyak pekerjaan, bayangkan saja bagaimana saya bisa berkencan jika baru melangkah saja dia selalu mengatakan jangan lupa atur jadwal saya." Ucap Joe, Jordan tertawa renyah mendengar racauan Joe.
"Kalian gila lebih baik aku kembali ke kamar." Ucap Deandra, lelaki itu memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Oh shitt kenapa kepalaku jadi pusing." Ucap Deandra.
"Joe kau nikmati kesendirian mu aku akan menemui istriku." Ucap Jordan, lelaki itu bangun dari duduknya dan pergi begitu saja.
Deandra menoleh menatap Joe yang meletakkan kepalanya di atas meja, lelaki yang sudah berjalan beberapa langkah itu kembali menghampiri Joe.
"Joe." Panggil Deandra.
"Hmmm." Sahut Joe.
"Kau benar-benar ingin menikah?" Tanya Deandra, Joe menengadah menatap wajah tampan Deandra.
"Ya, tapi aku sadar tidak semua wanita bisa menerima kesibukan ku. Kau tenang saja aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian Dean." Ucap Joe, Deandra menggelengkan kepalanya dan menepuk pundak Joe.
"Jika ingin berkencan maka lakukan saja saya tidak akan memberikan banyak pekerjaan untukmu, saya tahu apa yang kamu rasakan." Ucap Deandra.
"Tidak saya tidak akan berkencan." Ucap Joe.
"Kenapa?" Tanya Deandra.
"Karena saya tidak memiliki teman untuk berkencan." Jawab Joe.
"Joe ada Intan bukankah dia cantik." Ucap Deandra, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Deandra.
"Saya tidak menyukainya Dean ditambah dia adalah wanita yang pernah mencintai kamu, meskipun Intan wanita satu-satunya di dunia ini saya tidak akan menikahi intan." Racau nya, Deandra terdiam Joe tipikal orang yang memegang komitmen nya dengan teguh.
Joe pernah berjanji ia tidak akan mengencani wanita yang mengenal atau pernah dekat dengan sahabat nya, dan itu benar Joe benar-benar menepatinya.
"Baiklah aku harap kau segera menemukan wanita yang akan mengisi hatimu." Ucap Deandra.
"Emmm, pergilah nona pasti sudah menunggumu." Ucap Joe, Deandra pun mengangguk dan pergi meninggalkan Joe.
Sebelum benar-benar pergi Deandra meminta bodyguard nya untuk menemani Joe dan mengantarkan Joe ke kamar nya, setelah memerintahkan itu barulah Dean benar-benar kembali ke kamar nya karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 02:30 dini hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊