Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 185


Setibanya di kamar Joe menurunkan Ike dari gendongan nya, Ike yang merasa marah pun menatap Joe dan refleks men*mp*r wajah tampan Joe dengan mata berkaca-kaca.


"Kau memukulku?" Tanya Joe terkejut.


"Ya, karena Intan juga tadi memukulku." Balas Ike dengan polos nya.


"Kenapa tidak kau balas saja dia tadi, kenapa harus aku yang menerima balasan nya." Protes Joe.


"Apa kau lupa jika kamu langsung membawaku ke kamar sebelum aku memberikan bogeman kepada kekasihmu itu, jika seperti ini bagaimana aku bisa membalasnya?" Sengit Ike, oh ini sisi lain dari seorang Ike Nabilla ternyata.


"Aku tidak tahu jika kau belum membalas nya, satu lagi dia bukan kekasihku." Ucap Joe, Ike menatap Joe dengan wajah merah padam.


Joe yang merasa kasihan kepada Ike mendekati Ike berniat untuk memeluk wanita yang kini berstatus sebagai istri nya, namun Ike menepis tangan Joe dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Joe menatap Ike dan mengusap wajah nya dengan frustasi, Joe berpikir bagaimana bisa intan kembali sementara Joe sudah menutup akses informasi kepada Intan.


Di tempat lain terlihat Anes menatap Deandra dan Dean yang di tatap tajam oleh Anes hanya bisa menelan saliva nya, ia tahu jika istrinya saat ini sedang marah.


"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Anes.


"Aku tidak tahu honey." Balas Deandra.


"Mana mungkin kamu tidak tahu sementara kamu sahabat Joe." Ucap Anes.


"Ya aku memang sahabatnya tapi aku tidak tahu jika Intan begitu menyukai Joe." Balas Deandra, Anes memicingkan matanya menatap Deandra.


"Kau benar-benar tidak ada ikatan dengan nya dulu?" Tanya Anes membuat Deandra tercengang.


"Apa maksudnya? Apa kamu tidak percaya jika suamimu ini setia, sebelum menikahi kamu aku tidak memiliki kekasih." Ucap Deandra.


"Kau setia kepada siapa? Kepada mantan kamu yang menikah lebih dulu?" Cibir Anes, lagi-lagi Deandra dibuat tak mengerti dengan jalan pemikiran Anes.


"Sayang bukan itu maksud nya." Ucap Deandra.


"Kau bahkan menolak ku karena menunggu Intan, ah Dean sebenarnya siapa yang kamu cintai." Cerocos Anes, Deandra yang takut masalah nya menjadi besar menarik Anes ke atas pangkuan nya.


"Hei kenapa jadi membahas masalalu hmmm, apakah semua wanita seperti ini masalah nya apa jadi merembet kemana-mana. Aku hanya mencintai kamu honey ayolah aku tidak mencintai wanita manapun." Ucap Deandra.


"Aku percaya tapi bagaimana dengan Ike." Ucap Anes, membayangkan wajah merah padam Ike Anes merasa tak tega.


"Joe bisa menyelesaikan nya honey sudah lah itu akan menjadi urusan pribadi mereka, kita tidak perlu ikut campur terlalu jauh." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan menghela nafasnya.


"Aku harap seperti itu." Ucap Anes, Dean mengangguk dan tersenyum manis kepada Anes.


Namun dalam hatinya Deandra mengumpati Joe, lihat saja ia akan memberikan pelajaran kepada Joe karena hampir membuat Anes mengamuk kepadanya.


"Iya sebaiknya kita istirahat saja." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan turun dari pangkuan suaminya.


"Baiklah aku akan tidur." Ucap Anes.


"Sayang berapa lama lagi aku harus berpuasa?" Tanya Deandra.


"Hmmm, kurang lebih 10 hari mungkin." Jawab Anes, Dean menunduk pasrah kenapa selama ini ia harus berpuasa yaampun.


Di kamar lain Nana menatap Jordan yang berbaring di samping nya, Jordan membuka kembali matanya dan menatap Nana.


"Ada apa?" Tanya Jordan.


"Aku merasa kasihan kepada Ike." Jawab nya, Jordan tersenyum tipis dan mengecup kening Nana.


"Semua akan baik-baik saja, Joe akan menyelesaikan semuanya percayalah." Ucap Jordan.


"Apakah Joe menjalin hubungan dengan Intan?" Tanya Nana.


"Tapi kenapa Intan harus menyerang Ike, dia juga mengatakan jika dia sudah mengalah kepada nona Anes. Tapi bukankah dia dan tuan muda juga tidak menjalin hubungan." Ucap Nana, Jordan mengangguk membenarkan perkataan istrinya.


"Ya kamu benar, sudahlah sebaiknya kita tidur saja semoga hari esok akan lebih baik dari sekarang." Ucap Jordan, Nana pun mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


Di kamar pengantin baru terlihat Ike yang baru keluar dari kamar mandi, Joe bangun dari duduknya dan menatap Ike yang memasang wajah datar nya.


"Kamu masih marah?" Tanya Joe, ah si*l gara-gara Intan malam pertama Joe menjadi kacau seperti ini.


"Saya lelah dan ingin istirahat tuan." Ucap Ike, Joe tertegun mendengar perkataan Ike.


"Ike saya ini suami kamu kenapa kamu memanggil saya tuan." Ucap Joe.


"Saya lelah dan mengantuk maaf." Ucap Ike lagi, ia mengambil selimut dan dengan tahu diri nya Ike berjalan menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya disana.


"Kenapa tidur di sofa?" Tanya Joe.


"Tidak pantas jika saya tidur bersama anda karena saya hanya seorang pelayan." Jawab nya tersenyum getir.


Joe menarik tangan Ike sampai wanita itu berdiri di hadapannya, Joe dan Ike saling menatap satu sama lain namun itu tak membuat Ike luluh karena hatinya sudah terlanjur sakit dan merasa kecewa.


"Mana yang sakit hmmm." Tanya Joe, ia mengelus pipi Ike yang terlihat sedikit biru.


"Tidak ada." Jawab nya.


"Ike tidurlah disana bersama dengan saya." Ucap Joe.


"Tuan sudah saya katakan tidak pantas seorang pelayan tidur dengan anda." Ucap Ike.


"Kamu istri saya bukan pelayan saya Ike harus berapa kali saya mengatakan ini?" Ucap Joe, Ike melepaskan tangan Joe yang memegang pipinya.


"Saya ingin tidur." Ucap Ike lirih, wanita itu kembali berbaring di sofa dan menutupi seluruh tubuhnya.


Joe menatap tubuh mungil Ike yang tertutup oleh selimut, ia memutuskan untuk duduk di tempat tidur dan menatap Ike yang tidak bergerak sama sekali.


Tepat pukul 03:00 dini hari Joe masih terjaga lelaki itu berjalan mendekati Ike yang sudah terlelap dalam tidurnya, Joe mengangkat tubuh mungil Ike dan memindahkan nya ke tempat tidur.


Joe berbaring di samping Ike dengan menatap wajah cantik Ike, Joe mengecupi setiap inci wajah Ike ia juga memgecup sudut bibir Ike yang sedikit lebam.


"Apakah ini sangat sakit hmmm, maafkan aku yang belum bisa melindungi kamu. Aku janji setelah ini tidak akan ada yang berani menyentuh kamu honey, asssh Joe kenapa menjadi lemah seperti ini." Gumam nya, Joe menatap Ike yang bergerak lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Joe lelaki itu tertawa kecil melihat nya.


"Tidur nyenyak orang baik." Ucap Joe, ia mengecup puncak kepala Ike dan ikut memejamkan matanya.


Tak lupa juga tangan nya yang melingkar di tubuh Ike, ya Ike membuat Joe menjadi lemah dan merasa tidak ingin kehilangan Ike.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊