Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 290


Sesampainya di kediaman Elang Anes pun langsung di persilahkan masuk oleh kepala pelayan disana, Alexa dan Anes pun masuk dan langsung di arahkan menuju kamar Cya.


"Mari nyonya saya antar ke kamar nona Cya." Ucap kepala pelayan.


"Baik pak." Ucap Anes, Alexa hanya menatap sekeliling rumah yang terlihat classic.


"Permisi nona." Ucap kepala pelayan, saat tiba di depan kamar Cya.


"Ah kakak." Lirih Cya, Elang yang masih ada disana pun menoleh melihat kedatangan Anes dan Cya.


"Silahkan masuk nyonya." Ujar nya mempersilahkan.


"Terimakasih pak." Ucap Anes dan Alexa.


"Sayang kamu kenap hmmm?" Tanya Anes.


"Entahlah kak tubuhku terasa sangat tidak enak." Ucap Cya.


"Kamu sudah makan hmmm?" Tanya Anes lagi.


"Sudah kak tadi aku sudah memaksa nya untuk makan." Ucap Elang.


"Syukurlah jika sudah, El jika kamu mau bekerja pergi saja biar Cya kakak yang jaga." Ucap Anes.


"Apa tidak merepotkan?" Ucap Elang basa-basi.


"CK, tentu saja tidak. Pergilah kakak dan Alexa akan menjaga Cya." Ucap Anes lagi.


"Baiklah kalau begitu, maaf aku merepotkan kakak dan Alexa." Ucap Elang.


"Tidak El kakak tidak merasa di repotkan." Ucap Anes, Elang pun mengangguk dan pergi.


Setelah kepergian Elang Alexa duduk di samping Cya dan memegang kening kakak nya, tindakan Alexa membuat Anes dan Cya mengernyit heran.


"Kamu ngapain xa?" Tanya Anes dan Cya.


"Tubuh kakak tidak demam mom." Ucap Alexa, Anes dan Cya tertawa kecil mendengar nya.


"Apakah kamu bercita-cita menjadi seorang dokter xa?" Ucap Cya.


"Tidak, memangnya kenapa?" Ucap Alexa.


"Kamu bertingkah seakan-akan kamu ini dokter." Ucap Cya, Alexa tertawa dan bangun dari duduknya.


"No, aku bukan dokter tapi princess di keluarga Gavriel." Ujarnya dengan percaya diri.


"Haha, baik kamu telah mengambil posisi ku sekarang." Ucap Cya.


"Tentu karena sekarang kakak menjadi princess di keluarga Mahendra, maka biarkan aku yang menjadi princess di keluarga Gavriel." Ucap Alexa, Anes menggelengkan kepalanya membuat Cya tertawa kecil.


"Apakah dia benar-benar putrimu kak?" Ucap Cya, Anes menghela nafasnya.


"Sepertinya bukan, apakah aku salah membawa orang saat akan pergi kesini." Canda Anes, Alexa mencebikan bibirnya.


"Mom oh my God, jangan aneh-aneh sudah sangat jelas aku itu putrimu." Ucap Alexa.


"Kata Daddy waktu hamil aku dan Alden Mommy ngidam nya gak manusiawi kak, kayak nya itu yang menyebabkan aku seperti ini." Ucap Alexa.


"Haha, kayak nya iya si xa orang kalau salah pas ngidam aku percaya." Ucap Cya.


"Yaaakk!!! Kenapa kalian malah menyudutkan aku." Ucap Anes, Alexa dan Cya pun tertawa mendengar Anes yang berbicara dengan nada kesal.


"Loh kok ngamookk Bu." Ucap Alexa, lihatlah gadis cantik itu suka sekali menggoda mommy nya.


"Alexa benar-benar ya ini anak, anak siapa si kamu kok ngeselin." Ucap Anes, Alexa kembali tertawa kecil.


"Anak mommy dan Daddy tentunya." Ucap Alexa, baiklah sepertinya jiwa menyebalkan Alexa menurun dari Anes.


"Sudah-sudah cukup bercanda nya, Cya ini kakak bawa tes pack untuk kamu coba ya." Ucap Anes, memberikan benda pipih itu kepada Cya.


"H-hah, untuk apa kakak bawa tes pack?" Ucap Cya.


"Ya untuk kamu lah yakali untuk Alexa." Ucap Anes.


"Tapi aku gak hamil kak." Ucap Cya lagi.


"Kamu coba dulu saja Cya, lagian kan kamu bilang badan kamu gak enak. Dan tadi juga Alexa bilang kalau kamu gak demam, mungkin saja itu tanda-tanda bahwa kamu sedang hamil muda." Ucap Anes, lihatlah Anes sudaj seperti orang yang sangat berpengalaman.


"Mommy benar kak coba dulu saja, siapa tahu kan di perut kakak ada adik bayi untuk aku." Ucap Alexa, Cya terdiam dan menggigit bibir bawahnya.


"T-tapi kak." Lirih Cya.


"Gini kalau kamu ragu gak apa-apa, gak usah di coba sekarang kamu bisa coba nanti kalau kamu sudah yakin dan sudah siap." Ucap Anes, Cya menatap Anes dan Alexa secara bergantian.


"Apakah itu mungkin?" Tanya Cya, Anes tersenyum mendengar pertanyaan Cya.


"Kenapa tidak mungkin? Kamu dan El sudah menikah, kakak juga yakin kalian sudah melakukan nya jadi apa yang tidak mungkin?" Ucap Anes, Alexa terdiam ia tidak paham apa yang dimaksud oleh mommy dengan perkataan melakukan nya.


"Melakukan apa mom?" Tanya Alexa, Anes dan Cya menoleh menatap Alexa.


"Melakukan olahraga malam sayang." Ucap Anes, jawaban Anes membuat Cya ingin tertawa.


"Ooh begitu, yasudah kakak coba saja siapa tahu positif." Ucap Alexa, Cya tersenyum manis kepada Alexa.


"Baiklah nanti akan aku coba." Ucap Cya, Anes dan Alexa pun mengangguk dan tersenyum manis. Mereka tidak mau memaksa Cya biarkan Cya melakukan nya atas keinginan dirinya sendiri, begitulah fikir Anes yang penting Anes sudah mengingatkan Cya tentang itu.


.


.


.


.


Guys jangan lupa mampir di karya baru aku yang judulnya (Antara Cinta Dan Dendam), kalian bisa cek profil aku ya πŸ™β˜ΊοΈ


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š