
Alden berjalan masuk kedalam rumah dengan mengendap-endap ia tak ingin sang mommy melihat keadaan nya yang basah kuyup, namun karena dirinya yang berjalan terus menunduk tidak sadar menabrak tubuh tinggi seseorang.
Alexa dan Cya yang mengikuti Alden tertawa kecil melihat Anes yang berdiri tegak di hadapan putranya, Anes menoel pundak Alden hingga membuat bocah tampan itu mendongak.
"Kenapa basah kuyup begini hmmm, habis renang dimana Alden?" Tanya sang mommy, Alden tersenyum kikuk saat mendengar pertanyaan dari mommy nya.
"Gak renang mom, tapi ini semua karena kelakuan anak gadis nya mommy dia menendang aku ke kolam ikan." Ucap Alden, membuat Alexa terbelalak mendengar perkataan Alden.
"Bohong mom aku tidak akan melakukan itu jika Alden tidak memulainya lebih dulu." Ucap Alexa.
"Mana ada aku yang memulai nya jelas-jelas kamu yang memulainya." Ucap Alden.
"Tidak, kau yang lebih dulu mengganggu ku." Ucap Alexa tak ingin kalah, Cya dan Anes hanya bisa mengela nafasnya dan mengelus dada.
"Tapi aku tidak sampai membuat kamu basah kuyup Alexa." Balas Alden.
"Aku juga tidak berniat untuk membuat kamu basah kuyup Alden, tapi kebetulan saat aku ingin membalas perbuatan kamu_" Ucapan Alexa terhenti.
"Saat aku sedang mencoba untuk mengambil bola kan, kau memanfaatkan kesempatan itu." Ucap Alden, Alexa tertawa kecil karena apa yang dikatakan oleh Alden memang benar.
"Sudah cukup berdebat nya hmmm, sekarang Alden bersihkan dulu diri kamu sebelum Daddy pulang!" Ucap Anes, Cya menatap takjub Anes yang terlihat tegas kepada anak-anaknya.
Padahal Cya tahu jelas jika Anes memiliki sisi lain dari ketegasan nya, mungkin karena ini di hadapan kedua anaknya Anes jadi sedikit tegas.
"Iya mom." Balas Alden, bocah laki-laki itu menoleh dan menunjuk Alexa seakan menjelaskan jika ia akan membalas semua perbuatan Alexa.
"Alexa." Panggil Anes, Alexa menatap sang mommy dengan berbinar.
"Iya mom." Sahut nya.
"Mandi dan ganti pakaian kamu." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan berlari ke kamar nya.
"Kak Cya gak di suruh masuk dan mandi juga nih?" Goda Cya.
"Masuk dan mandi, kamu sudah besar tidak harus kakak yang menyuruh sayang yaampun." Ucap Anes, Cya tertawa kecil dan mendekati Anes lalu memeluk kakak nya itu.
"Apakah mengurus Alden dan Alexa melelahkan?" Tanya Cya, Anes hanya bisa menghela nafasnya dan tersenyum manis kepada Cya.
"Tidak sayang sebaiknya kamu membersihkan diri setelah itu beristirahat untuk makan malam." Ucap Anes, Cya mengangguk mengiyakan perkataan Anes.
...
Keesokan paginya Alexa sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, ia mencari sepatunya yang hilang sebelah.
"Dimana sepatuku?" Gumam Alexa, ia berjalan kesana kemari untuk mencari sepatu sekolah miliknya.
"Apa yang sedang kau cari?" Tanya Alden bersandar pada dinding.
"Untuk apa kau disini?" Ucap Alexa.
"Tentu saja ingin melihat adik ku yang kebingungan." Ucap Alden, bocah itu benar-benar tidak pernah kapok atas balasan yang diberikan Alexa kepadanya.
Jika mama Dean mengatakan kejahilan Alden itu sama seperti Deandra, maka bisa dipastikan kebar-baran Alexa menurun dari Anes. Alexa lebih suka bertindak dari pada banyak bicara, ya meskipun Alden juga sama namun masih ada sisi konyol dalam diri Alden yang seperti kekonyolan itu sedikit menurun dari Anes.
"Jangan bilang kamu yang menyembunyikan sepatu milikku?" Ucap Alexa.
"Bagaimana menurutmu." Ucap Alden berlagak sok ganteng.
"Alden kau kemana kan sepatu milikku." Teriak Alexa, Alden tertawa dan berlari ke luar dari kamar dengan Alexa yang mengikutinya.
"Lihatlah bukankah itu bagus." Ucap Alden, menunjukan sepatu milik Alexa yang mengambang di tengah-tengah kolam renang.
"Kau_ Kau tahu itu sepatu kesayangan ku kenapa kau melakukannya?" Kesal Alexa.
"Siapa suruh kau menendangku ke kolam ikan." Ucap Alden, Alexa yang kesal lagi-lagi mendorong tubuh kakak kembarnya nya ke kolam.
"Alex_a, byurrr." Lagi-lagi Alden menjadi korban Alexa.
"Rasakan itu balasan karena kau membuang sepatuku ke kolam." Ucap Alexa, bersyukur Alden pintar berenang jadi bocah itu mulai berenang untuk keluar dari kolam.
"Girls kenapa kok wajah nya di tekuk?" Ucap Deandra.
Namun boleh di akui jika Alexa dan Alden tidak pernah mencari atau membuat masalah di sekolah nya, mereka hanya akan membuat masalah di rumah dan hanya mereka berdua.
"Lalu dimana Alden?" Tanya Deandra.
"Di kolam karena kesal jadi aku mendorong nya ke kolam." Ucap Alexa, Anes dan Deandra menganga mendengar nya, sementara Cya tertawa kecil apalagi saat melihat tubuh Alden yang basah kuyup dengan seragam sekolah nya.
"Mom." Lirih Alden, kali ini Anes benar-benar terlihat frustasi karena anak-anaknya.
"Kau benar-benar mendorongnya?" Tanya Dean tak percaya.
"Hmmm, memangnya apalagi yang bisa aku lakukan selain membalas perbuatannya." Ucap Alexa santai, Alden menatap nyalang Alexa yang saat ini duduk santai di meja makan.
"Ayok mommy akan membantu kamu bersiap-siap lagi." Ucap Anes, Alden mengangguk dan berjalan menuju kamar nya.
Alexa selesai sarapan lebih dulu ia kembali ke kamar untuk mengambil sepatu yang lain, sementara Alden lelaki itu baru akan turun untuk sarapan.
"Aku akan membalas semua perbuatanmu." Ucap Alden.
"Silahkan." Balas Alexa tanpa takut.
Setelah semuanya siap merekapun memutuskan untuk pergi ke sekolah, Alden dan Alexa turun dari mobil bertepatan dengan Ardan dan Arandita.
"Kak Alexa." Panggil nya, mereka pergi ke sekolah bersama para suster nya.
"Ara ayok aku antar kamu ke kelas." Ucap Alexa memegang tangan Ara.
"Hmmm." Balas Ara.
"Ara biarkan aku yang mengantar kamu." Ucap Alden, Ara menoleh menatap Alden dan Alexa.
"Apakah kalian sedang bertengkar?" Tanya Ara.
"Tidak kami baik-baik saja." Balas Alexa.
"Sungguh?" Tanya Ardan.
"Hmmm." Balas Alexa, Alden pun mengangguk membenarkan perkataan Alexa.
Karena usia Ara berbeda dua tahun dengan Alden, Alexa dan Ardan jadi ia masuk ke kelas yang berbeda.
"Nona ayok suster antar ke kelas nona." Ucap suster Alexa.
"Hmmm." Balas Alexa, Alden berjalan di belakang Alexa bersama dengan Ardan.
Beberapa teman kelas Alexa menatap gadis cantik itu, ah mereka bahkan merasa heran karena Alexa malah terlihat seperti Barbie hidup.
"Kenapa mereka menatap Alexa seperti itu." Ucap Alden.
"Mungkin karena Alexa cantik." Balas Ardan, nah kan jiwa buaya Jordan nurun kepada putranya.
"Benar juga sepertinya kecantikan Alexa menurun dari mommy." Ucap Alden, Ardan mengangguk membenarkan perkataan Alden.
Alexa dan Alden duduk di kursi yang terpisah karena Alexa tidak ingin banyak orang tahu jika mereka kembar, meskipun nama mereka mirip Alexa tidak ingin orang tahu jika Alden adalah kakak kembarnya.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
.