Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 104


Setelah kejadian itu Dean langsung meminta Aleta untuk menemani Anes di rumah baru mereka, Dean sudah tidak bisa lagi membiarkan Anes untuk tinggal di rumah nya yang lama.


Dean tahu rumah itu pasti memberikan luka untuk Anes, dan disinilah Dean berada lelaki itu duduk di ruang tengah rumah baru mereka.


"Kamu tunggu disini aku akan menghubungi Nana untuk menemani kamu disini, ta aku titip Anes." Ucap Deandra, Aleta mengangguk dan tersenyum tipis.


"Iya Dean kamu tenang saja aku akan menjaga Anes, aku harap kamu bisa memberikan pelajaran kepada Liza." Ucap Aleta, Deandra mengangguk dan keluar dari rumah nya.


Melihat Dean yang keluar dari rumah Anes terlihat menatap kepergian lelaki itu, kata-kata Liza yang mengatakan ia tidak bisa memberikan keturunan untuk Deandra selalu memancing emosi Anes.


Di tempat lain Joe menghempaskan tubuh Liza ke sofa, Ike, Nana dan suster terlihat bingung apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa yang sudah anda lakukan itu keterlaluan, harusnya anda berpikir jika nona Anes dan keluarga nya bukanlah orang sembarangan." Ucap Joe.


"Cih, dia bahkan masih berada di bawah Deandra." Ucap Liza yang masih dengan nada sombong nya.


"Nona anda melupakan jika di negara ini orang terkaya dan berpengaruh tetaplah tuan Justin, tuan muda menjadi orang utama di negaranya sendiri. Anda lupa jika tuan muda bisa dibilang orang baru di negara ini meskipun mungkin bisnis dan perusahaan tuan muda ada dimana-mana, tetap saja tuan Justin adalah tuan rumah di negara ini." Ucap Joe.


"Kau meremehkan keluarga Gavriel, mereka juga kaya raya keluarga Justin tetap berada di bawah keluarga Gavriel." Sengit Liza.


"Tapi keluarga Gavriel pendatang di sini anda harus paham akan hal itu, dan asal anda tahu keluarga nona Anes itu tersebar dimana-mana. Jika mereka merasa sakit hati dan kecewa atas perlakuan anda terhadap nona Anes, maka tuan dan nyonya besar bahkan keluarga besar Gavriel tidak akan bisa membantu anda." Ucap Joe, tidak lama kemudian terdengar pintu rumah yang dibuka dengan keras.


Braakk... Deandra menendang pintu itu dengan keras, hingga membuat Ike dan yang lainnya terlonjak kaget.


"Eh yaampun mbak, ada apa ini apa yang nenek s*h*r itu lakukan kepada nona Anes." Ucap Ike.


"Entahlah ke, yang jelas saya yakin nona Liza sudah sangat menyakiti nona Anes." Ucap suster.


"Nana." Teriak Deandra.


"Na di panggil tuh." Ucap Ike, tanpa menunggu lama Nana langsung berlari secepat kilat untuk menghampiri tuan muda nya.


"Pergi dan temani nona, ini alamat nya." Ucap Deandra, Nana hanya bisa mengangguk saja karena melihat wajah marah Deandra.


"Ba_baik tuan." Ucap Nana, wanita itu langsung menghilang dari pandangan Ike dan suster.


"Untuk apa kau kemari?" Teriak Liza.


Plaakkk.. Deandra mena*p*r pipi Liza dengan keras, hingga membuat sudut bibir wanita itu mengeluarkan Daras.


"Assshh." Desis nya.


"Berapa kali aku mengatakan jangan pernah sakiti Anes berapa kali, berhenti untuk berpura-pura peduli terhadap kehidupanku." Ucap Deandra, mencengkeram kuat kedua pipi Liza.


"Sak_it." Lirih Liza, selama ini Deandra tidak pernah mau melukai wanita. Dan Liza lah wanita pertama yang membuat Dean lepas kendali, Liza wanita pertama yang merasakan tamp*r*n Deandra.


"Kau tahu semua perkataan kamu bahkan lebih menyakiti Anes, jika sampai tuan dan nyonya Abrisham membawa putrinya pulang aku tidak akan pernah melepaskan kamu Liza." Ucap Dean.


"Apa yang kamu banggakan dari wanita itu? Aku jelas lebih peduli terhadap kamu tapi tidak pernah kamu hiraukan, dia tidak bisa memiliki anak kau masih mau bersamanya." Ucap Liza, Deandra melepaskan cengkraman nya di pipi Liza dengan kasar.


"Setidaknya dia bisa menjaga diri untuk suaminya, aku orang pertama yang tahu semua tentang Anes. Tidak seperti kamu yang rela di tid*r* oleh setiap lelaki, kali ini aku tidak bisa lagi membiarkan kamu untuk bebas." Ucap Dean.


"Apa yang akan kamu lakukan? Mengusirku? Kau ingin membuat aku pergi hah." Teriak nya.


"Tinggallah di tempat yang seharusnya kau tinggali, aku tidak akan pernah s*di untuk melihat wajah mu." Sinis Deandra.


"Kau benar-benar bukan Deandra yang aku kenal, kau pikir keluarga Gavriel akan diam saja melihat kau memasukan aku kedalam markas dan menahanku disana." Ucap Liza, Dean tertawa menggelegar membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa bergidik.


"Kau dan Anes benar-benar mer*ndahkan diriku, aku tidak akan membiarkan kalian bahagia." Ucap Liza.


Sementara itu Nana yang sedang dalam perjalanan menuju mansion Anes, ia melihat dua mobil yang keluar dari perumahan elite itu.


Tunggu yang pertama terlihat mobil Anes yang melaju kencang, sementara belakang nya bukankah itu mobil Deandra bersama supir Aleta ya yang ada di kursi penumpang itu adalah Aleta.


Dengan cepat Nana langsung memutar arah, ia mengikuti mobil Anes yang melaju cepat. Mereka bahkan ketinggalan jejak, namun Nana tahu ini adalah arah ke rumah Deandra.


Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup lama Nana melihat Anes yang memasuki gerbang utama, Anes keluar dari mobil dan berlari.


Begitupun dengan Aleta, wanita itu ingin mengejar Anes tapi ia tak mungkin berlari Aleta sedang hamil saat ini.


"Aneska tunggu." Teriak Aleta.


"Nona ada apa?" Tanya Nana memegang tangan Aleta.


"Tahan Anes na cepat tahan Anes sebelum dia menyakiti Liza." Ucap Aleta.


"Tapi bagaimana dengan anda?" Tanya Nana.


"Saya baik-baik saja na kamu kejar Anes." Ucap Aleta, Nana mengangguk dan berlari mengejar Anes.


Nana bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi, kenapa nona dan tuan muda nya terlihat murka sekali.


"Nona Anes." Ucap Joe, Joe tahu emosi Anes sudah tidak bisa di kendalikan apalagi saat ia mendengar teriakkan Liza yang lagi-lagi mengatai Daddy nya.


"Keluarga Justin bukan keluarga yang baik, jika keluarga mereka baik kenapa harus menikahkan anak-anak mereka dengan perjodohan." Ucap Liza.


"Mereka menjodohkan Anes denganku karena mama dan papa yang meminta nya jika kau lupa, mama dan papa yang memohon karena mereka tahu Anes wanita yang tepat untukku." Ucap Deandra.


"Dia tidak tepat." Ucap Liza menepis tangan Dean yang mencengkram erat leher nya, Anes dan Dean bisa dibilang dua orang psycopath jika sudah murka.


"Aku akan menghancurkan kalian." Teriak Liza, wanita itu bangun dari posisinya dan berniat untuk pergi dari rumah namun tiba-tiba Anes muncul dan menend*ng perut Liza dengan keras.


Bughhh... Suara itu terdengar jelas di telinga Ike dan suster.


"Arrgghh." Teriak Liza, tubuhnya terpental ke lantai.


Dean menatap terkejut Anes yang kini berjalan mendekati Liza, Anes berjongkok di depan Liza yang meringis memegang perutnya keduanya saling menatap dengan tajam.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊