
Jordan berjalan sempoyongan ke kamar nya, saat membuka pintu kamar ia melihat Nana yang sudah meringkuk di atas tempat tidur seperti seorang bayi.
Jordan tersenyum manis kini ia memiliki pemandangan indah saat masuk kedalam kamar nya, lelaki itu berjalan dengan hati-hati menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan diri pelan-pelan Jordan naik ke atas tempat tidur, ia menarik tubuh Nana hingga membuat Nana terkejut dan bangun.
"Aaaa_hmmmm." Pekik Nana karena Jordan membungkam nya tiba-tiba, Nana terbelalak dengan perlakuan Jordan yang tiba-tiba seperti ini.
Dengan lihainya Jordan membuat Nana terbu*i dengan kegiatan nya, Jordan tersenyum manis melihat Nana yang menikmati kegiatan mereka.
Seperti terhipnotis oleh kelakuan Jordan kini Nana baru sadar jika dirinya sudah tak memakai sehelai benang pun, Nana mencoba untuk menutupi dirinya namun Jordan menahan pergerakan Nana.
"No babyh." Bisik Jordan, membuat bulu kuduk Nana meremang.
"Eee, khemmm tu_tuan." Panggil Nana, suara Nana sedikit bergetar karena takut dan gugup menjadi satu.
"Sayang panggil aku sayang oke." Ucap Jordan yang terus menyerang Nana.
"Ja_jangan seperti ini." Ucap Nana, ia memegang erat selimut nya.
"Rileks honey." Bisik Jordan lagi hingga akhirnya merekapun melakukan nya, Nana menjerit keras sampai membuat telinga Jordan berdenging.
"Aaaaaaa." Teriak Nana yang begitu nyaring.
"Assshh shiiitttt." Dengan tidak sengaja Jordan berdesis dan mengumpat.
"Sakit hiks sakit." Histeris Nana.
"No sayang kamu tenang oke." Ucap Jordan, Nana menggigit bibir bawahnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Sampai akhirnya Nana mulai mengikuti permainan Jordan dan mulai terbawa suasana, Nana mencakar punggung Jordan hingga sedikit berdarah.
"Euung*hh." Lenguh Nana membuat Jordan tersenyum puas melihat Nana.
Setelah cukup lama mereka adu kekuatan akhirnya Jordan tumbang di atas tubuh Nana, Nana memejamkan mata tubuhnya berkeringat begitupun dengan Jordan kedua manusia itu seperti sedang mandi keringat malam ini.
Sementara itu Deandra lelaki itu baru saja selesai mandi dan berendam, ia melihat Anes yang terlelap di atas tempat tidurnya.
Dengan hati-hati Deandra merangkak naik ke atas tempat tidur, lelaki itu menarik tubuh Anes dan memeluk nya. Beruntung ia langsung mandi hingga Anes tidak terlalu mencium aroma minuman di tubuhnya.
"Emmhhh, kamu baru kembali?" Tanya Anes.
"Hmmm." Balas Deandra, lelaki itu tidak berani membuka mulutnya karena takut aroma itu masih tercium.
"Tidurlah aku mengantuk." Ucap Anes.
"Hmmm." Balas nya lagi, Dean mengusap kepala Anes dengan lembut lelaki itu merutuki dirinya karena berbohong di belakang Anes.
...
Keesokan paginya Anes bangun lebih dulu dari pada Deandra, wanita itu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Anes melihat kemeja Dean yang menggantung di kamar mandi, wanita itu berniat untuk merapikan pakaian suaminya namun tiba-tiba saja aroma aneh tercium oleh hidungnya.
"Bau apa ini." Gumam Anes, wanita itu mengendus-endus pakaian suaminya.
"Ini bukan bau parfum wanita lalu bau apa ini." Gumam nya lagi, Anes terus mengendus dan berusaha untuk mengenali aroma apa yang menempel di baju suaminya.
"Bau minuman tapi bukankah Dean tidak minum lalu ini." Ucap Anes, tidak mau berpikir negatif Anes langsung keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya dan membawa pakaian suaminya.
Anes berjalan dan duduk si samping tempat tidur, ke mengusap kepala Deandra dengan lembut hingga membuat Dean bergerak dan memeluk nya.
"Sayang." Panggil Anes lembut.
"Hmmm." Sahut Deandra setengah sadar dari tidurnya.
"Kamu bilang semalam kamu dan Joe berbincang dengan Jordan." Ucap Anes.
"Hmmm." Jawab nya lagi.
"Tidak." Racau Deandra.
"Benarkah, tapi apakah kalian minum-minum?" Ucap Anes.
"Ya tapi hanya sedikit." Ucap Deandra, membuat Anes melepaskan pelukan Dean begitu saja.
"Lepas." Ucap Anes, menerima perlakuan Anes yang tiba-tiba datar membuat Deandra terbangun dan membuka matanya.
"Sayang ada apa kamu kenapa?" Tanya Deandra.
"Kamu masih nanya aku kenapa, ya kamu pikir lah kenapa aku marah." Ucap Anes.
"Sayang come on ini masih pagi kenapa kamu marah-marah." Ucap Deandra, Anes menyodorkan baju yang semalam di pakai oleh suaminya.
"Ini apa?" Tanya Anes.
"Baju aku." Jawab nya polos.
"Aku tahu ini baju kamu tapi yang aku maksud ini bau apa." Ucap Anes, Deandra mengambil itu dan mencium nya dan.
Damn Deandra langsung panik ia bangun dari tempat tidur dan mendekati Anes, namun Anes menghindari Dean yang terus mencoba untuk mendekatinya.
"Aku bisa jelasin sayang." Ucap Dean.
"Ya kamu memang harus menjelaskan tapi tidak untuk dekat-dekat dengan aku." Ucap Anes.
"Sayang aku hanya menemani Jordan dan aku benar-benar tidak mab*k honey, aku hanya mencicipi nya saja. Perkara baju aku bau karena semalam Joe memegang baju aku dan tangan nya itu bekas kena tumpahan minuman itu." Ucap Deandra.
"Kamu tahu aku gak suka ini?" Ucap Anes.
"Aku tahu sayang plis maaf." Ucap Deandra.
"Dean aku gak peduli ya kamu mau kaya gimana mau ngelakuin apa aku gak akan larang kamu, kamu mau pulang malam atau pagi atau kamu gak pulang-pulang juga aku gak masalah. Tapi aku gak bisa kalau kamu minum-minum kaya gini Dean, aku takut kamu kenapa-kenapa kamu akan punya anak kamu akan jadi Daddy dan kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" Ucap Anes, Dean diam ia ngaku ia salah karena tidak ijin dulu kepada Anes..
"Sayang aku gak akan kenapa-kenapa janji aku hanya mencicipinya saja." Ucap Deandra.
"Oke kali ini aku maafin kamu dan semoga apa yang kamu katakan ini benar, aku kaya gini karena aku sayang sama kamu." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan memeluk Anes.
"Hmmm, aku minta maaf karena sudah membuat kamu marah pagi-pagi seperti ini." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan membalas pelukan Deandra.
Itulah bumbu-bumbu rumah tangga Anes sebelum baby twins lahir ya, sehat-sehat ya baby agar kamu bisa menyaksikan sebucin apa Daddy kamu terhadap mommy kamu.
Deandra mengecupi setiap inci wajah cantik Anes, dan Anes mendorong tubuh Deandra untuk meminta suaminya mandi.
Tunggu Anes tidak suka Dean mabuk tapi ia pernah membuat Aiden dan Vee mabuk sampai melakukan malam pertama, setelah selesai marah-marah Anes tertawa malu dengan tingkahnya pagi ini.
"Sayang kenapa kita sensitif sekali padahal biasanya mommy tidak pernah semarah itu, apakah kamu takut Daddy mu sakit. Tenang sayang Daddy kamu kuat dikasih minuman ber botol-botol saja sepertinya dia tidak akan mabuk." Ucap Anes tertawa kecil, sungguh bo*oh kelakuan nya pagi ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊