
Keesokan harinya Alexa dan Alden sudah pulang dari sekolah, kedua bocah itu terlihat sedang bermain di kamar nya dan diam-diam Deandra menghampiri Alden dan Alexa.
"Bang." Panggil Dean memanggil Alden dengan sebutan Abang, hal itu membuat Alexa dan Alden menoleh.
"Ada apa dad?" Tanya Alden.
"Ada apa nih kenapa Daddy manggil Alden dengan sebutan Abang?" Ucap Alexa curiga, Alden terdiam dan menatap Alexa.
"Ya memang mau panggil apa lagi Alden?" Ucap Deandra.
"Aku curiga biasanya Daddy manggil Alden dengan sebutan boy ini kenapa Abang? Daddy gak ada niat memberikan adik kan." Ucap Alexa menatap sengit Daddy nya.
"Cukup Alexa saja yang menjadi adikku jangan ada yang lain, satu saja sudah membuatku pusing apalagi dua." Ucap Alden, Deandra mengangguk ia tak ingin mencari masalah dengan anak-anak nya.
"Tidak sayang tidak ada adik tenang saja ya." Ucap Deandra, Alexa dan Alden mengangguk lalu menatap Deandra.
"Lalu untuk apa Daddy menemui kami?" Tanya Alden.
"Dimana mommy." Ucap Deandra.
"Mommy sedang di dapur bersama Mbak Lia ada apa?" Ucap Alexa, Deandra menghela nafasnya dan duduk di hadapan kedua anaknya.
"Mommy masih marah kepada Daddy." Ucap Deandra memelas di hadapan Alexa dan Alden.
"Hah?" Sahut Alexa menatap Daddy nya dengan heran.
"Apakah ini benar-benar Daddy kita Alexa." Ucap Alden, lelaki itu melipat kedua tangannya di dada dan menatap wajah Deandra yang masih pucat.
"Sepertinya bukan Alden, apakah wanita kemarin sudah membuat Daddy kita berubah." Ucap Alexa, yaampun Deandra sadar jika kedua anaknya sedang menyindir dirinya.
"Untung anak sendiri masih bisa sabar lah." Gumam Deandra, Alexa dan Alden menatap Dean.
"Daddy ku tidak lemah dan selalu bisa membuat mommy memaafkan nya." Ucap Alden.
"Tapi kali ini mommy kalian masih marah Daddy tidak berbohong." Ucap Deandra.
"Daddy mau mommy memaafkan Daddy?" Tanya Alexa.
"Hmmm, apakah kamu tahu bagaimana caranya?" Ucap Deandra.
"Tentu saja tapi apa bayaran untukku jika berhasil membuat mommy memaafkan Daddy." Ucap Alexa berhasil membuat Deandra menganga.
"Bayaran?" Tanya Deandra.
"Tentu saja harus ada bayaran untukku dan Alden, tapi jika Daddy tidak mau tidak apa-apa ayok Alden kita ke rumah Ara." Ucap Alexa.
"Ayok." Ajak Alden, tumben kedua anaknya akur dan tidak berdebat.
"Tunggu-tunggu." Ucap Deandra, membuat Alexa dan Alden menghentikan langkahnya.
"Bayaran apa yang kalian inginkan?" Tanya Dean, lelaki itu berpikir jika bayaran untuk putra dan putri nya tidak akan mengeluarkan uang ratusan juta. Yang ada di pikiran Deandra hanya mainan edisi terbatas yang diinginkan oleh anak-anak nya.
"Daddy yakin?" Tanya Alexa.
"Hmmm." Balas Deandra, Alexa mengambil iPad miliknya dan memperlihatkan beberapa gambar mobil keluaran terbaru yang ia dan Alden ingin kan.
"Mobil?" Tanya Deandra mengernyit heran.
"Emmm." Jawab Alexa.
"Tunggu tapi kalian masih kecil bagaimana bisa mengendarai mobil?" Ucap Deandra.
"Apakah Daddy tidak bisa memberikan supir untuk kami?" Ucap Alexa, Deandra menganga ia tak percaya jika saat ini dirinya sedang di manfaatkan oleh kedua anaknya.
"Tidak yang lain saja." Ucap Deandra.
"Baik kalau begitu aku akan meminta ini kepada mommy atau ayah (dad Justin)." Ancam Alexa, Deandra menghela nafasnya dan mengangguk.
"Oke dua mobil keluarga terbaru dan limited edition!" Ucap Deandra, Alexa dan Alden tersenyum penuh kemenangan.
"Good Daddy." Ucap Alexa menepuk kedua pipi Deandra.
"Untung sayang." Ucap Deandra yang tidak bisa menolak keinginan kedua anaknya.
"Daddy tunggu saja aku akan segera membujuk mommy, jangan lupa untuk mobil nya." Ucap Alexa, gadis kecil itu berjalan keluar dari kamar sementara Deandra dan Alden saling menatap satu sama lain.
"Kau yakin dia saudara kembar mu?" Ucap Deandra.
"Tidak, sepertinya salah satu anak Daddy tertukar dengan anak lain." Ucap Alden, Deandra tertawa kecil dan mengusap kepala Alden.
"Sepertinya aku harus lebih kaya dari Daddy." Ucap Alden.
"Kau tidak akan meninggalkan nya?" Ucap Deandra.
"Tidak jika aku mencintai nya." Ucap Alden, Dean tertawa kecil dan mengusap wajah nya dengan frustasi.
"Kau benar-benar bo*oh sepertiku jika tentang cinta." Ucap Deandra, Alden menoleh menatap sang Daddy.
"Apakah mommy juga seperti Alexa?" Ucap Alden, Dean menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya iya kau tahu mommy kamu begitu suka shopping." Ucap Deandra, Alden mengangguk dan menatap Daddy nya.
"Semangat bekerja dad jangan sampai perusahaan Daddy bangkrut, karena itu akan membuat mommy galau akut." Ucap Alden, Deandra mendengus mendengar perkataan putranya.
"Cih, cepat besar agar kau mengerti bagaimana rasanya mencari uang." Ucap Deandra, lelaki itu berjalan meninggalkan Alden yang masih di kamar nya.
"Apakah aku salah berbicara." Gumam Alden, ah sudahlah ia tak mempedulikan perkataan Daddy nya.
....
Di tempat lain tepatnya di sebuah perusahaan besar terlihat Joe dan Jordan yang sedang duduk berhadapan, kedua orang itu terlihat sedang berpikir mengenai Lusi.
"Darimana Lusi tahu alamat perusahaan Dean yang disini." Ucap Jordan.
"Tidak mungkin dia tahu jika tidak ada yang membocorkan nya." Ucap Joe.
"Semalam Cya datang ke rumah." Ucap Jordan.
"Untuk apa dua kerumah kamu?" Tanya Joe.
"Cya merasa yakin jika ada orang lain dibalik semua ini." Ucap Jordan.
"Siapa?" Tanya Joe.
"Mana aku tahu, aku belum mencari tahu siapa saja orang yang bisa kita curigai." Ucap Jordan.
"Tentu saja kita bisa menebaknya." Ucap Joe.
"Tidak Joe kita tidak bisa gegabah." Ucap Jordan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Selain untuk keamanan Deandra ini juga menyangkut keamanan nona Anes, Alexa dan Alden." Ucap Joe.
"Kau sudah menghapus jejak cctv kemarin?" Tanya Jordan.
"Sudah aku sudah melakukan nya, bahkan aku mengecek satu persatu ponsel karyawan untuk memastikan tidak ada satupun dari mereka yang merekam Alden dan Alexa." Ucap Joe, ya Joe dan Jordan lebih mengkhawatirkan anak-anak Deandra yang menjadi incaran para musuh dan orang-orang sekitar yang tidak menyukai Deandra.
"Bagus, kita tinggal mencari tahu siapa dalang dibalik semua kejadian ini." Ucap Jordan.
"Hmmm, kita akan memerintahkan beberapa orang untuk memata-matai orang-orang yang mungkin melakukan itu." Ucap Joe, Jordan pun mengangguk menyetujui perkataan Joe.
"Sudahlah aku akan kembali mengerjakan pekerjaan ku dulu." Ucap Jordan.
"Baiklah aku juga ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Joe, merekapun memutuskan untuk kembali sibuk dengan pekerjaan nya.
Dalam kesibukan nya Joe tetap mengkhawatirkan keadaan Deandra, bagaimanapun Dean adalah orang yang membantu Joe merubah kehidupan keluarga nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊